Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Satria bucin


__ADS_3

Selama pelajaran Viola, Satria benar-benar fokus memperhatikannya mengajar. Karena kini Satria sudah kembali semangat dalam belajar. Setelah semangatnya hilang karena kepergian sang ibu dahulu.


Bel istirahat berbunyi, bu Viola telah mengakhiri mata pelajarannya.


"Anak-anak, besok kita akan ulangan. Jadi persiapkan diri kalian," ucap Viola memberikan pengumuman.


"Baik, Bu!" jawab serempak seluruh siswa.


Kemudian Viola langsung keluar dari kelas, sembari membawa setumpuk buku untuk dia koreksi.


Satria langsung bangun dari duduknya, "permisi, Kasih!" ucap Satria.


Lalu Kasih bangun dari duduknya mempersilakan Satria keluar. Satria langsung berjalan menuju depan kelas.


"Perhatian! Teman-teman semua..." teriak Satria yang sudah berdiri di depan kelas.


Seketika siswa yang sudah bangun dari duduknya karena ingin ke kantin langsung duduk kembali.


"Aku harap kalian duduk dan dengarkan pengumuman dariku," ujar Satria


"Ada apa, Sat?" tanya Cempaka yang  sangat penasaran menunggu pengumuman dari Satria.


"Baiklah, perlu kalian dengar dan perhatikan. Mulai saat ini, aku ingin mengumumkan jika Kasih adalah pacarku," ucap Satria lantang.


"Apa!" Cempaka terkejut mendengar pengakuan Satria.


Seluruh siswa pun bersorak, "huh..." Melihat ke arah Kasih.

__ADS_1


Mereka tidak terima jika Kasih menjadi pacar Satria.


"Jadi aku tegaskan sekali lagi, jangan pernah ganggu Kasih. Jika saja aku mendengar salah satu dari kalian mengganggu Kasih, harus mendapat hukuman dariku." Satria tersenyum ke arah Kasih.


Kasih hanya tertunduk malu, kala Satria mengumumkan tentang status hubungan dengan dirinya.


"Aduh, Satria, kamu cari mati saja!" batin Kasih seraya memejamkan kedua matanya.


Andika hanya terdiam, saat Satria memberikan pengumuman perihal Kasih. Andika sudah memprediksi sebelumnya, jika Satria akan berbuat hal itu. Andika juga  tahu, jika Satria sangat menyukai Kasih. Hanya saja, Satria gengsi untuk mengatakannya pada Kasih.


"Dika! Kamu gak marah! Pacar kamu direbut oleh Satria?" Cempaka terlihat memanasi Andika, walaupun sebenarnya Cempaka yang paling marah atas pengumuman yang baru saja di sampaikan oleh Satria.


Andika tak menanggapi, kemudian dia langsung keluar tanpa menjawab pertanyaan Cempaka.


Cempaka terlihat emosi lalu berjalan menghampiri Satria yang telah duduk di bangkunya sambil memandangi wajah Kasih.


"Suka-suka aku, dong!" jawab Satria yang masih memandangi wajah Kasih


Satria sudah duduk di sebelah Kasih dengan wajahnya bertumpu di tangannya sembari melihat Kasih sambil tersenyum.


Kasih bukannya senang, justru ketakutan pada perubahan sikap Satria.


"Satria, kamu abis kesambet setan apa sih?" tanya Kasih dengan raut wajah ketakutan.


"Setan cinta," jawab Satria dengan tatapan menggoda.


Cempaka begitu kesal melihat tingkah Satria yang terlihat bucin di hadapan Kasih. Kemudian Cempaka langsung pergi meninggalkan Satria dan juga Kasih.

__ADS_1


"Satria, aku mau ke kantin dulu." Kasih terlihat ketakutan dan ingin bangkit dari duduknya. Namun di cegah oleh tangan Satria, "aku ikut!" seru Satria.


Kasih pun langsung berjalan dengan diikuti oleh Satria dibelakangnya. Para siswa satu kelas memandang aneh sikap Satria kepada Kasih.


Karena Satria jika sudah suka dengan seorang gadis maka sikap bucinnya akan keluar.


Kasih berjalan menuju kantin diiringi dengan langkah Satria


"Satria, kenapa sikap kamu seperti ini?" tanya Kasih yang merasa takut dengan sikap Satria yang selalu menggandeng tangannya. "Aku tidak buta, dan kacamataku cukup tebal untuk melihat jalanan. Jadi kamu gak harus gandeng aku kayak gini," ucap Kasih yang ingin melepas tangan Satria.


"Jangan lepaskan, biar semua orang tahu kalau kau sudah menjadi pacarku," balas Satria yang langsung memilih tempat duduk untuk Kasih.


"Minggir!" perintah Satria saat melihat ada seorang anak laki-laki yang menghalangi jalannya.


"Satria, kamu gak usah lebay gitu. Aku jadi malu," ucap Kasih seraya menundukkan kepalanya karena malu.


Satria tak menghiraukan ucapan Kasih, dia masih terus mencari bangku kosong untuk Kasih.


"Di sana saja, dekat Andika," usul Kasih seraya menunjukkan jarinya ke arah bangku tempat Satria duduk.


Lalu Kasih langsung berjalan menghampiri Andika. "Andika," panggil Kasih yang sudah berdiri di hadapan Andika.


Namun Andika hanya terdiam tak menjawab panggilan Kasih. Dia langsung berdiri dan meninggalkan tempat duduknya.


"Dika..." panggil Kasih namun tak di hiraukan oleh Andika.


"Apa Andika marah sama aku?" tanya Kasih sembari menggaruk kepalanya. Dia sungguh bingung dengan sikap Satria dan Andika saat ini.

__ADS_1


Andika harus mengorbankan perasaannya, demi menjaga hati saudara sepupunya.


__ADS_2