KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
25 Mencari Bukti


__ADS_3

Pagi hari setelah menghabiskan sarapan,Dika sudah bersiap berangkat ke Vila x . Dia ingin sekali mendapatkan bukti itu segera,tanpa menunggu waktu lama dia pun membayar biaya menginap di hotel itu ,lalu pergi meninggalkan hotel itu . Di dalam perjalanan dia fokus mengemudikan mobilnya sehingga dia berhenti saat lampu rambu lalu lintas menyala pada warna merah .


Sambil menunggu lampu hijau menyala ,dia pun memutar lagu favoritnya melalui usb mobil. Setelah 8menit lampu sudah berubah warna menjadi hijau ,dia kembali menginjak pedal gas . Selang 3jam akhirnya dia sampai di vila x ,dimana tempat pesta kecil yang dibuat oleh orang tuanya dan sudah membuatnya harus bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak dia lakukan sama sekali .


Segera turun dari mobil dan masuk ke vila itu,lalu satpam disana menyambut kedatangannya.


"Tuan yang dulu mabuk itu kan?" tanya pak satpam itu dan mencoba mengingat sosok yang kini ada di hadapannya.


"Iya, saya Dika anak dari pasangan yang menyewa vila ini untuk pesta anniversary itu, Bapak ingat saya?" tanya Dika yang sudah tak sabar karena dia sudah ada yang mengenalinya .


"iya saya ingat! ada yang bisa saya bantu?" ucap satpam itu sopan


"apakah dia mencari kebenaran malam itu? jika benar maka tamatlah riwayatku!" lirih pak satpam dalam hati dan melamun sendiri tanpa menghiraukan Dika yang memanggilnya .


"Pak,pak,bapak baik baik saja?" tanya Dika melambaikan tangan di depan wajah pak satpam itu .


"eh ,iya tua saya baik baik saja!"jawabnya gugup


"Pak,saya mau minta tolong kepada staf yang menghandle pesta malam itu! karena saya kesini untuk mencari bukti kebenaran melalui rekaman cctv disini ! tolong ijin kan saya untuk mendapatkan rekaman cctv itu ! karena ini menyangkut masa depan dan nama bik keluarga kami!". ucap Dika memohon


"Maaf sebelumnya , ada apa ya dan bukti apa yang anda maksud tuan?" tanya satpam itu berpura - pura .


"Begini pak malam itu!" Dika menceritakan semuanya tanpa ada satu pun yang tertinggal dan satpam itu hanya mengangguk dan sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menyesali perbuatannya karena menolong orang yang salah.


" Jadi anda akan menikahi nona Hana namun anda tidak mencintainya sama sekali? maaf !" satpam itu keceplosan


"Jadi bapak tau si Hana?" tanya Dika mengintograsi .

__ADS_1


"Tidak ,tidak ! maksud saya ,saya hanya tau namanya saja ,saat itu Mamanya menyebut namanya jadi saya tau nona Hana karena dari sebutan mamanya." jawab satpam itu sedikit gugup akan alasan yang ia berikan


"oh! terus sekarang apakah ada yang bertugas di bagian audio? sya mau menemuinya sekarang!" pinta Dika


"Baiklah! mari saya antarkan anda tuan!". Satpam itu mempersilahkan Dika untuk masuk menemui bagian audio ,namun di wajah pria itu sudah tersirat ketakutan dan rasa gelisah yang menggebu gebu sedari tadi.


"Jika ini memang takdirku,maka aku bersiap untuk dipecat hari ini juga . Bagaimanapun juga ,aku sudah salah membantu orang itu !" gumam pak satpam sembari menuntun Dika menuju ruangan audio.


tok tok tok


"masuk!"


"Permisi ,ada tua Dika uang ingin bertemu dengan anda pap Doni!" ucap pak satpam dengan mengutarakan tujuannya


"Silahkan masuk! oh ya ,pak satpam tolong minta ke staf di bawah untuke membawakan kami minuman!" titah pak Doni pada pak satpam dan diangguki oleh satpam tadi .


"Silahkan duduk tuan Dika! ada uang bisa saya bantu?" ucap Doni sopan .Doni memang bertugas di audio ,dia memantau semua cctv yang berada di vila ini,kebetulan vila disini ada 10 vila privat dan sangat kebetulan Papa Doni lah pemilik vila tersebut .


"Maaf sebelumnya ! kami tidak bisa sembarangan memberikan rekaman cctv ke sembarang orang ! karena itu privasi perusahaan kami!" Doni menolak dengan sopan


"Jadi begini,malam itu !" Dika kembali menceritakan kejadian malam itu hingga selesai dan Doni perlahan mencerna apa uang di jelaskan oleh Dika dan Dini pun setuju untuk memberikan bukti itu kepada Dika ,karena itu benar - benar menyangkut masa depan seseorang dan juga nama baik keluarganya.


"Baiklah! saya akan membantu anda dengan senang hati! karena ini demi masa depan anda!" Doni pun mengutak atik layar komputer yang berada di hadapannya . Dia melihat semua kejadian hari itu dari pagi hingga malam pesta anniversary itu selesai ,namundia tidak bisa melihat kejadian yang sebenarnya setelah Dika dan Hana sudah mabuk. Dan cctv itu kembali menyala setelah kejadian di meja makan. Dimana saat kedua pria paruh baya menghakimi Dika dan Hana.


"Tuan ,ini silahkan dilihat! nanti saya akan mengirimnya ke hp anda!" Dika memutar sedikit komputernya agar Dika lebih mudah bisa melihatnya langsung, saat itu minuman pun datang .


"Silahkan diminum dulu tuan!" ucap Doni menyodorkan secangkir teh untuk Dika dan Dika menerimanya lalu menyesap teh itu ,kemudian dia kembali fokus menatap layar komputer itu.

__ADS_1


"Kenapa saat setelah mabuk, kami tidak terlihat? dan kenapa terlihat kembali saat pagi hari di meja makan?" tanya Dika dengan mengernyitkan keningnya dan mengepalkan satu tangannya .


"Maaf tuan! saat itu sudah malam dan saya sudah pulang, kemungkinan ada orang yang dengan sengaja mematikan cctv saat anda mabuk dan memasuki kamar anda!" titah Doni menjelaskan kepada Dika


brakkkkkk !!! Dika menggebrak meja Doni dan Doni pun kaget akan ulah Dika .


"Maaf! aku terlalu emosi!" ucap Dika yang menyadari kesalahannya


"Tidak masalah! saya mengerti perasaan anda!" lirih Doni yang masih mengelus dadanya


"Jadi disini ada unsur kesengajaan? menurut anda apakah saya bisa mendapatkan rekaman itu?"tanya Dika dengan mata yang berkaca kaca ,karena saat ini dunianya runtuh ,seakan keadilan tidak memihak kepadanya .


"Saya akan coba mengecek cctv di ruangan itu ! namun waktunya tidak lah singkat karena cctv saat itu dalam posisi off! jadi agak susah untuk membuka rekaman yang di tangkap di bagian itu!" ucap Doni memberi penjelasan.


"Baik lakukan lah segera! dan tolong kirim hasilnya ke email saya ,karena waktu saya tidak lah lama untuk membuktikannya! anda lah saat ini menjadi harapan saya satu - satunya!" ucap Dika yang kini tengah menyodorkan kartu namanya kepada Doni .


"Baiklah! segera akan saya lakukan, semoga saja tidak terlambat untuk membuktikannya !"jawab Doni memberi semangat .


"oh, ya ! apakah pagi itu anda masih ingat siapa yang membersihkan kamar saya?" tanya Dika yang teringat akan tujuan nya untuk mencari bukti


"Nanti saya tanyakan ke staf lain! memangnya ada yang anda curigai dari staf kami?" lirih Doni mencari jawaban dari Dika ,karena bagi Doni dia tidak akan membiarkan stafnya bekerja lagi setelah merugikan customernya .


"Tidak! hanya saja saya ingin memastikan apakah ada bercak darah di sprei itu !" ucap Dika memperjelas.


"Oke ,saya akan pantau dari absensi dan akan mengirimkan jawaban kepada anda!" jawab Doni memberi kepastian


"Baiklah , terimakasih karena anda mau membantu saya!" ucap Dika dan Dika mengulurkan tangan untuk memberi salam kepada Doni dan Doni pun menyambut uluran tangan Dika .

__ADS_1


"Segera saya kirimkan hasilnya!" ucap Doni lagi


"Baik ,saya tunggu ,terimakasih saya permisi dulu!" ucap Dika dan Dika pun keluar dari ruangan itu


__ADS_2