KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
14. KEDEKATAN ANIK DAN ANDRA


__ADS_3

Sudah satu bulan kami training disini untuk menjalanin pelatihan hotel,saat aku hendak memasuki kamarku ku lihat Anik dan kak Andra tengah ber manjaan di gazebo depan .Entah kenapa hati ku begitu teriris melihat kedekatan mereka ,sehingga aku tak menghiraukan mereka dan berlalu begitu saja menuju kamar ku.


Ku rebahkan tubuhku yang terasa lelah dan ku coba pejamkan mataku .Namun yang terlihat adalah bayang bayang wajah kak Dika dan kak Andra .


"Entah kenapa aku sakit ketika melihat kak Andra dan Anik dekat seperti itu" lirih ku ,tepatnya berpikir akan keanehan dalam diriku .


"Kak Dika,kenapa dia selalu menunjukkan perhatiannya?"


Aku masih menimang - nimang pikiranku yang kacau ,entah apa yang ada di otak ku sekarang ? mengapa aku memikirkan kak Andra dan kak Dika? Ririn,fokus fokus ! ikuti kata hatimu bukan mata mu !" aku masih sibuk dalam pikiranku sendiri ,sehingga suara Anik membuyarkan semuanya .


"Rin,r Rin ,Rin,Ririn Tria Pratiwi!" teriak Anik memanggil namaku dan aku pun terperanjat dari ranjang ku .


"Apaan sih teriak - teriak gitu?"tanya ku tanpa rasa bersalah .


"Aku sudah panggil dari tadi! kamu pikirin apa sih? sudah deh kalo kak Dika nembak tinggal terima aja kan gampang,seperti aku dan kak Andra .Uuupsss!" Anik keceplosan


"hmm,jadi kamu dan kak Andra sudah jadian nih? pantesan deket banget kalian!" sahut ku penuh selidik


"He he he ,iya Rin. Kamu kenapa ga terima kak Dika sih?" tanya Anik mengintograsi ku.


"Kak Dika? emang kapan kak Dika nembak aku?" tanyaku sembari menunjuk ke arah ku .


"Sudahlah ! kamu tu ga peka akan perhatian dan kebaikan kak Dika,aku dan kak Andra mau keluar! kamu mau titip sesuatu?" tanya Anik padaku dan hendak pergi ke motor kak Andra


"ga,terimakasih! aku mau istirahat aja ,bye hati - hati ! jalan berdua ,entar yang ketiganya setan! ha ha ha ." ledek ku menjahili Anik dan kak Andra hanya tersenyum menanggapi ucapanku.


"Kak Andra,jagain teman Ririn ya! jangan sampai lecet ok!" seru ku pada kak Andra yang sudah duduk di motornya

__ADS_1


"OK Rin! tenang saja!" sahutnya santai


Mereka pun bergegas pergi meninggalkan tempat kos menuju tempat yang akan mereka kunjungi entah kemana itu .Sedangkan aku,aku hanya melamun melihat kepergian mereka yang semakin menjauh. Saat akan kembali ke kamar ,tiba - tiba klakson motor berbunyi dan itu adalah kak Dika .


Deg deg deg,ada apa ya kak Dika kesini? pikirku dalam hati .


"Hai Rin,bisa kakak masuk sebentar? ada yang mau kakak bicarakan!" pinta kak Dika penuh harap


"Emm,boleh! tapi aku belum mandi he he he! tunggu bentar ya kak !"ucap ku lalu aku segera membersihkan tubuhku yang sudah lengket .


20 menit kemudian aku sudah selesai dan sudah rapi dengan pakaian rumahan ala aku ( kaos dan celana pendek bukan hot pants!)


"Mau minum kak?" tanya ku membuka obrolan


"Boleh,kamu ada air mineral?" tanya kak Dika ,karena dia sudah haus setelah menunggu ku selama 30 menit saat mandi dan berpakaian .


"Sebentar!" lirih ku dan tak lupa memberi senyum manis ku .


"Kak,mau bicara apa? apakah ada yang salah tadi saat aku mengerjakan tugasku?" tanyaku berhati - hati,agar dia tidak baper lagi .


" ga ,kok ! kakak kangen aja ngobrol berdua tanpa ada orang ketiga!" ucap kak Dika dengan mengerjapkan satu matanya dan memberi senyum maskulinnya.


"Hm, oh ya kak kak Andra dan Anik sudah jadian ya? " ucap ku polos tanpa menghiraukan perasaan kak Dika yang tidak nyaman .


"iya,sudah semua tau kok! terus kamunya kapan? ha ha " ucap kak Dika menjahili ku


"what? berarti aku orang terakhir yang tau? pantesan aja mereka dekat banget ." aku sedikit kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Rin,belum tentu yang dekat itu jadian! seperti kita." lirih kak Dika menatap ku lembut .


"Ya kita dekat karna senior dan junior kan?" jawabku sambil memainkan jemari ku .


.


"Rin, entah kamu percaya atau tidak! yang jelas aku sangat menyukaimu dan tak ingin berjauhan dari mu .Tolong mengerti perasaan ku!" lirih kak Dika yang kini menyambar tangan dan memainkan jemari ku .


"Maksud kak Dika?" tanya ku polos,karena memang aku tidak paham akan ucapannya namun yang aku rasakan saat ini hanyalah perasaan bersalahku sudah menjauhinya beberapa hari ini.


"Rin,apakah kamu tidak merasakan perhatian ku? itu semua adalah wujud dari rasa sayangku padamu ,aku belum berani membuatmu percaya padaku! satu yang harus kamu tau,aku sangat menyayangimu ! aku akan menunggu jawabanmu ." ucap kak Dika ,dengan wajah sendunya .Entah itu tulus atau hanya raut wajah buaya yang selalu ia tujukan pada setiap wanita .


"Kak,Ririn belum tau akan perasaan Ririn sebenarnya ,namun waktu lah yang akan menjawab semuanya! kita lihat saja dan kita jalani saja seperti biasa ,jika kita berjodoh,maka kita akan dipersatukan!" ucapku tanpa jeda. Entah bisikan dari mana ,kenapa aku bisa bicara seperti itu .


"Baiklah Rin! aku akan selalu menunggumu, dan tolong percaya padaku dari diriku bukan dari orang lain!" ucapnya penuh penekanan .


"kak,aku percaya kak Dika.jadi bersikaplah sewajarnya saja seperti biasa supaya tidak ada kecanggungan diantar kita kak!" ucapku berhati hati


"Kamu sudah makan Rin? kita keluar yuk cari makan?" tawar kak Dika dan penuh harap agar aku mau ikut dengannya .


"Ok,Ririn ambil hp dan dompet dulu!" sahut ku dan aku pun kembali ke kamarku "Ga papa lah sekali kali aku ikut dia keluar selama doa tidak membahayakan ku!" gumamku


"Yok kak! Ririn dah siap" aku berlari kecil menuju motor kak Dika yang sudah terparkir di depan .


"Ok tuan putri!" sahut kak Dika dengan senyumnya yang mampu membuat ku terbang melayang ,lalu ia kembali mengedipkan satu matanya .


Kami menelusuri jalanan dan melihat pemandangan yang terlihat indah karena senja yang membantu memancarkan keindahannya di setiap sudut . Sesekali aku melihat ke spion dan kak Dika kini sudah mulai tersenyum kembali seperti biasanya . Kak Dika menarik tanganku untuk memegangnya dan aku pun melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya .

__ADS_1


"Biarkan seperti ini!" ucap kak Dika tepat di telingaku ,tentu saja itu membuat hatiku tak nyaman karena deru nafasnya yang segar tercium oleh hidungku yang nakal .


Kami tersenyum bahagia selama perjalanan,sudah seperti sepasang kekasih . Namun jujur saja aku masih menunggu kak Dika menyatakan bahwa dia Cinta padaku seperti di sinetron -sinetron yang aku tonton.


__ADS_2