KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
38. Pertemuan tak sengaja


__ADS_3

Di hotel A ,disini lah tempat acara pernikahan Eka dan Fransisca. Kedua keluarga sepakat melangsungkan acara pernikahan di Hotel A lantaran banyak tamu undangan dari ke dua mempelai baik itu teman,sahabat ,keluarga besar dan kolega bisnis orang tua Fransisca. Sudah lumayan banyak tamu undangan yang datang dan menempati tempat duduk yang sudah di sediakan disana. Tak lupa juga siMC memberikan sedikit hiburan sebelum acara di mulai.


"Hana dan Dika kini sudah berada di hotel A dan siap memasuki ruangan dimana tempat acara di selenggarakan. Open stage itu kebetulan berada di lantai dasar ,jadi memudahkan untuk para undangan menemukan tempat tersebut. Dika tak tau jika kini dirinya menghadiri acara pernikahan Eka ,kakak dari Ririn mantan kekasihnya. Karena Hana sengaja tidak memberitahukan kepada Dika , ia hanya mengatakan ada undangan pernikahan dari teman kuliahnya dulu dan memang benar kenyataanya.


"Dika ,anda kesini juga?" sapa Dino pemilik vila x yang dulu pernah disewa oleh orang tuanya , Dika sedikit mengingat dimana pertemuannya dengan pria yang berada di depannya saat ini ,yang begitu ramah menyapanya.


"Hem, iya ini Hana dapat undangan,katanya teman kuliahnya dulu." sahut Dika yang memang tak tau siapa sebenarnya yang akan menikah ,karena saat dia dan Hana memasuki ruangan kedua mempelai tengah sibuk menyapa tamu undangan yang lainnya. Sedangkan Hana masih ketoilet membenarkan penampilannya.


"Hana? jadi Anda menikah dengan Hana?" tanya Dino penuh selidik


"ya mau gimana lagi? Anda tidak bisa membantu saya mendapatkan bukti kebenaran itu." jawab Dika datar sembari mengangkat kedua bahunya.


"Maaf ,saya tidak menemukannya. Semoga anda dan Hana bahagia!" ucap Dino tulus mendoakan Dika ,karena nasi sudah menjadi bubur .Jadi Dika dan Hana harus melanjutkan perjalanan rumah tangga mereka.


Dino berlalu,ia menuju ke tempat dimana teman alumni kuliahnya dulu berkumpul, lalu menyapa semua temannya. Mereka memang jarang bertemu,namun mereka memiliki grup percakapan sehingga sampai sekarang mereka masih bercakap seperti anak kuliahan. Ada yang masih sibuk merintis karir dan ada yang sudah menikah.


"Ka ,ka sini dulu! kita abadikan momen dulu !" Novan memanggil Eka untuk mendekat dan mengabadikan momen mereka ,setelah mendapatkan pose yang pas mereka langsung membidik kamera.


"Kak Eka dipanggil Ayah! di suruh kesana!" ucap Ririn yang kini mendekati Eka yang tengah di kerumuni oleh teman kuliahnya dulu. Eka dan Novan mengarahkan pandangan menuju asal suara tersebut. "Oke !" sahut Eka yang segera mendekati Ririn. Berbeda dengan Novan ,mata Novan hampir keluar dari cangkangnya karena ia melihat kehadiran bidadari tak bersayap di depan matanya saat ini.


"Din,tampar gue! Din cepat tampar gue!" pinta Novan kepada Dino yang berada di sebelahnya. Tanpa menunggu lama Dino refleks menampar Novan ,karena ia yang menyuruhnya. " Plak,plak".

__ADS_1


"Ape sakit buset,kenapa dua kali?" cerita Novan yang merasakan kesakitan dan itu pertanda bahwa dirinya tidak dalam dunia mimpi.


"kan Lo yang nyuruh!" cetus Dino tak mau di salahkan . Lalu teman yang lainnya hanya bisa tertawa melihat kekonyolan Dino dan Novan.


"Berarti gue ga mimpi ketemu bidadari tak bersayap di hadapan gue sekarang!" seru Novan ,lalu ia mengusap gusar pipinya yang terasa sakit itu ,namun ia mampu menampilkan senyum melihat Ririn dan menyapa Ririn " Hay". dan sekumpulan temannya kembali terbahak menyadari tingkah Novan yang tadi ia menyuruh Dino menamparnya. Itu ternyata karena kehadiran Ririn adik Eka.


" Jangan macem macem ,dia adik gue!" seru Eka yang belum beranjak karena tadi sempat melihat aksi Novan dan Dino.


"Ga macem macem ka ,gue serius ingin meminang adik Lo!" seru Novan yang tak berkedip melihat kecantikan Ririn saat ini.


" Emang Ririn mau?" tanya Dino dan teman lainnya secara serempak.


Lalu Ririn menarik bibirnya membentuk lengkung sehingga menciptakan seutas senyum,senyum yang manis yang mampu membuat Novan berasa berada dia dunia mimpinya. Eka menarik tangan Ririn untuk menghindar dari gombalan Novan ,karena Eka tidak ingin Novan merayu adik kesayangannya di belakangnya.


Para tamu undangan kini sudah duduk di tempatnya masing masing menyaksikan Janji suci pernikahan antara Eka dan Fransisca ,keduanya bergantian memakaikan cincin di jemari .Setelah Ritual sakral usai,mereka tak akan melupakan momen bahagia ini,lalu mereka mengabadikan momen itu dengan beberapa Foto yang diambil oleh fotografer yang sudah disiapkan oleh W.O.


Saat acara itu dimulai,dari kejauhan awalnya Dika tidak begitu tertarik melihat acara tersebut,namun setelah mendengar nama Eka disebut ,barulah dia mengarahkan pandangan ke altar. Benar saja ternyata yang menikah adalah Eka,kakak dari Ririn mantan kekasihnya. Dika terus menatap lekat ke arah Ririn yang terlihat begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih senada. dengan keluarga kedua mempelai.


"Ririn,kenapa Meraka tidak mengundangku?" gumam Dika dalam lamunannya. Tanpa ia sadari acara sakral telah usai ,lalu para tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan yg sudah disediakan oleh catering hotel.


Dika mendengar kasak kusuk pria yang memuji kecantikan Ririn, ia merasa geram akan perbincangan pria di depannya itu. Namun ia tak ada hak melarang mereka. Dika bangkit dari tempat duduknya ,lalu keluar menuju taman belakang yang kebetulan bersebelahan dengan kolam renang. Dika mencari tempat duduk yang nyaman untuk menenangkan hatinya, saat tadi ia menatap lekat Ririn yang tengah berfoto ria bersama keluarganya,Ririn pun menatap manik mata Dika yang tengah menatapnya juga ,itulah yang membuat Dika sedikit canggung.

__ADS_1


Rindu,benar saja baik Dika maupun Ririn mereka masih menyimpan rasa cinta itu, memendam cinta mereka di hati masing masing,tak bisa dipungkiri kerinduan itu masih terasa di antara keduanya. Pertemuan yang tak sengaja ,saat Ririn pun pergi ke taman untuk menetralkan jantungnya ,karena tadi tanpa sengaja manik mata mereka bertemu (Dika dan Ririn).


Dika melihat Ririn yang menuju bangku taman ,ia segera bangkit dan ingin berbicara sebentar dengan mantan kekasihnya yang masih ia cintai sampai saat ini. Namun langkah kakinya ia urungkan lantaran Hana memanggilnya.


"Beb,kamu disini? kirain kemana?" Hana mendekati Dika ,tanpa sengaja ia pun melihat Ririn di bangku taman. Lalu Hana menempelkan tubuhnya dan bergelayut manja di lengan Dika dan ia menggiring Dika untuk berjalan ke bangku taman yang di mana ada Ririn yang tengah menengadahkan wajahnya ke angkt biru yang cerah tak secerah hatinya saat ini.


"Hay Rin, masih ingat aku? aku teman Eka , pemilik Hana Jewelry Gold and Silver di mall." Hana sengaja membawa serta Dika itnuk menyapa Ririn, dia ingin tau bagaimana reaksi Ririn dan Dika saat bertemu


"Hay Kak Hana, senang bertemu lagi, oh ada kak Dika juga ,apa kabar kalian?" Ririn menyambut Hana dan Dika tanpa rasa canggung,ia ingin memperlihatkan bahwa dirinya sudah tidak ada hubungan apapun dengan Dika. Berbeda dengan Dika, ia merasa sangat kecewa karena Ririn berubah datar kepadanya.


"emm Hay Rin apa kabar?" tanya Dika yang masih terlihat canggung,karena Hana bagaikan perangko uang terus menerus nempel di lengan Dika.


" I am fine kak ,ha ha sudah lama ga ketemu, gimana hotel tempat kerja kak Dika?" kembali Ririn bertanya untuk menyembunyikan hatinya yang sedang tidak baik baik saja ketika melihat pria yang dulunya cintai kini berada dalam rangkulan wanita lain. Sungguh menyakitkan bukan? namun Ririn berusaha tegar.


"oh masih ramai seperti dulu." jawab Dika ,Dika heran kenapa Ririn memanggilnya dengan sebutan Kak Dika, namun ia menepisnya karena ia sadar kini mereka hanya sebatas teman dan tak mungkin akan bisa kembali bersatu.


"oh ya Kak Hana dan kak Dika kok disini? ga menikmati jamuan yang sudah di sediakan? bentar lagi dansa di mulai Lo!" ucap Ririn menjelaskan serangkaian acara.


"Oh ya ,ada dansa? " tanya Hana ,lalu diangguki. oleh Ririn.


"Nanti kita dansa ya beb!" pinta Hana kepada Dika dan sengaja nada bicaranya dibuat manja. Dika hanya diam tak mengiyakan permintaan Hana, lalu ia menatap wajah wanita yang masih berada diruang hatinnya sampai detik ini. Dika melihat raut kesedihan di mata Ririn,namun Ririn selalu mengalihkan pandangan ketika manik mata mereka bertemu.

__ADS_1


Waaaah pans,panas niiih . bisa banjir 😁😁😁 lanjut ga ya ???


__ADS_2