Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Pelukan Satria


__ADS_3

Satria berjalan mendekati Kasih, lalu duduk di pinggiran tempat tidur. Dilihatnya kedua mata Kasih yang sudah terpejam.


"Cantik!" ucapnya, seraya tangannya mengelus pipi Kasih.


Di pandangnya wajah Kasih yang terlihat polos tanpa make-up.


Kemudian Satria langsung naik ke atas tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Kasih.


Satria tersenyum tipis, membayangkan dirinya telah menikah muda dengan gadis cupu yang sering dia jahili.


"Kenapa aku bisa terjebak dengan gadis cupu ini?" gumam Satria dengan menatap kagum ke arah Kasih.


Sebelum nya Satria sempat trauma jika harus berhubungan dengan seorang wanita. Banyak sekali siswi yang menyatakan cinta kepadanya. Namun dengan terang-terangan, Satria menolaknya. Dirinya sangat membenci wanita, karena image buruk yang di tinggalkan sang mama.


Sampai saat ini, Satria tidak pernah lagi melihat mamanya. Entah masih hidup atau sudah mati. Nyatanya, sang mama tak pernah mencari keberadaan nya sampai saat ini.


Tanpa terasa kedua mata Satria mulai terpejam. Dia pun tertidur di sebelah Kasih dengan tangannya yang di letakkan di atas perut Kasih.

__ADS_1


Nino dan Hendi sudah pulang dari acara pertemuan makan malam, bersama keluarga Amanda. Mereka akan segera melakukan acara pernikahan.


Nino lupa, jika Satria saat ini telah satu kamar dengannya. Dan dia pun tak menyadari saat Satria tak berada di kamarnya. Nino hanya berpikir, jika Satria berada di kamarnya sendiri. Tanpa Nino mengingat jika ada Kasih yang kini tidur di kamar Satria.


Semua penghuni rumah sudah tertidur lelap.


Kasih merasakan ada yang memeluknya saat tertidur. Namun Kasih berpikir dia sedang bermimpi di peluk oleh sang ibu.


Dulu saat setiap malam, Kasih selalu tidur di sebelah sang ibu. Mereka selalu tidur berdua di atas kasur lantai dengan ukuran kecil. Hingga membuat sang ibu selalu memeluknya, agar mereka muat tidur dalam satu kasur.


"Bu, Kasih kangen sama ibu. Apalagi tidur saat di peluk ibu kayak gini," ucap Kasih yang sedang menginggau dengan kedua mata yang masih terpejam.


Pagi pun tiba, Kasih merasa bahagia saat ibunya datang ke dalam mimpi sambil memeluknya. Namun pelukan itu semakin mengeratkan bagian perutnya. Kasih tersadar jika sang ibu telah tiada. Tetapi kenapa tubuhnya terasa sangat sesak, seperti nyata di peluk oleh sang ibu.


Kasih pun membuka kedua matanya dengan perlahan. Berharap pelukan sang ibu hanyalah bunga tidurnya, yang tidak bisa lagi dia rasakan saat ini. Alangkah terkejutnya Kasih, saat melihat tangan putih nan kekar sedang memeluk tubuhnya.


"Kok tangan ibu kayak tangan laki-laki?" gumam Kasih saat membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


"Ah..." teriak Kasih saat melihat sesosok makhluk yang sedang tertidur di sampingnya. "Satria... apa yang kau lakukan di kamarku?" Kasih mendorong tubuh Satria, hingga dia terjatuh dari tempat tidur.


"Auw..." pekik Satria seraya mengelus bokongnya yang kesakitan. "Kamu ngapain dorong aku?" ucap Satria kesal.


"Kamu ngapain tidur di samping aku?" Teriak Kasih.


Nino yang baru saja selesai berolahraga, langsung menghampiri kamar Satria. Dia mendengar ada keributan di kamar adik kecil nya.


Nino langsung membuka pintu kamar dan mendapati adiknya sedang terduduk di lantai.


"Satria!" ucap Nino. "Kalian?" Nino menatap curiga ke arah Satria.


"Kak, ini bukan seperti dugaanmu." Satria langsung bangkit dan berdiri, lalu dia mengelus bokongnya yang masih terasa sakit.


"Kamu ngapain tidur di sini?" tanya Nino yang menatap tajam ke arah Satria.


"Aku--" Satria langsung pergi dari kamar, karena merasa malu untuk mengakui dirinya telah jatuh hati pada Kasih.

__ADS_1


"Kasih, kamu gak apa-apa?" tanya Nino yang sudah duduk di sebelah Kasih.


Kasih menatap kagum sang kakak ipar. Nino memang berbeda dengan Satria, mungkin karena penampilan nya sudah dewasa dan memiliki tubuh yang atletis. Hingga membuat Nino terlihat keren dan macho. Tak ada wanita yang tak luluh saat melihatnya. Karena Nino memiliki ketampanan yang sangat luar biasa.


__ADS_2