KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
30. Janu yang sesat


__ADS_3

Di Vila x, Andra dan Jani tengah sibuk mencari bukti - bukti untuk mengungkap kebenaran. Kebetulan Satpam yang dulu di bayar oleh Hana dan mamanya tengah berjaga (sift pagi). Satpam itu heran melihat tingkah Andra dan Jani ,sehingga ia menghampiri mereka.


"Permisi ,ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Dimas, satpam tadi


"eeemmm,ini saya mau mencari bukti. Kebetulan bulan lalu Tante saya mengadakan acara anniversary pernikahannya disini! Dika sepupu saya hari ini akan menikah dengan Hana,namun mereka tidak saling mencintai." jawab Jani tanpa basa basi langsung menceritakan hal sebenarnya kepada pak Dimas.


" oooohhh,mbak Hana itu? uuups" pak Dimas langsung menutup mulutnya ,hampir saja dia keceplosan .


"Bapak tau Hana?" tanya Andra ,kini penuh selidik dan ingin memastikan jika pak Dimas mengetahui sesuatu.


"eeem anu, tidak !" jawab pak Dimas terbata.


"Pak,tolong saya! sepupu saya,ini soal masa depannya. Jika Bapak mengetahui sesuatu ,tolong ceritakan dan bersedia menjadi saksi! kami akan memberi imbalan yg setimpal." bujuk Jani,yang sadar akan gelagat pak Dimas.


""Maaf,saya tidak tau apa!" ucapnya sembari menundukkan kepalanya


Janu menatap Andra,lalu mengarahkan bola matanya ke arah pak satpam. Seolah memberi kode ,bahwa satpam ini mengetahui sesuatu tentang kejadian itu. Andra yang mengerti akan maksud Jani,lalu Andra membuat ide.


"Sepertinya kita harus melaporkan kasus ini kepada polisi! supaya cepat terungkap,siapa saja yang ikut andil dalam kejadian malam itu! dan biarkan polisi yang bertugas,lalu menyeret orang - orang yang terkait Jan!" Andra sengaja berbicara seperti itu kepada Janu di depan pak Dimas ,yang membuat pak Dimas tercengang.


"Waduh! kalau ini sampai ke polisi,terus saya penjara,lalu anak bini saya makan apa?" gumam Pak Dimas tanpa ada yang bisa mendengar gumamannya.


Janu mengedipkan satu matanya ,memberi kode ke Andra. Karena saat Andra menyebut nama polisi ,seketika pak Dimas terdiam ,menunduk dan tegang .

__ADS_1


"Dra ,gimana kalo kita melakukan reka adegan seperti apa kejadian yang diceritakan oleh Dika? lalu kita membayar wanita lain untuk menggantikan peran Hana,siapa tau kita bisa mendapatkan bukti setelah reka adegan itu." Janu mengeluarkan pendapatnya saat Pak Dimas sudah ijin undur diri untuk mengontrol tempat lain di vila X.


"Terus yang jadi Dika?" tanya Andra


"ya gue lah! ha ha ha ha." tawa Janu seolah dirinya lah yang cocok menggantikan Dika untuk reka adegan yang ia rencanakan.


"Janu saklek Lo! keadaan sudah genting pake acara reka adegan,itu namanya kesempatan dalam sempit." ucap Andra tak terima,tanpa ia sadari ucapannya salah.


"Kesempatan dalam kesempitan DRA!" tegas Janu.


"Sepertinya satpam tadi tau sesuatu,tadi aku liat gelagatnya mencurigakan." ucap Andra sembari memicingkan matanya mencari keberadaan pak Dimas


."Sepertinya begitu Dra." balas Janu manggut manggut


Di kediaman Dika


tok tok tok


"Dik,Dika! kamu sudah siap? bisa kakak masuk?" tanya Arta ,Kaka Dika


"Boleh kak,Dika masih agak mules dan belum ada perubahan." ucap Dika beralasan untuk mengundur waktu


"Loo,kok masih rebahan? bentar lagi acara dimulai! jadi lah pria yang bertanggung jawab!" titah kak Arta tegas.

__ADS_1


Arta memang jarang berbicara,Namaun Arta pria yang tegas dan tidak pernah mengajarkan adiknya untuk menjadi pria yang lemah. Meski jarang bertemu,jarang komunikasi ,namun Arta tetap peduli kepada adiknya. Arta tak ingin nama keluarga besarnya hancur karena ulah Dika.


"Kak,tapi aku tidak melakukan itu! aku yakin ini jebakan Hana!" sahut Dika lemas,karena memang dia tidak pernah melakukan apapun.


"Apapun itu,selama tidak ada bukti pembenaran,maka kamu harus tetap bertanggung jawab menikahi Hana! karena kalian sudah tertangkap basah tidur di ranjang yang sama! jangan jadi pria pengecut! jangan rusak nama baik keluarga besar kita hanya karena kejadian itu!." ucap kak Arta tegas penuh penekanan.


"Aku mencintai Ririn,aku ga mau ninggalin dia dan menikah bersama Hana! aku tidak mencintai Hana! hanya Ririn lah hidup dan masa depanku kak! bantu aku!" Dika merajuk meminta bantuan kepada sang kakak.


Jika masalah lain memang benar Arta selalu membela dan melindungi Dika,namun beda dengan masalah yang satu ini. Karena Dika dan Hana sudah tertangkap basah tidur dalam satu ranjang yang sama. Arta kali ini tidak bisa membantu,karena nama baik keluarga besarnya lah yang akan menjadi buruk jika benar adanya Dika meniduri Hana.


Dan jika memang tidak,maka Dika harus memiliki bukti kebenaran.


"Andra dan Jani masih di vila X untuk mencari bukti kebenaran akan kejadian itu!" ucap Dika dan membuat kak Arta berbalik menatap sang adik.


"Benarkah?" tanya Arta mengintimidasi adiknya


"Benar! maka dari itu Dika ingin mengukur waktu 1jam saja. Dika mohon kak,bantu Dika untuk mengundur 1jam saja acara ini ." pinta Dika memelas dengan mata yang berlinang.


"Baiklah! 1jam saja,jika tidak ada bukti,apa yang akan kamu lakukan? mau kabur kah? jangan menjadi pria pengecut!" ucap Arta memperingati adiknya


"Tidak kak! jika tidak ada bukti ,maka Dika pasrah ,Dika akan menikahi Hana meski tanpa cinta dan Dika tidak ingin disebut pria pengecut!" balas Dika yang kini menatap nanar keluar jendela balkon kamarnya.


"Baguslah! itu baru adik Kakak!" ucap Arta ,lalu ia memeluk Dika dan memberi semangat.

__ADS_1


Arta keluar dari kamar Dika, sebenarnya dia tahu dan paham betul akan perasaan Dika dasar ini. Namun apa boleh buat? nasi sudah menjadi bubur. Meski tidak tau bagaimana akan jadinya bahtera rumah tangga Dika dan Hana kedepannya. Arta selalu berharap yang terbaik untuk adiknya. Arta sudah mengetahui cerita kejadian malam itu dari Ibunya. Arta hanya tidak ingin Dika menjadi lemah,maka dari itu Arta memperlihatkan ketegasan dan kewibawaannya di hadapan sang adik


__ADS_2