
Satu Minggu sudah Ririn bekerja di Hotel itu, hotel terbesar ke 3 di Negara A. Menjadi kebanggaan terbesar bagi Ririn ,karena sudah di terima bekerja dan bergabung ke perusahaan yang di bidang perhotelan . Apalagi ia mendapatkan posisi di bagian Front office dengan gaji yang lumayan besar perbulannya, jika di Negaranya ia mampu membeli 1 unit sepeda motor Sc\*\*\*py keluaran terbaru setiap bulannya,belum lagi di tambah dengan bonus bulanan dan tunjangan tahunan.
Ririn sangat menikmati pekerjaannya tanpa keluh kesah, ia sangat bersemangat dan mengerjakan tugasnya tepat waktu tanpa ada kendala. ia selalu menyiapkan apapun 15 menit sebelum waktunya tiba sehingga saat waktu itu tidak lagi mengejarnya. Kini di hotel tersebut sudah mempersiapkan penyambutan pemilik hotel , Manager menyerahkan semua penyambutan itu kepada Ririn dan juga team nya.
Semua sudah siap,tinggal menunggu kedatangan pemilik hotel. Seketika Ririn permisi untuk pergi ke toilet sebelum pemilik hotel itu datang,segera ia mempersiapkan diri dan melihat sekilas penampilannya di pantulan cermin.
Mobil iring - iringan pemilik hotel sudah tiba di depan lobby, Ririn berjalan mendekatkan diri,lalu membungkukkan sedikit punggungnya pertanda memberi hormat ,lalu mengatupkan kedua tangannya di depan dada sebagai kehormatan untuk menyambut owner hotel. Setelah itu Ririn memasangkan kalung bunga ke leher wanita yang sudah berumur namun masih terlihat energik, dengan senyum manis yang tulus ,Ririn mempersilahkan wanita paruh baya itu masuk.
Kemudian mobil ke dua , setelah pintu di buka ,Ririn melihat kaki uang memakai sepatu lelaki hendak menuruni mobil " mungkin itu suaminya atau putranya" gumam Ririn yang sudah menampakkan senyuman menghiasi wajah cantiknya. Ririn segera ingin memakaikan kalung bunga kepada pria itu,namun pria itu memalingkan wajahnya kearah uang lain. Saat sudah berada persisi di hadapan Ririn ,lalu pria itu berbalik dan kini manik mata mereka bertemu seper sekian detik. "kak Novan?" lirih Ririn tapi tak terdengar oleh siapa pun, n
Novan paham akan arti dari tatapan Ririn lalu ia sedikit mengangguk dan tersenyum untuk membalas senyum Ririn. Ririn tetap profesional dalam pekerjaannya ,meski ia sudah mengenal cucu dari pemilik hotel tersebut.
"Selamat datang Nyonya Ningrum!" sapa sang Manager menyambut owner hotel itu,dan wanita itu pun menganggukkan kepalanya pertanda beliau menerima sambutan sang Manager. Lalu muncullah seorang Pria dari belakang Nya Ningrum
"Ini Novan cucu saya! dia yang akan mewarisi saham saya nantinya !" ucap Ningrum dengan seutas senyum dan menepuk pelan bahu cucu kesayangannya.
"Selamat pagi tuan Novan,selamat datang di hotel ini!" sapa sang Manager ramah dan sopan.
"Oh,jadi kak Novan cucunya pemilik hotel ini!" gumam Ririn yang kini tengah menatap ke arah Novan namun yang ti tatap malah menunjukkan wajah datarnya dengan ekspresi dingin.
Novan selalu berubah menjadi datar disaat Oma ataupun papa mamanya memperkenalkan dirinya saat pertemuan bisnis keluarganya. Novan tak ingin menampakkan kekonyolannya di hadapan. para karyawan perusahaan keluarganya ,agar mereka menjaga batasan dan tidak berani mendekatinya hanya karena ia adalah pewaris keluarganya.
"Mari silahkan! kami sudah menyiapkan makan siang yang special di restoran two tower .!" ucap Sang Manager mempersilahkan bos dan cucu bosnya itu
NB: sengaja saya menggunakan bahasa Indonesia, karena disini di ceritakan bahwa pemilik hotel tersebut adalah orang dari Indonesia uang yang sering menggunakan Bahasa Indonesia ,dan juga sebagian besar hotel tersebut sengaja merekrut karyawan dari Negara asal pemilik. So percakapan lebih banyak memakai Bahasa.
Sambutan sudah berjalan lancar dan makan siang pun telah usai,tentunya dengan pelayanan uang extra special dengan menu Negara asalnya. Karena kedatangan owner itu ke hotel ,adalah untuk menikmati menu dari Negaranya uang sangat ia rindukan,sekalian membawa cucu kesayangannya untuk mengetahui hotel tersebut.
"Oma ,boleh ga Novan nginep di hotel ini 1 malam saja?" tanya Novan sebelum Omanya bangkit dari kursi yang tadi beliau duduki.
"Boleh, berapa malam pun kamu bisa menginap disini!" ucap sang Oma yang selalu saja memanjakan cucunya.
"Oh ya Manager, apakah Mr.. Bradero akan berkunjung juga hari ini?" tanya Ningrum kepada manager hotel yang masih setia berdiri di dekat nya.
"Menurut informasi yang saya terima ,Mr Bradero akan berkunjung bulan depan ,karena beliau juga akan memperkenalkan putranya di hotel ini." jawab manager dengan sopan
"Baguslah ! mungkin kami akan mengatur waktu supaya bisa datang berkunjung bersamaan ." lirih Ningrum sembari bangkit dari kursi nya.
__ADS_1
"Sediakan presiden suite untuk cucu saya! karena dia akan menginap disini malam ini ! dan berikan pelayanan terbaik untuknya!" titah Ningrum memberi tugas kepada managernya.
"Baik Nyonya! akan kami laksanakan dengan senang hati!" jawab sang manager.
"Ririn,tolong hubungi Room departemen untuk menyiapkan Presiden suite untuk Tuan Novan! karena beliau akan menginap disini malam ini!" Manager memerintahkan Ririn untuk mempersiapkan semuanya dan Ririn pun segera menjalankan tugasnya. Tidak sampai disana saja ,Ririn selalu turun tangan untuk melihat dan memastikan kenyamanan di setiap kamar yang sudah di booking. Apalagi sekarang ini yang akan menginap adalah cucu dari pemilik hotel.
"Permisi pak manager,kamar sudah siap dan saya sudah mengecek semuanya dan perfect !" ucap Ririn antusias.
"Bagus! good job!" ucap manager sembari mengacungkan jempolnya ke arah Ririn
"Permisi tuan Novan! mari ikut saya,saya akan mengantarkan anda ke presiden suite yang ada di hotel ini! semoga istirahat Anda menyenangkan!" ucap Manager dengan. ramah.
"Bisa kah wanita itu yang mengantarkan saya ke Kamar saya? kebetulan saya mengenalnya ,jadi anda bisa menyapa tamu yang lainnya!" pinta Novan dengan nada datarnya.
"Baiklah,saya akan panggilkan Ririn!" manager meninggalkan Novan lalu berjalan mendekati Ririn dan menyampaikan apa yang diinginkan oleh cucu bosnya.
"Baiklah pak manager! saya akan menjalankan tugas saya dengan baik !" jawab Ririn sopan ,kemudian berjalan mendekati Novan uang masih duduk di sofa.
"Permisi tuan! mari saya antar anda ke presiden suite !" ucap Ririn sopan, tak lupa selalu mendoakan seutas senyum ,meski saat ini ia merasa bahwa Novan tengah mengerjainya.
Sepeninggalan Ririn dan Novan , ada bisik bisik yang tak enak di dengar ,ada yang mencibir,ada yang berfikiran negatif dan lain sebagainya tau kan karyawan +62 😊 Meski di luar Negar tetapi mereka masih saja bergosip namun tidak begitu parah.
Anggi: jika sitik aja, kan kata manager tadi karena tuan Novan mengenal Ririn.
Anggun: mungkin dia meng**goda tun Noav ?
Anggi: kayaknya ga,Ririn gadis baik baik dan dia selalu profesional dalam bekerja.
Indri: emang sih profesional ,tapi?
Anggun: tapi apa? kamu tau sesuatu?
Indri:ga ,mungkin aku sudah salah menilai.
Anggi: nah gitu dong,menyadari kesalahan! kita harus berfikir positif! jangan seuzon dulu! kita sekarang lagi berada dan bekerja di Negeri orang ,jadi harus saling support bukan saling menghakimi,menjelekkan dan sebagainya.
Indri: nah itu baru bener! sorry aku tadi salah
__ADS_1
Anggun: ya sorry,aku juga salah.
Mereka pun kembali bekerja melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi. kembali ke Ririn dan Novan. yang sudah memasuki lift untuk menuju presiden suite .
.
" Rin kamu pulang jam berapa?" tanya Novan yang kini menyandarkan tubuhnya ke dinding lift sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Saya pulang jam berapa bukan urusan anda tuan Novan!" jawab Ririn dengan menekankan nada saat menyebut tuan.
"Formal amat ,kayak ga pernah kenal aja!" Novan sedikit cemberut mendapati Ririn yang begitu serius.
"Maaf tuan! saya masih dalam jam kerja,jadi saya harus profesional,meski kita sudah kenal! " ucap Ririn dengan posisi menghadap ke depan.
"Iya tau deh! pulang jam berapa? nanti aku jemput mau ajak kamu jalan - jalan di Negara ini! kamu pasti belum sempat kan? mumpung pria tampan di hadapanmu ini lagi berbaik hati hehe!" Novan cengengesan ,karena Ririn saat ini begitu formal dan datar ,ya ga salah juga karena ini masih jam kerja. Novan pun melakukan hal uang sama saat ada pertemuan dan saat jam kerja masih berlanjut.
"Aku suka kamu ,cantik manis oh bidadari tak bersayap ku!" gumam Novan yang terdengar samar di telinga Ririn.
Pintu lift terbuka ,kini Ririn melangkahkan kakinya menuju presiden suite dan Novan mengikutinya dari arah belakang. Sesampainya di depan pintu ,Ririn membuka pintu dan mempersilahkan Novan untuk masuk,lalu Ririn pun ikut masuk untuk mengantar Novan melihat sekitar kamar.
Lalu Ririn duduk di sofa dan berkata.
"kak Novan ,nanti Ririn pulang jam 17:00 janji antar Ririn main ya!" pinta Ririn sembari mengedipkan matanya. Novan melirik Ririn yang kini begitu santai tidak seperti saat di perjalanan menuju presiden suite.
"Kok bisa beda gitu? tadi aja dingin,kenapa sekarang seperti ini hah?" tanya Novan yang penasaran lalu ia pun duduk di sofa seberang Ririn.
"iiis kak Novan ga taunya? di setiap lift dan di setiap lorong ada cctv ,jadi Ririn tak ingin citra kinerja Ririn terlihat buruk saat mengantar kak Novan." Ririn menjelaskan panjang lebar.
"Lalu di kamar ini ga ada gitu?" tanya Novan yang memang tidak tau akan hal itu ,karena ini kali ke dua ia datang ke hotel ini. Pertama saat dia lulus SMA
"Kalau di kamar sengaja tidak di isi cct v supaya para tamu tidak resah dan juga ga mungkin kan pasang cctv di kamar ." cetus Ririn yang baru sadar akan kekonyolan Novan yang kini sudah kambuh lagi.
"iya ya ,be be!" ucap Novan cengengesan.
"Tugas saya sudah selesai tuan Novan! saya pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaan saya! dan ingat nanti tugas anda mengantarkan saya ke tempat yang bagus terimakasih dan permisi!" ucap Ririn yang kembali formal dan membuat Novan semakin kesal .
"Terus aku jemput dimana? " tanya Novan sedikit berteriak karena Ririn sudah keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Namun Ririn tak mengindahkan pertanyaan Novan,dan pergi begitu saja. Karena nanti Ririn mengirimkan alamat kepada Novan ,Ririn sudah tau no hp Novan dari kalanya.