KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
51 . Makan siang


__ADS_3

Mr. Bradero dan keluarga sudah berada di VVIP ,makanan dan minuman sudah tersaji dimeja. Hanya menunggu kedatangan Ririn yang masih berada di dalam lift. Saat pintu terbuka, semua mata tertuju pada sosok yang berada diambang pintu . Yang di tatap malah jadi salting dan sedikit gugup, namun tak lupa ia menampilkan senyumnya.


"Come on, and seat here !" ucap Sisca menyapa asik iparnya dan menarik kursi untuk Ririn duduk.


."Thank you!" sahut Ririn ,lalu ia mendekati kursi tersebut dan duduk disana.


"Kak Sisca apa kabar ,aunty ,uncle juga apa kabar?" sapa Ririn kepada mereka ,Ririn mengarahkan pandangannya menuju kursi di sebelahnya yang kosong. Sisca yang paham akan hal itu tersenyum dan menjawab pertanyaan Riri n tadi


"We are fine ! kamu mencari Bryan?" tanya Sisca dengan tawa kecilnya ,lalu disambut senyum oleh mama dan papanya.


"Bryan still busy for him company !" ucap Sisca dengan menampakkan seutas senyumnya, dan ia melihat Ririn sedikit kecewa dan murung setelah mendengar ucapan Sisca.


"Ririn are you ok?" tanya Mamanya Sisca,yang menyembunyikan senyumnya.


" emm, I am ok aunty !" jawab Ririn sembari mengembalikan semangatnya ,karena keluarga kakak iparnya begitu perhatian kepadanya.


"Ok, we have to enjoy the lunch ! uncle sudah lapar ha ha ha!" ucap Mr. Bradero dengan gelak tawanya.


Saat semua orang hendak membalikkan piring dan mengambil makanan, tiba - tiba saja lampu di ruangan itu mati. Semua orang terdiam, Ririn meraba - raba mencari ponselnya hendak menyalakan senter yang ada di hapenya. Namun ia merasakan , ada sentuhan tangan yang menggenggam tangannya.


Sontak membuat Ririn terkejut dan hampir berteriak,dengan cepat seseorang yang tadi menggenggam tangannya menutup mulutnya ,lalu menutup kedua matanya. Setelah merasakan matanya tertutup ia tau dari celah jemari yang menutupi matanya, bahwa lampu sudah kembali menyala.


"Siapa ? aunty,uncle ,kak Sisca help me!" Ririn sedikit berteriak,karena ia tidak mendengar suara apapun disana dan matanya tertutup oleh tangan dari belakang. Lalu perlahan orang itu membuka tangannya dan menengadahkan kepala Ririn dan "Cup".


"I Miss you!" ucap seseorang di telinga Ririn setelah memberikan satu kecupan di kening wanita itu.


Deg


Ririn terkesiap ,karena tiba - tiba saja ada yang menutup matanya, mencium keningnya dan berkata "I Miss you". Awalnya ia pikir itu adalah khayalannya saja yang mungkin karena saat ini ia mengharapkan kehadiran Bryan. Lalu ia senyum sendiri tanpa menoleh kesamping ,ia sibuk dengan sendok dan garpu ya.


"hmmm hmmm!" sindir Sisca sambil terkekeh melihat Ririn yang senyum senyum sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kak?" tanya Ririn penasaran , Ririn belum menyadari kedatangan Bryan .


"Look at there !" ucap Sisca sembari mengarahkan dagu dan ekor matanya ke arah Bryan.


Ririn mengarahkan pandangan mengikuti gerak dagu Sisca dan ia menutup mulutnya tanda tak percaya. Kini pria yang ia rindukan sedang duduk di sebelahnya dan menatap lekat ke arahnya sembari menampakkan senyumnya.


"Bryan? i'ts you?" tanya Ririn masih tak percaya, ia menangkap wajah Bryan dengan kedua tangannya.


"Yes ! i'ts me! I am here !" jawab Bryan yang masih menatap wajah wanita yang ia cintai tanpa berkedip.


" let's we eat ! and than we talk again !" ucap Bryan yang tak lepas menampakkan kebahagiaannya.


Mereka menikmati makan siang dengan hening, hanya ada suara sendok dan garpu saja yang terdengar di atas meja makan. Setelah usai, para waiters membersihkan meja tersebut. Lalu Bryan berpamitan kepada mama papanya untuk mengajak Ririn mengelilingi hotel tersebut.


"Pa ,ma I want to, look around hotel area with Ririn!" pinta Bryan ,kemudian ia menggenggam tangan Ririn dan Ririn pun bangkit dari duduknya juga berpamitan kepada keluarga Bryan.


Di koridor hotel Bryan terus saja menggenggam tangan Ririn tanpa ada niat untuk melepaskannya. Ririn merasakan kenyamanan saat berada di sisi Bryan, ia pun merasakan rindu yang terobati karena kehadiran pria itu.


"eeem ,you take a pic ?" tanya Bryan ,lalu ia mengambil ponsel Ririn dan mengarahkan kamera menghadap ke arah mereka berdua, "smile" ucap Bryan ,dan mereka pun kompak menampilkan senyuman ke arah kamera. Tanpa ragu dan tanpa persetujuan, Bryan menggunakan foto itu sebagai foto profil di aplikasi hijau milik Ririn.


"We seat there!" Ririn menunjukkan ayunan yang ada di taman hotel ,lalu menarik tangan Bryan untuk mengikutinya.


Ririn dan Bryan duduk bersebelahan dan sedikit menggerakkan ayunan itu, seperti anak TK . Mereka bermain dan tertawa lepas sambil bertukar cerita menceritakan hari hari Ririn di hotel itu. Dari kejauhan ada seorang wanita menatap sinis ke arah mereka sebenarnya wanita itu sudah lama menaruh hati kepada Bryan .Bahkan wanita itu sempat mengutarakan perasaannya dan di tolak oleh Bryan ,lantaran saat itu Bryan belum ada keinginan untuk menjalin kasih .


Ririn berharap soga waktu berhenti sejenak ,karena ia ingin menikmati hari ini bersama Bryan . Meski belum jelas tentang hubungan mereka,akan tetapi Ririn sudah merasakan kebahagiaan karena perhatian kecil yang selalu Bryan tunjukkan.


Bryan pun merasakan hal uang sama,ia sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan wanita yang ia sukai. Rencananya ingin memberi surprise untuk Ririn batal, karena papanya mengubah jadwal kunjungan ke hotel itu. Tetapi Bryan akan datang lagi kesini untuk merayakan ulang tahun Ririn dan memberinya surprise 2 bulan lagi.


"Rin, may i ask you some thing?" tanya Bryan sedikit ragu akan pertanyaan uang ingin ia lontarkan.


" yes !" jawab Ririn

__ADS_1


Setelah berfikir, Bryan mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang pria yang sempat ia lihat bersama Ririn di restoran yang ada di mall itu. Takutnya Ririn berfikir ,jika Bryan memata - matainya. Agar tak menaruh curiga , akhirnya ia mendapatkan ide lain untuk pertanyaannya.


"what do you think about this hotel? are you happy here?" tanya Bryan yang kini kembali menggenggam tangan Ririn.


" yes I am really happy! hotel ini bagus banget, aku suka kerja disini! teman - teman yang baik dan ramah dan pemiliknya juga tidak angkuh hi hi!" Ririn sedikit tertawa menceritakan tentang pekerjaannya di hotel itu.


" why you kiss me?" tanya Ririn malu - malu, tetapi dia berhak tau apa alasan Bryan menc**cium keningnya tanpa permisi


"Because,,,," jawaban Bryan sengaja ter jeda dan dia akan menjawabnya nanti ,saat ulang tahun Ririn nanti.


"Because????""" tanya Ririn penuh selidik.


" I should go now ! papa mau kembali ke apartemen, kamu ikut ke apartemen?" tanya Bryan yan sudah berdiri dan memapah tubuh Ririn untuk berdiri sejajar dari ayunan itu.


"I still on my duty! pukul 17:00 baru aku pulang kerja." Jawab Ririn menjelaskan ,agar Bryan tidak tersinggung dan tidak memaksakan kehendaknya .


"mm ok, I Will pick you up latter ! call me when you ready!" sahut Bryan sembari mengedipkan sebelah matanya .


Mereka kembali ke lobby hotel, disana keluarga Bryan sudah menunggu Bryan. Setelah berpamitan dengan pak Darmawan sang manager, Bradero family juga berpamitan kepada Ririn dan staf lainnya.


Ririn kembali melanjutkan pekerjaannya setelah waktu istirahatnya tadi ia habiskan untuk makan siang dan sedikit berbincang dengan Bryan. Kini hatinya tengah berbunga - bunga tatkala ia mengingat kelakuan Bryan yang mencium keningnya tanpa persetujuan dari Ririn.


Di dalam mobil ,Bryan senyum - senyum sendiri . Namun ia tetap fokus mengemudikan mobilnya menuju apartemen. Mr. Bradero tidak mengajak sopir pribadinya ,karena Bryan yang meminta akan mengemudikan mobil itu sendiri. Papa ,mama dan Sisca hanya bisa tersenyum dalam diam melihat kelakuan Bryan . Mereka tau bahwa saat ini hati Bryan tengah bersemi bagaikan bunga yang mekar karena tersiram oleh rintikan rindu yang terobati.


"Pa ,ma ,kak Sisca ,do you have planing this evening?" tanya Bryan yang mengarahkan pandangannya ke arah ketiga keluarganya sembari menunggu lampu traffic .


"I thing no! " ucap papanya dan yang lain hanya mengangguk menyetujui jawaban papanya.


" all right! I want bring Ririn to some place!" Bryan menyatakan rencana untuk membawa Ririn ke suatu tempat dan juga meminta ijin kepada kedua orang tuanya.


"hmmm! of course you can!" jawab papanya setuju akan rencana putranya. Papa dan mamanya selalu mendukung Bryan selama yang dilakukan itu adalah hal yang positif dan tidak merugikan dirinya dan orang lain. Meski Bryan hidup dengan fasilitas yang mewah ,dia tidak pernah berlaku angkuh dan sombong apalagi memamerkan harta kekayaan milik orang tuanya. Intinya dia selalu bersyukur karena orang tuanya selalu memberi dukungan yang positif.

__ADS_1


__ADS_2