KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
32. PERNIKAHAN tak di harapkan


__ADS_3

Dika membasuh mukanya supaya tidak terlihat sembab. Dika akan menikahi Hana hanya karena demi nama baik keluarganya, dia masih tidak memikirkan bagaimana kedepannya. Kini dia sudah bersiap akan menjalani serangkaian acara pernikahan yang sudah disiapkan oleh orang tuanya dan orang tua Hana.


Tampak Hana bahagia dan terlihat berbinar ketika melihat Dika sudah hampir tiba di kursi pelaminan. Dika memasang wajah datarnya dan melihat para undangan tengah ber- lasak - kusuk menatap kehadiran Dika dengan ekor matanya yang melirik kesana kemari.


Dika duduk di kursi pelaminan yang disana sudah ada Hana. Orang tua ke dua mempelai pun sudah berkumpul disana dan acara pernikahan pun di mulai, sempat Dika tak fokus karena wajah Ririn masih saja terlihat di mata Dika.


Setelah melewati serangkaian acara dan banyak nya kendala lantaran Dika tidak fokus,a akhirnya acara pernikahan sudah selesai dan kini Hana sudah resmi menjadi istri Dika yang di saksikan oleh ke 2 keluarga mempelai ,teman,sahabat,rekan kerja dan para tamu undangan lainnya.


"Beb, aku bahagia banget hari ini! akhirnya kita menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri." ucap Hana manja dan bergelayut di lengan Dika tanpa rasa malu ,karena masih ada banyak orang disana .


"Biasa saja!" ucap Dika datar dan mencoba melepas tangan Hana dari lengannya.


"Kok gitu beb? harusnya kamu senang,akhirnya kita bersama lagi." masih dengan manjanya kini Hana sudah mulai mengusap pipi Dika ,lelaki yang baru saja resmi menjadi suaminya.


"ini bukan pernikahan yang ku harapkan!" ketus Dika yang tak mengalihkan pandangan matanya dari depan sana ,entah apa yang dia lihat di depan sana,sehingga tak mau melihat ke arah wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.


"Selamat ya sayang! semoga kami bahagia nak!" ucap Mama Hana lalu menyalami dan memeluk putri kesayangannya juga melakukan hal yang sama kepada menantunya.


"Makasi mama Hana yang cantik dan baik hati,uuu UI makin sayang sama mama." Hana memeluk mamanya ,dia memperlihatkan betapa dimananya dia oleh mama kesayangannya.


Setelah keluarga,teman dan para undangan memberi ucapan kepada kedua mempelai. Kini tinggallah keluarga Dika dan keluarga Hana duduk melingkar di kursi khusus untuk keluarga mempelai yang sudah disiapkan. Mereka menikmati makan malam setelah acara selesai. Makan malam kali ini dominan dengan semangat dan kebahagiaan Hana yang terpancar,berbeda dengan Dika.

__ADS_1


"Rencana kalian mau honey moon kemana sayang?" tanya Mama Hana memulai obrolan di tengah kedua keluarga yang baru saja resmi menjalin hubungan keluarga.


"Eeem belum tau ma, nanti Hana diskusikan sama Dika! ya kan beb?" jawab Hana ,lalu sedikit menyenggol lengan Dika untuk menyadarkan Dika dari lamunannya.


"Weh,mmm anu ma! maaf apa tadi tante?" tanya Dika kepada mama mertuanya, karena tadi dia sempat melamun.


"Ririn kamu sedang apa sekarang?" gumam Dika.


"Nak Dika,mama nanya kalian rencana mau honey moon kemana?" tanya Mama Hana


"mmm ,belum kepikiran Tante! karena Dika lusa sudah harus kembali bekerja!" ucapnya terbata


"kok Tante? panggil mama saja sama seperti Hana! kalo bisa sih honey moon secepatnya! supaya kalian cepat beri kami cucu! ya kan jeng?" mama Hana sengaja membicarakan cucu ,supaya Hana semakin bahagia dan dicintai oleh Dika.


Yang lain hanya tertawa menyaksikan ke dua wanita yang sudah berteman lama karena bisnis mereka dan baru saja sudah resmi pula menjadi besan.


"eeem maaf ! saya permisi antar Wijaya ke kamar dulu,karena dari tadi sudah merajuk minta susu dan pingin di bacakan dongeng! saya duluan ya!" ucap istri Arta yang memang dari tadi kerepotan menggendong Wijaya putranya bersama Arta.


"tuuuh lihat kakakmu sudah bahagia punya anak, lucu lagi 😊." ucap Mama Hana


"ya semoga saja segera dikaruniai !" ucap Bu Astuti sembari mengangguk ke arah istri Arta (menantu pertamanya)

__ADS_1


"Putri,nanti kalo perlu air hangat untuk bikin susu buat Wijaya,minta sama bibi saja ya!" seru Bu Astuti ,lalu ia mendekat dan mengecup kening cucunya.


"Baik Bu,permisi !" Putri melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membaringkan putranya,dia memang sudah sangat lelah.


Setelah selesai berbincang Dika berpamitan lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang berasa lengket dan lelah. Hana? dia tak menghiraukan wanita itu,dia sengaja pergi mendahului wanita itu dengan alasan kebelet. Padahal dia hanya tak ingin memberi harapan lebih kepada Hana.


Di dalam kamar mandi ,Dika membiarkan shower mengguyur tubuhnya. Dia sengaja membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower guna mendinginkan otaknya, dia masih membayangkan Ririn. Apa yang Ririn rasakan saat ini, dia juga memikirkan pernikahan yang baru saja terlaksana. setelah 30menit mengguyur tubuhnya,tepatnya sembari menangis ,menangisi pernikahannya.


Kini Dika sudah keluar dari kamar mandi dan memakai kimono. Tanpa malunya Hana sudah berbaring di Ranjang Dika dengan lingerie .


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Dika menatap sinis ke arah Hana


"Kita kan sudah resmi menikah beb,jadi kita harus tidur satu kamar eh salah satu ranjang ." jawab Hana dan mangedipkan satu matanya guna memberi kode kepada Dika bahwa dia sudah siap.


"Mandi sana? ga lengket apa?" ketus Dika ,lalu melempar handuk yang sedikit basah ke arah Hana.


"Iya beb hampir lupa,aku mandi dulu ya!" ucap Hana dan berlalu di depan Dika ,dia sengaja berjalan berlenggak lenggok bak model.


"Rin,bagaimana keadaanmu sayang? aku harus bertemu Ririn besok!" gumam Dika dan dia tengah mengatur waktu untuk bertemu Ririn.


Dika sengaja tidur di tepi ranjang sebelah kanan dan memunggungi tepi kiri dengan memberi batas bantal guling di tengah ranjangnya. Dika akan tidur duluan,agar Hana tidak meminta jatah malam pertama pernikahan mereka dan Dika akan beralasan sangat lelah malam ini.

__ADS_1


"


__ADS_2