KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
53. RUMAH SAKIT


__ADS_3

Dokter sudah menangani Ririn, kini Novan dan Bryan mondar mandir menunggu Dokter yang menangani Ririn. Tak hentinya mulut kedua lelaki itu ber komat Kamit membaca doa dan berharap supaya Ririn baik - baik saja. Dari arah yang berlawanan muncullah 3 orang yang mendekat ke arah Bryan.


"What happen and where ia Ririn?" tanya Fransisca panik sebelum ia melihat keadaan adik iparnya.


"Dokter still do the best thing for Ririn I wish not any seriously ." jawab Bryan yang kini sudah duduk ,namun matanya tetap saja mengarah ke pintu IGD .


Setelah 45 menit akhirnya Dokter yang menangani Ririn keluar lalu membuka maskernya. "Om Dirgantara?" tanya Novan yang mengenal Dokter itu ,yang kebetulan adalah sepupu dari mamanya dan keponakan dari Nyonya Ningrum.


"Novan ,kamu disini?" tanya sang Dokter kini menatap ke arah keponakannya.


Lalu Bryan mendekati Dokter itu dan kembali bertanya kepada dokter itu untuk memastikan keadaan Ririn. Dokter itu menjawab dengan Bahasa ,karena ia melihat Bryan yang bisa ber Bahasa juga.


"Pasien kondisinya sangat lemah! tetapi tidak ada yang serius!" ucap Dokter menerangkan


"But ,her bloody on her neck and mouth! also her not a wake!" keluh Bryan yang tak terima jika Dokter itu mengatakan bahwa wanita yang ia khawatirkan di katakan baik - baik saja.


"Yes her bloody on her neck but I was give good medical ! don't worries , i know you are really worries." kembali Dokter berucap dengan nada santai ,karena ia paham akan ke khawatiran pemuda itu yang sama persis khawatirnya seperti keponakannya yang bernama Novan.


"Terus om gimana,Ririn sudah sadar?" kini Novan yang bertanya Dangan Bahasanya


"Pasien .mengalami sedikit goresan di lehernya sehingga mengeluarkan darah ! akan tetapi itu tidak berbahaya karena om sudah lehernya steril dan obati lukanya. Saat ini dia butuh banyak istirahat karena tenaganya sangat lemas karena dehidrasi dan om lihat dia tidak ada minum ataupun makan sesuatu sehingga menyebabkan dehidrasi dan tenaganya yang melemah." Dokter menerangkan perlahan supaya ke lima orang yang ada disana mengerti.


"Luka di bibirnya juga sudah om obati! 15 menit lagi akan dipindahkan ke ruang inap! dan pasien harus di rawat inap untuk 2/3 hari karena pasien juga mengalami syok yang sangat hebat ."Lalu Dokter pergi ke ruangannya setelah dua orang suster memindahkan pasien ke kamar VIP sesuai permintaan Bryan.

__ADS_1


Bryan dan Novan berjaga di ruangan VIP itu, mereka berdua bergantian beristirahat dan menjaga Ririn. Takutnya Ririn sadarkan diri, sedangkan Mama,papa dan Fransisca sudah kembali ke apartemen karena sudah mengetahui keadaan Ririn. Bryan pun berpesan ke pada kakaknya agar tidak memberi tahu suaminya tentang kejadian ini. Takutnya suami Fransisca panik dan menghubungi keluarganya.


Tepat pukul 03:00 dini hari Ririn sadarkan diri,ia membuka matanya perlahan . Terlihat Bryan menggenggam erat tangan Ririn sembari menenggelamkan wajahnya di samping tangan Ririn. Serasa ada pergerakan ,lalu Bryan mendongakkan kepalanya dan melihat wajah wanitanya yang tengah tersenyum menatapnya.


" Aku harus mau minum!" ucap Ririn dengan suara nya yang masih serak,lalu Bryan mengambilkan air minum untuk Ririn . Setelah minum Ririn menangkap keberadaan orang yang ia kenal. "kal Novan?" ucap Ririn yang kini tatapannya teralihkan ke wajah Bryan , Bryan pun menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Novan.


flash back


Awalnya Novan iseng ingin membuntuti Ririn yang tengah sibuk melakukan panggilan video,yang Novan pikir itu adalah Eka kakak Ririn yang melakukan panggilan itu. Sampai akhirnya Novan melihat dua orang pria yang mencurigakan.


Saat Novan merogoh kantong celananya untuk menemukan ponselnya,ia hendak menghubungi hotel dan memanggil scurity disana. Namun ia tak mendapatkan ponselnya yang nyatanya ponsel miliknya masih di charger di kamar hotel tempatnya menginap.


Ingin melihat kembali, namun Ririn dan dua pria itu sudah tidak nampak batang hidungnya. Kemudian Novan berteriak memanggil nama Ririn ,terus berteriak sehingga tak sengaja kakinya menyentuh benda pipih dan ternyata itu adalah ponsel Ririn. "Gawat ,Ririn di culik!" gumamnya yang kini sudah frustasi ,lalu ia mencoba memanggil scurity .


Novan berfikir sejenak "mungkin ini pria yang dimaksud Ririn dan tadi ia juga melakukan panggilan video bersama lelaki ini!" gumam Novan dalam benaknya. Lalu tersadar dan menjawab pertanyaan Bryan


"Ririn? I see , let's we go to hotel and check cctv ! because i have lost my eyes when two man cleses to her and i lost them here!" ucap Novan dengan bahas yang dimengerti oleh Bryan.


Keduanya sudah berada di ruang rekam cctv, hanya orang tertentu yang bisa masuk ke ruangan itu. Ketua scurity sudah mengetahui posisi kedua pria itu adalah ahli waris dari pemilik hotel ,maka mereka diijinkan untuk melihat rekaman cctv di hotel tersebut.


Dari hasil rekaman cctv itu, mereka melihat dua orang pria memb**ekap mu**lut Ririn dan membawanya ke mobil. Dari plat mobil itu , Bryan dan Novan menemukan titik terang lalu segera mereka melaporkan ke polisi dan juga meminta bantuan kepada orang kepercayaan papanya.


Dengan mudah polisi menemukan keberadaan Ririn dan dibantu oleh orang suruhan papa Bryan. Sehingga Ririn mudah di temukan. Novan dan Bryan pun ikut serta menuju gudang tua tempat dimana Ririn di sek*ap. Bryan hampir saja menabrak gerbang mes karena saking panik dan khawatirnya dengan keadaan Ririn. Lalu Novan berinisiatif mengambil alih kemudi dan akhirnya Novan lah yang mengemudikan mobil Bryan.

__ADS_1


flash back


Ririn meneteskan air matanya setelah mendengar penjelasan dari Bryan dan Novan secara bergantian. Novan terbangun dari tidurnya saat Bryan tak sengaja menjatuhkan penutup gelas.


"Kak Novan ,tolong jangan kasi tau kak Eka ya! aku takut nanti dia khawatir!" pinta Ririn uang tak ingin membuat keluarganya risau akan insiden uang dia alami.


"Trust me! aku ga bakal kasi tau, kamu sudah baikan?" tanya Novan kembali sembari sedikit mengacak rambut Ririn dan membuat Bryan terlihat memanas.


"I am ok! thank you! terimakasih juga karena kak Novan sudah bantu Bryan untuk menemukan keberadaan ku."


"Sebenarnya apa yang terjadi sehingga kami di sek*ap ?" tanya Novan menyelidiki dan Ririn pun menceritakan apa yang sudah ia alami selama di sek*ap dan ia menceritakan sebab apa dia di sek*ap.


Novan dan Bryan geram mendengarkan penjelasan dari Ririn,lalu kedua pria itu mengepalkan tangannya dan membuang pukulan ke langit secara bersamaan .


"I am so sorry Rin!" ucap Bryan meminta maaf, sebab karena dia lah nya*wa Ririn hampir saja melayang.


Novan hanya menyimak percakapan antara Ririn dan Bryan,disana terlihat jelas mereka memiliki perasaan yang sama. Ririn dan Bryan terlihat saling mengasihi dan Ririn terlihat begitu nyaman di pelukan Bryan. Saat ini Bryan memeluk dan menenangkan Ririn.


"hmmm ,hmmmm aku di kacangin nih!" sindir Novan yang tak dianggap keberadaannya oleh kedua sejoli itu.


"kak Novan hmm ,maaf ." ucap Ririn lalu menarik tubuhnya dari pelukan Bryan.


"Aku balik ke hotel duluan! nanti ambil mobil di hotel ya!" ucap Novan kepada Bryan dan Bryan hanya mengangguk lalu mengucapkan terimakasih banyak atas bantuannya.

__ADS_1


__ADS_2