Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Salah sasaran


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak like, rate 5 dan komentar mu ya guys! Dan masukkan ke list favorit mu. Terima kasih


Kemudian pelayan itu meninggalkan Satria, Kasih dan juga Andika.


" Kasih, ayo ikut aku!" Satria langsung menarik tangan Kasih, lalu membawanya pergi meninggalkan Andika.


" Hey, mau kau bawa kemana Kasih?" teriak Andika yang ingin mengejar Satria dan Kasih namun di tahan oleh Jordi.


" Bro, kapan datang?" tanya Jordi seraya menepuk pundak Andika.


Kemudian Andika berkumpul bersama teman-temannya.


Satria membawa Kasih ke ruangan karaoke di sebelahnya. Dia membuka pintunya dengan kasar, lalu mendudukkan Kasih di atas sofa.


" Satria, kamu mau apa?" tanya Kasih yang sudah duduk di sofa sambil menatap tajam ke arah Satria.


Satria sedang mengatur nafasnya, baru kali ini dia merasakan gelisah saat di acuhkan oleh seorang gadis.


" Maafkan aku," ucap Satria sambil berdiri di hadapan Kasih dengan menundukkan kepalanya.


Kasih memalingkan wajahnya, dia masih belum bisa memaafkan kejahilan Satria.


Tiba-tiba Satria merasakan ada yang aneh di dalam tubuhnya. Terasa panas dan darahnya berdesir. Seketika nuri kecil miliknya tiba-tiba mengeras. Perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Hanya pada saat dia melihat majalah wanita, yang berpakaian seksi. Di tambah saat dia melihat adegan dewasa di layar laptopnya.


Keinginan ingin melakukan hubungan tersebut, yang kini di rasakan oleh Satria.


Satria berjalan mondar-mandir di depan Kasih, mencoba menetralkan perasaannya. Namun naas, perasaannya dan gairah hasratnya semakin membuncah.


Kasih bingung melihat Satria yang mondar-mandir di hadapannya. Terlihat gelisah dan cemas seperti bapak-bapak, yang sedang menunggu istrinya akan melahirkan.


"Satria, kamu kenapa?" tanya Kasih. "Kalau sudah selesai, aku akan kembali melayani tamu," ucap Kasih yang langsung bangun dari tempat duduknya.


Namun saat tangannya ingin meraih handle pintu, tiba-tiba di cegah oleh Satria.


"Jangan pergi!" ucap Satria yang menahan tangan Kasih. Saat ini hasratnya tidak dapat terbendung lagi.


Satria langsung mendorong tubuh Kasih ke dinding, lalu menciuminya penuh nafsu.


Kasih mencoba memberontak, namun kekuatannya tak sebanding dengan tubuh Satria.


"Satria, apa yang kau lakukan? Mppphh ..." Bibir Kasih langsung di bekap oleh bibir Satria


Sedikitpun Satria tak memberi ruang pada Kasih, untuk memberontak.


Di hempaskannya Kasih ke atas sofa, dan Satria menindih di atasnya.


Teriakan Kasih tak terdengar oleh para pengunjung lainnya. Karena suara musik yang keras, menyatu dengan teriakan Kasih yang meminta tolong.

__ADS_1


Dalam sekejap, kesucian Kasih terenggut karena obat salah sasaran yang di berikan oleh Cempaka.


Keduanya terkulai lemas tak berdaya, terbaring di atas sofa.


Selang setengah jam kemudian, Kasih tersadar dan mengambil baju yang sudah koyak. Kemeja putih yang terlepas kancing bajunya. Begitu juga rok hitam yang terlepas resletingnya.


Kasih menangis histeris, merasakan sakit di sekujur badannya. Dia mencoba membangunkan Satria, namun tidak bisa. Karena Satria masih terpengaruh oleh obat perangsang.


Kasih mencoba memakai bajunya satu persatu.


"Ah ..." Kasih merasakan sakit di bagian intinya, terlihat noda darah di atas sofa yang berwarna krem.


Kasih menangis sekencang-kencangnya, hingga ada orang dari arah luar mendengarnya.


Pintu terbuka, dan yang melihat Kasih sedang menangis adalah Andika.


"Kasih!" ucap Andika yang menghampiri Kasih sedang duduk di lantai, memegang kemeja yang tidak terkancing.


Andika melihat ke arah Satria yang sedang tertidur tanpa busana.


" Satria, bangun!" teriak Andika yang membangunkan Satria.


Andika melemparkan celana Satria yang berada di atas meja.


" Bajingan, jadi kau membawa Kasih hanya untuk kau tiduri?" ucap Andika emosi yang langsung memukul Satria.


" Kasih?" Semua terkejut melihat Kasih yang duduk lemas di atas lantai dengan baju yang koyak.


Masuklah Cempaka, yang telah selesai melaksanakan pesta ulang tahunnya.


" Kasih ..." teriak Cempaka yang terkejut melihat penampilan Kasih dengan baju yang koyak. Juga Satria yang hanya menggunakan celana panjang tanpa baju.


Cempaka pun menghampiri Kasih, yang sedang duduk di lantai.


" Dasar perempuan gak tahu diri," teriak Cempaka seraya menampar Kasih. " Plak ..."


" Cempaka ..." teriak Andika yang langsung menghampiri Cempaka, lalu mendorong nya.


" Heh, kenapa kamu masih belain perempuan murahan ini?" ejek Cempaka di depan teman-temannya. Ternyata Cempaka memang telah berhasil mempermalukan Kasih. Tetapi bukan dengan cara, merebut Satria darinya.


" Cempaka, kamu dengar dulu penjelasan Kasih. Jangan asal tuduh sembarangan!" bentak Andika


" Cewek murahan," caci Cempaka seraya menatap jijik ke arah Kasih.


" Andika, antarkan aku pulang!" pinta Kasih sambil menangis di pelukannya


Sementara, Satria masih tidak sadar karena dosis obat yang di berikan Cempaka cukup besar.

__ADS_1


" Satria, kamu kenapa?" tanya Cempaka yang sudah duduk di sebelah Satria.


Tiba-tiba pelayan laki-laki yang di suruh Cempaka pun lewat. Kemudian dia masuk ke dalam ruangan tempat Satria, yang sudah ada beberapa orang di dalamnya.


" Mbak," panggil pelayan dengan wajah panik. " Maaf, jus jeruk tadi yang meminum Mas ini," ucapnya sambil menunjuk ke arah Satria.


" Apa?" Cempaka terkejut, mendengar penjelasan dari sang pelayan. " Kenapa kamu gak ngomong?" tanya Cempaka yang menghampiri pelayan dengan suara berbisik.


" Mas ini, yang tiba-tiba mengambil jus jeruknya dan langsung meminum sampai habis," jelasnya.


" Sial!" Cempaka panik, dia salah sasaran.


Ternyata cara licik Cempaka, malah membuat Kasih menjadi milik Satria seutuhnya.


Kemudian Cempaka langsung meminta tolong temannya, untuk mengantar Satria pulang


Kasih pun telah sampai di rumah, Andika memapah Kasih.


" Tok, tok, tok ..." Andika membantu Kasih mengetuk pintu.


Pintu pun terbuka, terlihat mbok Iyem terkejut saat melihat penampilan Kasih.


" Ya ampun, Non!" cemas mbok Iyem yang langsung membantu Andika membawa Kasih masuk ke dalam rumah


" Ada apa sama Non Kasih?" tanya mbok Iyem panik melihat penampilan Kasih yang kusut.


" Nanti saja Bi jelasinnya, sekarang ambilkan air." Andika meminta tolong pada mbok Iyem.


" Kasih," terdengar suara bass dari arah kamar Suzzana.


" Om!" panggil Andika yang langsung bangun dari duduknya.


Broto menghampiri Kasih, yang sedang tertidur lemas di atas sofa.


" Ada apa dengan anakku?" tanya Broto dengan wajah geram melihat Andika


" Dia di per--" Andika belum sempat menjelaskan tiba-tiba datang Cempaka dari arah pintu depan.


" Ternyata anak papa itu cewek murahan!" teriak Cempaka yang memotong penjelasan dari Andika.


Andika melotot tak percaya dengan ucapan Cempaka. Kenapa Cempaka begitu tega memfitnah Kasih?


" Itu tidak benar, Kasih di perkosa oleh Satria!" Andika menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


" Apa? Kasih di perkosa Satria?" Suzzana menimpali penjelasan Andika.


" Bohong! Kasih lah yang selama ini merayu Satria. Hingga dia rela memberikan tubuhnya pada Satria," ucap Cempaka yang menyela penjelasan Andika.

__ADS_1


__ADS_2