Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Sikap Satria yang berubah


__ADS_3

Sudah hampir tengah malam, Kasih semakin mengeratkan pelukannya. Satria terlihat kesulitan bernafas saat tangan Kasih memeluk erat tubuhnya. Kemudian dia menghentikan laju motornya, karena mengalami sesak saat bernafas.


"Loh, kok berhenti?" tanya Kasih dengan nada polos.


"Tanganmu mengganggu jalan nafasku," ucap Satria protes


Kemudian Kasih langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf," ucapnya lirih sambil menjauhkan tubuhnya dari Satria.


Sebenarnya Kasih terlalu bahagia, karena hari ini Satria telah spesial memperlakukannya. Tetapi Kasih masih belum yakin dengan perasaan Satria kepadanya. Apalagi saat Satria mengakui dirinya sebagai pacar, di depan mantan ibu tirinya yaitu Suzzana


"Apa kamu sudah bisa bernafas?" tanya Kasih.


"Sudah," jawab Satria yang ingin melajukan motornya.


Kasih terlihat menegakkan badannya dan tak lagi memeluk Satria. Karena dia sangat takut mengganggu Satria saat bernafas.


Sesampainya di rumah, Kasih segera turun saat Satria telah memarkir motornya.


"Aku masuk, dulu!" ucap Kasih seraya membuka helmnya dan bergegas meninggalkan Satria.


Namun langkahnya kembali terhenti, saat mengingat jaket Satria masih terpakai di tubuhnya. Segera dia berbalik dan berjalan menuju ke arah Satria.

__ADS_1


"Ada apa lagi?" tanya Satria yang sedang merapikan posisi motornya.


Kasih langsung membuka jaket yang dia pakai, lalu mengembalikan pada Satria.


"Jaket, kamu!" ucap Kasih seraya menyerahkan jaket Satria.


Satria pun mengambil jaket dari tangan Kasih. Kemudian Kasih langsung berbalik dan bergegas meninggalkan Satria.


"Ish, sikapnya kenapa bisa cepat berubah?" gumam Kasih sembari berjalan menuju kamarnya.


"Siapa yang berubah?" tanya Manohara yang mendengar gumaman Kasih.


"Eh, Mama!" Kasih menghentikan langkahnya, saat mendengar suara Manohara.


"Eh, Mama kok bisa dengar?" tanya Kasih seraya menundukkan kepalanya karena malu.


"Satria memang seperti itu, suka bersikap dingin. Tetapi dia orangnya asyik, kamu jangan cepat tersinggung ya!" ucap Manohara menjelaskan.


"Iya, Ma!" jawab Kasih.


"Kamu habis darimana?" tanya Manohara


"Nonton bioskop, sama Satria."

__ADS_1


"Oh, tapi kenapa kalian gak pamit?" tanya Manohara.


"Satria bilang, katanya sudah pamit sama papa dan mama." Kasih terkejut mendengar pertanyaan Manohara. Ternyata Satria telah berbohong, karena tadi dia mengaku telah izin kepada papa dan mamanya.


"Iya sudah, hal itu akan kita bahas besok. Sekarang sudah malam, kamu lekas bersihkan diri lalu tidur." Manohara menyarankan Kasih.


"Iya, Ma!" jawab Kasih yang langsung berjalan menuju kamarnya


Setelah sampai ke dalam kamar, Kasih langsung berjalan menuju ke arah lemarinya karena ingin mengambil baju tidur. Setelah itu dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Usai membersihkan diri, Kasih langsung memakai baju tidur. Lalu dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat ke arah langit -langit kamarnya.


"Kenapa Satria berbohong kepadaku soal ijin sama kedua orang tuanya?" gumam Kasih. "Lantas kenapa sikapnya langsung berubah drastis? Padahal aku sangat menikmati kebersamaanku bersamanya saat di kafe. Kenapa tiba-tiba dia kembali ke wujud aslinya? Dingin dan cuek," ucap Kasih seraya menghela nafasnya dengan berat.


Tak terasa kedua matanya telah tertutup, karena hari ini sangat melelahkan untuknya.


Sementara Satria telah sampai di kamarnya, dan seperti biasa Nino belum juga pulang. Padahal jarum jam menunjukkan angka sebelas malam.


"Pasti kak Nino sedang di rumah sakit," ucap Satria yang telah memasuki kamar Nino.


Satria sudah sangat mengetahui tentang jadwal kakaknya yang selalu setia menemani sang kekasih di rumah sakit.


Silakan like dan komentar ya guys!

__ADS_1


__ADS_2