KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
58. Gita menciut


__ADS_3

Setelah mendengar tugas dari Hana, lalu pak Dirga melihat foto yang di kirim oleh Hana ,anak dari bos nya. "Besok aku akan bereskan tugas dari Nona Hana!" gumam pak Dirga sembari memasukkan ponselnya.


Gita tengah menonton sesuatu di layar ponselnya,ia kembali teringat akan kejadian tadi siang di ruangan itu bersama Dika kakak seniornya. "ah rasanya ingin mengulang kembali,sen*tuhan kak Dika membuatku melayang! kak Andra menggagalkan itu semua hekh, si*Al!" gumam Gita sembari mengarahkan tangannya untuk menyentuh dadanya yang menonjol itu.


Gita pun hendak tertidur dengan posisi tangan yang masih bermain di dadanya sendiri. Gita merasa ada yang aneh di dalam dirinya saat ini ,dia merasakan ada sesuatu yang menjaganjal. " sepertinya aku mencintai kak Dika!" gumamnya dalam keheningan. Matanya kini sudah terpejam dan siap menyambut mimpi di bawah alam sadarnya.


Pagi hari ,seperti biasa Gita bangun,mandi ,sarapan dan bersiap akan pergi ke hotel untuk trening. Tentunya dengan semangat yang menggebu,karena ia akan bertemu kembali dengan Dika. Disaat ia keluar dari tempat kos ,tiba - tiba saja ada mobil uang berhenti dan menghampirinya lalu membe*kap mulutnya.


Mobil itu pun melaju membelah jalanan ,hm2jam sudah mobil itu melaju dan Gita pun tersadar dari pingsannya. Karena tadi seseorang turun dari mobil lalu mem*bekap mulutnya dan ia tak sadarkan diri, hingga mobil berhenti ,Gita masih berpura - pura pingsan. "siapa mereka? mau ngapain mereka bawa aku kesini?" tanyanya sendiri .


"Turunkan dia !" ucap seorang lelaki dari kemudi,lalu lelaki yang memegang tangan Gita segera menurunkan Gita.


bugh "auw!" pekik Gita yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya ,karena ia dilemparkan dari mobil seperti karung beras.


"Sudah sadar kah nona?" tanya lelaki yang keluar dari kemudi itu.


"siapa kalian? mau apa!" tanya Gita dengan ekspresi takutnya.


"ha ha ha! kenapa ? takut?" tanya lelaki itu dengan tawanya yang sangat seram.


"Ciih ,takut? dengar baik - baik ! aku Gita ,aku tak pernah takut kepada siapapun!" terang Gita yang berusaha menepis rasa takutnya ,padahal saat ini tubuhnya sudah bergetar karena takut dan panik .


"oh ya! tidak takut? bagaimana kalau aku akan membuang mu disini dan meninggalkanmu bersama he"*WAN Bu*as yang ada di hutan ini? ha jasa ha!" ancam lelaki itu dengan gelak tawanya yang menyeramkan sembari mengangkat kasar dagu Gita.


Gita menciut mendengar ucapan lelaki itu, ia takut jika benar lelaki itu akan meninggalkannya di hutan ini ,maka ia akan te*was mengenaskan di makan he*WAN buas. Lalu ia sedikit melunak untuk mendapatkan simpati dari lelaki itu.


"ah tidak tuan, mana mungkin saya berani !" ucap Gita dengan tawa kecilnya supaya lelaki itu tidak mengeluarkan suaranya yang terlihat menyeramkan

__ADS_1


"Maksud saya ,mmm mengapa tuan membawa saya kesini? apa salah saya terhadap tuan?" tanya Gita perlahan


"jauhi Dika! dia sudah beristri!" suara bariton itu kembali menusuk genderang telinga Gita dan membuat Gita semakin menciut.


"Tetapi saya mencintainya tuan!" jawab Gita memberanikan diri lalu menatap wajah lelaki itu dengan mata berkaca kaca.


"Dengarkan perkataan saya atau saya tinggalkan nona disini!" kembali lelaki itu mengeluarkan suara baritonnya sembari menatap sinis kearah Gita.


"mmm baik ! baik tuan! saya berjanji tidak akan mendekati kak Dika lagi!" jawab Gita gugup saking takutnya ,ia takut jika benar nanti ia di buang disini kalau tidak mengiyakan perkataan lelaki itu.


"Saya perlu bukti ,bukan janji!" titah lelaki itu.


"Mmmm emmm maksud tuan?" tanya Gita kembali ,kini Gita sudah sangat gugup dan mendadak suaranya gagap dan ia pun Ken*cing dicelanya karena saking takutnya.


"Berhenti trening di hotel itu sekarang juga! jika tidak,maka saya tak segan akan membuang nona disini! lihat di ujung sana ! disana ada hari*mau yang kelaparan dan sudah siap meni*kmati tubuh anda yang berisi!" ancam lelaki itu sembari menunjukkan ke arah ujung hutan dan terdengar Auman har*Imau dari arah sana .


"BBB, Baa, baik tuan! tetapi bagaimana nanti nasib trening saya ,apa yang harus saya bilang kepada guru dan orang tua saya?". tanyanya gugup dengan wajah yang menunduk dan terlihat lesu.


"Anda ingin saya yang memberi tahu perilaku anda disini kepada guru dan orang tua anda ? atau anda sendiri yang akan beralasan tanpa melibatkan saya nona?" lelaki itu berbicara dengan giginya yang beradu yang memperlihatkan kegeramannya akan jawaban uang tak masuk akal yang ia terima dari Gita.


"BBB ,bbaaa ,baik tuan! biar saya yang bicara! maaf! tolong bawa saya kembali ke tempat tadi!" pinta Gita yang. masih gugup, dan dia akan memikirkan alasan yang tepat untuk guru dan orang tuanya. Gita pun tak ingin memberi tau alasan yang sebenarnya .


"Baguslah! lakukan segera dan jangan kembali lagi ke hotel itu jika tidak ingin saya membawa anda kembali kehutan ini!" anc*am lelaki itu dan Gita pun mengangguk sambil terisak dan juga ia merasa malu ,karena ia sudah kencing di tempat karena ulah lelaki itu yang membentak dan mengan*camnya.


Lelaki itu kembali ke kemudinya ,lalu lelaki yang satunya membawa Gita masuk kembali dan menutup mata Gita menggunakan kain hitam dan segera membawa Gita kembali ke tempat tadi mereka membek*ap Gita.


Sesampainya di tempat itu,mobil pun berhenti. "turunkan dia!" titah lelaki yang mengemudikan mobil itu ,lalu diturunkan lah Gita dari dalam mobil dengan keadaan mata sudah terbuka dan tangan sudah tak terikat lagi.

__ADS_1


"Ingat janji anda nona! saya akan mengawasi anda!" suara bariton lelaki itu kembali membuat nyali Gita menciut dan ia pun segera menjawab dan mengiyakan ucapan lelaki itu dengan suaranya yang masih gugup karena saking takutnya.


Mobil pun melaju dan sedikit menjauh dari tempat itu ,lalu lelaki itu menghubungi seseorang melalui ponselnya.


📲 halo ,bagaimana pak Dirga?" jawab Hana dari seberang telpon.


Ya pria itu adalah Pak Dirga ,orang suruhan Hana untuk memberi sedikit peringatan kepada Gita .


📱 halo nona, semua sudah beres seperti yang anda inginkan!" jawab pak Dirga menerangkan kepada anak majikannya.


📲 bagus ,terimakasih pak Dirga! ucap Hana


📱 sama - sama nona! saya akan mengawasinya dari sini, tidak jauh dari tempat wanita itu!"


Panggilan pun berakhir ,karena pak Dirga sudah melakukan tugasnya dengan baik tanpa menuakiti Gita . Hana tak ingin orang suruhan papanya melakukan Keke*rasan ,ia hanya ingin memberi peringatan kepada Gita supaya tidak mendekati Dika dan berbuat hal seperti tadi siang lagi .


Di dalam kamar ,Gita masih dalam Isak tangisnya .ia tak menyangka jika kelakuannya kemarin siang akan membuatnya seperti ini. Dia harus pindah mencari tempat trening baru ,supaya tidak dibawa ke hutan itu kembali. " pasti itu suruhan istri kak Dika!" gumam Gita yang masih sempat memikirkan itu. "eh,atau kak Andra ? yang sengaja menyewa pre*man itu!" kembali Gita mengira - ngira siapa di balik kejadian tadi.


Gita segera mengemas barang - barangnya , sore ini dia akan berpamitan kepada teman - temannya dan akan memberi tahu orang tua dan gurunya nanti setelah sampai di rumahnya. Tanpa menunggu lama ,Gita sudah selesai akan urusannya dan Gita pun meninggalkan Desa itu ,ia kembali ke rumahnya menggunakan motor matic nya.


Jangan bermain api jika tidak ingin panas dan terbakar 😊


Karena sekecil apapun percikan api itu, ia akan mampu mbuat panas hingga terbakar dan lenyap begitu saja .


readers maaf ya, up nya agak lama 🙏 karena author masih ada kesibukan 😊


happy reading ❤️🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2