
Satria pun keluar dari kelas, dia berjalan menuju lorong dan menuruni anak tangga. Satria teringat, saat Nino menyuruh Kasih untuk ke ruangannya. Segera dia bergegas menuju ruangan Nino.
Saat sampai di depan ruangan Nino, terdengar suara Kasih yang sedang di interogasi oleh Nino.
"Kasih, sebenarnya aku ingin membicarakan hal ini di rumah. Hanya saja, suamimu itu selalu saja berada di dekatmu," ucap Nino.
"Mau ngomong apa, Pak?" tanya Kasih.
"Mengenai pembicaraan mu dengan Amanda," ucap Nino.
"Oh!"
"Apakah yang di bicarakan oleh Satria adalah benar?" tanya Nino.
"Soal apa?"
"Soal apa ya kemarin?" Nino seketika lupa, apa yang harus dia tanyakan.
"Pak!" panggil Kasih.
"Aku lupa, hanya saja aku mendengar gosip soal pacarku. Makanya aku ingin menanyakan padamu,"
"Sebaiknya nanti saja di rumah," sahut Kasih.
__ADS_1
"Iya sudah, kamu kembali ke kelas."
Kemudian Satria langsung bersembunyi di balik dinding. Kasih pun berjalan keluar dari ruangan Nino.
Satria langsung mengikuti langkah Kasih, di tidak ingin membuat istri kecilnya bersedih karena olokan Cempaka.
"Kasih..." Satria memanggil Kasih dari arah belakang setelah dia telah meninggalkan ruangan Nino.
Kasih pun menoleh ke arah belakang. "Satria," sahut Kasih.
Satria pun berjalan mendekati Kasih, "maafkan, aku." Satria sudah berdiri di hadapan Kasih.
"Maaf, soal apa?" tanya Kasih yang bingung melihat sikap Satria.
"Oh," jawab Kasih.
"Kamu enggak apa-apa, 'kan?" tanya Satria menatap cemas ke arah Kasih.
"Aku enggak apa-apa, memangnya kenapa?"
"Oh, ya sudah. Aku mau ke kelas dulu," ucap Satria yang langsung meninggalkan Kasih
"Ih, kenapa jadi cowok gak peka?" gerutu Kasih seraya mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Akhirnya dia pun berjalan menuju perpustakaan, Kasih ingin mencari sebuah buku tentang sistem reproduksi wanita.
Kasih ingin mengetahui tentang cara pembuahan sel telur.
Sesampainya di perpustakaan, dia langsung menuju rak tentang organ manusia.
Di buka satu persatu, tentang cara ****** membuahi sel telur. Hanya saja dia bingung dengan perkataan Amanda, jika dirinya masih perawan. Kasih tidak mencemaskan soal dirinya yang masih perawan atau tidak. Karena kini dia sudah menikah. Dan Satria telah bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Namun pernyataan Amanda masih saja terngiang dipikirannya. Kasih memikirkan jika setelah kelulusan nanti, Satria akan menceraikannya lantas dia menjadi janda. Lalu memiliki suami, sedangkan dia belum memiliki surat nikah Pernikahan mereka masih dilakukan secara siri, dan belum terdaftar di pemerintahan. Karena status mereka masih seorang pelajar. Pasti suaminya akan mempertanyakan keperawanan nya. Jika memang yang di katakan Amanda adalah benar, dirinya masih perawan, maka dia tidak perlu mencemaskan hal itu.
Setelah membacanya, hingga bel berbunyi kini Kasih telah mengerti. Jika memang dirinya hamil, maka benar Satria telah memperkosanya. Kasih akan menunggu beberapa minggu kemudian, untuk mengetahui dirinya hamil atau tidak.
Kasih kembali ke kelasnya, lalu bertemu dengan Cempaka.
"Heh, kamu pasti sekarang tinggal di kolong jembatan, ya?" tanya Cempaka seraya menghalangi jalan Kasih. "Sekarang ayah kamu udah gak ada, pastinya kamu menjadi pemulung di jalanan." Cempaka mengejek Kasih.
"Tapi kok penampilannya gak kayak mirip pemulung?" ujar salah satu teman Cempaka yang juga menghadang langkah Kasih.
"Atau gak, dia tinggal di rumah pelacuran? Karena dia sudah gak gadis lagi? Ha, ha, ha...," ejak Cempaka sambil tertawa puas.
Kasih hanya terdiam tak menanggapi ejekan Cempaka. Cempaka dan teman-temannya, pergi meninggalkan Kasih.
Silakan like dan berikan komentar mu
__ADS_1