KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
69. Penerbangan yang romantis


__ADS_3

Pagi hari mereka melakukan olahraga kecil sebelum menikmati sarapan. Setelah mengeringkan keringat hasil dari gerakan olahraga tadi, kini Ririn dan Bryan membuat sarapan bersama di dapur. Bryan yang selalu jahil , selalu memberi kecupan di kening,pipi,bibir membuat Ririn merasa yakin bahwa Bryan adalah pria yang sangat mencintai dan menyayanginya.


"Jika seperti ini terus,kapan selesainya sarapan ini?" Ririn menoel hidung Bryan yang mancung itu.


"Because I love you, I need you,I Miss you!" sahut Bryan yang kini sudah berdiri tegak dengan menumpu kedua tangannya di depan dada.


"hmmm, finally! sarapan yuk!" ajak Ririn dan berlalu meninggalkan Bryan di dapur . Bryan sangat kesal akan tingkah kekasihnya itu, kini ia duduk di meja makan dengan wajah yang di tekuk.


"What happen baby?" tanya Ririn tanpa merasa bersalah ,ia hanya tersenyum melihat kekasihnya yang masih merajuk di tempatnya. Ririn meletakkan makanan yang tadi mereka buat di piring keduanya lalu memulai menikmati sarapan itu.


Bryan masih cemberut dan menopang dagunya di atas meja sembari menatap wajah Ririn yang sibuk mengunyah makanan.


"tidak mau sarapan?" tanya Ririn yang masih saja sibuk mengunyah tanpa menghiraukan pria yang ada di hadapannya itu.


"aaaaaaaa" Ririn menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Bryan ,Bryan pun membuka mulutnya dan mengunyah makanan itu sambil tersenyum menampakkan kemenangan.


"Happy?" tanya Ririn jengah melihat Bryan yang tersenyum menatapnya.


"Sure, I am happy!" jawabnya bersemangat dan kini ia yang berbalik menyuapi Ririn.


Ritual sarapan telah usai,mereka sudah membersihkan tubuh dan berganti pakaian. Semua barang sudah di bawa ke mobil dan mereka bersiap menuju bandara.


"Ayah,Ibu , I am coming!" ucap Ririn bersemangat ,Brayan yang fokus mengemudikan mobilnya tersenyum lebar melihat tingkah lucu kekasihnya itu.

__ADS_1


Sampai di Bandara ,Bryan memarkirkan mobilnya. Lalu ia menghubungi orang suruhan papanya untuk menjemput mobilnya di bandara. Setelah orang suruhan papanya datang ,Bryan dan Ririn masuk menuju loket.


Pesawat akan segera take off ,Ririn dan Bryan duduk bersebelahan .Mereka tak melepaskan genggaman tangan dan Bryan sesekali menciumi tangan Ririn membuat Ririn tersenyum dan merasa sangat di istimewa kan oleh kekasihnya.


Lelah di dalam pesawat membuat keduanya mengantuk, Bryan menyadari itu lalu ia menyandarkan kepala Ririn di bahunya dengan tangan yang masih bertautan mereka memejamkan matanya. Bryan tak bisa tidur karena ia sangat menikmati wangi lembut dari rambut Ririn, sesekali ia mengecup kening Ririn.


Sepanjang penerbangan hanya Ririn lah yang terlelap, berbeda dengan Bryan. Bryan sibuk memberi kecupan di kening ,pucuk kepala,bibir,hidung,tangan kekasihnya.


Karena setelah 1 Minggu di rumah Ririn ,ia akan kembali ke Negaranya untuk melanjutkan pekerjaan nya. Meski perusahaan itu milik papanya ,akan tetapi ia tak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya.


Di Bandara , Eka dan Fransisca sedang menunggu kedatangan adik mereka. Eka mengarahkan pandangan ke pintu keluar masuk untuk mencari sosok Ririn dan Bryan.


"uueeek,uuueeek!" Fransisca mual mual dan berasa ingin muntah. Belakangan ini ia sering mual karena kehamilannya.


"Baby ,are you oke?" Eka mendekati istrinya dan memapah tubuh istrinya untuk duduk, kini Eka membaluri minyak aromaterapi di tengkuk istrinya untuk meredakan rasa mual itu.


" I thing we need going to doktor beb!" Eka masih khawatir akan istrinya ,karena ini pertama kalinya bagi Eka melihat wanita hamil yang masih ngidam dan mual - mual.


"No beb! this is normal for pregnant time, don't worries I am ok! when they come ,i just need stop on cafe ,i need some fresh soul!" Fransisca memberi penjelasan kepada suaminya. ,ia tak ingin suaminya khawatir akan mual yang ia rasakan.


" Ok ,i Will! aaahhh look at there , then are arrival!" Eka melihat dua anak manusia yang tengah bergandengan tangan sembari tersenyum menuju ke arahnya. Terlihat gurat bahagia di kedua insang tersebut, Eka hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari adik kesayangannya itu.


"Akhirnya kamu bisa menemukan kebahagiaanmu kembali!" gumam Eka yang masih menatap kearah sepasang kekasih itu.

__ADS_1


"Heeeeyyy kak Eka,kak Fransisca!" Ririn berlari kecil,lalu berhambur memeluk Eka, sedangkan Bryan ,ia mendekati kakaknya yang terlihat pucat.


Setelah menumpahkan rasa rindu kepada sang kakak,kini Ririn beralih ke kakak iparnya. ia hendak memeluk Fransisca ,namun ia urungkan karena Bryan tengah berbincang dengan kakaknya.


"hey kak Sisca, can i hug you?" tanya Ririn yang sudah tak sabar ingin memeluk kakak iparnya dan ia juga ingin menyapa calon keponakannya yang masih berada di dalam kandungan Fransisca.


"yes my pleasure ,you can hug me baby,ha ha ha!" bukannya Fransisca ,justru Bryan lah yang menjawab pertanyaan Ririn dan membuat wajah Ririn merah menahan malu di hadapan kakak dan kakak iparnya itu.


"Ririn, welcome back at home, yes you can hug me!" kini Fransisca lah yang menjawab Ririn dan ia merentangkan tangannya untuk memeluk adik iparnya itu.


"Are you oke kak?" Ririn baru sadar jika kakak iparnya itu terlihat sedikit pucat apa karena capek atau karena bawaan dedek bayi, ia belum tau kenapa karena ia belum pernah merasakan kehamilan ,dan berharap ia pun juga akan merasakan momen itu nantinya.


"I am ok!" jawab Fransisca sambil menampakkan senyum dan kembali menutup mulutnya dengan tissue "uueeek,uuek".


"Kakak iparmu masih mual - mual, ayo kita segera masuk ke mobil! karena kak Sisca mau menikmati sup hangat untuk meredakan mualnya". Eka menjawab pertanyaan Ririn,karena ia tau istrinya tidak bisa menjawab dan menjelaskan semuanya berhubung masih mual mual.


"Ok let's go!" Ririn merangkul iparnya dan masuk kemobil. kedua wanita itu duduk di jok belakang sedangkan kedua lelaki itu kini duduk di depan dan Eka lah yang mengemudikan mobil itu.


Sampai di cafe ,Eka mencari tempat duduk yang agak besar untuk istrinya duduk supaya nyaman dan bisa berbaring. Sedangkan Ririn dan Bryan hanya mengikuti pergerakan Eka.


Benar saja setelah menghabiskan soul hangat yang tadi di pesan, kini kondisi Fransisca membaik dan terlihat segar kembali,Ririn yang melihat perubahan itu ,ia sangat heran.


"Waow the soul id mood booster for you kak Sisca!" Ririn menatap lekat memperhatikan perubahan kondisi Fransisca,ia tak mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Yes that's right baby, future you Will have same situation like Fransisca, i wish we have beautiful girl and handsome boy !" Bryan selalu menjawab pertanyaan Ririn yang terlontar untuk Fransisca ,namun baik Fransisca dan Eka tak mempermasalahkan hal itu,justru mereka tertawa melihat dan mendengar tingkah Bryan yang terlihat sudah sangat siap ingin menjalin hubungan yang serius dengan Ririn.


Setelah menikmati makanan dan minuman di cafe itu,kini mereka bersiap untuk pulang ke rumah orang tua Ririn. Fransisca memilih duduk di depan di sebelah suaminya ,karena ia merasa ingin dekat terus dengan suaminya entah itu bawaan sang bayi atau memang ia ingin bermanja dengan suaminya.


__ADS_2