Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Kecemburuan Satria


__ADS_3

Kasih sudah rapi, mengenakan seragam sekolah. Dia pun sudah keluar dari kamarnya. Seperti biasa, Kasih selalu di tinggal oleh ayah nya. Sang ayah lebih memilih berangkat bersama ibu tiri dan juga Cempaka


" Non, tadi bapak memberikan ongkos. " Mbok Iyem memberikan uang sepuluh ribu kepada Kasih.


" Terima kasih, Mbok! " jawab Kasih yang menerima uang dari mbok Iyem.


" Non, cukup gak? " tanya Mbok Iyem.


" Aku usahakan, cukup. " Kasih menjawab sambil tersenyum.


" Non, Mbok tambahin lima ribu. " Mbok Iyem memberikan uang kepada Kasih.


" Jangan Mbok, ini bukan hak aku. " Kasih menolak.


" Tolong terima, anggap aja uang jasa Non uda bantu Mbok." Mbok Iyem memaksa.


" Terima kasih, " jawab Kasih yang telah menerima uang dari mbok Iyem.


Kasih pamit bergegas pergi meninggalkan rumah.


Perjalanan yang harus di tempuh Kasih, lumayan jauh dari dalam komplek.


Setelah keluar dari komplek, barulah dia mendapatkan angkot.


Hanya tersisa lima belas menit, untuk sampai ke sekolah.


" Kasih ... " Terdengar suara yang tidak asing di telinga Kasih.


" Andika, " sahut Kasih seraya mengulas senyum.


" Ayo, naik! " Andika mengajak Kasih untuk naik ke motornya.


" Tapi ... " Kasih terlihat sedang berpikir.


" Tapi apa? " tanya Andika.


" Aku naiknya gimana? " tanya Kasih yang melihat motor sport milik Andika, sedangkan dia menggunakan rok dengan panjang selutut.


" Duduk saja menyamping, biar rok kamu gak terbang. " Andika langsung menarik tangan Kasih.


Kasih pun naik ke atas motor Andika, dengan posisi menyamping.


" Enggak enak! " Kasih protes.


" Ya udah, kayak biasa aja. "


Kasih pun duduk dengan posisi memeluk Andika.


" Kamu sudah, siap? " tanya Andika.


" Sudah, " jawab Kasih.


Kemudian Andika melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Karena waktu sekolah sudah tersisa lima menit lagi.


Kasih memeluk erat tubuh Andika, agar tidak terjatuh.


Mereka pun sampai di sekolah, dan hampir saja gerbang tertutup rapat.

__ADS_1


" Akhirnya sampai juga, " ucap Andika yang telah memarkirkan motornya.


Terlihat Kasih sudah membuka matanya, dan melepaskan pelukannya.


" Kasih, " panggil Andika.


" Sudah sampai? " tanya Kasih.


" Iya, " jawab Andika.


Satria pun memarkirkan motornya, di sebelah motor Andika.


Terlihat Satria menatap sinis ke arah Andika, karena telah memboncengi Kasih.


" Mainan baru? " Satria menatap Kasih dengan tatapan mengejek.


Kasih tak menanggapi celotehan Satria, dia langsung memberikan helmnya pada Andika.


Andika tersenyum mengejek ke arah Satria, karena telah di acuhkan oleh Kasih.


" Jangan samakan Kasih, dengan gadis-gadis yang mengejarmu. " Andika tersenyum sinis ke arah Satria. Kemudian dia meninggalkan Satria, yang sedari tadi menatap kepergian Kasih.


Satria pun masuk ke dalam kelasnya, dia melihat Kasih sudah duduk di tempatnya.


Satria pun berjalan, menuju ke tempat duduknya.


Satria merencanakan ingin mengerjai Kasih, karena dia tidak ingin jika Andika mendekatinya.


Besok dia akan mengadakan, acara ulang tahun di rumahnya. Satria akan membuat kejutan untuk Kasih, sekaligus akan mempermalukan dia di depan umum.


" Teman-teman, besok kalian harus datang ke acara ulang tahunku. " Satria menyerukan pengumuman. " Tepatnya jam tujuh malam. Kalian harus datang, " ucap Satria.


Semua siswa perempuan yang mendengar pengumuman dari Satria, terlihat kegirangan. Mereka pun membicarakan acara ulang tahun Satria.


" Kasih, besok kamu harus datang. " Satria pun berjalan menghampiri Kasih.


" Aku tidak bisa, " ucap Kasih dengan pandangan mata fokus ke arah buku.


" Harus, " Satria memaksa.


" Aku bilang tidak, ya tidak! " Kasih menekankan.


" Pokoknya harus, " Satria langsung pergi meninggalkan Kasih.


Sementara Kasih masih fokus menatap buku yang berada di tangannya. Kasih harus menyimpan uangnya, agar bisa di tabung. Karena sang ayah hanya memberikan uang untuk naik angkot saja.


" Kasih, kamu gak ke kantin? " tanya Andika yang sudah duduk di bangku depan.


" Enggak, " jawab Kasih


" Kenapa? " tanya Andika.


" Perutku gak laper, " jawab Kasih.


" Kalau aku kasih roti ini, mau gak? " Andika memberikan roti isi keju kepada Kasih. Dia menaruh roti isi keju, ke atas buku yang di baca Kasih.


Kasih menatap roti yang berada di atas bukunya. Sebenarnya perutnya sangat lapar, karena tadi pagi tidak sempat sarapan.

__ADS_1


" Apa mau jus jeruk? " Andika menaruh segelas jus jeruk ke atas meja Kasih.


Kasih hanya bisa menelan ludahnya, melihat roti dan jus jeruk di atas meja.


" Udah cepat makan, keburu bel masuk. " Andika menyodorkan jus ke hadapan Kasih.


Kasih pun tersenyum menatap Andika, dia langsung melahap roti dan juga meminum jus jeruk yang di berikan Andika.


Setelah menyantap roti dan jus jeruk, Kasih menatap wajah Andika.


" Dika, kamu kok baik banget sama aku? " tanya Kasih dengan tatapan iba.


" Gak tahu, kok aku bisa baik sama kamu, ya? " Andika berucap sambil berpikir. " Aku hanya teringat sama adik aku, penampilannya persis seperti kamu. Hanya saja, dia bunuh diri. " Andika menjelaskan pada Kasih.


" Bunuh diri? " tanya Kasih yang menatap penasaran ke arah Andika.


" Dia di bully oleh teman satu kelasnya. Dan mentalnya gak kuat, karena terus di katain culun dan bodoh. Akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. " Wajah Andika terlihat bersedih, kala mengingat kenangan adiknya.


" Maafkan aku, " lirih Kasih.


" Enggak apa-apa, kamu berhak tahu. Karena aku gak suka ada pembullyan di sekolah. Hal itu akan berdampak buruk pada psikis seseorang. " Andika menjelaskan.


" Apa kamu melihatku, berada di posisi seperti itu? " tanya Kasih sambil mengangkat satu alisnya.


" Sepertinya, " jawab Andika seraya menautkan kedua alisnya.


" Terima kasih, kamu sudah perhatian kepadaku. " Kasih tersenyum ke arah Andika.


" Senyum kamu, manis sekali. " Andika memuji Kasih.


Seketika wajah Kasih terlihat memerah, dia langsung mengerucutkan bibirnya.


" Kamu lagi godain aku, ya? "


Dari kejauhan, terlihat Satria yang geram melihat Andika sedang merayu Kasih.


" Satria, kamu lagi ngapain? " tanya Cempaka yang berdiri di belakang Satria.


Cempaka melihat pandangan Satria, yang tertuju ke arah Kasih dan Andika.


Cempaka terlihat geram, karena Kasih mendapatkan perhatian dari Andika.


Andika termasuk dalam golongan pria populer selain Satria. Banyak para siswi yang pernah menyatakan cinta, namun Andika enggan menanggapi.


Sikap Andika lebih kalem dan santai, tidak seperti Satria yang terlihat arogan.


" Apa mungkin Kasih lagi, penyebab Satria yang selalu mengacuhkanya? " batin Cempaka seraya menatap sinis ke arah Kasih.


Jam istirahat berakhir, seluruh siswa masuk ke dalam kelas.


Satria langsung masuk ke dalam kelas, dan berjalan menuju ke tempat duduknya.


Terlihat Kasih yang masih fokus membaca buku-buku nya.


" Heh, kutu buku! " Satria memanggil Kasih dengan nada ketus.


Kasih lagi-lagi tak menghiraukan panggilan Satria. Karena merasa di acuhkan, Satria menyingkirkan buku Kasih, yang sedang di bacanya. Bukunya pun terjatuh ke lantai. Terlihat Kasih sangat marah, dengan perlakuan Satria.

__ADS_1


__ADS_2