KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
26. Tidak ada harapan


__ADS_3

Hari ini tepat sudah satu minggu lagi adalah hari pernikahan Dika dan Hana ,namun Dika belum juga mendapat kabar dari Doni sang pemilik vila x.


"Tidak ada harapan" lirih Dika yang masih berbaring di ranjangnya sambil menatap keluar jendela ,ia tak mampu membendung bulir kristal dan akhirnya bulir kristal itu menerobos keluar membasahi mata Dika . Dika tak menyangka akan seperti ini ,dia merutuki kebodohannya ,dimana malam itu ia menemani Hana minum.


Di kediaman Hana


"Ma ,terimakasih ya! akhirnya aku dan Dika akan segera menikah ma, aku sangat bahagia karena aku akan menikah dengan pria yang ku cintai!" ucap Hana yang kini memeluk mamanya


"Mama bahagia melihat kami bahagia, rasanya baru kemarin mama menggendong mu namun seminggu lagi kami sudah akan meninggalkan mama dan hidup dengan keluarga barumu!" lirih mama Hana yang kini sudah meneteskan air matanya .


Sejujurnya mama Hana sangat khawatir jika Dika tidak akan menerima Hana dengan baik ,karena Dia tau Dika tidak mencintai Hana putrinya seperti Hana mencintai Dika .


"Semoga kamu bahagia nak dengan lelaki yang kamu cintai dan semoga Dika akan menerimamu seiring nya waktu berjalan dan harapan mama kamu akan. bahagia menjalin bahtera rumah tangga bersama Dika!" mama Hana bergumam dalam hati sembari memeluk putri kesayangannya .l


"Aku akan sangat bahagia ma !" ucap Hana meyakinkan mamanya .


"Mama percaya sayang!" jawab mamanya.


Kediaman Dika


"Dika duduklah!" titah Ayah Dika dan Dika pun menurutinya


"Dika ,Ayah ga ingin kamu menjadi pria yang tidak bertanggung jawab! Minggu depan adalah hari pernikahan kamu dan Hana ,jadi Ayah dan Ibu berharap supaya kamu mau menerima pernikahan ini . Karena malam itu sudah membuktikan bahwa kalian sudah menjalin hubungan i***m!" hardik Ayah Dika yang semakin geram melihat Dika yang setiap hari hanya diam tanpa suara dia berubah menjadi dingin.


"Dika sarapan dulu nak!" ucap Ibunya ,Ibunya paham akan perasaan Dika saat ini ,namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur dan kejadian di kamar Dika saat itu adalah bukti kuat yang menunjukkan bahwa Dika harus menikahi Hana .


"Aku akan mencari bukti itu bu,semoga Doni pemilik vila itu segera bisa mengirimkan rekaman cctv malam itu!" ucap Dika kepada Ibunya ,karena saat ini hanya Ibunya lah yang memahami keadaannya .


"Ibu percaya ! jadi segeralah dapatkan bukti itu ! apakah Ririn sudah tau pernikahan ini dan kejadian itu?" tanya Ibu perlahan ,karena dia takut jika Dika tersinggung akan ucapannya ,bagaimana pun juga Ririn kekasih Dika harus tau semua ini . Karena Ibu Dika tau bahwa Ririn dan Dika saling mencintai .


"Dika sudah jelasin semua bu,dan Ririn juga menunggu bukti kebenaran itu ! aku takut jika bukti itu tidak ku dapatkan ,maka aku akan menikahi wanita yang tidak ku cintai ,wanita yang sudah menjebakku dengan cara mengajakku minim malam itu ." lirih Dika dengan wajah sendu nya.


"Ibu mengerti apa yang kamu rasakan saat ini! berharaplah semoga bukti itu kamu dapatkan!" ucap Ibu memberi semangat kepada putra bunsunya.

__ADS_1


"aku sangat mencintai Ririn bu! aku hanya ingin menikah dengan Ririn ,wanita yang aku cintai !" Dika


"ya ,semoga saja kebenaran berpihak padamu!" ucap sang Ibu yang kini memeluk Dika dan menepuk bahunya perlahan ,seperti menyalurkan kekuatan seorang Ibu kepada anaknya .


Di dalam kamar Dika ,Dika mencoba menghubungi Doni. Namun Doni tidak menjawabnya .


"Sial,kenapa Doni tidak bisa dihubungi!"


Doni yang melihat ada sepuluh panghilan masuk dari Dika ,dia hanya mengabaikan saja dan dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu Dika .Doni pun berinisiatif menghubungi Dika .


Dika: halo Don,apakah sudah ada bukti yang kamu dapatkan? seminggu lagi pernikahan itu akan diadakan.


Doni: Maaf Dika ,saya tidak bisa membantu ,karena memang malam itu cctv di matikan total sehingga saya tidak bisa mengakses ke kamar mu!


"Dika: Bagaimana dengan staf yang membersihkan kamar ku? apakah dia mengatakan sesuatu?


Doni: oh ,ya hampir saja lupa ! staf ku bilang bahwa pagi itu tidak ada noda darah maupun bekas cairan apapun di sprei itu .


Dika: apakah kamu yakin dia mengingatnya?


Saat aku bertanya dan dia sangat bersemangat memberi kesaksian.


Diki: baik terimakasih ! ucapkan terimakasihku kepadanya!


Dika: Tidak ada harapan lagi bagiku


Doni: maaf Dika , saya tidak bisa membantu .


Dika: baik terimakasih!"


Mereka pun mengakhiri panggilan tersebut dan kini Dika menghubungi Andra dan Januarta untuk datang kerumahnya dan menemaninya mengobrol di kamar .


dua puluh menit kemudian Andra dan Januarta sudah tiba dan dia berinisiatif memesan minuman dan cemilan kepada Art Dika untuk membawanya ke kamar Dika dan art itu segera membuatkan pesanan mereka .

__ADS_1


"Tumben lo ajak kita ngumpul, ada apa bebeb Dika?" kata Andra menggoda Dika dan Baik Andra maupun Januarta mereka belum tau akan rencana pernikahan Dika dan Hana .


"Kalian mau minum apa? biar aku suruh art bikinin!" tawar Dika yang hendak berdiri memanggil art nya


"ga usah ,tadi aku dan Janu sudah pesan sendiri!" ucap Andra yang masih sibuk dengan ponselnya .


"Aku bingung! seminggu lagi aku dan Hana akan menikah!" ucap Dika yang kini menjambak rambutnya frustasi


Andra yang sibuk dengan hp nya ,awalnya tidak menghiraukan Dika namu setelah mencerna kembali dia. segera meletakkan hp nya .


"what ? menikah?" tanya Andra dan Janu bersamaan,mata mereka menatap tajam ke arah Dika untuk mencari kebenaran yang diucapkan oleh Dika


"ya ! minggu depan!" lirih Dika ,dia semakin mempererat menjambak rambutnya karena frustasi . Andra dan Janu yang melihatnya sangat heran ,baru kali ini mereka melihat Dika se kacau ini


"Bagaimana bisa? jelasin ke kami!" titah Andra yang kini mengatur posisi mereka Dika yang duduk di sofa dan Janu duduk dilantai sedangkan Andra duduk di tepi ranjang Dika .


"Malam itu saat anniversary orang tuaku!" Dika menceritakan semua kejadiannya hingga rekaman cctv yang terjeda dan mengingat itu ,kembali Dika memukul kepalanya sendiri merutuki kebodohannya .


"wah sepertinya ada yang sengaja merencanakan itu semua !" ucap Andra setelah mendengar penjelasan Dika


"Jadi tidak ada bercak darah? kemungkinan kamu dan Hana tidak melakukan itu dan kemungkinan juga Hana sudah tidak virgin lagi!" ucap Janu tanpa ceplas ceplos.


"Apa? tidak virgin? berarti dia?" tanya Dika yang baru sadar akan maksud Janu


"ya ,mungkin aja! karena tidak ada bercak darah dan dia ngotot bahwa kamu dan dia sudah ehm ehm? ya tentunya dia sudah tidak virgin bukan?". ucap Janu yang. kini mengangkat kedua bahunya mengisyaratkan kemungkinan benar bahwa Hana tidak virgin.


"Kira - kira siapa yang sudah membobolnya?" tanya Andra penasaran dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


"Jangan - jangan kamu? dulu kan kamu dan Hana sempat pacaran lama pula !" tanya Janu mengintimidasi


"gila, meski lama pacaran tetapi tidak ada rasa cinta yang aku miliki untuknya ! jadi aku pun tidak akan menyentuh wanita yang tidak aku cintai !" jawab Dika tegas


"Terus wanita yang kamu cintai itu sudah kamu sentuh?" tanya Andra dan Janu bersamaan dan mereka mengangkat kedua alisnya menunggu jawaban Dika

__ADS_1


"ga lah! aku dan Ririn tidak akan pernah menghancurkan masa depan kami meski kami saling mencintai ,kami hanya ciuman dan berpelukan saja!" jawab Dika jujur


"eh ,kirain!" ketus Andra


__ADS_2