
Setelah sampai di rumah ,Dika langsung menuju kamarnya. Dia tidak mendapati sang istri dilamarnya ,karena Hana kini tengah sibuk membuka kado kado hadiah pernikahannya di ruang tamu. Dika tak ambil pusing,ia lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Setelah mandi ,Dika segera mengenakan pakaian santainya lalu menuju ruang makan.
Hana yang melihat suaminya sudah siap di meja makan ,ia pun mendekati sang suami sembari menunjukkan hadiah dari papanya.
"Beb, nih papa kasi kita hadiah ini." seru Hana yang hendak berhamburan kepelukan Dika..
"Hem ." sahut Dika hanya dengan wajah datarnya ,namun ekor matanya melirik sedikit ke arah Hana .
"Kira" kapan kita ke Jogja untuk honeymoon?" tanya Hana sumringah ,karena hadiah yang di berikan papanya adalah berupa tiket pesawat dan voucher hotel untuk honeymoon di Jogja.
"uhuk,uhuk!" Dika tersedak mendengar kata honeymoon.
"Belum juga makan beb, kok bisa tersedak? nih minum dulu!" titah Hana ,sembari menyodorkan segelas air putih.
"Ayah dan Ibu dimana? mga makan malam bersama?" tanya Dika kepada Hana
"Masih dikamar, mbok tolong panggilkan Ayah dan Ibu ya! untuk makan malam bersama.* pinta Hana. kepada asisten rumah tangga disana.
Ibu dan Ayah Dika kini sudah bergabung di meja makan,mereka makan malam bersama. Setelah menikmati makan malam ,mereka kembali ke kamar masing masing ,karena kebetulan mereka merasa masih sedikit lelah setelah acara pernikahan itu. Namun baik Dika maupun Hana ,mereka berpamitan kepada orang tua Dika untuk menuju kamar.
Sesampainya di kamar, Hana sibuk dengan hadiah hadiah yang mereka dapat dari teman,kerabat dan saudara. Berbeda dengan Dika,ia sibuk dengan ponselnya. Setelah serasa puas ,Hana memakai lingerie pemberian dari sahabatnya.
"Kenapa pakai baju kurang bahan seperti itu?" tanya Dika datar ,ia melihat penampilan Hana yang terlalu fulgar .
"Kurang bahan? ini namanya lingerie ,hadiah dari Ita sahabatku! ini adalah pakaian kebesaran untuk wanita pengantin baru beb!" jawab Hana dengan ekspresi bahagianya. Hana sangat bahagia malam ini,karena ia berharap malam ini bisa melakukan malam pertama untuk pernikahannya .
Dika segera membaringkan tubuhnya tanpa menjawab lagi ucapan Hana. Dika merasa risih akan penampilan Hana malam ini. Sedangkan Hana, ia kini sudah berada di atas ranjang dan bersiap tuk menjemput mimpinya. Sebelum itu ,ia memberi kecupan di pipi suaminya "good night beb." Dika hanya ber dehem tanpa menolak ataupun membalas memberi kecupan.
Di rumah Ririn ,seperti biasa Ririn ,Ayah dan Ibunya makan malam ber tiga karena Eka dan Intan bekerja di kota lain uang yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah makan malam ,seperti biasa mereka akan pergi ke ruang tamu sebentar hanya untuk berkumpul saling mendengarkan keseharian dari masing masing ,begitu hangat keluarga ini.
__ADS_1
"Rin,kamu ga papa? kamu baik baik saja kan?" tanya sang Ayah uang yang menghawatirkan keadaan putri bungsunya.
"Aman yah, every thing okay !" sahut Ririn sembari mengedipkan sebelah matanya dan tak lupa menampakkan seutas senyum supaya orang tuanya tidak khawatir padanya.
"Jangankan kamu yang hanya baru pacaran, di luar sana yang sudah menikah saja banyak yang cerai! mungkin Dika bukan jodohmu! jangan terlalu memikirkan itu! pikirkan masa depanmu! jangan terpuruk oleh keadaan, kamu harus kuat!" ucap sang Ibu memberi semangat pada Ririn
"Baik Bu! Ririn ga akan terpuruk dan bersedih lagi ,meski ga mudah bagi Ririn ! tetapi Ririn ingin bangkit dan menatap masa depan. Mungkin benar Dika bukan jodoh Ririn ,sekarang Ririn harus fokus untuk keberangkatan Ririn nanti,doain Ririn ya Ayah ,Ibu!" ucap Ririn menyemangati dirinya.
ia sudah bertekad tak akan menangisi keadaan ,karena takdir tak bisa dirubah. Bersyukur mereka berpisah saat masih pacaran dan belum menikah.
Setelah berkumpul ,Ririn dan orang tuanya kembali ke kamar masing masing. Ririn tidak langsung tidur,ia masih sibuk di depan layar laptopnya untuk melengkapi formulir formulir dan mengisi data untuk melengkapi keberangkatannya nanti lalu mengirimkan melalui email nya.
"Semoga tidak ada halangan! aku harus berangkat agar cita citaku sedari kecil terwujud! inilah impianku! semangat Rin! kamu pasti bisa!" ucap Ririn menyemangati dirinya sendiri. Sembari menunggu balasan email, Ririn membuka galeri foto uang yang ada di laptopnya. Disana banyak foto kenangan bersama Dika, ia menghapus satu persatu foto itu dan hanya meninggalkan beberapa foto saja yang menurutnya tidak perlu dihapus,karena ia akan melihat foto itu kembali di saat ia teringat dengan Dika.
Tiba tiba grup chat nya ada notifikasi ,dimana di grup tersebut ada Eka dan Intan. Ririn sengaja membuat grup untuk dia dan saudaranya.
Eka: apa kabar adik adik ku? 😘
Ririn: Iam fine brother
Eka : kakak mau bilang pada kalian mungkin 2 bulan lagi kakak akan mengakhiri masa lajang kakak nih 😊
Intan : wiiihhhh ada yang mau nikah nih 😁
Ririn: Beneran?
Eka: iya dong! umur kakak kan sudah kepala 3
jadi sudah cocoklah nikah haha .
Ririn: sudah bilang ke Ayah Ibu?
__ADS_1
Eka: belum,rencana weekend Kak Eka pulang langsung bicara sama Ayah Ibu.
Ririn: 2 bulan lagi ya? baguslah! karena 3 bulan lagi Ririn bakal berangkat ke Australia ,jadi Ayah Ini ga kesepian di rumah . Dan Ririn juga masih bisa melihat pernikahan Kak Eka.
Intan: jadi berangkat Rin?
Ririn ; jadi lah Siti Maemunah 😁
Intan: eeem jadi ga bisa berantem lagi nih. 😢
Ririn: emang sudah ga pernah berantem lagi kan? setelah kak Intan sudah mulai bekerja dan kos disana.
Intan: iya juga ya 😁 eeemmm kangen..
Ririn: ia lebay, belum juga berangkat 😁
Intan : 😁😁😁
Eka: Sudah dapat ijin Ayah Ibu?
Ririn: sudah kak,beliau memberi ijin,karena beliau tau inilah impianku sedari kecil.
Eka: Baguslah, baik baik disana! jaga diri.
Ririn : siap bos 😁 di tunggu transferannya untuk bekal ku kesana wahai kakak" ku tercinta 😘😜
Intan: belum juga berangkat 😜
Eka: 😀😀 siap bos kecil, ok good night , see you 🖐️
Ririn : bye 🖐️
__ADS_1
Intan ; bye 🖐️
Mungkin cerita akan di skip 😁 agar semakin seru. Para readers jangan lupa dukung terus ya 😊🙏