
Kini Hana sudah di kamarnya ,Kamar Hana berdekatan dengan kamar Dika tanpa Dika sadari. Itulah salah satu ide dari Hana dan Mamanya ,namun Ibu Dika tidak menaruh curiga pada Hana . Karena menurutnya Hana tidak mungkin berbuat yang memalukan masa depannya.
" Tante aku istirahat dulu!" Hana memasuki kamarnya ,namun sebelum itu ,dia sudah memberi kode pada Mamanya dan mamanya merespon cepat kode itu.
"Baiklah ,istirahatlah ! nanti malam kamu harus terlihat segar dan cantik!" sahut Ibu Dika
"Mama ,bantu kamu beresin barang mu!"
Mama Hana beralasan ,padahal baik Hana maupun Mamanya akan membicarakan sesuatu untuk rencana mereka malam ini .
Di dalam kamar
"Sayang ,anak mama apa rencana kamu?" tanya mamanya yang sudah tak sabar menanti keinginan putrinya tercapai .
"Mama tenang saja ! aku sudah bawa ini ,jadi nanti mama bantu aku masukin ini di minuman Dika ,bagaimana pun caranya." pinta Hana memelas
"Baiklah, tetapi apakah tidak akan menghancurkan masa depanmu nantinya dan apakah tidak akan membuat malu keluarga kita?" tanya mamanya sedikit takut ,karena jika suaminya tau semua ini maka suaminya akan membuang dirinya dan juga putrinya . Papa Hana sangat tidak suka dengan kelicikan
"Tenang ma! ini hanya obat tidur ,nanti setelah Dika tidur aku akan masuk ke kamarnya dan membuat seolah olah dia mabuk dan merenggut kesucian ku ."
"Oke, mama percaya kamu! semoga ini ide terakhir yang kamu buat untuk Dika?" pesan mama pada Hana .
"aku janji ma!" lirih Hana meyakinkan mamanya
Malam hari
Pesta kecil namun bernuansa mewah ,ya karena undangannya hanya keluarga kecilnya dan teman teman bisnis terdekat Ayah Dika . Para tamu sibuk memberi selamat dan bergantian memberi hadiah kepada orang tua Dika.
Dika hanya melihat dari kejauhan, Dika duduk di kursi taman sembari menyesap segelas wine yang dia genggam sedari tadi . Tiba tiba Hana duduk di sebelahnya sehingga membuatnya sedikit kaget.
Bagaiman tidak kaget ,saat ini ada sosok wanita tepatnya mantan pacar yang tidak pernah dia cintai tengah bergelayut manja di lengan kokohnya . Dika mencoba menepis tangan Hana namun Hana mempererat kedua tangannya .
"Biarkan sebentar saja! aku masih mencintaimu ." pinta Hana dan Dika hanya diam tak merespon .
"Beb, aku berharap kita bisa balikan seperti dulu lagi!" ucap Hana
"maaf ! aku tidak ingin menyakitimu ,karena aku tidak mencintaimu?" jawab Dika tanpa melihat ke lawan bicaranya .
" Tapi aku masih mencintaimu beb!" seru Hana tak mau kalah ,ia memasang nada manja yang dibuat buat.
__ADS_1
Kini Hana semakin nekat ,dia menarik tangan Dika dan mengarahkan ke dadanya ,namun dia sengaja memasukkan ujung jari Dika supaya tersentuh gundukan di balik bra nya itu .
"Coba dekatkan tanganmu dan rasakan detak jantungku !" Hana hanya beralasan saja ,padahal dia hanya ingin memancing gairah Dika . Dengan senyum licik menyeringgai di sudut bibirnya . "dasar cowok, pasti dia nikmati benda kenyal ini?" gumam Hana
Dika segera menarik tangannya setelah dia merasakan benda kenyal tersentuh oleh ujung jarinya . "dasar wanita licik!" gumam Dika
" Beb temani aku minum ,anggap saja ini hari terakhir kita bersama!". Pinta Hana memelas ,dan berharap Dika menuruti keinginannya sehingga mempermudah rencananya .
"maaf aku tidak bisa! karena aku tidak suka mabuk!" tolak Dika dan Dika berusaha menjauhi Hana yang sedari tadi memancing gairahnya ,bagaimana tidak ? wanita ini mengenakan dress peres body berwarna hitam tanpa lengan yang memperlihatkan bentuk asli tubuh dan juga lekukannya .
" Apa kamu takut jika kamu menemani ku minum ,maka kamu akan memiliki perasaan yang sama seperti dulu?" Hana mencoba memancing amarah Dika
"Tidak ada kata takut! dan aku tidak pernah akan kembali padamu karena memang tidak ada perasaan apapun!" ucap Dika penuh penekanan saat mengucapkan perasaan.
"Benarkah itu? jika benar kenapa tidak mau menemani ku minum?" Hana mencoba menghasut Dika supaya merasa tertantang dan benar saja Dika menarik tangan Hana.
"Oke ,aku temani kamu minum! tetapi jangan salah kan aku jika kamu mabuk!" ucap Dika yang sudah terpancing emosinya .
Di pesta ini tersedia Bar kecil untuk mempersiapkan minuman yang akan disuguhkan untuk para tamu . Kini Dika dan Hana sudah duduk di depan meja Bar dan memesan minuman beralkohol ,untuk mereka berdua . Hana lupa akan rencananya sehingga dia juga nikmati minuman yang ada di hadapannya .
Baik Diki maupun Hana mereka masih menikmati minuman alkohol ,mereka memesannya secara bergantian .Karena sudah sama sama setengah mabuk ,maka mereka pun saling mengadu kekuatan Sehingga mereka menghabiskan puluhan gelas minuman uang membuat mereka mabuk berat tak sadarkan diri. Namin sepasang mata masih mengawasi mereka .
"Hana ,apa yang kamu lakukan? mengapa kamu minum hingga mabuk?" gumam Mama Hana ,yang sedari tadi mengawasinya . Mama Hana lah yang mengawasi mereka dan hendak membantu rencana Hana .
Mama Hana menyuruh salah satu security untuk membantu membawa Dika dan Hana masuk ke dalam vila dan security itu pun membantu dengan merangkul tubuh Dika yang masih mengeluarkan ocehan uang tak jelas.
__ADS_1
Sedangkan mama Hana dia merangkul putrinya menuju kamarnya ,setelah memastikan keadaan aman ,maka dia menghentikan langkah security itu .
"Maaf pak, saya mau kasi bapak kerja tambahan dengan bayaran yang cukup besar! " Mama Hana menawarkan kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak .
"Pekerjaan apa itu nyonya?" tanya security itu sopan
Mama Hana pun berbisik di telinga security itu membicarakan keinginannya dan security itu mengangguk ,baginya itu hanyalah pekerjaan yang wajar untuk menyatukan sepasang kekasih . Mama Hana sudah merubah sedikit cerita sehingga security itu mau membantunya .
"Semoga semua berjalan sesuai rencana!" ucap Mama Hana dalam pikirannya sendiri.
Kini Hana sudah berada di kamar Dika dengan bantuan mamanya dan security tadi. Mereka tidur dengan posisi saling memeluk dan sengaja mama Hana menanggalkan semua pakaian kedua sejoli itu sehingga membuat setiap orang yang melihatnya akan berfikir bahwa mereka sudah berbuat mesum. Padahal mereka hanya tidur terlelap karena mabuk dan tak sadarkan diri.
Pagi hari ,kedua sejoli itu mulai mengerjapkan mata dan mengumpulkan kesadaran masing2. namun Hana,dia sadar bahwa rencananya hampir berhasil dan dia pun akan melanjutkan rencananya.
"Haaaaaaaa, tidak ! tidak! apa yang kamu lakukan padaku ,tega kamu Dika ,tega !Mama Papa!" Teriak Hana dengan kencang sehingga orang tua Hana dan Dika berlari ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya mereka melihat Hana dan Dika tanpa pakaian di atas ranjang yang sama.
plak plak ,Ayah Dika menampar kedua pipi Dika dengan keras. Beliau tidak terima akan apa yang dilakukan Dika .
"Ayah ,Dika bisa jelasin!" ucap Dika membela diri sedangkan Hana hanya berpura - pura terisak dan menunduk malu dengan membungkus dirinya menggunakan selimut dan mama Hana pun berpura pura menenangkan putrinya .
"Bersihkan diri kalian dan segera ke bawah! kita bicarakan baik - baik dan kamu harus bertanggungjawab !"
Dika hanya diam tak bergeming ,dia merutuki kebodohannya . Seingatnya dia hanya menemani Hana minum dan tidak mengajak Hana masuk ke kamarnya . Segera Dika bangkit lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya ,sedangkan Hana ,dia masih terisak dalam tangisannya .
"Keputusan Ayah dan Papa Hana sudah bulat ,kalian harus menikah bulan depan! Kami tidak ingin nama baik kami rusak begitu juga dengan persahabatan kami ,kami tidak ingin persahabatan dan Bisnis kami hancur hanya karena kebodohan kalian berdua!" kata Ayah dan Papa Hana bergantian ,mereka sangat kompak dan menyalahkan kami berdua bukan hanya aku saja!"
"Beri kami waktu untuk berfikir dan menerima semua ini Ayah!" pinta ku memohon
__ADS_1
"Kami beri kalian waktu ! namun tidak bisa merubah keputusan kami ,kalian harus menikah untuk pertanggung jawabkan perbuatan kalian! kata kata Ayah dan Papa Hana begitu tajam dan membuat ku tak mampu berucap sepatah kata pun.