
Mereka telah sampai di rumah, Fransisca langsung masuk ke rumah dan pergi ke kamarnya ,tepatnya kamar Eka .ia merasa mual dan ingin muntah lagi, Eka yang mengetahui itu, segera berlari mengikuti istrinya. Eka tak ingin ketinggalan momen seperti ini, karena ia ingin menemani istrinya melewati masa - massa kehamilan buah cinta mereka.
Bryan dan Ririn tengah sibuk menurunkan barang mereka, kemudian mereka masuk dan disambut oleh Ayah dan Ibu. Mereka pun berpelukan menyalurkan rasa rindu mereka setelah 1 tahun lamanya berpisah.
"Nak Bryan ,duduk dulu! Ibu buatkan minuman sebentar." Ibu Ririn pergi ke dapur untuk membuat minuman. Sedangkan Bryan,Ririn dan Ayah ,mereka mengobrol dan membicarakan pengalaman Ririn selama di Negara A.
"Apakah kamu ingin kembali kesana lagi Rin?" tanya Ayahnya yang kini sudah mengelus lembut rambut putri bungsunya itu.
"Ririn mau pikirin lagi nanti yah, kalo Ayah ,Ibu ,kak Eka dan kak Intan ijinin,. So Ririn mau ambil kontrak lagi satu tahun ayah be be!" jawaban Ririn membuat raut wajah ayahnya sendu, Bryan yang menyadari itu, ia menengahi obrolan antara kekasih dan calon mertuanya.
"Better not go again, so Ririn can atau with family here and you can found job on this country!" sela Bryan ,sejujurnya ia pun tak rela jika Ririn kembali ke Negara A lagi. Karena Bryan tak ingin kekasihnya mendapat kejadian seperti waktu itu lagi.
"Hmmm, i Will think about that!" sahut Ririn sembari menatap lekat wajah pria itu.
Minuman pun datang dan mereka meneguknya setelah dipersilahkan oleh Ibu. Kini Ririn pergi ke kamar untuk membawa barang - barangnya ,tentu saja Bryan tak tinggal diam,ia pun mengekori Ririn untuk membantunya.
Ibu dan Ayah yang melihat itu, mereka saling bertatapan dan mencoba mencari kejelasan dari tatapan keduanya, Ibu pun mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tau .
"Stop! sudah biar aku aja yang masukin ke kamar!" titah Ririn ,ia tak ingin Bryan masuk ke kamarnya ,karena ia tak ingin kedua orang tuanya berfikir yang tidak tidak tentang hubungan mereka .
__ADS_1
"why? I just want to help you not eat you baby! what do you think hemmmm?" Bryan malah menggoda Ririn dengan menaikkan kedua alisnya dan senyum semirk nya yang membuat detak jantung Ririn naik turun.
Ririn hanya menghela nafas melihat tingkah kekasihnya itu,ia pun tak bisa melarang Bryan memasuki kamarnya. Saat memasukkan barangnya ,Ririn sengaja membuka lebar kedua daun pintu dan jendelanya supaya orang tuanya tidak berfikiran negatif dan bisa melihat aktivitas mereka di dalam sana.
"baby setelah ini kamu keluar dan tidur di kamar tamu untuk istirahat ya! aku juga mau istirahat!" Ririn merasa sangat lelah karena perjalanannya menuju rumah dan dia tak ingin Bryan berlama lama dilamarnya ,ia malu dengan Ayah ibunya karena mereka hanya kekasih bukan suami istri.
"ok! but nanti kita dinner di cafe yuk! cup!" Bryan mencium tangan Ririn dan Ririn pun mendelik.
"Hmmm, boleh asal kamu berani bicara dan minta ijin kepada Ayah ibu akan mengajakku keluar!" tantang Ririn yang seolah meremehkan kekasihnya itu .
"Oke, I Will do that! jangankan minta ijin mengajakmu keluar, minta ijin untuk melamar dan menikahimu hari ini juga aku siap! cup." kembali Bryan memberi kecupan di bibir Ririn ,sontak membuat Ririn mendelik lagi dan perkataannya tadi membuat wajah Ririn memerah karena malu.
"why? do you still love him? hmmm?" tanya Bryan mengintimidasi kekasihnya itu
"oh, no no ,don't talk like that again! I don't love him anymore! but i just need a time, you was promise with me, that you Will never talk about him,but now? why?" tanya Ririn jengah, ia merasa bahwa Bryan tak mempercayai perasaannya saat ini ke Bryan.
"just kidding baby,not seriously. I love you." ucap Bryan lalu ia mendekap tubuh Ririn untuk memberi kenyamanan.
Setelah itu ,mereka meng istirahatkan tubuh mereka di kamar yang berbeda. Ririn sudah membuka hatinya untuk Bryan dan dia sudah melupakan Dika ,meski masih ada ingatan yang dulu sempat singgah . Namun ia sudah menggantikannya dengan kehadiran Bryan.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ijin dari orang tua Ririn ,Bryan pun keluar bersama Ririn menuju cafe untuk candle light dinner mereka berdua.
Bryan sangat menyayangi Ririn dan dia selalu membuat Ririn nyaman akan perlakuannya. Bryan pun sangat romantis ,ia sering memberi hadiah dan memperlakukan Ririn seperti ratu keduanya,karena ratu pertamanya adalah mamanya.
Candle light dinner yang sangat romantis membuat Ririn terharu dan bahagia ,lalu ia memeluk kekasihnya dan memberi kecupan di pipi dan bibir Bryan.
"Thank you baby, I love you!" ucap Ririn yang masih berada dalam pelukan Bryan.
"This is my duty! make you happy and comfortable ,i love you more baby!" jawab Bryan yang masih mendekap erat tubuh Ririn.
" We need 1 year ,for thing about this ! I wish would you married me next year, !" Bryan sangat berharap ingin menjadikan Ririn istrinya.
" ok, give me a year! I just want enjoy my teen time, thank you for your understanding baby love you!"
Setelah menikmati makan malam dan memeluk untuk memberi kenyamanan ,mereka juga sudah merencanakan untuk menikah tahun depan jika orang tua mereka merestui hubungan mereka nantinya. Bryan sangat bahagia bisa bertemu dengan Ririn di acara pernikahan kakaknya dan kini Ririn sudah menjadi kekasihnya ,berharap 1 tahun ini akan cepat berlalu sehingga mereka bisa hidup dan tinggal bersama.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
❤️ THE END🙏
__ADS_1
Karya ini saya tamatan! akan ada kelanjutannya di season ke 2, jadu jangan lupa bantu like,vote,komen dan masukkan ke buku favorite kalian 🙏 supaya outhor makin semangat berkarya. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya ini, jika ada kesalahan tolong di ajarkan dan bisa memberi saran 🙏🙏🙏