KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
67. Salah paham


__ADS_3

Pagi ini cuaca di Negara A sangat dingin ,karena hujan. Ririn menggigil di atas ranjang dan meringkuk kan tubuhnya . Ini adalah hari pertama Ririn merasakan kedinginan di tempat ini. Karena sejak awal ia tiba cuaca tidak seperti sekarang.


Ingin meminta tolong kepada Bryan ,namun ia takut jika Bryan akan menuduhnya modus.


"brrrrrrr dingin banget ! Bryan help me!" gumam Ririn yang kini bibirnya bergetar karena menggigil menahan dingin meski sudah memakai selimut tebal.


Sementara Bryan ,pria itu masih asik bermimpi . Entah mimpi apa ,sehingga pria itu terjatuh dari ranjangnya dan "awwwwh !" geram Bryan yang merasakan sakit pada pinggulnya. Lalu ia berdiri dan kembali ke ranjangnya.


"Dingin banget" keluh Bryan ,lalu ia menyidak gorden di jendela kamarnya, dari sana terlihat bahwa di luar hujan sangat deras. "pantesan dingin ,di luar hujan! coba aja sudah nikah ,pasti sudah tidur dan berada di bawah selimut bersama dia!" Bryan senyum - senyum. sendiri membayangkan dirinya yang sudah halal bersama Ririn.


Cuaca semakin dingin,ia mencari jaket dan kembali berbaring di ranjangnya lalu menyelimuti dirinya dengan selimut yang tebal. Saat ingin kembali memejamkan matanya ,tiba - tiba ia teringat dengan kekasihnya. "Ririn, **** , almost forget ,Ririn still here ,i muat check !" gerutu Bryan yang merutuki kebod*ohannya yang melupakan keberadaan kekasihnya.


Segera ia bangkit dari ranjang nya , lalu membuka pintu dan melangkahkan kakinya menuju kamar Ririn. tok,tok,tok


"Baby, are you sleeping?" tanya Bryan dengan suaranya yang masih serak,.


Ririn yang mendengarkan suara Bryan dari balik pintu ,ia mencoba untuk memanggil Bryan namun bibirnya bergetar karena ia merasakan dingin yang begitu hebat.


Tanpa ada jawaban dari Ririn , Bryan berpikir mungkin saja kekasihnya masih tertidur lelap ,karena cuaca dingin jadi tidurnya nyaman dan nyenyak ,itu pikir Bryan.


Sedangkan Ririn ,ia berharap Bryan masuk dan melihat kondisinya saat ini. Ririn masih meringkuk ,menggigil begitu hebat ,bibirnya bergetar namun tak bisa bersuara keras. ia mencoba menggapai sesuatu apapun itu untuk menghasilkan suara. Akhirnya ia dapat menggapai sesuatu tanpa melihatnya ia mendorong benda itu hingga terjatuh dan


prankkkkk,,, suara gelas yang terjatuh itu menghentikan langkah Bryan.


" baby ,baby are you ok? baby ?" kembali Bryan mengetuk pintu , namun masih tetap tak ada jawaban dari dalam kamar.


Bryan sangat khawatir tanpa menunggu jawaban lagi, ia membuka pintu itu yang memang tidak terkunci. Bryan menatap ke arah ranjang. ia melihat sosok Ririn di bawah selimut tebal yang bergetar dan meringkuk di atas ranjang. Semakin mendekat ,lalu Bryan menyibak selimut itu untuk melihat kondisi Ririn.


"baby , are you oke?" tanya Bryan panik, ia duduk di ranjang,kemudian menarik tubuh Ririn lalu membawa kedalam pelukannya untuk menyalurkan kehangatan. Dilihatnya bibir Ririn yang bergetar ,tubuh Ririn menggigil hebat.


Bryan membuka jaketnya kemudian memakaikan ke tubuh Ririn , setelah itu ia kembali mendekap tubuh Ririn . Ririn mengeratkan pelukan itu ,karena sedikit membantu memberikan kehangatan.

__ADS_1


Kemudian Bryan membaringkan tubuh Ririn di ranjang lalu menyelimutinya. Akan tetapi Ririn tak melepaskan pelukannya sehingga Bryan ikut berbaring di atas ranjang yang sama dan di bawah selimut yang sama.


Kini posisi mereka sangat dekat karena mereka saling memeluk dan memberi kehangatan. Ririn merasakan kehangatan saat berpelukan dengan Bryan ,ada kenyamanan saat berada dalam dekapan tubuh Bryan. Meski diatas ranjang yang sama ,namun mereka masih berpakaian lengkap.


Tubuh Ririn sudah tidak menggigil seperti tadi,Bryan sangat memahami kondisi itu karena ia sudah hafal dengan cuaca di Negara itu. Bukannya mengambil kesempatan , tetapi Bryan sengaja melakukan penyatuan bi*bir supaya Ririn bisa merasakan kehangatan di bibirnya yang tadi bergetar itu .


5 sampai 10 menit mereka menyatukan bi*bir untuk menyalurkan kehangatan ,memang itu sangat membantu. Kini Ririn sudah kembali tertidur tanpa menggigil hebat seperti tadi. Bryan menyelimuti tubuh Ririn dengan selimut tebalnya...


Dii dapur ,pria itu sibuk membuat minuman hangat untuk kekasihnya . ia memotong jahe ,lalu menuang air panas dan sedikit madu . Setelah selesai ia membawa ke kamera Ririn dan mendekat ke arah ranjang.


" Baby, wake up! I make hot ginger water plus honey ! please drink this for make your body warm inside!" perlahan Bryan menyibak selimut Ririn ,Ririn bersandar di kepala ranjang ,lalu meminum minuman jahe yang masih hangat itu.


Saat Bryan duduk di ranjang bersebelahan dengan Ririn dalam posisi berhadapan sembari membantu Ririn memegang cangkir


cklek , pintu kamar terbuka sehingga membuat keduanya memandang ke arah pintu.


" what are you doing Bryan?" tanya seorang pria yang membuka pintu baru saja dengan tatapan datarnya ,kini mendekat ke arah kedua orang itu.


"Kak Eka ,kenapa kakak disini? mm maksudku di Negara ini?" tanya Ririn dengan suaranya yang masih sedikit bergetar ,ia melihat ada amarah pada diri kakaknya itu yang baru kali ini ia lihat.


"Apa yang kalian lakukan disini berduaan Rin?" tanya Eka dengan tatapan mengintimidasi ,karena Eka tak ingin melihat adik perempuannya berada dalam satu kamar dengan seorang pria walaupun pria itu adalah adik iparnya sendiri.


Bryan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah iparnya yang seolah - olah berpikir yang tidak - tidak tentang mereka, meski bahasa Bryan belum begitu pasif ,namun ia mengerti akan perbincangan ipar dan kekasihnya itu.


"Kak ,kakak salah paham! Ririn memang berada di satu apartemen ,tetapi Ririn dan Bryan tidur di kamar yang berbeda! Ririn masih ingat batasan kak dan masih bisa menjaga diri!" Ririn memberi penjelasan kepada kakaknya yang tengah salah paham , supaya tidak terjadi keributan nantinya.


"Berbeda kamar? ini sekarang apa namanya?" tanya Eka mengintimidasi adik dan adik iparnya, ia menatap ke dua orang di hadapannya secara bergantian.


"Darling, jangan marah gitu, kamu salah paham! tidak mungkin Bryan dan Ririn melewati batasan ! I know them." Fransisca masuk ke kamar setelah mendengar suara suaminya yang sedikit meninggi, lalu mendekat ke arah suaminya sembari menepuk bahu suaminya supaya suaminya tidak emosi.


"kak Eka ,kak Sisca , ini tidak seperti yang kalian lihat! Ririn jelaskan semuanya ya! terserah kakak percaya atau tidak!" Ririn menceritakan keberadaan mereka berdua , menjelaskan dari pertemuan di cafe bersama Dika hingga saat ini bisa berada dalam kamar yang sama tanpa mengurangi dan menambahi dari cerita yang sebenarnya.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Ririn ,lalu Eka memeluk adiknya dan membelai rambut adiknya itu. "Kamu dari kecil alergi dingin ,sekarang kamu berada disini! bersyukurlah karena Bryan menolongku."


Eka .mengatakan satu kebenaran tentang alergi dingin yang di derita Ririn sejak kecil.


"Bryan thank you ?! and sorry i was think bad about you!" Eka tersenyum ke arah Bryan dengan posisinya yang masih memeluk Ririn .


"i'ts ok, i see ! you are good brother and perfect husband for my sister!" Bryan mengedipkan sebelah alisnya sembari mengacungkan jempol nya.


Kini Eka lega ,karena adiknya berada pada pria yang tepat. Ririn kembali terlelap karena Eka masih memeluknya memberikan kehangatan seperti yang sering ia lakukan dulu saat Ririn kedinginan hingga menggigil hebat.


.


"Kita keluar ! biarkan Ririn tidur, nanti juga dia akan kembali seperti biasa, di butuh istirahat dan menghangatkan tubuhnya." Eka menyelimuti adiknya lalu keluar bersama istri dan adik iparnya.


flash back.


Eka dan Fransisca tiba di bandara ,awalnya mereka akan membuat kejutan untuk ulang tahun Ririn. Meski terlambat ,tetapi Eka rasa Ririn akan sangat bahagia jika Eka ada di dekatnya saat hari ulang tahunnya.


Tanpa menghubungi Ririn ataupun Bryan , mereka di jemput oleh sopir papanya di Bandara dan langsung saja diantar ke apartemen. Kebetulan hujan sangat deras di luar ,jadi mereka langsung ke apartemen dan akan menemui Ririn nanti setelah hujan reda.


Sesampainya di apartemen Fransisca mengajak suaminya untuk membeli makanan di restoran yang ada di apartemen itu, ia memesan makanan untuk 3 orang ,karena Fransisca tau bahwa adiknya masih berada di apartemen milik papanya itu. Setelah take away makanan ,mereka menuju ke unit apartemennya.


Karena Fransisca memiliki kunci cadangan,jadi ia tidak mengetuk pintu lagi, karena ia tau betul bahwa adiknya tak pernah membawa siapapun ke apartemen mereka.


Setelah pintu terbuka , Fransisca kaget melihat ada wedges di dekat sofa. ia ingat betul bahwa wedges itu bukan miliknya ataupun milik mamanya, karena penasaran ,ia melangkah menuju kamar sebelah kiri namun tak ada siapa disana.


Lalu ia melangkah menuju kamar sebelah kanan, ia melihat adiknya bersama seorang perempuan. Setelah mengetahui perempuan itu adalah Ririn ,ia tersenyum lalu kembali ke sofa menemui suaminya dan memberi tau suaminya bahwa Ririn juga ada disini.


Fransisca tidak tahu bahwa suaminya akan salah paham melihat Bryan dan Ririn dalam satu kamar, padahal Fransisca biasa saja . toh mereka tidak berbuat yang aneh - aneh.


flash off.

__ADS_1


ke tiga orang itu menikmati makanan yang tadi Fransisca beli ,lalu Bryan memesan makanan untuk Ririn dan akan membangunkan Ririn setelah makanan itu datang .


__ADS_2