KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
49. Tembakan yang melesat


__ADS_3

Setelah selesai dengan pekerjaannya, kini Ririn akan pulang ke mes yang sudah disediakan dari pihak hotel. Ririn membersihkan dirinya di kamar mandi ,setelah itu ia segera mengganti pakaian dengan out for yang sudah ia pilih. Celana jeans panjang dengan kaos berwarna ungu Lilac dipadukan dengan Cardigan berwarna putih dan sepatu cat.


Menunggu jemputan Novan, ia duduk di kursi yang terletak di depan mes. Karena saat keluar dari hotel ia sudah mengirim pesan kepada Novan untuk menjemputnya di mes hotel.


"Mau hang out Rin?" tanya Anggun yang tinggal di mes yang sama namun berbeda kamar.


"iya nih! mau jalan jalan bentar, mumpung teman kakak ku mau anterin!" jawab Ririn sembari mengecek isi tas nya.


"Temen kakakmu? kakakmu kan si Indo?" tanya Anggun penasaran.


"iya kakak ku di Indo, dan temennya datang ke Negara ini untuk melihat Omanya dan kebetulan kami sudah bertemu!" ucap Ririn memberi penjelasan, namun Ririn tak mengatakan bahwa Novan lah teman kakaknya yang tak lain adalah cucu dari bos nya.


"ohh i see! have fun ya!" seru Anggun yang kini hendak memasukkan pakaiannya ke mesin cuci.


"Thank you Anggun!" jawab Ririn .


Sebuah Mobil berhenti di depan mes ,lalu menurunkan sedikit kaca mobil dan memanggil Ririn yang tengah duduk di kursi .


Ririn melihat mobil itu, dan mengetahui bahwa Novan lah yang ada di dalam mobil itu,lalu i bergegas masuk ke mobil itu. Karena Novan tak ingin karyawan lain uang tinggal di mes itu tau bahwa Novan lah uang menjemput Ririn.


"Pasang safety belt nya Rin!" pinta Novan yang tengah sibuk memperhatikan penampilan Ririn.


"Oke!"sahut Ririn bersemangat. Ririn sudah meminta ijin kepada kak Eka perihal dia akan diantar bermain ketempat tempat bagus oleh Kak Novan. Eka yang tidak pernah mendengar kenakalan Novan,lalu ia memberi ijin . Bagi Eka saat ini Novan lah yang bisa membantu Ririn untuk pergi kemana - mana selama Novan masih di Negara ini karena Novan sudah begitu hafal dengan tempat itu.


"Kemana kita sekarang kak?" tanya Ririn bersemangat.


"Kita akan pergi ke mall ,lalu ke Timezone dan kita nonton di bioskop! setelah itu kita dinner." jawab Novan yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Waaaah menarik nih kayaknya!" Ririn bersemangat dan bertepuk tangan ,seperti anak kecil yang akan mendapatkan mainan baru.


Sesampainya di mall,lalu mereka menuju ke Timezone untuk bermain selama 45 menit. Setelah itu mereka membeli tiket untuk menonton movie, Sebelum memasuki ruangan ,Ririn membeli popcorn dan minuman untuk cemilan mereka berdua di dalam nanti saat menonton movie.


Selama movie di putar di layar lebar itu, Ririn fokus menonton sembari memasukkan popcorn memilihnya. Berbeda dengan Novan, ia sibuk memperhatikan Ririn yang sangat memukau malam ini,begitu cantik .


"Kak seru kan movie nya?" tanya Ririn kepada Novan ,namun yang di tanya hanya diam tanpa menjawab. Merasa ucapannya tidak di respon oleh Novan,lalu Ririn mengalihkan pandangannya ke arah Novan,dan manik mata mereka bertemu,karena Novan masih setia memandangi wajah cantik Ririn.


Menyadari hal yang tak wajar, Ririn kembali melihat ke layar lebar dan movie pun selesai. Mereka segera keluar ,dan bersemangat mencari restoran karena keduanya sudah lapar.


"Kita makan disana saja!" tunjuk Novan ke arah restoran yang ada di mall tersebut.


"Oke, aku sudah sangat lapar!" Ririn menggembungkan pipinya dan berlari kecil menuju restoran.


Setelah .memilih tempat yang dirasa nyaman dan jauh dari pengunjung lainnya, akhirnya mereka duduk lalu memesan makanan dan minuman.


"emmm, I want one chicken steak with potato and orange squash please!" ucap Ririn menyebutkan orderannya.

__ADS_1


"I want same as her!" ucap Novan


"ok, I Will repreat your order! so two chiken steak with potato and two orange squash right? any thing else?" tanya pelayan ramah.


"no! thank you." jawab Ririn


"Oke thank you,!" ucap pelayan dan berlalu meninggalkan Ririn dan Novan yang kini sudah memegang ponsel masing masing.


Sembari menunggu makanan mereka,mereka sibuk dengan hp mereka dan Novan memutar music yang ada di hp nya dengan volume sedang yang hanya bisa didengar oleh Ririn dan dirinya.


🎡🎢🎡🎢🎡🎢


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I love you


Will have and hold you


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in

__ADS_1


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


Tonight


🎡🎢🎡🎢🎡🎢


Ririn sedikit terkejut akan lirik music yang ia dengar,karena saat itu saat pertama bertemu ia mengenakan gaun berwarna putih. Namun ia menepis pikirannya dan mungkin itu. hanya suatu kebetulan saja,lagian ga mungkin kak Novan menyukainya.


"Rin, boleh aku bicara?" tanya Novan dengan mimik wajah serius.


"iya kenapa kak?" tanya Ririn kembali ,namun saat hendak bicara .Makanan mereka sudah datang dan Novan menunda perbincangan ,lalu mereka menikmati makan malam bersama dengan menu yang sama.


Setelah menghabiskan makanan ,barulah Novan mulai berbicara lagi.


"Rin ,jujur saja ,sejak pertama kali kita bertemu,aku sudah menyukaimu,sudah tertarik padamu aku tak tau kenapa begitu cepat! namun perasaanku tak bisa kubohongi! aku mencintaimu sejak pandangan pertama!" lalu Novan menarik nafas ,dan kembali berkata " I Love you Rin!" lirih Novan yang kini meraih tangan Ririn.


Deg!!! perasaan Ririn deg degan ,ia merasa tak enak hati untuk mengatakan yang sejujurnya! namun ia tak mau memberi harapan dengan menunda untuk memberi tau kenyataannya.


"mmm Kak Novan,maaf sebelumnya! aku bukannya tidak menghargai perasaan dan ucapan kak Novan! namun perlu kak Novan ketahui,aku sudah menganggap kak Novan seperti kakakku sendiri,maka dari itu aku mau di antar main sama kak Novan apalagi aku tau kak Novan adalah teman kak Eka, maka dari itu aku percaya sama kak Novan." jawab Ririn perlahan dan memberi penjelasan supaya Novan tidak tersinggung.


"Apakah kamu sudah punya pacar?" tanya Novan kembali dan di sorot matanya terlihat jelas bahwa dia masih berharap Ririn akan menerimanya.


" Jujur ,aku belum punya pacar! tetapi aku dekat dengan satu pria. aku pun belum tau bagaimana perasaanku terhadapnya. Yang aku tau aku begitu nyaman dan bahagia jika bersamanya dan kami sering saling memberi kabar. Jadi maaf kan aku uang tidak bisa membalas perasaan ka Novan? ku harap kak Novan mengerti!" lirih Ririn, lalu ia menepuk tangan Novan untuk memberi kekuatan


"iya Rin ga papa! rasa itu tidak bisa dipaksakan,kamu berhak bahagia dengan pria lain yang kamu cintai .Tetapi sekarang aku lega, karena sudah sanggup menyatakan perasaanku padamu ,biarkan cinta ku ini hanya menjadi pemuja rahasiaku. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu kelak!" Novan berusaha menampilkan senyumnya di hadapan Ririn,meski hatinya begitu sakit karena penolakan Ririn,namun Novan tak ingin memaksa wanita itu untuk membalas cintanya.


"Terimakasih kak Novan! semoga kakak mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku dan semoga kak Novan bahagia bersama wanita yang mencintai kak Novan dengan tulus." ucap Ririn memberi semangat kepada Novan.


"Tapi kita masih bisa bertemakan Rin? aku tak ingin hubungan kita berakhir hanya gara gara tembakan ku melesat ,ha ha,ha so we are friend!" ucap Novan dengan tawa kecilnya agar terlihat tegar di mata Ririn,padahal hatinya sudah remuk.


"of course ,kita berteman kak!" jawab Ririn sembari bersalaman sebagai lambang pertemanan mereka.


Ririn tidak menyadari bahwa sedari tadi ada 4 pasang mata yang memperhatikan interaksi ke duanya. Empat pasang mata itu awalnya hanya ingin makan malam bersama keluarga di restoran yang ada di mall tersebut. Karena besok mereka akan pergi ke hotel dan mengawasi keadaan hotel secara mendadak agar mereka tau bagaimana kesiapan para karyawannya jika mereka tiba tanpa memberi informasi terlebih dahulu.


Kira - kira siapa ya empat pasang mata itu???


author juga penasaran nih 😁

__ADS_1


yuuukkk kita baca sama - sama kisah novel ini! jangan lupa tinggalkan jejak,. bantulike dan vote nya juga yaaa πŸ™πŸ™


"


__ADS_2