Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Ajakan Satria


__ADS_3

"Kasih, apa yang di katakan Amanda kepadamu?" tanya Nino dengan raut wajah yang penasaran.


"Dia hanya bilang jika Kasih sangat beruntung, bisa menjadi bagian keluarga ini." Lagi-lagi Satria menjelaskan pada Nino.


"Aku lagi bicara sama Kasih, bukan sama kamu!" Nino menatap tajam ke arah Satria.


"Sudahlah, gak usah bahas soal ini. Aku mau ngajak Kasih jalan!" Satria langsung berdiri dan menuntun tangan Kasih.


"Kamu mau kemana?" tanya Nino.


"Bukankah, tadi kau ingin mengajak kami jalan?" tanya Satria dengan pandangan mata ke arah Nino.


Nino hanya terdiam, karena kejadian tadi membuat Nino masih bertanya-tanya. Karena sebelumnya Nino mendengar gosip dari teman-temannya, jika Amanda mendekatinya karena hanya ingin menikmati hartanya saja.


Hal itu harus Nino telusuri, apakah benar gosip yang beredar mengenai pacarnya?


"Kau ajak saja istri mu jalan, aku jadi tidak enak badan." Nino langsung beranjak bangun dan berjalan menuju kamarnya.


"Satria, kamu harus hati-hati." pesan Hendi pada anak bungsunya.


"Iya, Pah!" jawab Satria.


Satria langsung mengambil jaket dan juga kunci motor, yang tergantung di balik pintu.


"Ayo, naik!" ajak Satria pada Kasih

__ADS_1


"Aku pakai dress, gak mungkin naik motor tinggi punya kamu!" ujar Kasih merajuk.


"Ya udah, ganti baju sana!" perintah Satria. "Jangan lama-lama, aku tunggu di sini," lanjutnya seraya memainkan kunci motor.


Kasih langsung berjalan menuju kamarnya, dia akan mengganti bajunya. Usai mengganti bajunya, Kasih langsung berjalan menghampiri Satria.


Kali ini Kasih menggunakan baju kodok, dengan bahan Levis berwarna biru muda. Dan kaos berwarna peach lengan pendek. Rambut yang di biarkan tergerai, serta tak lupa memakai kacamata tebalnya.


Walaupun kedua matanya terlapisi oleh kacamata yang tebal, tak menutupi wajah cantik milik Kasih.


"Sudah siap!" tanya Satria yang langsung mengulurkan tangannya.


"Siap!" jawab Kasih menyambut uluran tangan Satria.


Saat akan keluar dari pintu gerbang, terlihat Andika yang akan masuk dengan menggunakan motor ninja berwarna hitam.


"Kita mau jalan!" ucap Satria malas. Dia sangat tahu jika Andika akan menemui Kasih.


"Yah, baru aja aku mau ajak Kasih jalan." Andika terlihat kecewa.


"Memangnya kamu mau ngajak Kasih, kemana?" tanya Satria.


"Mau ngajak nonton, ada film seru hari ini," ujar Andika.


"Apa! Film seru!" sahut Kasih yang ingin turun dari motor Satria.

__ADS_1


"Eits, kamu mau kemana?" tanya Satria yang mencegah Kasih turun dari motor nya.


"Aku mau ikut Andika," ucap Kasih.


"Aku juga mau ngajak kamu jalan," ujar Satria memegang kaki Kasih untuk tidak turun dari motor nya


"Iya, tapi kamu gak jelas mau ajak aku kemana!" Kasih merajuk.


"Rahasia, kalau aku bilang sama kamu itu namanya gak surprise." Satria langsung menyalakan mesin motor nya. Dan menggas motor nya pergi meninggalkan Andika.


"Rupanya dia uda mulai bucin sama Kasih," gumam Andika seraya tersenyum tipis.


"Baguslah, aku jadi gak usah repot-repot untuk deketin Kasih lagi!" Andika pun beranjak pergi.


Sepanjang perjalanan, Kasih hanya terdiam tak bersuara. Sepertinya dia marah pada Satria, karena melarangnya pergi dengan Andika.


"Kasih, memangnya kamu mau nonton film apa?" teriak Satria seraya memundurkan tubuhnya mendekat ke arah Kasih.


"Memangnya kamu mau ngajak aku nonton?" sahut Kasih.


"Iya, aku mau ngajak kamu nonton."


"Film apa aja, karena aku ingin tahu bagaimana dalamnya gedung bioskop," ujar Kasih.


Sebelumnya Kasih tidak pernah ke bioskop, karena di desanya memang tidak ada mall atau pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Saat tinggal di kota, ayahnya juga tidak pernah mengajaknya ke mall. Kasih hanya menghabiskan waktu di rumah saja, bersama asisten rumah tangga.


__ADS_2