
Di Bandara banyak orang yang berlalu lalang ,ada yang membeli tiket ,ada yang keluar dan masuk Bandara. Siang ini Hana, Dika dan orang tua Hana ,mereka pun sudah berada di Bandara dan diantar oleh sopir pribadi papa Hana. mereka akan melakukan perjalanan menuju Negara A untuk menghadiri undangan dari kolega papanya.
Setelah menyerahkan tiket ,mereka segera masuk ke pesawat dan duduk di kursi penumpang sesuai no yang mereka dapatkan. Selama perjalanan mereka berbincang lalu setelah itu mereka tertidur karena penerbangan mereka memakan waktu cukup lama,lantaran pesawat yang mereka tumpangi harus transit dulu sebelum akhirnya tiba di Negara A.
Pesawat pun landing dengan sempurna ,aman dan selamat. Mereka menuruni tangga pesawat yang sudah di buka oleh pramugari yang bertugas. Di bawah sana sudah ada seseorang menanti kehadiran mereka dan siap mengantar mereka ke tujuan.
"Selamat datang di Negara A tuan dan nyonya!" sapa penjemput itu dengan sopan dan ramah kepada Hana dan keluarganya.
Papa Hana tersenyum menyambut sapaan dari sopir pribadinya. Papa Hana juga memiliki apartemen di Negara A ,karena beliau sering berkunjung ke mari untuk bisnisnya. Dan beliau juga memiliki 1perusahaan di Negara ini, sehingga kedatangan mereka sudah di atur semua oleh orang suruhan beliau.
"Kita ke apartemen saja dulu! nanti siapkan mobil ! saya dan keluarga saya akan menghadiri undangan besok siang, dan akan menikmati liburan di beberapa tempat." terang Papa Hana kepada sopir pribadinya yang di Negara ini.
Mobil pun melaju membelah jalanan, mata Hana dan Dika dimanjakan oleh gedung - gedung pencakar langit. Jalanan yang tertib lalu lintas ,bersih tanpa ada sampah plastik berserakan di sepanjang jalan. Mereka menikmati suguhan kemewahan yang ada di Negara A.
Sesampainya di apartemen ,mereka segera masuk . Di apartemen itu ada 2kamar langsung kamar mandinya ,dapur,ruang tamu , dan balkon yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan malam dari atas.
"Kita istirahat dulu! nanti kita akan keluar untuk makan siang sambil berkunjung ke tempat yang bagus yang belum pernah kalian kunjungi!" Papa Hana menuju kamarnya setelah memberi tau rencananya kepada Hana dan menantunya.
Hana dan Dika memasuki kamar mereka, Hana merasa tidak asing dengan tempat itu ,karena ia pernah diajak kemari oleh papa mamanya saat masih duduk di bangku SMA.
Sebelum beristirahat ,Hana merapikan barang bawaannya dan menyimpannya di cloth set . Setelah serasa rapi ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang.
"uh,aku mau mandi dulu beb! lengket banget ni tubuh!" ucap Hana yang kini sudar menyambar handuk hendak menuju kamar mandi.
"hmmm, aku ga mandi Han! kayaknya dingin deh!" sahut Dika yang masih terbaring di ranjang, ia merasa sangat lelah karena penerbangan yang memakan waktu lumayan lama dan ini pertama kalinya bagi Dika ke Negara A.
" aku mandi pake air panas ,so mana mungkin dingin beb? mau mandi bareng hmmm?" tantang Hana sembari menyunggingkan bibirnya dan menggoda suaminya.
__ADS_1
"Sudah makin nakal ya sekarang hmm!" ucap Dika yang sekarang sudah berdiri di hadapan sang istri, lalu Dika membopong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Mereka akan mandi bersama ,awalnya Hana hanya ingin menggoda suaminya. Namun siapa sangka Dika menanggapinya dengan serius,karena Dika ingin memanjakan istrinya,sebab nanti dia akan meminta sesuatu kepada istrinya setelah keadaan mereka tenang.
Di dalam bathtub yang penuh dengan busa beraroma lili, kedua pasangan itu berendam dan bermain memainkan busa yang berlimpah itu, Dika menyelipkan rambut Hana ke belakang kupingnya lalu menggigit kecil kuping Hana yang membuat Hana merinding.
"achwauw!" keluh Hana ,tanpa ia sadari suaranya itu membuat ju*Nior suaminya bangun. menyadari akan hal itu ,Hana tersenyum geli ,karena ia merasakan Ju*ior itu menyentuh paha bagian belakangnya. Sebab posisi mereka saat ini adalah Dika memangku Hana di dalam bathtub dan tertimbun oleh busa - busa.
"kita lakukan disini Han?" bisik Dika di telinga Hana ,membuat bulu kuduk Hana berdiri karena merasakan hembusan nafas suaminya yang begitu meng*gairah kan.
Dengan pelan Dika memberikan sentuhan lembut di setiap inci tu*buah istrinya dan meninggalkan jejak kepemilikan di daerah yang nanti akan tertutup oleh pakaian Hana. Dika sadar bahwa mereka akan menghadiri undangan dari kolega papanya ,jadi ia tak ingin membuat istrinya merasa malu karena tanda kepemilikan itu.
Adegan panas pun berlangsung ,suara Des*ahan mereka menggema di dalam kamar mandi,namun tak terdengar sampai keluar. Hanya mereka lah yang bisa mendengar kehebohan disana hingga mereka berdua keluar bersamaan dan mengeratkan pelukan mereka,lalu saling bertukar sak*Iva.
Setelah itu mereka segera menyelesaikan ritual mandinya ,lalu berpakaian dan melanjutkan istirahat mereka. Di ranjang yang sama mereka tertidur saling berhadapan, Hana merasa sangat bahagia karena ia sudah memiliki Dika seutuhnya dan benih cinta mereka yang dulu pernah kandas ,kini bermekaran kembali.
Setelah bersiap - siap ,kini papa Hana lah uang menyetir menuju restoran yang berada di Negara itu,dimana restoran itu berada di hotel dan menyediakan makanan khas Indonesia.
Setelah sampai di hotel itu ,mereka disambut oleh staf yang bertugas di loby. Setelah membicarakan keinginan mereka yang akan menikmati makan siang di restoran yang berada di hotel tersebut. Salah satu staf mengantar mereka menuju restoran.
Kini mereka sudah duduk di restoran dan memesan makanan dan minuman sesuai uang mereka inginkan. Sembari menunggu pesanan mereka ,Dika dan Hana berkeliling melihat - lihat areal restoran dan hotel tersebut.
Dari arah yang berlawanan seorang wanita tengah berbincang dengan 4orang asing yang mungkin mereka adalah tamu yang akan menginap di hotel ini,karena mereka terlihat membawa koper mereka yang di bantu oleh seorang pria yang memang bertugas dalam hal itu.
Dika merasa tak asing setelah matanya menangkap sosok wanita yang masih berbincang sembari menampilkan senyum khas nya. Semakin lama Dika menatap lekat sosok wanita itu yang semakin mendekat ke arahnya ,akhirnya Dika tersadar dan benar wanita itu adalah Ririn, sang mantan kekasih yang masih ada di ruang hatinya terdalam yang kini tengah bertugas dalam pekerjaannya.
"Ririn? benarkah itu kamu? dunia begitu sempit!" gumam Dika sembari tersenyum dalam diam.
Setelah melewati sosok Dika dan Hana , wanita itu masih fokus memberi arahan dan penjelasan kepada tamu yang ia antar, sejenak ia merasakan hawa yang berbeda seolah hatinya menemukan pemiliknya kembali, namun ia tak menyadari akan hal itu. wanita itu tetap fokus dan sempat bergumam
__ADS_1
"Pria dan wanita itu? ah tak mungkin! tak mungkin Dika dan Hana berada disini!" ucap wanita itu yang tak lain adalah Ririn.
Tugas Ririn pun selesai ,setelah mengantarkan tamu tersebut ke kamarnya ,lalu ia kembali ke loby untuk mengerjakan tugasnya di ruangannya.
"Kenapa detak jantungku seperti ini? rasanya sama persisi saat pertamakali bertemu dengan Dika?" tanya Ririn dalam hatinya.
"Tidak,tidak mungkin! Dika sudah beristri, jika memang itu benar Dika dan Hana ,mungkin saja mereka sedang honeymoon!" gumam Ririn yang kini sedikit tersedu mengingat hubungannya dengan Dika yang sudah berakhir disaat bunga - bunga cinta mereka berkembang.
"ikhlaskan Rin! dia adalah masa lalumu! dia sudah menjadi suami dari wanita lain, kamu berhak bahagia bersama pria lain! semangat Rin,kamu pasti bisa ! meski Dika masih memiliki ruang di hatimu, setidaknya dia hanya masa lalu dan masa depanmu harus kamu perjuangkan! semangat Rin!" gumam Ririn yang menyemangati dirinya dalam gumamannya sendiri.
Di restoran itu ,dua pasang suami istri tengah menikmati makan siang mereka dengan pelayanan yang ramah dan nuansa yang menenangkan dengan alunan musik suling khas Indonesia.
Setelah menikmati makan siang itu ,mereka meninggalkan restoran lalu berjalan menuju loby dan hendak mengambil mobil di parkiran sana. Saat Dika dan Hana menatap ke arah meja resepsionis , Hana merasa tak asing dengan staf wanita itu. Berbeda dengan Dika yang sudah mengetahui keberadaan Ririn di hotel ini, saat tadi ia melihat Ririn bersama tamu hotel itu.
Hana mendekat dan memastikan siapa wanita itu sebenarnya ,namun ia beralasan bahwa ia ingin meminta kartu brosur hotel tersebut.
"Permisi! bisa saya minta brosur hotel ini!" ucap Hana yang kini sudah berada di depan meja Ririn.
Ririn berdiri dan hendak menjawab pertanyaan pengunjung hotel itu ,dan
Deg , benar saja ternyata apa yang tadi ia pikirkan itu adalah benar. Dika dan Hana berada di hotel itu.
"Iii !" ucapan Ririn terjeda , Hana pun sontak membelalakkan matanya, lalu ia menatap ke arah suaminya, "Beb, Ririn!" ucapnya memberi tahu sang suami, namun suaminya hanya tersenyum menanggapi Hana.
"Ririn,ini beneran kamu?" tanya Hana penasaran,karena ia tak menyangka bisa bertemu dengan Ririn adik dari teman kuliahnya dan juga mantan kekasih suaminya itu.
"Hey, kak Hana kak Dika ! senang bertemu kalian disini!" sahut Ririn ramah sembari memberi seutas senyum namun di lubuk hatinya terasa sedikit perih melihat mantan kekasihnya yang sudah bahagia bersama istrinya.
__ADS_1
" iya kami ada urusan bisnis !" sahut Hana sembari tersenyum. kini raut wajah Hana berubah pias, ia sedikit khawatir jika nanti suaminya akan kembali berubah pikiran dan mendekati Ririn. Baru saja terlepas dari Gita ,kini Ririn muncul lagi di hadapannya.