KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
60. Bergabungnya Dika di dunia bisnis


__ADS_3

Pagi ini Dika dan Hana sudah siap akan berangkat ke kantor papa Hana. Setelah menikmati sarapan mereka menuju garasi dan menggunakan mobil milik Dika. Melaju dengan kecepatan sedang ,di dalam mobil mereka mengobrol kecil membicarakan rencana masa depan mereka.


Tepat pukul 09;30 mereka sampai di gedung yang berlantai 10 itu. "The Hans corp" itu nama perusahaan milik orang tua Hana yang di bangun dari nol. Mereka di sambut ramah oleh staf office tanpa ada halangan mereka menuju ke ruangan direktur perusahaan yang tak lain adalah pemilik The Hans Corp .


Di dalam lift ,Dika merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Setelah pintu lift terbuka ,Hana menuntun suaminya menuju keruangan papanya. Sekretaris yang berada di depan ruangan papa nya pun mempersilahkan Hana dan suaminya untuk masuk.


cklek


"Papa!" Hana sedikit berlari ,berhambur memeluk papanya. ia sangat merindukan papanya,semenjak menikah dan tinggal di rumah Dika ,mereka jarang bertemu.


"Selamat pagi pa!" sapa Dika sopan sembari tersenyum melihat istrinya yang masih manja di hadapan papanya.


"pagi duduk lah nak!" jawab papa mertuanya yang kini merengkuh tubuh putrinya untuk mendekap dan memeluknya.


"Sayang, kamu temenin suamimu melihat - lihat kantor ini ya! dan antar dia ke setiap ruangan ,nanti sekretaris papa yang akan mengantar kalian!" ucap papa Hana sembari membelai lembut rambut Hana.


"Siap bos!" ucap Hana antusias dengan mengembangkan senyumnya yang membuat papanya merasa bahwa putrinya sudah bahagia bersama lelaki pilihannya.


"Sebentar papa mau hubungi sekretaris papa dulu!" ucap papa Hana


"Diah, tolong keruangan saya sebentar dan antar putri dan menantu saya melihat lihat kantor dan semua ruangan yang ada di gedung ini! juga perkenalkan mereka kepada setiap kepala bagian!" titah papa Hana dari sambungan telepon nya.


"Baik pak! saya segera kesana!" sahut Diah dan tak lama kemudian Diah sampai di ruangan pak Direktur.


"permisi! mari saya antar nona dan tuan berkeliling!" ucap Diah sopan dan ramah .


Dika dan Hana mengekori Diah ,lalu mereka memasuki ruang demi ruang , kantor - kantor dan memperkenalkan diri kepada kepala bagian. Setelah selesai mereka kembali ke ruangan Direktur ,sedangkan Diah ,dia kembali ke tempat kerjanya .


"Bagaimana? sudah tau semua ruangan dan staf kepala bagian?" tanya sang Direktur kepada Dika.


"Sudah pa! ya meski belum hafal sekali, nanti saya sesekali akan pergi kembali melihat - lihat sambil menghafal." ucap Dika yang di angguki oleh Direktur itu dan juga Hana.

__ADS_1


"Pa ,Hana pulang dulu ya! besok Dika sudah mulai masuk kan? papa kasi Dika bagian apa?" tanya Hana kepada papanya.


"Sementara Dika mendampingi papa ya sebagai asisten pribadi papa dulu, jadi lebih mudah untuk Dika mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawab sebagai Direktur nantinya!" jawab papanya sembari memasukkan satu tangan ke saku celananya.


"Jadi Dika akan menjadi Direktur disini pa?" tanya Hana penasaran


"iya tentu saja, siapa lagi yang akan papa percayai selain anak dan menantu papa !" jawab papa Hana sembari memberi seutas senyum,senyum yang tulus dari hatinya.


"Semangat beb!" ucap Hana memberi semangat kepada suaminya dan di sambut dengan senyum oleh suaminya.


"Kalau begitu kami pamit pulang pa! " ucap Dika yang hendak bangun dari duduknya.


"Ga ke rumah dulu? mama pasti kangen sama kalian!" ucap Papa nya yang membuat Hana tertawa ringan.


"iya dong pa ! kami mau pulang ke rumah dulu ketemu sama mama, habis tu baru deh ke rumah Dika!" jawab Hana yang membuat papanya tertawa ,karena beliau kita putri dan menantunya tidak akan melihat istrinya dirumah yang sangat merindukan putri semata wayangnya itu.


"Mamamu pasti sangat senang!" ucap pak Direktur.


Setelah berpamitan,kini Dika dan Hana masuk ke mobil. Di dalam perjalanan mereka berhenti di salah satu mini market untuk membeli sesuatu sebagai buah tangan yang akan di berikan kepada mamanya Hana. Setelah mendapatkan sesuatu ,mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah besar nan mewah milik orang tua Hana.


"Selamat datang non ,den!" sapa art disana dengan ramah.


"Mama ada bik?" tanya Hana kepada art itu dengan menampakkan senyumnya, meski keluarga Hana sangat kaya dan dia adalah putri tunggal ,namun Hana tidak pernah culas dan sombong kepada para art disana.


"Ada non , nyonya sedang di kamar!" jawab art itu


"Baiklah Hana mau langsung ke kamar mama saja!" sahut Hana yang kini sudah berlari kecil menuju kamar mamanya dan meninggalkan suaminya di sofa ruang tamu.


Dika hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil. Terlihat begitu bahagia istrinya ketika diantar main kerumah orang tuanya.


Begitulah pengorbanan seorang wanita, ia rela berkorban banyak. Meninggalkan orang tuanya ,kemewahan,kebebasan dan waktunya . Hanya demi untuk hidup bersama dengan lelaki yang ia pilih .

__ADS_1


tok tok tok. ,Hana s mengetuk pintunkar mamanya .


"Siapa? masuk saja!" jawab si empu kamar yang tak tau jika putri yang sangat beliau rindukan kini berada di depan pintu kamarnya.


Setelah mendengar kata masuk, Hana tersenyum bahagia lalu ia membuka lebar daun pintu kamar mewah itu.


" Mamaaaaaaaa!" seru Hana yang kini berhambur memeluk mamanya ,Hana pun sangat merindukan mamanya. Lala ia masuk kedalam pelukan mamanya ,lama mereka berpelukan saling merasakan kerinduan.


"Sayang ,kamu sama siapa nak? mama kangen banget sama kamu!" keluh mamanya yang kini membelai lembut rambut Hana.


"Sama suami Hana dong ma! he he .* sahut Hana dengan tawa kecilnya.


"Dimana nak Dika ,kok kamu tinggal? nakal kakinya!" ucap mamanya lalu bangkit dan keluar dari kamarnya sembari menarik kecil tangan putrinya untuk mengikutinya mencari keberadaan sang menantunya.


Setelah melihat Dika yang sudah duduk di sofa sembari memainkan ponselnya ,lalu mama Hana menyapa menantunya.


"Nak Dika apakabar?" sapa mama Hana, dan Dika pun menoleh lalu berdiri menyalami tangan mama mertuanya.


"Dika baik ma! mama gimana? sehat kan?" tanya Dika balik.


"Ia sepeti yang kamu lihat, tumben kesini? sudah ke kantor papa kah?" tanya mamanya kembali ,kini beliau duduk di sofa seberang sembari kembali memeluk tubuh putrinya.


"iya ,kami baru saja dari kantor papa ! dan besok Dika sudah mulai bergabung disana!" jawab Dika memberi penjelasan kepada mama mertuanya.


"Baguslah, kalian nginep aja disini! papa pasti masih kangen!" pinta mamanya.


"Hana sih pinginnya nginep ,ga tau Dika mau apa ga?" lirih Hana yang kini menatap suaminya dan suaminya pun memahami keinginan sang istri yang ingin bermanja dengan kedua orang tuanya.


"Baiklah kita nginep disini malam ini! nanti aku pulang dulu ambil pakaian untuk besok dan bilang ke bibik kalau malam ini kita nginep disini." jawab Dika yang membuat Hana gembira karena sudah mendapat ijin dari suaminya .


"Oke kalau gitu nanti mama siapkan makanan kesukaan kalian !" ucap Mama Hana dengan semangatnya ,beliau akan memasak untuk putri dan menantunya ini.

__ADS_1


"Terimakasih ma!" jawab Hana dengan tawa dan raut wajah yang berbinar .


" sebegitu bahagianya kamu ?" tanya Dika di dalam hatinya . ia merasa bersalah karena tak pernah menanyakan keinginan istrinya ,dia juga tak pernah mengajak istrinya berkunjung ke rumah orang tuanya. Kini Dika sadar bahwa kebahagiaan seorang wanita adalah saat sang suami mengantar istrinya pergi kerumah orang tuanya dan memberikan waktu sang istri untuk bertemu orang tuanya.


__ADS_2