Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
gagalnya rencana Nino


__ADS_3

Nino dan adik-adiknya telah sampai di area parkiran.


Mereka langsung membahas rencana yang akan menjebak Amanda. Karena Nino sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Amanda.


Walaupun dalam lubuk hatinya, Nino masih sangat mencintai Amanda.


"Kak, apa sudah siap untuk melepas kak Amanda?" tanya Satria saat melihat keraguan di wajah Nino.


"Aku udah yakin dengan semuanya," jawab Nino menegaskan.


"Baiklah, aku dan Andika akan menjalankan misi sesuai perintah."


Satria dan Andika telah bersiap, dia langsung melajukan motornya menuju rumah sakit tempat Amanda bekerja.


Sementara Nino sudah mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


Beralih ke Kasih yang kini sedang berjalan mencari angkutan umum.


Saat Kasih telah berjalan menuju ke arah jalan raya, tiba-tiba ada mobil sedan berhenti di sebelahnya.


Seorang pemuda keluar dari dalam mobil, lalu pura-pura bertanya pada Kasih.


"Maaf, Dek. Mau tanya," katanya seraya mengeluarkan secarik kertas.


Kasih langsung menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah pemuda yang sedang bertanya kepadanya.


"Iya, Kak." Kasih menjawab sambil mengulas senyum.

__ADS_1


"Tau arah ke rumah sakit?" tanyanya sembari melihat nametag di dada sebelah kanan Kasih


Saat Kasih menoleh ke arah berlawanan, pemuda itu mengeluarkan saputangan lalu membekap mulut Kasih.


"Mmm..." Kasih mencoba memberontak, namun sayangnya saputangan itu telah di lumuri obat bius. Membuat Kasih lemas tak berdaya dan seketika tak sadarkan diri.


Dari arah belakang mobil sedan itu, terlihat Nino yang sedang menuju ke arah jalan raya.


"Kasih," kata Nino yang sepertinya mengenali seorang siswi di bawa masuk ke dalam mobil. Nino mengenali tas yang di bawa oleh pemuda itu saat memasukkan Kasih ke dalam mobil.


Nino menghentikan mobilnya, mencoba ingin menolong Kasih. Kemudian dia keluar dari mobil, untuk mengeluarkan Kasih.


Sayangnya mobil sedan hitam itu telah membawa Kasih.


Nino segera mengingat nomor plat mobilnya.


"B 4321 SMA," ujar Nino, kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil.


"Huft, Satria kenapa gak jawab teleponnya." Nino merasa panik dan cemas.


Nino melupakan masalah Amanda saat ini. Dia hanya fokus pada Kasih yang telah di culik.


"Siapa yang ingin berbuat jahat pada Kasih?" gumam Nino yang masih fokus melihat mobil sedan di depannya.


Nino segera menghubungi nomor telepon kantor polisi. Dia melaporkan mobil yang telah menculik Kasih. Nino mengingat lagi nomor plat mobil itu.


Setelah memberikan keterangannya, Nino kembali fokus pada mobil di hadapannya.

__ADS_1


Jalan di hadapannya terlihat lenggang, hingga menyulitkan Nino untuk mengejar mobil yang menculik Kasih. Karena laju mobilnya berjalan sangat cepat.


Ponsel Nino berdering, terlihat nama Satria di layarnya.


"Satria," ujar Nino.


Segera dia menjawab panggilan dari Satria.


"Halo, Kak!"


"Sat, Kasih di culik."


"Apa! Darimana kakak tahu?"


"Aku sedang mengikuti mobil yang telah menculik Kasih."


"Sekarang posisi kakak dimana?"


"Menuju ke arah pinggiran kota. Kakak gak bisa ngejar karena dia ngebut."


"Baiklah, aku akan segera menyusul. Kakak Share lok aja."


Setelah mendapatkan peta dari google map yang di berikan oleh Nino, Satria langsung meluncur menuju TKP.


"Sat, mau kemana?" tanya Andika melihat Satria berputar arah.


"Kasih diculik," jawab Satria yang langsung menjalankan motornya.

__ADS_1


Andika langsung memutar motornya untuk menyusul Satria.


Silakan berikan komentar


__ADS_2