
Dika pergi mendahului Gita dan Andra,kini ia kembali kemejanya. Dika pun heran kenapa dia bisa terjerat oleh godaan dari Gita ,ia memang menolak. Tetapi jiwa lelakinya berkata lain.
"Untunglah Andra datang menyelamatkan ku,jika tidak bisa saja Aku dan Gita ,aahhh!" Dika menggelengkan kepalanya mengingat kejadian tadi . Mengingat setiap sentuhan Gita yang membuatnya tak sadar diri.
"Kenikmatan duniawi yang terlarang hampir saja !" gumam Dika yang kini berusaha melupakan kejadian tadi yang melewatkan waktu makan siangnya.
Dika kembali ke layar komputer,lalu ia mengerjakan tugasnya. Dengan kepiawaiannya jari jemari Dika menari di atas keyboard. Sesaat ia mengingat akan keberadaan cctv ,lalu ia bergegas ke ruangan monitor cctv dan melihat - lihat apakah perbuatannya tadi terekam oleh cctv atau tidak.
Kartu keberuntungan ada pad Dika ,kebetulan di ruangan itu tidak terpasang cctv dan kini ia merasa lega. Berharap tidak ada lagi kejadian seperti tadi yang hampir saja membuatnya terjerumus dalam rencana Gita ..
Kembali ke ruangan tadi.
Andra masih saja menatap sengit ke arah Gita dengan berkacak pinggang ia berdiri di ambang pintu.
"Jangan coba - coba mengganggu kak Dika, ia sudah beristri dan kamu sebagai seorang wanita ,seharusnya kamu menjaga diri dan kehormatan mu!" tuding Andra memperingati Gita ,namun yang di peringati malah santai dan sibuk memainkan ponselnya.
"Aku? kak Dika aja kali yang ga bisa jaga diri!" jawab Gita santai seolah menyalahkan Dika.
"Dika saudaraku! jadi aku tau betul bagaimana dia, jika tidak kamu uang menggodanya maka dia tidak akan memulai." jawab Andra ketus
Lalu Andra pergi meninggalkan Gita seorang diri diruangan itu tanpa menyuruhnya keluar.
"Brengg*sek Andra pengganggu! hampir saja aku menikmati sentu*Han kak Dika yang akan membantuku menuntaskan,akkkhh sebal!" geram Gita yang kini menghentakkan kakinya.
Karena kedatangan Andra sang penyelamat membuat Gita gagal menuntaskan has*ratunya di bawah kekuasaan Dika. Gita pun pergi ke toilet dan menuntaskannya sendiri. Gita memang sering melakukan itu, karena ia terlalu sering menonton adegan pir*no bersama temannya sehingga ia menjadi ketagihan ingin melakukan hal itu dengan nyata tanpa bantuan alat yang selalu ia simpan di dalam tasnya.
Di toilet Gita sibuk memainkan alat yang ia bawa ,ia sengaja menutup mulutnya dengan menyumpalkan sesuatu supaya suara Des*ahannya tidak terdengar keluar. 15 menit sudah ia berada di dalam toilet ,kini ia sudah menyelesaikan tugasnya untuk menuntaskan ritualnya.
Di office
"Dika ,apa yang tadi kamu lakukan diruangan itu?" tanya Andra dengan mik wajah serius menatap manik Dika supaya Dika menjawab dengan jujur.
__ADS_1
" Seperti yang tadi ku bilang!" jawab Dika mengalihkan pandangannya dari Andra supaya bertanya tidak beradu
"Bohong! tadi aku dengar wanita ******* itu mend*esah!" ucap Andra sedikit meninggikan suaranya ,lalu ia mengarahkan pandangan dan memastikan tidak ada uang mendengarnya.
"Dimana Gita?" tanya Dika memastikan dan dia tak ingin jika Gita mendengar pengakuannya kepada Andra.
"Biasa! wanita itu masih sibuk di toilet menuntaskan has*rat nya!" jawab Andra ketus .
"Begini!" Dika menjelaskan semua yang terjadi tadi tanpa menambahkan ataupun mengurangi dan Dika tidak menutupi akan apa yang sudah ia perbuat tadi kepada Gita. Andra yang mendengar itu merasa geram dan memberi peringatan kepada Dika sepupunya.
"Hentikan itu semua! jauhi dia supaya tidak terulang lagi!" titah Andra memperingati dengan mimik wajah seramnya.
"Siap! aku tau batasan! Andra sang penyelamat! ha ha ha!" Dika tertawa renyah untuk mengembalikan mood sepupunya itu.
"Bagaimana dengan cctv?" tanya Andra menyelidiki.
"Aman,disana tidak terpasang cctv!" jawab Dika yang kini terlihat santai Dimata Andra.
"Baguslah! jangan sampai hal waktu bersama Hana terulang lagi! " ketus Andra ,lalu berdiri hendak pergi meninggalkan Dika .
Tengah sibuk dengan layar komputer ,Dika tak menyadari kini Gita berada rapat di belakangnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dika dan mensejajarkannya lalu berbisik ditelinga Dika
"Thank you my dear!" ucap Gita yang sontak membuat Dika terperanjat karena kaget.
"Apa apaan kamu Gita? jaga batasanmu ! aku ini seniormu!" geram Dika ,yang tak ingin mengingat kejadian tadi.
"Tapi kak Dika menikmatinya kan? gara - gara kak Andra semuanya jadi terjeda!" kesal Gita yang kembali mencoba menggoda Dika.
"Sungguh tak tau malu" gumam Dika yang tak menghiraukan Gita yang masih merajuk ingin di belai oleh Dika.
Pekerjaan sudah selesai tepat waktu ,kini Dika bersiap pulang tanpa menyapa Gita seperti biasanya. Dika ingin menjauhi Gita seperti apa yang di katakan oleh Andra tadi. ia tak ingin terjerumus dan akan merusak hubungannya dengan Hana nantinya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah seperti biasa Dika menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Saat ia mengguyur tubuhnya dengan air shower ia kembali teringat akan adegan tadi saat di ruangan itu "ackh, lupakan itu Dika!" ucap Dika frustasi mengingat hal itu. Setelah selesai mandi ia melilitkan handuk di perut datarnya lalu menuju kamar untuk mengganti pakaian .
Sesaat hendak memakai baju ,Hana masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu . Dika yang melihat sang istri datang hanya tersenyum miring ,ia akan menuntaskan has*ratnya yang tertunda tadi. Mendekati Hana dengan memasang senyum menggoda yang membuat Hana memicingkan matanya, belum sempat Hana mengutarakan kecurigaannya ,tiba - tiba saja Dika melum*at bibirnya.
"ekh,emp!" tak ada kesempatan untuk Hana berbicara. Dika mel*umat dan memasukkan lid*ahnua memb*elit lid*ah istrinya sehingga terjadilah adega ran*Jang (skip) yang mampu menuntaskan has*rat Dika yang ia tahan sedari tadi .
Hana menikmati permainan suaminya yang mendominan,karena ia tak mampu menolak setiap sent*uhan Dika. sehingga keduanya mencapai puncak dan terbaring di ranj*ang yang sama.
.
Hana curiga akan sikap suaminya,karena tidak seperti biasanya sang suami menerkamnya begitu saja. "aku akan menanyakannya pada Andra ,pasti dia tau semuanya!" gumam Hana yang kini masih sedikit lelah karena serangan sang suami tadi.
Setelah Dika terlelap dalam tidurnya ,Hana bangun lalu membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah itu dia mengirim pesan kepada Andra dan menanyakan sesuatu yang menurutnya terasa janggal.
Setelah mendapatkan keterangan dari Andra ,Hana segera menghubungi pak Dirga ,orang suruhan papanya. Hana hanya ingin mengawasi perempuan yang sudah membuat batinnya terganggu apalagi perempuan itu sempat membuat mental Hana down saat anniversary hotel tempat Dika bekerja.
Setelah memberi tugas kepada Pak Dirga dan mengirim foto Gita yang tadi ia dapat dari hasil chat nya bersama Andra. Hana sangat mempercayai Andra ,karena Andra memang selalu berkata jujur sejak pertama kali ia bertemu dan di kenalkan oleh Dika . Semua urusan sudah selesai,kini Hana membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sama dengan suaminya.
"I Will never left you go beb!" gumam Hana sembari melirik Dika yang tertidur pulas dengan dengkuran halusnya.
Akhirnya Hana terlelap ,dan terbangun saat waktu makan malam tiba. Seperti biasa mereka menikmati makan malam bersama orangtua Dika .Setelah menikmati makan malam kemudian mereka berkumpul sembari menonton tv.
"Dika kapan kamu akan beri kami cucu?" tanya Ayahnya tiba - tiba dan membuat Dika menatap ke arah Ayahnya.
"Hmmm , tanyakan pada Hana saja Ayah Ibu!" jawab Dika sembari tersenyum lalu mengarahkan pandangan ke arah istrinya.
"Aas aku ?" tanya Hana balik
"iya, kapan kamu siap, maka aku pun siap!" ucap Dika sembari tersenyum menatap istrinya. Yang membuat Hana tersenyum malu dan menundukkan kepalanya.
Selama ini mereka memang sering berhubungan namun Dika tak pernah mengel*urkan di dalam tanpa persetujuan dari Hana. Sehingga sampai saat ini Hana belum juga hamil.
__ADS_1
.
Cinta yang begitu tulus namun sempat tergoyahkan oleh orang ketiga sehingga hadirlah orang keempat ,. karena ego masing - masing. Namun takdir memihak kepada mereka , sehingga mereka dipersatukan kembali oleh keadaan. Meski ada sedikit kecurangan yang awalnya menorehkan sedikit luka,perahan luka itu memudar menjadi benih kasih yang kembali terajut oleh benang pengikat yaitu kesakralan pernikahan.