KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
42. Perpisahan antara 2 keluarga


__ADS_3

Pagi yang indah masih di suasana hotel, dentuman music De'gung sayup - sayup terdengar dari arah restauran. Para penghuni hotel dimanjakan oleh suasana hamparan sawah dan kicauan burung . Di taman, pria setengah bule itu tengah bertelanjang dada ,ia melakukan aktifitas seperti biasa yaitu berolahraga kecil. ya ,tak salah jika Bryan terlihat gagah karena rajin berolahraga. Terpampang jelas otot perutnya yang terbentuk six pack ,ia berlari di tempat ,lalu **** up dan gerakan lainnya.


Di kamar Ririn,ia tengah merapikan barang - barangnya,karena hari ini mereka akan check out dari hotel. Ririn dan Intan sudah terlihat rapi ,cantik dan segar pagi ini. Mereka tak ingin anggota keluarga yang lain menunggu mereka,maka sebab itu mereka bersiap mendahului .


Berbeda dengan di kamar pengantin, dua pasang berbeda gender itu tengah asik berada di bawah selimut,tubuh mereka masih polos hanya bagian bawah saja sudah terbungkus oleh kain berbentuk segitiga . Setelah menikmati ma *lam pertamanya yang entah berapa kali itu, mereka kelelahan dan tertidur lelap saling me* meluk erat. Si pria akhirnya menguap dan membuka matanya, senyuman terukir di wajahnya setelah melihat wanita disebelah masih memeluknya .


Cup "morning kiss" gumam Eka yang sedikit terdengar di telinga Fransisca,lalu Fransisca menyunggingkan senyumnya dan menatap Eka ,lalu berucap "morning baby, I am so happy we are together!" ucap Fransisca. Manik mata mereka beradu seper sekian menit ,saling menyiratkan rasa bahagia karena sudah saling memiliki. Kembali Eka memberi kecupan di bi*bir istrinya.


"Kita mandi dulu,lalu bersiap! bentar lagi papa mama kamu akan ke Bandara, takutnya nanti kita kebablasan dan tidak bisa antar mereka." Eka mengajak sang istri untuk bangkit dari ranjang yang masih tercium aroma mawar itu ,namun istrinya kembali melingkarkan tangannya ke perut Eka sehingga mau tak mau Eka menggelitik istrinya supaya bangun dan segera bersiap.


"stop baby ! stop,ok i Will a wake and we take a shower together." pinta Fransisca mencoba menghentikan tingkah usil suaminya . Akhirnya mereka mandi bersama, setelah itu bersiap . Serasa sudah rapi dan wangi ,mereka juga merapikan dan mengemas barang - barang mereka. Sebab pagi ini setelah sarapan bersama, mereka langsung check out dan mengantar keluarga Fransisca ke Bandara.


Kedua anggota keluarga itu kini sudah berkumpul di restoran untuk sarapan,, setelah sarapan mereka berbincang dan saling berpamitan. Karena sebentar lagi keluarga Fransisca akan terbang ke Negaranya, sedangkan Fransisca dan Eka akan menginap 2hari di rumah keluarga Eka.


"Mr. Bradero ,maaf saya dan keluarga tidak bisa mengantar anda ke Bandara! Eka yang akan mengantar anda!" Kata Ayah Eka kepada besannya.

__ADS_1


"i'ts ok pak Oka , anda kembali ke rumah biar Eka dan Fransisca yang akan mengantar kami ! titip putri saya disini sekarang sudah menjadi putri pak Oka juga !" jawab Mr. Bradero ,lalu mereka berpelukan dan bersalaman . Kedua anggota keluarga itu melakukan hal yang sama saling bersalaman untuk perpisahan antara ke 2 keluarga tersebut.


"Rin, you joint with us go to Bandara?" tanya Bryan kepada Ririn dan tentu saja di dengar oleh seluruh anggota keluarga yang masih berdiri dan berkumpul di lobby hotel.


"eeem, no ! sorry, aku tidak bisa ,karena ada urusan!" sahut Ririn menolak dan ber alasan. Eka yang tau betul akan sifat adiknya dan juga adik iparnya ,lalu ia mencoba merayu Ririn agar mau ikut dan Bryan mempunyai kesempatan untuk mengobrol lebih banyak bersama Ririn nanti saat perjalanan ke Bandara.


"Rin ikut yuk! biar makin seru, kasian kan nanti kakak ipar mu kesepian saat balik dari Bandara, biar ga sedih istri kakak nanti ! mau ya ikut?" ucap Eka,lalu ia menyenggol lengan sang istri dan mengangkat alis lalu mengarahkan bola matanya ke arah Ririn dan Bryan. Fransisca paham akan niat suaminya ,lalu ia pun bersuara.


"Ririn ,please joint ya! I need you for talking latter after drop then to Bandara ,please!" pinta Fransisca sembari mengatupkan kedua telapak tangannya untuk memohon supaya Ririn mau ikut bersama mereka. Awalnya Ririn sudah menolak dan beralasan secara halus, namun Mr. Bradero dan istrinya menyayangkan akan keinginan putranya ,mereka pun ikut bersuara ,supaya Ririn mau ikut bersama mereka ke Bandara.


Tidak bisa mengelak lagi, Ririn pun memenuhi permintaan dari keluarga kakak iparnya itu.


"you look at there ,ITS so beautiful !" ucap Bryan menunjuk ke luar jendela mobil ,disana ia dan Ririn mengarahkan matanya untuk melihat hamparan sawah yang tengah di terbangi ratusan burung di atas padi yang menguning. Segera Bryan mengambil kameranya lalu mengambil foto pemandangan itu dan Ririn menoleh menampakkan senyum manisnya, tentu saja Bryan tak mau melewatkan kesempatan itu,ia pun mengambil foto Ririn yang tengah menyunggingkan senyum ke arahnya dengan back ground hamparan padi itu,tanpa sepengetahuan Ririn.


Bryan terus saja menautkan kan jemarinya da jemari Ririn ,seolah tak ingin melepasnya sebelum sampai di Bandara. Ririn sudah mencoba melepasnya dengan alasan ingin membenahi rambutnya namun di tolak oleh Bryan " keep this time for the moments please!" ucap Bryan ,lalu ia membenahi rambut Ririn dan menyelipkan di balik telinga Ririn.

__ADS_1


Ririn merasakan getaran di dadanya entah itu karena salting atau karena ia sudah mulai bisa membuka hatinya? hanya Ririn yang bisa merasakan dan mengetahui itu.


"I wish we can meet again soon!" lirih Bryan dengan tatapan penuh harap.


"of course we can meet again, because now we are family!" jawab Ririn yang selalu menyebut karena keluarga,ia tak ingin memberi harapan lebih kepada Bryan ,Ririn sudah dewasa ia tau betul akan sikap Bryan padanya ,namun ia akan melihat seberapa besar usaha Bryan untuk mendapatkan hatinya.


" I am so sad,!" ucap Bryan sembari mengelus lembut tangan Ririn


"Don't be sad Bry we can talk again by vc or chat. Aku juga bakalan berangkat bulan depan ke Negara A ,karena aku akan bekerja disana." Ririn memberi tahu keberangkatannya kepada Bryan, entah apa yang menyuruhnya harus mengatakan itu ,ia pun tak mengerti.


"Are you sure? maeby we can meet there ,let me know the address!" pinta Bryan bersemangat, lalu Ririn tersenyum dan mendapatkan wajahnya ke arah Bryan yang membuat Bryan salting lalu memejamkan matanya. Awalnya Bryan berfikir bahwa Ririn akan menciumnya ,namun itu salah .Ririn kini menatap wajah Bryan dan tertawa kecil ,lalu mendekatkan bibirnya di telinga Bryan " that ia secret !" ucap Ririn, lalu Bryan membuka matanya dan menutup wajahnya dengan tangan dan berkata " I thing you want give me a kiss!" ujar Bryan sembari tertawa kecil ,lalu Ririn memukul pelan kepala Bryan.


Ririn dan Bryan sibuk dengan obrolan mereka ,tanpa mereka sadari sedari tadi ada 4 pasang mata yang memperhatikan mereka dari spion mobil uang terpasang di atas. Eka yang sepintas melihat senyum adiknya yang kembali berbinar ,kini ia lega karena adiknya sudah bisa tersenyum sebahagia itu setelah putus dari Dika. Eka tau hubungan antara Dika dan Ririn sudah berakhir dari cerita Ibunya.


Papa dan mama Bryan pun ikut senyum melihat tingkah putranya di jok belakang,namun mereka tak mau mengganggu obrolan kedua remaja itu. Tak terasa mereka sudah sampai Bandara.

__ADS_1


Author berharap nya Ririn sama Bryan aja ,yang sudah bucin dari awal 😁😁


Readers berharap yang sama juga ga?


__ADS_2