
Dika sudah kembali ke rumahnya ,ia tidak mendapati istrinya dirumah. Merasa lega karena tidak perlu menghindar lagi,ia segera masuk ke kamar dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah mandi ,Dika kembali ke kamarnya untuk memakai pakaiannya. Betapa terkejutnya Dika yang mendapati Hana Kimi sudah berada di ranjangnya terlentang menggunakan pakaian yang minim.
"Glekkk" Hana menelan salivanya ,tanpa mengedipkan mata ,ia menatap roti sobek yang tercetak di perut suaminya yang masih basah oleh tetesan rambut pria itu. Tanpa rasa malu Hana mendekati Dika sang suami ,ia sangat tergoda akan ketampanan Dika ,apalagi dalam keadaan setelah mandi. Begitu fresh, aroma sabun pria dan Dika terlihat maskulin di depan Hana.
"Stop!" ucap Dika tegas ,yang tau akan maksud dan tujuan Hana ,wanita yang kini menjadi istrinya.
"Kenapa? kita kan suami istri,dulu saat kita pacaran juga sering ciuman." terang Hana yang berlagak sok manja di hadapan Dika dengan mengkrucutkan bibirnya.
Tak bisa dipungkiri Hana dan Dika memang pernah menjalin hubungan sebagai kekasih, mereka sudah dewasa,mereka juga sudah paham akan ciuman yang wajar dilakukan oleh sepasang kekasih. Namun hubungan mereka merenggang setelah Dika tau bahwa Hana sering Gonta ganti pacar di tempat kuliahnya. Itulah sebab kenapa Dika sudah tidak begitu mencintai Hana. Disaat Dika sudah mendapatkan pengganti yaitu Ririn ,justru Hana kembali datang menghancurkan hubungan mereka.
"cup". Hana langsung memberi kecupan ke bibir Dika yang sedikit basah karena tetesan air dari rambutnya yang sedikit basah.
"Jangan mancing! keluar sana ,aku mau ganti baju!" titah Dika yang tak ingin membalas kecupan sang istri.
"Ga mau ah, aku mau tidur beb! capek tadi dari perusahaan papa,sambil nunggu makan malam hehe." Tanpa merasa bersalah Hana kembali ke ranjang merebahkan tubuhnya yang berasa lelah karena seharian ini dia di tugaskan untuk memulai karirnya di perusahaan papanya,karena dia anak tunggal dan sudah menikah. Maka mau ga mau dia harus siap mempelajari semua tentang perusahaan papanya.
"Hem,istirahat sana,aku mau keluar ketemu mama." jawab Dika, ia tak mau membuat istrinya merasa tersakiti oleh tingkah dan ucapannya,karena ia akan mulai menerima Hana sebagai istrinya sesuai pesan Ririn ,wanita yang masih menjadi primadona dihatinya sampai saat ini.
__ADS_1
"Kirain mau keluar ." Suara Hana sengaja tercekat ,karena ia ingin menggoda sang suami ,lalu ia mengerlingkan satu matanya memberi kode bahwa dia sudah siap.
"Apaan sih, udah tidur sana!" Dika segera keluar dari kamarnya ,sebelum itu dia melempar handuk yang tadi ia gunakan ke arah sofa.
"Ku rasa masih ada aku di hatimu dan perlahan kita akan bisa seperti dulu! aku akan sabar dan berusaha merebut hatimu kembali!" gumam Hana yang kini mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar sebelum waktu makan malam tiba.
"Ibu ,boleh Dika masuk?" tanya Dika di balik pintu kamar Ibunya.
"Iya nak! buka saja pintunya!" jawab sang Ibu
"Bagaimana keadaan Ririn dan keluarganya? apakah mereka baik - baik saja?" tanya Bu Astuti kepada Dika ,karena Bu Astuti tau kemana Dika pergi.
"Baguslah jika mereka bisa menerimanya! bagaimana hubungan mu dengan Ririn?" Bu Astuti kembali bertanya secara perlahan sembari mengusap lembut kepala sang anak
"Ririn sangat terpukul! dia masih sedih,tetapi dia merelakan mengakhiri hubungan kami karena ia ingin Dika menjadi pria yang bertanggung jawab dan kini kami sudah menjadi teman!" jawab Dika yang masih terlihat sendu, terlihat punggungnya terguncang. Itu menandakan bahwa sekarang ia menangis.
"Yang tabah! benar kata Ririn dan keluarganya, kamu harus menjadi pria yang bertanggung jawab nak! Ibu ikut sedih mengetahui kisah cinta kamu antara Kamu,Ririn dan Hana. Semoga kamu bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan Hana sampai maut memisahkan!" pinta sang Ibu kepada anak lelakinya.
__ADS_1
"Baik Bu, Dika akan coba menjalanin pernikahan ini, mencoba menerima Hana sebagai istri! Doa dan restuin Dika ya! meski Dika belum bisa melupakan Ririn saat ini." Dika perlahan berhenti terisak,karena baginya lebih baik menatap masa depan daripada harus berlarut menyesali masa lalu. Dika juga selalu teringat akan pesan Ririn, dia tak ingin disebut sebagai orang ke3 hanya karena Dika tidak bisa menerima Hana sebagai istrinya ,meski semua orang tahu bahwa Hana lah orang ke 3 dari hubungan Dika dan Ririn.
"Sudah ,siap - siap sana! kita makan malam bersama, panggil istrimu jangan sampai dia mengadu ke papa mama nya bahwa suaminya tidak memperdulikannya disini. Nanti Ayahmu marah !" titah Bu Astuti memerintahkan putranya dengan sedikit gelak tawa untuk mengalihkan kesedihan Dika.
"Siap bos!" ucap Dika sembari membungkukkan badannya sebagai hormatnya lalu ia tersenyum.
"Syukurlah Dika sudah bisa bersikap dewasa dan Ririn sudah bisa mengarahkan yang baik kepada Dika." Bu Astuti bergumam sendiri melihat kepergian Dika menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Dika tidak mendapati istrinya di ranjang. Lalu pandangannya beralih ke pintu kamar mandi,terdengar rintikan air shower. Berarti Hana masih mandi ,pikir Dika. Lalu Dika duduk dioda sembari menunggu sang istri selesai mandi. Dika memainkan ponselnya ,lalu melihat schedule nya untuk 2hari kedepan. Karena dia masih mengbil cuti untuk acara pernikahannya.
"Lama banget mandinya, siap - siap kita makan malam! Ayah Ibu sudah nunggu di bawah!" ucap Dika yang menyadari Hana sudah keluar dari kamar mandi, tanpa memandang istrinya,ia masih fokus ke layar ponselnya.
"Iya ,iya kayak gau tau cewek aja." Sahut Hana sedikit kesal. Setelah siap,mereka berdua menuju meja makan dan benar saja orang tua Dika sudah menunggunya di meja makan. Kak Arta ,istri dan anaknya sudah kembali kerumahnya tadi pagi,jadi hanya ada Dika,Hana,Ayah dan Ibunya saja di rumah itu.
Makan malam pun berjalan lancar ,setelah itu mereka menuju kamar masing masing ,karena pengantin baru membutuhkan waktu berdua .
apakah malam ini adalah malam pertama Hana dan Dika??? kasi tau ga ya???
__ADS_1
dukung terus cerita ini 🙏