
pagi ini seperti biasa Ririn bekerja dengan penuh semangat, melakukan tugasnya dan meng handle tamu yang datang. Dengan senyum yang tulus membuat para tamu merasa mendapatkan pelayanan yang bagus di hotel itu ,karena para karyawan uang ramah dan sopan .
Setelah menyelesaikan tugas pekerjaannya ,Ririn akan kembali ke tempat tinggalnya namun di cegat oleh Anggun dan Indri. Anggun yang membawa birthday cake dan anggun yang membawa buket bunga mawar putih sembari bernyanyi menyanyikan lagu happy birthday.
πΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅
Happy birthday to you
Happy birthday to you
happy birthday
happy birthday
happy birthday Ririn πΆπΆπΆππ
Anggun dan Indri memeluk Ririn bergantian dan menyerahkan apa yang mereka bawa tadi. Ririn pun menerimanya dengan senang hati.
"Thank you !" ucap Ririn kini , birthday cake itu sudah pindah ke tangan Ririn.
"make a wish dulu dong Rin!" ucap Anggun ,lalu Ririn pun memejamkan matanya dan make a wish , setelah itu Ririn meniup lilin yang ada di atas kue itu.
Indri sudah mengambil pisau dan piring untuk memotong kue itu, kal Ririn menyuapi Indri dan Anggun secara bergantian.
"Ada pesta kah malam ini?" tanya Anggun sambil tertawa renyah ,karena ia sudah tau tak mungkin Ririn akan membuat pesta tanpa ada salah satu anggota keluarganya.
"Mmm, ga ada ,toh ga ada saudara juga! tahun depan berharap bisa berkumpul di rumah dan rayain dengan pesta kecil!" jawab Ririn dengan raut muka masamnya ,kini ia merindukan keluarganya.
Sisa kue itu ,Ririn letakkan di freezer . Sedangkan buket bunga ia bawa ke kamarnya. Ririn ingin bersantai di dalam kamar karena ia tidak ada rencana kemana - mana. Ponsel berdering , pertanda ada panggilan masuk. "Siapa ya? ga ada namanya?" batin Ririn yang saat ini sedang menerka siapa yang menelepon nya.
Ririn mengabaikan panggilan itu ,karena ia tak tau siapa uang menghubunginya .Hingga akhirnya ponsel kembali berbunyi tanda ada notifikasi pesan masuk.
"Rin ,ini aku Dika! bisa kita ketemu di cafe dekat tempat kerjamu?"
Ternyata Dika lah yang tadi menghubunginya , lalu Dika mengirim pesan kepada Ririn dan Ririn pun segera menjawab.
"Maaf aku tidak bisa! hubungan kita sudah berakhir ,tolong jangan seperti ini! aku tak ingin di sebut perusak hubungan kalian!"
Ririn menjawab dengan tegas.
__ADS_1
"Kita bertemu di cafe x aku dan Hana akan datang , datanglah 1 jam lagi ,penting!"
Dika membalas pesan Ririn lalu mengakhirinya tanpa ada jawaban lagi dari Ririn,Dika tau sebenarnya Ririn tak ingin di cap buruk oleh istrinya.
Setelah 10 menit berpikir,akhirnya Ririn memutuskan untuk datang dan bertemu mereka. Namun sebelum itu ,ia mengirim pesan kepada Bryan dan memberi tau Bryan tentang pertemuan mereka.
Ririn sudah siap pergi ,kini ia menggunakan dress putih lengan panjang dan wedges 5cm. ia biarkan rambutnya tergerai karena baru saja selesai di Curly. Tas selempang berwarna grey senada dengan wedges nya.
Ririn berjalan kaki menuju cafe yang berada dekat dengan hotelnya bekerja. Sesampainya di cafe ,ia mengarahkan pandangannya mencari sosok Dika dan istrinya. "Mungkin mereka belum datang, aku tunggu di kursi sana saja!" batin Ririn ,kini ia melangkahkan kakinya menuju tempat di pojokan.
"excusme Miss , mau I help you?" tanya pelayan disana dengan ramah.
"Yes ,i have meeting with my friend ! " jawab Ririn ramah.
"Mau I know your name please?" tanya pelayan itu kembali.
"My name is Ririn !" sahut Ririn ,sebelah alisnya terangkat mencari tau maksud dari pelayan itu.
"emm sorry! Mr. Dika and Mrs. Hana waiting you on VIP room!" jawab pelayan itu sembari mempersilahkan Ririn untuk mengikutinya.
Ririn pun mengikuti pelayan itu dan tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada pelayan saat sudah sampai di ruangan itu.
"hai Rin, selamat datang! silahkan duduk!" sapa Hana mempersilahkan Ririn duduk di kursi uang kosong.
"not me! but some one who special in your heart right now !" jawab Hana sembari mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum menyentuh tangan Ririn.
"Siapa?" tanya Ririn penasaran.
"Happy birth day Rin, semoga kamu panjang umur,sehat selalu dan mendapatkan pria yang lebih baik dari aku!" ucap Dika tulus ,yang kini duduk di sebelah Hana.
"Terimakasih kak Dika !" jawab Ririn. sembari tersenyum, kini ia bahagia melihat kebahagiaan Dika dan Hana.
"Rin ,ini hadiah dari kami! ku harap kamu menyukainya!" Hana menyerahkan bingkisan yang di bungkus sangat rapi dan indah. Tampak Hana sangat tulus memberikan hadiah itu.
"waow , terimakasih kak Hana ,kak Dika ! kalian repot - repot !" jawab Ririn sembari menerima hadiah itu ,ia tak menyangka jika Hana dan Dika akan memberinya hadiah di hari ulang tahunnya, ia merasa tak enak karena Dika sudah mengingat dan memberikan hadiah untuknya saat hari ulang tahunnya.
"i'ts our pleasure ! happy birthday !" kembali Hana dan Dika mengucapkan selamat kepada Ririn. Dika menjentikkan tangannya ,lalu muncullah pelayan membawa birthday cake yang berukuran 40cm dengan warna mix white golden dan berhiaskan mutiara ,tertuliskan nama Ririn juga disana.
πΆπ΅πΆπ΅ music pun di putar ,lalu Dika mendekatkan kue itu ke arah Ririn. Hana dan Dika ikut bernyanyi mengikuti alunan music itu. *make a wish* ucap Dika kepada Ririn.
__ADS_1
( Ingin rasanya Ririn menghentikan waktu saat Dika memberinya kue dan berkata make a wish. Namun itu dulu tidak saat ini.).
Ririn make a wish ,setelah itu Hana bernyanyi "tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga! sekarang juga!"
Ririn meniup lilin itu ,lalu memeluk Hana untuk mengucapkan terimakasih.
Lalu ia hendak memeluk Dika ,namun ia berhenti dan menoleh ke arah Hana seolah meminta ijin dan Hana pun mengangguk .
Akhirnya Ririn memeluk Dika dan menumpahkan kebahagiaanya saat ini, Dika pun membalas pelukan Ririn .
"Terimakasih untuk semuanya! semoga kalian bahagia hidup bersama ,kini aku sudah ikhlas !" Ririn menatap Dika dan Hana secara bergantian,lalu ia menautkan tangan Dika dan Hana sambil menampakkan senyum bahagia nya.
"Terimakasih Rin! semoga kamu juga bahagia bersama pria pilihan kamu nantinya!" jawab Dika dan Hana pun kembali memeluk Ririn ,saat mereka berpelukan ada suara gitar yang melodinya mengikuti alunan lagu happy birthday.
π΅πΆπ΅πΆ
Happy birthday Ririn
Happy birthday Ririn
Happy birthday,happy birthday
Happy birthday Ririn .....
Ririn membelalakan matanya ,lalu ia menutup mulutnya melihat ke arah sumber suara. Ternyata yang bermain gitar sambil bernyanyi menyebut namanya itu adalah Bryan ,pria yang sudah mengisi hari - harinya meski kebanyakan lewat layar ponsel mereka.
"Bryan?" Ririn tak menyangka jika Bryan akan melakukan ini di hari ulang tahunnya. Brayan memetik gitar sambil bernyanyi, lalu seorang waiter membawa kue yang berbentuk persegi dan disana terlukiskan wajahnya juga tertuliskan namanya.
Bryan mengambil alih kue itu dan mendekatkan ke arah Ririn, Ririn memejamkan matanya dan make a wish lalu meniup lilin yang ada di atas kue itu. Ririn pun memeluk Brayan tanpa sadar bahwa Hana dan Dika masih disana.
Ririn meneteskan matanya ,mengingat kehadiran Bryan saat tengah hancur karena hubungannya berakhir dengan mantan kekasihnya itu. "thank you so much !" lirih Ririn sedikit terisak yang masih terdengar oleh Hana dan Dika .
Bryan melepas pelukan itu lalu mengambil sedikit kue dan menyuapi Ririn di hadapan mantan kekasihnya itu. Bryan ingin tau bagaimana reaksi Ririn dan Dika saat itu, ternyata Ririn membuka mulutnya dan menerima kue yang di suapi oleh Brayan tanpa mengalihkan pandangan ke Dika.
Setelah ritual kue ,wishes dan lilin selesai. kini mereka ber empat bernyanyi sembari menunggu waktu makan malam. Bryan lihai memetik senar gitar dan menyanyikan lagu - lagu romantis untuk Ririn ,wanita yang sudah membuatnya jatuh hati sejak pertemuan pertama mereka.
β€οΈβ€οΈβ€οΈππΆπ΅β€οΈβ€οΈππΆπ΅
Akankah Ririn dan Bryan bersama? apakah Dika mampu melihat mantan kekasihnya bersama pria lain di hadapannya sekarang?
__ADS_1
yuuukkk simak terus kelanjutannya !
jangan lupa ritual jejak nya ya. terimakasih π