KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
40. Bertukar no hp


__ADS_3

Acara telah usai ,kini keluarga kedua mempelai masih di hotel tersebut. Mereka akan menginap malam ini disana. Tentu saja Eka dan Fransisca berada di sweet room khusus pengantin baru, dimana di kamar tersebut sudah tertata kelopak mawar merah menghiasi ranjang ukuran king size itu. Di setiap sudut ruangan juga tertata buket bunga uang mengeluarkan aroma khas yang mampu menusuk ke Indra penciuman pengantin baru itu.


"Honey, aku mau mandi dulu! gerah banget!" ucap Fransisca dengan bahasanya yang kurang pasif dan di angguki oleh Eka sembari menampilkan senyumnya yang mempesonanya.


Ririn dan Intan tidur di kamar yang sama yang ada twin bed nya. Mereka memasuki kamar dan bergantian membersihkan tubuh di kamar mandi ,karena serasa begitu gerah seharian mengenakan gaun. Giliran Ririn Yan mandi,ia segera melepas pakaiannya dan mengguyur tubuhnya dibawah shower sembari mengingat kejadian tadi saat ia berdansa bersama Dika. "Lupakan,lupakan! dia suami orang!" gumam Ririn ,merutuki kebodohannya yang mengingat pesona Dika saat berdansa tadi.


Setelah mandi,Ririn dan Intan merebahkan diri di ranjang masing - masing untuk beristirahat sebentar ,sebelum makan malam bersama dengan dua keluarga itu. "Rin, tadi kakak liat ,laki - laki yang berdansa denganmu begitu memperhatikanmu ,dia siapa?" tanya Intan pada Ririn,karena Intan tak pernah ingat dengan sosok Dika karena tidak pernah bertemu .


"Yang mana kak? Bryan maksudnya?" tanya Ririn kembali,untuk. memastikan


"Bukan,yang tukar pasangan ke 3 itu! kakak liat ,dia menatapmu begitu intens." Intan kini memeringkat tubuhnya ke arah Ririn yang berada di sebrang tempat tidurnya,dia ingin menanti jawaban dari Ririn.


"oh, itu Kak Dika mantan aku kak!" Ririn menjawab dengan jujur tanpa ada yang di tutupi.


"Mantan? kok kakak ga pernah lihat dia ya?" tanya Intan kembali sembari menekan - nekan Shinya dengan telunjuk untuk mencari ingatan yang terselip mungkin.


"Kak Intan memang ga pernah ketemu sama dia,saat dia kesini kak Intan kuliah. Dan saat dia kesini terakhir kak Intan masih kerja ,so mana mungkin bisa ketemu?" jawab Ririn yang sedikit tersenyum mengingat kenangan Dika saat datang ke rumah untuk menemuinya nge date istilahnya.


"oohh begini!" jawab Intan mengakhiri obrolan, lalu ia berfikir kembali dan menanyakan kejanggalan yang ia rasakan.


"eits ,bentar dulu! kalo dia mantan ,terus ngapain kesini? kamu yang undang?

__ADS_1


terus putusnya karena apa? kok kakak liat dia masih ada rasa gitu ke kamu?" Intan makin penasaran. kini ia mengubah posisi menjadi tengkurap sembari menopang dagunya.


"Begini kak Intan !" Ririn menceritakan semua permasalahannya kepada Intan,mpung hari ini mereka bersantai. Karena memang jarang ada obrolan serius antara Intan dan Ririn berbeda dengan Ririn dan Eka.


"cie mantan yang tak terlupakan nih ceritanya? kayak cerita novel aja!" Intan terbahak mendengar cerita dari adiknya, Amun di hati Intan terselip kekhawatiran akan perasaan adiknya.


"Kami sudah mengakhiri secar baik -baik ! sekarang kami hanya berteman kak, biar kan ku Pendam cintaku untuknya!" kilah Ririn yang berusaha menampakkan senyumnya.


Saat obrolan hendak berakhir ,mereka mengambil posisi tidur yang benar dan bersiap untuk memejamkan matanya setengah jam saja,namun itu hanya jagalan saja. Nyatanya tiba - tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar mereka,lalu keduanya bertatapan dan saling menggosokkan bahu dan melihat jam di hp mereka yang memperlihatkan bahwa belim waktunya untuk makan malam. Intan pun mengalah,ia bangkit dari ranjangnya menuju pintu dan memastikan siapa yang bertamu ke kamarnya.


colek ,terpampang sudah wajah pria uang tampan,putih berseri ,pupil mata yang kebiruan. Siapa lagi kalo bukan Bryan ,yang kini tengah menampakkan deretan giginya ,karena ia pikir Ririn lah yang akan membuka pintu itu. Intan pun mengernyitkan alisnya ,pertanda meminta penjelasan akan kedatangannya.


"Sorry ,can i speak with Ririn sis?" tanya Bryan kepada Intan, ya memang Bryan terkadang berbahasa Indo dan terkadang berbahasa asing karena dia sudah terbiasa seperti itu.


"Rin dicariin cowok mu tuh!" ucap Intan yang sedikit menggoda adiknya ,lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjang dan menutupi wajahnya menggunakan bantal agar tidak terganggu oleh obrolan Ririn dan Bryan.


"Siapa?" tanya Ririn yang tentu saja tidak mendapat jawaban dari Intan, lalu ia segera keluar kamar. Ririn mendapati Bryan yang tengah duduk sembari mengetuk meja pelan menggunakan jarinya.


"Emm,hey Bryan what happened ?" tanya Ririn ,ia pun sudah terbiasa menggunakan dua bahasa saat berbicara dengan Bryan ,Fransisca dan juga keluarga Fransisca.


"Emmm I need your help ,please!" sahut Bryan mengatup kan kedua tangannya untuk memohon.

__ADS_1


"Apa?" tanya Ririn uang kini sudah duduk berhadapan di kursi yang terletak di depan kamarnya.


"I mmm I, aku ingin minta no hp you ,boleh?" tanya Bryan ragu.


"Bryan,Bryan kirain apaan ! ha ha!" Ririn sedikit tertawa mendengar permintaan Bryan yang baginya itu sangat boleh, tetapi berbeda dengan Bryan. Bagi Bryan no hp sangatlah berarti dan tidak sembarang orang boleh mengetahui no nya.


"Are you sure?" tanya Bryan penasaran.


"Iron your phone and than dial this number!" Ucap Ririn yang membacakan no hp nya satu per satu ,tentu saja Bryan dengan sigap mendial no itu di layar hp nya.


"This my number! please save!" ucap Bryan yang sudah mencoba menghubungi no Ririn.


"Ok ,i Will!" jawab Ririn dengan santai ,lalu ia meninggalkan Bryan di sana,karena dia rasa obrolannya sudah usai.


"Rin,thank you ! see you !" ucap Bryan meninggalkan tempat tersebut. Ririn pun masuk dan menutup pintu kembali.


"Ngapain si Bryan kesini?" tanya Intan ketus.


" Bertukar no hp!" jawab Ririn singkat, lalu mereka kembali merebahkan tubuh ,bersiap untuk tidur sebentar ,sebelum acara makan malam nanti.


Readers maunya Ririn sama Bryan ati kembali sama Dika nih??? penasaran kan?

__ADS_1


tinggalkan ritual jempolnya dong 😊


__ADS_2