KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
59. Resign


__ADS_3

Surat pengunduran diri Dika sudah di terima dan di tanda tangani oleh manager dan di setujui oleh pemilik hotel. Staf pengganti untuk posisi Dika pun sudah ada,jadi sangat mudah untuk Dika resign tanpa menunggu waktu lebih lama lagi.


Setelah kepergian Gita yang tak jelas alasannya, Dika merasa lega karena tidak ada lagi wanita yang ingin mengg*goda nya. Dika pun merasa bersalah akan kejadian waktu itu. Meski hanya dia ,Gita dan Andra yang tau akan tetapi Dika merasa tak enak hati lantaran ia merasa setelah kejadian itu ,Gita mengundurkan diri dari hotel itu dan tidak melanjutkan trening nya lagi disana.


"Ok sudah resign! kini saatnya fokus ke perusahaan papa." gumam Dika yang sudah bersiap merapikan barang - barangnya. Dika pun mendapat tunjangan yang lumayan besar dari pihak hotel, karena kinerja nya sangat bagus dan juga sudah hampir 7 tahun dia bergabung di hotel itu.


Dika melihat kalender yang ada di meja kerjanya disana terlihat tanggal yang dilingkari dengan tinta berwarna merah ." Bulan depan ulang tahun Ririn,aku akan kasi kado untuknya !" gumam Dika sembari senyum sendiri melihat kalender itu,lalu kembali ia menerawang mengingat kebersamaannya bersama Ririn.


skip


Setelah berpamitan kepada seluruh staf dan manager ,Dika kembali ke rumahnya dengan membawa barang - barangnya. Setelah menyerahkan barangnya kepada art ,ia pergi menuju kamarnya ,berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. Saat ingin menghubungi seseorang , saat itu juga ponselnya berdering. Setelah tau siapa yang menghubunginya ,ia pun segera menjawab.


"Selamat siang pa!" sapa Dika dari ponsel yang ia genggam


"Siang Dika, Papa dengar dari Hana ,Kamu sudah resign dari hotel itu?" tanya seseorang dari seberang telepon yang menghubungi Dika ,yang tak lain adalah papa Hana ataupun papa mertua Dika.


"iya benar pa! baru saja selesai tanda tangan!" jawab Dika yang kini memperbaiki posisinya untuk duduk


"Baguslah! kapan kamu bisa ke kantor papa? papa akan kenalin kamu ke staf disini dan akan menyuruh sekretaris papa untuk mengajak mu berkeliling di kantor papa!" Papa Hana sangat bersemangat dan ingin supaya Dika ikut bergabung di perusahaannya, dengan bergabungnya Dika sudah pasti Hana putri tunggalnya akan dengan senang hati bergabung juga di perusahaan nya untuk meneruskan dan menggantikan tugas papanya kelak.


" Besok Dika akan ke kantor papa bersama Hana, nanti Dika bicarakan dulu sama Hana." terang Dika memberi kepastian kepada mertuanya.


Panggilan pun berakhir lalu ia mengirim chat kepada istri nya untuk menanyakan keberadaan sang istri yang kebetulan terlihat sedang online darii layar ponsel Dika


Dika : Hana ,kamu dimana sekarang?


Hana: Masih di mall beb ,ada apa?

__ADS_1


Dika: aku jemput kamu ya? mumpung ga ada kegiatan dirumah.


Hana: di rumah? memang ga ke hotel?


Dika: nanti aku jelasin ,aku berangkat sekarang ! see you.


Chat pun berakhir dengan sedikit berlari ,Dika menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya. Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobilnya menuju mall yang ada di kota tempat tinggal Ririn sang mantan kekasih.


"Mampu hanya ke rumah Ririn?" gumam ya sendiri, lalu ia tertawa kecil menertawakan dirinya sendiri. "Ngapain kamu kesana Dik? toh Ririn juga ga ada!" jawabnya sendiri dan kembali fokus mengemudikan mobilnya.


Sesampainya diparkiran mall ,ia menuju pintu lift untuk menuju toko perhiasan sang istri. Sampai disana ,ia disambut hangat oleh istrinya. Terlihat semburat senyum yang berbinar dari wajah istrinya, bagaimana tidak? ini adalah pertama kalinya untuk Hana dijemput oleh suaminya.


Dika tersenyum membalas senyum istrinya,lalu ia duduk di sebelah sang istri.


"Ga kerja beb?" tanya Hana sembari mengambilkan minuman dingin untuk suaminya.


"ga ,kan sudah resign!" terang Dika sembari menerima minuman dingin itu dan langsung meminumnya.


"Ok ,i Will!" sahut Hana sembari menampakkan senyumnya.


"Can you call me honey or baby or dear? " tanya Hana kepada suaminya ,karena ia merasa risih jika dipanggil namanya oleh sang suami.


"hhhm aku panggil Han itu juga ada 2 arti Hana atau honey kan?" tanya Dika balik sembari menampakkan senyum kemenangannya.


Dika semakin hari sudah semakin berlaku baik dan lembut kepada istrinya ,meski di hatinya masih ada Ririn namun ia tak mau menyakiti wanita sah nya. Sedangkan Ririn ,dia berhak bahagia bersama pria lain yang bisa lebih darinya. Namun baik Dika dan Ririn mereka akan menjadikan kisah cinta mereka sebagai kenangan yang terindah di dalam hidup mereka .


"bay the way ,ga di cariin tuh sama anak trening yang namanya?" kalimat Hana terjeda karena ia lupa akan nama anak trening yang hampir saja membuat hubungan suami istri itu retak.

__ADS_1


"Gita maksud mu?" tanya Dika yang paham akan pertanyaan istrinya,karena hanya Gita lah yang Hana sempat sebut menyukai dirinya.


"hmmm iya Gita !" ucap Hana melanjutkan kalimatnya tadi dengan sedikit gugup ,ia takut jika Dika tau bahwa dirinya lah yang membuat Gita menjauh dan berhenti trening di hotel itu.


"Dia. sudah ga trening disana lagi!" jawab Dika datar tanpa ingin melanjutkan topik tentang Gita, ia merasa bersalah karena sudah berbuat hal yang memalukan yang hampir saja membuat dirinya terjebak oleh rayuan Gita.


"ohhh!" jawab Hana singkat tanpa ingin memperpanjang pembahasan tentang Gita .


"sorry beb! aku sudah membuatnya berhenti darisana dan menjauhimu! aku tak ingin jika gadis itu akan merusak rumah tangga kita nantinya!" gumam Hana dalam hatinya, ia merasa bersalah karena rasa cemburunya dan rasa khawatir nya yang begitu besar sehingga membuat dia menyuruh pak Dirga untuk memberi peringatan kepada Gita.


selang beberapa jam ,Hana mengajak suaminya untuk makan sebelum kembali pulang. mereka pergi ke restoran yang ada di mall tersebut setelah itu mereka berpamitan kepada karyawan Hana.


Selama perjalanan Hana merasa sangat bahagia karena suaminya akan bergabung di perusahaan papa nya ,itu artinya Dika tidak lagi bekerja di hotel. papa Hana menaruh harapan besar kepada Hana dan suaminya untuk melanjutkan bisnis papanya kelak.


"Beb ,aku seneng deh ! karena kamu sudah resign dan kamu akan bergabung di perusahaan papa!". Hana memecah keheningan lalu menatap suami yang masih fokus menyetir .


"Benarkah?" tanya Dika balik ,lalu menatap wajah sang istri untuk beberapa detik kemudian kembali fokus mengemudikan mobilnya.


"ia ,jadi kamu ga kerja di hotel lagi, ga ketemu anak trening lagi! cemburu tau!" ucap Hana yang kini sedikit cemberut dengan mengkrucutkan bibirnya , Dika tertawa melihat sang istri yang cemberut dan sudah jujur mengutarakan ras cemburunya.


"cieee yang lagi cemburu ! awas bibirnya ga usah manyun gitu ,entar ada yang godain tuh!" Dika terkekeh melihat mimik wajah istrinya dan ia sedikit menggoda istrinya. Dika merasa senang karena Hana cemburu padanya itu tandanya Hana memang sangat mencintainya masih seperti dulu. Namun ia merasa bersalah karena sampai saat ini Ririn masih berada diruang hatinya,dia akan terus mencoba menghapus keberadaan Ririn.


Mobil pun sampai di pekarangan rumah Dika ,tepatnya rumah orang tua Dika. mereka berdua menuju ke kamar setelah menjawab sapaan dari art, kebetulan ibu dan ayah Dika sedang menginap di rumah kakak Arta karena beliau merindukan cucunya.


"Ayah ibu kemana beb? kayaknya ga ada di rumah?" tanya Hana penasaran karena rumah itu serasa sepi ,biasanya dia disapa oleh ibu mertuanya.


"Ibu dan ayah menginap di rumah kak Arta ,beliau kangen sama cucunya! makanya kita buatin cucu untuk mereka haha !" Dika menggoda sang istri sehingga membuat wajah istrinya memerah menahan malu.

__ADS_1


"hmmm!" ucap Hana singkat ,sebenarnya ia sangat ingin memiliki anak sebagai buah cintanya bersama Dika, namun karena papanya akan menyuruh Dika dan Hana pergi ke negara A bulan depan untuk mewakili perusahaan papanya, maka dari itu ia pending rencana untuk hamil sampai mereka kembali dari negara A.


Dika belum tau akan rencana kepergian mereka ke negara A,sehingga ia tidak mengerti akan keinginan istrinya yang menunda untuk hamil. Namun Dika tak ingin memaksakan kehendaknya ,karena istrinya lah yang akan merasakan beratnya mengandung selama 9bulan. jadi dia hanya bisa menunggu kesiapan dari sang istri.


__ADS_2