
Setahun sudah Ririn bekerja di Negara A, kini waktunya habis masa kontrak kerjanya. Jika dia ingin memperpanjang kontrak ,ia bisa kembali lagi bekerja 2 bulan lagi. Karena pimpinan hotel tersebut sangat menyukai kinerjanya.
Besok lusa dia akan kembali ke Negara asalnya, hari ini dia akan dijemput oleh kekasihnya. Setelah kesalah pahaman Eka waktu itu, besok nya Bryan pergi ke Negara B ,tempat tinggalnya karena urusan bisnis papanya sudah selesai di Negara A.
Setelah beberapa bulan lamanya mereka berpisah, selama itu pula mereka mengobati rindu melalui panggilan video. Dan hari ini mereka akan kembali bertemu. Sebelumnya Bryan sudah menghubungi Ririn,bahwa dia yang akan menjemput Ririn dan diantarkan ke bandara lalu sampai ke Negara asalnya . Karena Bryan juga ingin mengunjungi kakinya yang tengah hamil,sudah lama mereka tidak bertemu .
Ririn pun sudah berpamitan kepada semua teman kerja dan juga atasannya di hotel itu. Kini Ririn sudah siap dengan barang - barangnya dan menunggu jemputan yang tak lain adalah kekasihnya. Mereka akan tinggal di apartemen selama 2hari ,berhubung mereka akan pergi berlibur sebelum kembali ke Negara asal Ririn. Kebetulan apartemen dan Bandara tidak begitu jauh,sehingga mereka memutuskan tinggal disana.
Mobil pun tiba di depan mes ,Ririn berdiri dan menghampiri mobil sport berwarna merah milik kekasihnya itu.
"hey beb, are you ready?" tanya Bryan kepada Ririn yang sedari tadi tersenyum melihat kedatangan nya.
"I Miss you ,really Miss you!" Bryan berlari kecil,lalu memeluk tubuh Ririn dan mengangkat lalu memutarnya di udara, mereka menumpahkan rasa rindu lewat dekapan yang erat itu.
" I Miss you too beb !" Ririn menampakkan wajah berbinar dengan senyumnya yang begitu manis sehingga membuat Bryan tak sabar ingin melu*matnya.
"Stop! not here!" Ririn menjauhkan wajah Bryan dari wajahnya ,ia tak ingin mereka berciuman di depan umum.
Bryan hanya tertawa kecil ,lalu menutup mulutnya dengan tangannya. Semua barang sudah masuk setelah mereka mengakhiri pelukan itu,kini keduanya duduk di depan. Bryan mengemudikan mobilnya dengan santai sembari terus menggenggam tangan kekasihnya,seolah tak ingin berpisah lagi.
Tiba di apartemen, mereka masuk . Jangan tanya lagi ,sudah pasti Bryan lah yang membawa barang - barang milik Ririn, sedangkan pemiliknya hanya membawa tas jinjing dan tas ranselnya saja.
"Huh ,capeknya!" gerutu Ririn yang sudah duduk di sofa kemudian meregangkan otot ototnya .
"Capek? hey look at me darling! you see? what I do now?" keluh Bryan yang tak terima mendengar keluhan Ririn yang sebenarnya ia lah yang pegal membawa barang - barang Ririn.
" ha ,ha ha ! " tawa kecil Ririn membuat Bryan semakin gemas, saat Bryan hendak mendekat dan sudah menjatuhkan pantatnya di sof sebelah Ririn duduk tadi, Ririn bergegas bangkit untuk menghindar dan beralasan ingin membuat minuman untuk mereka berdua.
__ADS_1
"hmmmm !" Bryan berdehem melihat Ririn yang seolah ia tau,saat ini Ririn ingin menghindarinya.
Minuman yang Ririn buat adalah teh hangat dengan ekstra jahe dan lemon, ia membuat dua cangkir yaitu untuknya dan Bryan.
"Ini untukmu beb, diminum ya!" Ririn tersenyum lalu mengerlingkan matanya ,seolah mengerjai Bryan yang sedari tadi cemberut karena ingin berdekatan dengan dirinya. Namun Ririn malah berbuat aneh, kini ia duduk di sofa seberang yang membuat Bryan semakin merajuk.
" darling , eh you seat there? why not me ,beside of me hemmm?" Bryan bangkit dari duduknya lalu berpindah ke sofa sebelah Ririn. Kini Bryan sudah duduk ,melingkarkan tangannya di pinggul kekasihnya itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih.
"Kita jalan jalan yuk! lusa kan aku sudah back home ,so kapan lagi bisa jalan - jalan disini ,berkunjung ke tempat indah di Negara ini?" Ririn hendak bangkit ,lalu tangan nya di tarik oleh Bryan sehingga Ririn terjatuh dan menubruk dada bidang Bryan .
Deg deg deg detak jantung mereka saling beradu,tatapan keduanya saling mengunci. kini Ririn berada di atas dada bidang pria itu.
Dari sana tercium aroma maskulin yang membuat Indra penciuman Ririn mendekat semakin menempel di dada bidang itu.
Mata Ririn terpejam ketika mendengar deru nafas Bryan tepat di telinganya sehingga membuat Ririn merinding. Segera Ririn ingin menghindar ,namun sebaliknya. Bryan justru menahan posisi Ririn yang kini berada di di pangkuannya.
"Miss you too ! cup." Ririn pun memberi kecupan sekilas di bibir Bryan ,kini ia tersenyum malu ,ia malu akan tingkahnya yang tak bisa menahan diri karena rasa rindunya yang menggebu.
Rindu mereka sangat berat.
(maka dari itu jangan rindu, rindu itu berat ๐hehe peace ๐ author).
" may I kiss you ?" bisik Bryan di telinga Ririn ,dan Ririn pun mengangguk .
Mereka menempelkan bibir mereka ,bergantian memberi kecupan, semakin lama semakin mendalam dan memanas. Meski suasana di apartemen itu sebenarnya dingin karena AC dan cuaca ,namun mereka justru merasakan panas karena mereka berc*Umbu saling memb*elit lidah.
skip saja
__ADS_1
Setelah melepaskan rasa rindu yang berbulan bulan ,kini rindu mereka sudah terobati. Mereka pun pergi ke tempat tempat indah menikmati suasana di Negara itu.
Bryan selalu mengabadikan momen wanita yang ia cintai itu, setiap gerakan yang serasa menggemaskan menurutnya ,ia segera membidik camera nya. sehingga memory card miliknya lebih banyak foto Ririn ketimbang foto dirinya sendiri.
"Are you happy?" tanya Bryan sembari merangkul bahu Ririn lalu mengecup pipi Ririn.
"Yes I am happy ,really happy !" sahut Ririn dengan wajahnya yang berbinar, ia akan menikmati momen ini. Karena ia tak yakin ,akankah kedua orang tuanya memberinya ijin untuk bekerja lagi di Negara ini . Karena 1 tahun ini sudah terasa 10tahun bagi orang tua Ririn.
"I am hungry , we go to take eat and than we go to another place ,ok?" Bryan memegang perutnya yang sudah terasa lapar , ia tak sempat makan siang karena menuruti keinginan Ririn untuk berkunjung ke tempat - tempat yang Ririn inginkan.
"Ooh ,sorry ! ok we take eat now!" sahut Ririn yang baru menyadari karena ulahnya sehingga kekasihnya menahan lapar sedari tadi.
Mereka menuju restoran untuk mengisi perut mereka ,sembari menunggu pesanan mereka. Bryan memperlihatkan foto - foto mereka ,tepatnya lebih banyak foto Ririn. Ririn pun bersemangat melihat foto foto itu ,terlihat wajah Ririn yang sangat gembira ,terpancar kebahagiaan di wajahnya itu. Bryan yang melihatnya hanya bisa tersenyum dalam diam.
"I am promise ,Will make you always happy and smile , i Will never hurt you!" gumam Bryan yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri.
"Thank you very much beibeh!" Ririn sangat gembira dan bahagia melihat foto fotonya ,lalu ia memeluk kekasihnya itu karena pria itu sudah mampu membuatnya kembali tersenyum dan bahagia.
Malam pun semakin larut ,mereka sudah kembali ke apartemen. Seperti biasa mereka akan tidur di kamar yang berbeda ,namun Bryan tak rela membiarkan wanitanya tidur sendiri karena kejadian waktu itu .
"We sleep on one room! I Will not touch you please! " Bryan meminta supaya Ririn mau tidur sekamar dengannya ,bukan karena modus. Tetapi ia takut akan kejadian waktu itu.
"No, we are not married ! so we can not sleep on one room!" sahut Ririn menolak secara halus dan memberikan peringatan.
"Ok than i can call my parent and you parent , we do married now! hmmm " Bryan bersungguh sungguh akan menikahi Ririn , Ririn pun tertawa melihat tingkah kekasihnya itu. Lalu kemudian ia me dekat dan memberi kecupan di bibir Bryan .
"Wait the time ,when we are ready than we talk about that." Ririn menyuruh Bryan supaya bersabar ,karena pernikahan bukanlah main - main . ia ingin menikah hanya sekali dalam hidupnya dan dia akan menyerahkan dirinya kepada suaminya yang benar benar mencintai dan menghormati nya sebagai wanita.
__ADS_1
Bryan hanya tersenyum dan tak lagi memaksakan keinginannya. Karena memang Bryan tak ingin membuat Ririn merasa tertekan karena paksaannya. Akhirnya mereka tidur di kamar yang berbeda .