
Setelah seharian di rumah, hanya makan tidur ,makan tidur itu yang terulang dari pagi hingga sore. Baik Hana maupun Dika mereka enggan bepergian,lebih baik mereka menghabiskan waktu di rumah. Karena jarang sekali mereka bisa berkumpul seharian.
"Beb, besok kamu kerja?" tanya Hana sembari membalik lembar demi lembar majalah fashion yang ia pangku .
"hmm ,kenapa?" tanya Dika balik, ia juga sibuk membalik majalah bisnis, karena ia ingin mempelajari dulu sebelum terjun ke dunia bisnis .
" ohh, kirain masih off! pingin deh diantar kamu ke toko perhiasan yang ada di mall kota A!" Hana menampilkan senyumnya dan terlihat ada harapan di manik mata Hana.
"Minggu depan saja ,pas aku off lagi ya !" jawab Dika meyakinkan.
"oke lah! thanks!" Hana senang mendengar jawaban dari suaminya,meski Minggu depan ,setidaknya suaminya sudah berlaku baik terhadapnya! berbeda saat awal pernikahannya .
Malam pun berlalu, dimana setiap makhluk akan beristirahat dan menuju ke alam mimpi, dan berharap supaya esok mampu membuka mata menikmati indahnya penampakan sang Surya dan bisa menghirup udara yang segar.
Dika kembali ke aktifitasnya di posisi yang. masih sama seperti kemarin. Dengan kemampuan dan cekatan ia menyelesaikan tugasnya tanpa hambatan .Dika juga sudah mengajukan surat pengunduran dirinya supaya pihak hotel bisa mencari penggantinya sebelum ia tanda tangan.
" Kak Dika nanti istirahat kita makan di cafe x yuk!" pinta Gita yang kini merajuk di lengan Dika. Tino yang berada di mejanya merasa canggung melihat tingkah Gita , seorang anak trening yang tengah merajuk manja kepada kakak senior. Dimana senior itu sudah menyandang gelar status suami sah.
"Ekh,Hem!" sela Tino yang membuat Dika dan Gita menoleh.
" ajak kak Tino saja Gita! kakak sudah ada janji sama istri kakak!" elak Dika beralasan.
"ohhh males ah! pinginnya sama kak Dika!" gerutu Gita dengan menampakkan muka masamnya.
Tino yang melihat itu hanya bisa geleng " kepala. Tino tau jika Gita ini adalah gadis yang nekat,sehingga diapun enggan untuk dekat dengan Gita. Karena Tino takut jika Gita akan membuat masalah dengan kekasihnya.
Jam makan siang tiba,Dika bargegas keluar ,namun tangannya di tarik oleh Gita sehingga tubuhnya oleng dan menubruk tubuh Gita ,tanpa sadar tangan yang satunya menyentuh benda kenyal milik Gita.
"aye!" pekik Gita ,lalu menggigit bibir bawahnya yang membuat Dika terkesima akan ulah Gita.
"Gi*la nih cewek! benda ke*nyak itu besar? ahhh apa yang aku pikirkan?" gumam Dika yang kini ju*niornya menegang.
"cup" Gita begitu nekat ,ia memberikan kecupan di bibir Dika . Lalu ia bangun dan beranjak menuju ruang istirahat untuk para staf office ,tak lupa ia menarik tangan Dika dan membawanya ikut serta ke ruangan itu.
"cklek" pintu di kunci dari dalam oleh Gita , Dika menoleh dan menatap lekat ke manik mata Gita mencari pertanyaan dari apa yang sudah Gita lakukan.
"Kita istirahat disini saja kak! ga usah keluar!" ucap Gita santai yang kini sudah duduk di kursi yang ada di ruangan itu.
"Ini gila Gita! tak seharusnya kita berada didalam satu ruangan, apalagi kamu sengaja menguncinya dari dalam! apa yang nanti orang - orang dikaitkan tentang kita." Dika sudah terlihat frustasi melihat kelakuan nekat anak trening ini. Bagaimana tidak? baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang nekat seperti Gita, meski Dika dulunya seorang Casanova ,tetapi ia tak ingin merusak reputasinya sebagai suami sah Hana.
" kok kak Dika panik gitu? emang kak Dika pikir kita mau ngapain?" tanya Gita yang memancing ha*seat Dika dengan duduk di atas pangkuan Dika dan melingkarkan kedua tangannya di leher Dika.
__ADS_1
"cup" kembali Gita memberi kecupan sekilas di bibir Dika.
Dika pria normal, tentu saja saat ini Jun*iornya ingin keluar menerobos kain segitiga yang ia pakai. Namun sekuat tenaga Dika menahan has*ratunya supaya tidak membalas kelakuan anak trening ini.
Gita tetap dalam posisinya ,tanpa rasa malu ia membelai jahit Dika ,lalu kebawah menyentuh leher Dika dan mampu membuat Dika gelisah akan belaian itu.
"Gita hentikan! kita keluar sekarang sebelum staf lainnya kembali dari makan siang!" pinta Dika kepada Gita . Mulutnya memang berbicara seperti itu ,namun kini matanya menatap manik mata Gita yang disana terlihat Gita sangat menginginkan sambutan belaian darinya.
"Kakak mau keluar? keluarin saja ,jangan di tahan!" goda Gita yang berbicara sembari melihat ke arah bawah ,bola matanya menunjuk ke bawah dan betapa no *rohnya Dika mengikuti arah bola mata Gita.
"hal!" Dika menelan sa*liganya tanpa memberi Dika waktu untuk menjawab ucapan Gita. Gita kembali memberi kecupan di bibir dan leher Dika.
"Ackh!" keluh Dika yang ta bisa menahan ha*seat ,karena saat ini ia bersama wanita yang mirip dengan mantan kekasihnya ,namun sifat dan kelakuan keduanya berbeda jauh.
"Kamu membangunkan singa yang terlelap!" geram Dika yang mencoba mengalihkan pandangannya ,namun ia tak mampu. Semakin mencoba menjauh,namun Gita semakin mendekat dan nekat. Kembali Gita menye*sap leher Dika dan hampir saja meninggalkan jejak disana,namun Dika segera mendorong kepala Gita sehingga bi*bir Gita bisa sedikit menjauh.
"Kamu hampir saja membuat istriku salah paham!" keluh Dika yang kini netra mereka saling bertatapan.
"mulut kakak memang menolak,tapi dibawah? Jun*ior kak Dika ingin mencari pawangnya!" tanpa rasa malu Gita menatap ke bawah dan membuat wajah Dika memerah.
Gita kembali mengecup bi*bir Dika dan Dika tak mampu menahannya, Dika pun memberi kecupan sehingga membuat wajah Gita berbinar. Tanpa menunggu lama Gita meng*gigit bi*bir bawah Dika yang membuat Dika membuka sedikit mulutnya karena serasa nyeri. lid*ah Gita mulai menjelajahi rongga mu*lut Dika dan menikmati sa*liva Dika yang berasa mint.
Dika ingin menarik dan menjauhkan bi*birnya ,namun Gita sudah lebih dulu menahan kepala Dika tanpa sadar Dika pun membalas dengan mel*umat bi*bir Gita dan ikut bersilat lid*ah di kedua rongga mulut mereka.
Menyadari akan tingkah laku yang tak wajar itu, Dika segera menarik dirinya untuk menjauh dan berdiri hendak keluar dari ruangan itu.
"Kemana kak?" tanya Gita sembari menarik pelan tangan Dika.
"Kakak mau keluar,sebelum ada yang datang! lupakan saja kejadian tadi!" titah Dika yang tak mau lagi menatap wajah Gita.
Gita tak tinggal diam ,iaa berdiri dan memeluk punggung Dika dari belakang. "hiks,hiks, salahkah jika Gita mencintai kak Dika?" tanya Gita dalam Isak tangisnya .
deg!! Dika menegang mendengar pengakuan Gita ,namun ia tak ingin membuat hati seorang wanita sakit akan ucapannya. Dika pun memikirkan apa yang harus ia jawab.
"Gita kamu masih remaja! sedangkan kakak sudah beristri, maka carilah pria yang masih single dan lebih baik dari kak Dika! kak Dika tak ingin menyakiti hati istri kakak dan juga .enyakiitimu dengan berpura - pura mencintaimu dan memberikan harapan palsu." terang Dika yang tak mau ada kesalah pahaman setelah ini.
"Baiklah kak! Gita kan coba! hiks,hiks kak Gita mau mengulangi yang tadi, untuk permintaan terakhir Gita kepada kak Dika. Karena Gita sudah tau bagaimana perasaan kak Dika. dan kak Dika juga sudah tau bagaimana perasaan Gita kepada kak Dika.
"Gita minta sekali ini saja ! kita ulang yang tadi! please!" lirih Gita yang kini sudah memutar tubuh Dika untuk mengahadap ke arahnya.
"Gita ini tak mungkin bisa kakak lakukan! permintaan yang sangat konyol!" geram Dika, kini Dika membelalakkan matanya melihat aksi Gita yang sudah membuka kancing bajunya dan menampakkan dua benda kenyal itu yang tertutup oleh b*Ra pink.
__ADS_1
Kembali Dika menelan ludahnya sendiri,lalu ia memejamkan matanya untuk menyadarkan dirinya ,agar tidak ter*goda oleh pemandangan yang di suguhkan oleh Gita.
"gi*la semakin nekat si Gita!" gumam Dika dalam pikirannya yang masih memejamkan matanya.
Gita yang melihat Dika hanya terdiam dan memejamkan matanya,lalu ia menarik kedua tangan Dika dan mengarahkan ke depan dadanya tepat di kedua benda keny*Al itu, kedua tangan Dika menangkap dan menyentuh kulit itu.
Dika merasakan hal yang aneh,lalu ia membuka matanya dan hampir saja mata Dika melotot saat melihat pemandangan yang sangat disukai oleh pria dewasa sepertinya.
"Gita jangan lakukan itu! tutup dan kaitkan kembali kancing bajuku." pinta Dika dan mencoba mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Kak Dika please! bantu aku untuk menun*tas jamnya!" pinta Gita memelas.
"Gi*la kamu Gita! itu sangat tidak mungkin, jaga harga dirimu sendiri!" geram Dika yang sudah meninggikan nada suaranya karena tingkah Gita.
Segera Dika ingin keluar ,namun Gita mendahului dan kini sudah berdiri di depan pintu untuk menghalangi Dika.
"Kak Dika please!" ucap Gita, Gita menarik tubuh Dika untuk mendekat, lalu ia mengarahkan tangan Dika untuk menyentuh kedua benda kenyal itu. Dika sedikit meraba karena ia pun merasakan keni*kmatan sat menyentuh benda kenyal itu. Saat Dika terjebak akan penglihatannya ,segera Gita menarik k,pala Dika untuk mendekat dan mencium benda kenyal itu.
Baru saja wajah Dika mendekat di benda kenyal itu ,Gita sudah merasakan hembusan nafas Dika. "ackh" lenguh Gita , kembali Gita merapatkan wajah Dika sehingga bib*bir Dika tanpa sengaja menyentuh benda kecil berwarna merah jambu itu yang mampu membuat Gita melayang.
Gita terus saja menekan kepala Dika berharap Dika melakukan hal lebih untuk membantunya menun*rasakan has*rat Gita. Saat bi*bir Dika menekan benda kecil itu tiba - tiba saja ada orang yang mengetuk pintu .
Tok tok tok "ada orang di dalam?" tanya seseorang di balik pintu.
Sontak saja Dika tersadar dan menjauhkan bi*birnya dari benda kecil itu ,lalu menyapukan bibirnya menggunakan punggung tangannya .Dika menatap ke arah Gita dan melototi Gita baik turun,ia memberi kode supaya Gita merapikan pentolannya kembali.
tik tok tok"ada orang di dalam?" kembali seseorang berteriak dari pintu luar.
"ya tolong kami! kami terkunci di dalam!" teriak Dika yang membuat alasan,ia sudah merasa sangat takut karena ada orang yang akan melihat keberadaan merek berdua saat ini.
Berbeda dengan Gita, jika Dika tengah panik. Namun Gita terlihat santai merapikan penampilannya sambil senyum - senyum sendiri mengingat sentuhan Dika tadi. Kemudian dia kembali duduk dengan posisi santia nya sembari memainkan ponselnya.
Braaak,treeek braak,,, bunyi pintu di dobrak.
"Dika? kenapa bisa disini?" tanya Andra mengintimidasi sepupunya.
"Tadi aku istirahat disini, lalu Gita masuk dan tak sengaja menutup pintu secara keras ,sehingga kita terjebak disini!" terang Dika memberi jawaban palsu kepada Andra.
Lalu Andra menatap sinis Lee arah Gita yang terlihat senyum - senyum sembari memainkan ponselnya.
"Gita, ini bukankah rencana kamu?" tanya Andra dengan nada tinggi mengintimidasi Gita,karena ia tau si*fat buruk Gita.
__ADS_1
"Kak Dika sudah menjawabnya bukan? apakah perlu aku jawab yang benar lagi?" tanyanya balik menantang Andra dan membuat Andra geram ingin men*ampar Mu*lut Gita.
"Sudahlah And, thanks sudah bantu dobrak pintunya! Andra ,kamu penyelamatku!" ucap Dika yang kini berlalu meninggalkan Andra dan Gita. Dika juga tak tau mengapa Andra sangat membenci Gita.