KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
10 Perhatian lebih


__ADS_3

Sore hari setelah istirahat sebentar kami berkumpul dan seperti biasa ,kami saling menjahili satu sama lain,Wijaya dengan suara pas - pas an menjadi vocal dadakan ,Pandu yang menjadi gitaris .Kami selalu seperti ini dan berharap akan seperti ini sampai 6bulan kedepan . Tawa kami tak bisa tertahankan lantaran suara Wijaya yang seperti kaleng rombengan ,kami terus menertawakan itu.


Saat kita tengah asik tertawa ,tiba - tiba ada suara klakson motor di depan tempat kos menghentikan tawa kami . Semua menoleh ke arah sumber suara, dan memastikan siapa yang membunyikan klakson itu .


"Kak Dika ,kak Andra" ucap kami bersamaan.


Kak Dika dan kak Andra turun dari motornya lalu menghampiri kami yang tengah menatap mereka. Kak Andra duduk di sebelah Anik dan kak Dika duduk diantara aku dan Ardi. Dengan sedikit canggung aku pun menawari mereka minum .


"Kak ,mau minum apa?" tanyaku yang bangkit dari tempat duduk supaya bisa menjauh dari kak Dika . Kak Dika menarik tanganku dan menyuruhku kembali duduk.


"Duduk saja! aku ga butuh minum!"lirih kak Dika yang kini menatapku lembut.


blush ,pipiku memerah .


"Kalian sudah makan?" tanya kak Andra kepada kami .


"Belum,sebentar lagi kita mau keluar cari makan! oh ya apakah ada rumah makan dekat sini? supaya kami bisa berjalan kaki bersama." jawab Pandu dan mencari tau tempat makan terdekat.


"Disana ad rumah makan ,hanya 15 menit berjalan kaki!" sahut kak Andra sembari menunjuk ke arah tempat makan yang dia sebutkan .


"Kamu mau makan juga?" bisik kak Dika di telingaku dan aku hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaannya.


"Kak,kok mirip sama kak Dika? tapi jujur ya 😀 kak Dika terlihat lebih lembut dan kak Andra ,maaf terlihat lebih galak 😀✌️" tanya Santi dengan tujuan mendapat jawaban akan pikiran yang selama ini ia simpan .


"Kak Dika adalah kakak sepupuku! kami beda 3tahun!" jawab kak Andra santai ,namun Kak Dika hanya diam dan terus memperhatikan ku dengan tatapan lembutnya yang membuat wajahku merah merona .


"any way mau terus ngobrol atau cari makan sekarang?" tanya Kak Andra ketus,karena sedari tadi mereka terus mengobrol .


"he,he,he yap kita berangkat sekarang!" sahut Wijaya dan Pandu dan disusul anggukan oleh Anik,Santi dan Ardi .


"Rin kamu ga makan ? tanya kak Andra ,karena aku masih setia duduk di kursi sebelah kak Dika .


"aku ga biasa makan malam kak, aku masih ada cemilan dan mi instan ! nanti aku makan itu aja" jawabku sembari menjelaskan .

__ADS_1


"Ririn memang seperti itu kak! dia jarang makan nasi ." jawab Ardi menjelaskan ,Ardi sangat hafal akan kebiasaan ku .Dia selalu memperhatikan hal kecil tentangku,bisa dibilang dia selalu memberi perhatian lebih padaku ,entahlah aku pun tak tau alasannya .


"Dik,ga makan?" tanya kak Andra yang heran melihat kak Dika tak bergeming sedikit pun,sedari tadi dia hanya diam .


"Aku ga lapar! titip martabak dan coklat dingin 2 ya! aku tunggu disini." jawab kak Dika sedikit melirik ke arah Kak Andra .


"Oke!" sahut kak Andra .


Mereka (Anik,Santi ,Pandu,Wijaya, Ardi dan kak Andra) kini sudah melangkahkan kaki mereka menuju tempat makan yang di tunjukkan oleh kak Andra . Namun Ardi kembali dan menanyai ku .


"Rin,kamu ga titip apa?" tanya Ardi yang berlari kecil ke arahku .


"ga Ar,aku ga lapar! aku masih ada minuman dan cemilan!" sahut ku sembari menyunggingkan senyum kaku ku .


Ardi bergegas berlari mengejar mereka agar tidak ketinggalan jauh.


Di tempat kos ,aku dan kak Dika masih tak bergeming ,masih sibuk akan pikiran masing - masing .


hening


hening


hening


"untuk ku? apa ini kak?" tanya ku sembari menerima bungkusan plastik itu .


"itu coklat,kakak tau kamu ga biasa makan nasi ! jadi coklat ini mampu redakan lapar mu dan menjadi mood booster . Kini kak Dika duduk mendekat hingga kami berjarak hanya 5cm saja.


"Terimakasih kak!"lirih ku yang masih bersemu merah ,aku luluh akan perhatian kak Dika ,namun aku masih curiga akan perhatian yang kak Dika berikan padaku .


"Kak,boleh aku tanya sesuatu?" tanya ku ragu karena aku masih takut menanyakan maksudku .


"Boleh tanya saja!" sahut nya santai ,sekarang dia menumpu kedua tangannya di dada bidangnya .

__ADS_1


"emm, anu ,kenapa kak Dika baik pada ku? kita kan baru kenal beberapa hari ." tanya ku terbata


"Ga boleh atau kamu ga suka?" kak Dika balik bertanya .


"ga,bukan gitu! cuman ga enak aja sama temen yang lainnya ." aku beralasan dan kak Dika pun percaya itu .


"Biarkan waktu yang menjawab! dan biarkan seperti ini, jangan pernah berfikir buruk tentangku dan jangan begitu percaya akan omongan staf lain tentang ku! karena mereka hanya selalu melihat sisi luar ku ." jawabnya penuh penekanan . Dan aku pun hanya mengangguk .


"Kak tunggu sebentar ! Ririn mau ambil cemilan dan minuman." kata ku dan berlalu meninggalkan kak Dika sendiri setelah mendapat anggukan darinya .


Sebenarnya itu hanyalah alasanku supaya aku bisa menghilangkan rasa canggung ku,aku pun merasa senang karena mendapat perhatian lebih dari kak Dika ,orang yang sudah membuat ku terpesona pada pandangan pertama .Sejujurnya ,hati ku mulai menerima perhatiannya namun aku masih ragu akan ucapan kak Dion tadi siang .


Setelah 15menit berkutik dengan pikiran sendiri,akhirnya aku putuskan untuk kembali menemuinya dengan membawa dua botol minuman soda dan cemilan .Aku kembali duduk dan memberi kak Dika satu botol minuman itu .


"Kak,nih minumnya!" aku menyodorkan minuman dan kak Dika menerimanya .


"Terimakasih!" jawabnya dengan tatapan lembut dan senyum cool nya itu ,yang kembali membuat hati ku berbunga .


Kak Dika membuka cemilan ku lalu memakannya ,dan dia juga mengambil bungkus plastik tadi yang ternyata isinya coklat ,lalu dia membuka coklat itu dan menyuapiku .


"aaaaak" pinta kak Dika seperti menyuapi anak kecil. Aku pun menurutinya dan membuka mulutku sembari menatap mata nya yang tersirat ketulusan disana .


Aku mengunyah coklat itu,bukan karena aku penggemar coklat ,namun kali ini pria yang telah menebarkan pesona padaku yang menyuapiku .


"Perhatianmu begitu lebih!" gumam ku yang masih menatapnya sembari mengunyah coklat itu .


"Kenapa memandangku seperti itu?" tanya kak Dika yang kini mengacak rambutku , namun aku hanya tersenyum malu mendapatkan perlakuan itu .


Kami tertawa kecil ,menertawakan kedekatan kami .Setelah satu jam menunggu akhirnya mereka datang dengan perut yang sudah terisi .


"nih Dik,pesenan kamu! " sembari menyodorkan kantong plastik


"Thanks !" jawab kak Dika , lalu ia memberi ku satu coklat dingin .

__ADS_1


Terimakasih masih setia membaca karyaku 🙏🙏🙏 Semoga semua pembaca selalu dalam keadaan sehat ,aman dan bahagia ❤️❤️❤️🙏🙏🙏


__ADS_2