
Kami hanya diam tanpa suara ,masih duduk mendengar kemarahan Ayah dan Papa Hana namun Ibu dan Mama Hana hanya berdiam diri ,mereka juga tidak berani bersuara.
Sungguh bagaikan di ruang sidang ,dimana sang hakim sedang memberi hukuman kepada terdakwa dan para saksi hanya diam tanpa memberi pertolongan.
Flash off Dika
"Maaf kan aku! maaf ,aku tau ini akan membuat mu marah,benci dan kecewa padaku ! percayalah ,aku tidak melakukan apa pun pada Hana ,aku yakin ini hanyalah jebakan Hana! tolong percaya padaku!" lirih Dika yang mulai melemah akan cerita yang tadi dia jelaskan kepada wanita yang sangat dia cintai. Namun wanita itu hanya diam seribu bahasa dan menutup wajahnya yang sudah basah akibat hujan lokal di kedua matanya .
Sungguh sangat berat bagi ku untuk menerima semua ini, namun aku masih kagum akan sikap Dika ,dia berani jujur padaku untuk mengakui kesalahannya dan menceritakan apa yang sudah terjadi .
"Kejujuran memang menyakitkan" gumam ku sendiri dengan kedua telapak tangan ku yang masih menutup wajah ku.
.
"Sayang , Ririn maukah kamu mempercayai ku? aku mohon! bantu aku untuk membuktikan bahwa semua itu tidak benar?" ucap Dika mencoba membujukku
"Dika ,terimakasih karena kamu sudah jujur padaku ! aku mohon pertanggung jawabkan lah perbuatanmu itu ! karena aku juga wanita ,jika aku berada diposisi Hana ,maka aku pun akan meminta kamu untuk tanggung jawab atas perbuatanmu."
"Tapi Rin,percaya padaku! aku tidak melakukannya , semabuk apa pun aku ,aku tidak pernah menyentuh wanita manapun .Jadi aku simpulkan mungkin saja Hana yang datang ke kamarku dan menjebakku !" ucap Dika masih dengan pembelaannya .
"Menikahlah dengan Hana ,karena bagaimana pun juga dia wanita yang sudah kamu nodai dan dia juga sangat mencintaimu! maka terimalah dia dan aku iklas ,aku akan memaafkan mu jika kamu mau menikah dan bertanggung jawab akan masa depan Hana."
"Aku tidak mau menikah dengan Hana karena aku tidak mencintainya! dan aku tidak mau bertanggung jawab jika itu memang bukan kesalahanku! haaaaaaaak haaaaaak!" Dika berteriak dan menjambak rambutnya ,begitu frustasinya dia setelah mendengar ucapanku untuk menikahi Hana.
"Aku akan mencari bukti ,ya di vila itu pasti ada cctv dan aku harus dapatkan rekaman cctv itu!" kata kata Dika seakan akan membuat ku ada harapan ,Dika akan berusaha mengumpulkan semua bukti dari hasil rekaman cctv itu .
__ADS_1
"Lakukanlah jika itu membuat mu lebih tenang! dan ingat jika memang kamu terbukti ,maka aku minta ,tolong! nikahi Hana ,aku tak mau pria yang aku cintai ternyata tidak bertanggung jawab!" ucap ku menyemangati Dika ,jujur saja aku pun tak rela jika Dika menikah dengan wanita lain.
Kami berdua menangisi kebodohan Dika dan Hana entah itu benar adanya atau hanya rekayasa semata.
"Antar aku pulang sekarang! aku sangat lelah ! dan kamu ,kamu mau menginap di hotel atau langsung balik?"
"Sepertinya aku harus segera ke vila itu untuk mendapatkan rekaman cctv itu!" ucap Dika ,ia sangat bersungguh sungguh ingin membuktikan bahwa dia tidak melakukan apa pun.
"Lebih baik menginap di hotel malam ini! karena kamu terlihat begitu lelah, aku tak ingin terjadi apa apa di jalan dengan keadaan mu yang masih kacau seperti ini!" aku mencoba menenangkan Dika dan syukurlah Dika masih mau mendengar ucapanku dan dia mengangguk .
"Baiklah ,kamu benar ! aku harus istirahat di hotel ,besok pagi aku harus segera ke vila itu! aku antar kamu pulang sekarang!" ucap Dika .
"Tenangkan dirimu! semua akan baik baik saja!" Aku
Dika mencium tangan ku dan dia kembali fokus mengemudikan mobilnya dengan tenang . Dika terlihat lebih tenang dari sebelumnya ,aku pun sedikit lega karena Dika tidak terlihat frustasi seperti tadi.
Tiba di rumah ku ,aku hendak turun namun sebelum aku membuka sabuk pengaman ku ,Dika menarik tanganku dan membawaku ke dalam pelukannya. Aku menerima pelukannya dan membalas meluknya .Dika mengecup keningku dengan perasaan dalamnya setelah melepas pelukannya . Lalu dia mengecup bibirku dan aku hanya diam tanpa menolaknya ,karena masih ada rasa cinta pada diriku untuknya .
"Jika memang itu perbuatanmu ,maka
ku pendam perasaanku hanya untuk mu!" gumam ku sendiri dan aku pun tersadar bahwa Dika masih menempelkan bibirnya pada bibirku .
"Sudah malam ! kembali lah ke hotel ,beristirahatlah dan tenangkan pikiranmu!" ucap ku dengan sedikit mendorong Dika untuk melepas ciuman itu .
"hm ,maaf! kamu juga istirahat ,jaga kondisi dan aku berharap semoga semua itu tidak benar!" ucap Dika yang masih memiliki harapan besar akan rekaman cctv di vila itu .
__ADS_1
"Baiklah hati hati ! see you darling!"
"Bye ! see you soon as possible 💋! ucap Dika dan dia kembali mengemudikan mobilnya menuju hotel .
Di dalam kamar
Apakah benar Dika melakukan itu pada Hana? apa mungkin itu hanya rekayasa Hana? entahlah aku pun masih pusing memikirkan mereka. Besok aku harus menghubungi kak Andra dan mencari sedikit informasi tentang Dika ,semoga saja aki bisa membantu Dika untuk keluar dari masalah itu .
Lama ku berbaring dan akhirnya mataku berhasil ku pejamkan ,mungkin karena sudah lelah dan waktunya istirahat .
Di hotel
Dika kembali mengobrak abrik benda yang ada di meja kamar hotel tempatnya menginap, dia merasa tidak pernah melakukan itu dan dia kembali frustasi . Dia menjambak rambutnya dan memukul kepalanya merutuki kebodohannya yang terpancingbuntuk menemani Hana minum pada malam itu.
"Andai saja aku tidak minim malam itu!" gumam Dika dan kembali dia melempar gelas yang ada di nakas nya .
"Tuhan ,cepatlah pagi dan aku berjanji akan mendapatkan bukti itu! jika memang aku melakukannya maka hancur sudah harapanku untuk menikahi Ririn wanita yang sangat aku cintai!"
"Semoga saja aku bisa mendapatkan hasil rekaman cctv disana! aku akan buktikan kepada Ayah ,Ibu dan Ririn jika aku tidak melakukannya!"
" Aku harus membayar orang pemantau cctv di vila itu supaya aku mendapatkan rekaman itu dengan mudah! ya demi kebaikan dan kebenaran, aku akan mengungkapnya! Kebenaran akan selalu menang meski itu terlambat ,aku harus berusaha mendapatkan bukti - bukti itu termasuk sprei yang ada di kamarku malam itu! itu juga akan menjadi bukti akurat!"
Dika sibuk bergumam sendiri dalam pikirannya ,karena sangat lelah dia pun tertidur di ranjangnya tanpa membuka alas kakinya terlebih dahulu karena dia memang sangat kacau malam ini.
Semanagt membaca dan memberi like,vote dan komentar ya ! karena semua itu akan membuat sang penulis semangat bikin cerita yang lebih menarik lagi! happy reading
__ADS_1