Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Amanda terus mengelak


__ADS_3

"Aku hanya ingin penjelasan darimu, tentang pemeriksaan yang telah kau lakukan pada Kasih." Nino menatap lekat Amanda meminta kejujuran di kedua matanya.


Amanda terlihat risau, namun dia harus jujur kepada Nino. Karena semua itu tak juga menguntungkan dirinya.


"Sebenarnya, Kasih...," ucapannya terhenti, "dia tidak hamil."


Amanda menjelaskan yang sebenarnya, agar dirinya aman.


"Apa itu benar?" tanya Nino meyakinkan.


"Iya, aku masih melihat bagian intinya rapat dan belum ada luka sobek. Aku pastikan Satria tidak benar-benar memperkosanya." Amanda menjelaskan.


"Apa kamu benar-benar sudah memeriksa dengan teliti?" Nino kembali mencari penjelasan. Karena merasa kurang yakin, jika yang di katakan Amanda hanya kebohongan belaka.


"Apa kamu tidak mempercayai aku?" tanya Amanda yang juga menatap Nino dengan intens.

__ADS_1


"Maaf, aku hanya ingin meminta kepastian darimu." Nino langsung mengedarkan pandangannya seraya menghela nafas.


"Apa ada sesuatu yang kau pikirkan tentang aku?" Amanda mencurigai gelagat Nino yang sepertinya sedang memendam rahasia.


Sebenarnya mau Kasih hamil atau tidak, bagi Nino itu bukanlah masalah. Karena Kasih telah di jodohkan oleh Satria, saat papanya meminta Kasih untuk menjadi istri dari adiknya. Hal itu di kemukakan saat Hendi menemui sahabatnya yang sedang melawan maut. Hendi pun memegang tanggung jawab untuk merawat Kasih, karena ingin membalas budi Broto.


"Nino, kamu gak seperti biasa. Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Amanda seraya memegang tangan Nino.


"Aku..." Nino ingin mengatakan jika gosip tentang Amanda yang hanya ingin memanfaatkan nya itu tidak benar. Karena hal itu terus mengganggu pikirannya.


"Aku kenapa?" tanya Amanda memperhalus suaranya.


Degh!


Amanda terkejut saat Nino melamarnya, padahal dia sama sekali tidak mencintai Nino. Karena Amanda hanya ingin memanfaatkan harta dari keluarga Hendi. Semua itu hanya demi melakukan misi balas dendam. Amanda adalah anak tiri dari mantan istri Hendi.

__ADS_1


Mantan istri Hendi yang dulu memilih menjalin hubungan dengan teman sekantornya. Kini hidupnya benar-benar jatuh miskin. Maka mantan Istri Hendi menyuruh Amanda untuk memanfaatkan Nino untuk menikmati harta Hendi.


Semua biaya kuliah Amanda di tanggung oleh Nino. Karena Nino telah dibutakan oleh cintanya kepada Amanda. Sedangkan Amanda sudah memiliki seorang yang dia cintai. Seorang dokter muda, yang bekerja di satu rumah sakit dengan Amanda. Mereka melakukan hubungan di belakang Nino.


"Maaf, Sayang! Apakah harus secepat itu?" tanya Amanda yang langsung berubah ekspresi wajahnya. "Apa kamu tidak curiga kepada Kasih, kenapa dia tidak mengatakan sejujurnya pada om Hendi?" Amanda mengalihkan pembicaraan. Dia mengambinghitamkan Kasih, agar terhindar dari pernikahan dengan Nino.


"Untuk apa aku mempermasalahkan Kasih, toh papa yang meminta dia menjadi menantunya. Kalau memang Kasih masih gadis, itu keberuntungan untuk Satria." Nino tetap membela Kasih. "Karena selama ini om Broto memang di cari oleh papa," lanjut Nino.


Amanda kehabisan akal, dia tidak ingin membicarakan masalah pernikahan. Karena baginya Nino hanya mesin ATM, yang bisa dia manfaatkan.


"Nino, waktu istirahatku telah habis. Aku ingin kembali bekerja," ucap Amanda yang langsung berdiri dari duduknya.


"Baiklah, aku tunggu jawabanmu, segera!" ucap Nino menekankan.


Amanda menjadi salah tingkah, dia langsung memalingkan wajahnya. "Aku masuk, dulu."

__ADS_1


Amanda langsung berjalan menuju ruang UGD tempat dia bekerja.


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2