KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
43. Memory di Bandara


__ADS_3

Mobil sudah terparkir di parkiran yang ada di Bandara, para penumpang mobil semua sudah turun dan mengeluarkan barang - barang dari mobil. Mereka segera menuju ke ruang tunggu dan sudah menyerahkan tiketnya. Bryan masih saja menggandeng tangan Ririn dan mengajak duduk bersebelahan.


"Bryan you want bring Ririn going to our home?" tanya Papanya penuh selidik,karena sedari tadi beliau malu melihat tingkah putranya,apalagi kini ada Eka kakak Ririn dan juga sebagai menantunya.


"No pa, we want take a some picture before we fly !" jawab Bryan beralasan.


"oh ,i know ! Make memory in Bandara right? ha ha ha good reason!" ucap papanya yang paham akan alasan Bryan.


Eka dan Fransisca hanya tersenyum melihat adik dan adik iparnya itu, Diman Bryan yang men dominan sedangkan Ririn hanya menuruti keinginan Bryan,walaupun sudah mencoba menolak ,namun Bryan tetap kekeh dengan alasannya.


"sorry, can you take picture for me and Ririn sis?" Bryan mengarahkan kameranya kepada Fransisca kakak kandungnya.


"Ok ITS my pleasure !" jawab Fransisca yang kini sudah meraih kamera Bryan. Bryan memang sengaja membawa kamera kesayangannya saat bepergian,,karena ia memiliki Bobby untuk mengambil foto. Biasanya ia tuanya mengambil foto pemandangan, binatang dan topik alam. Baru kali ini ia sangat interesting untuk mengambil foto dirinya .


One two three cklek ,cklek ,cklek bidikan kamera berbunyi ,dimana Fransisca tengah sibuk mengambil beberapa fot ,eh salah bukan beberapa foto lagi. Namun banyak foto Bryan bersama Ririn sesuai permintaan Bryan. Ada foto gayanya yang merangkul Ririn, ada yang menyatukan tangan antara Ririn dan Bryan membentuk hati ,ada yang Ririn dan Bryan berlari kecil dan masih banyak lagi foto mereka yang sengaja Fransisca ambil dan nanti Bryan bisa pilih sendiri mana yang bagus dan jelek baginya.


Kini sudah waktunya mereka memasuki pesawat ,itu pertanda mereka akan berpisah.


Eka dan Fransisca memeluk papa mamanya sedangkan Bryan memeluk Ririn,dan tentu membuat Ririn syok, karena di Negara +62 berpelukan dilakukan hanya kepada keluarga dekat,kekasih dan sahabat.


"Good bye, wish we can meet again in a other day! cup!" Bryan memeluk Ririn lalu memberi kecupan di kening Ririn, tentu saja Ririn membelalakkan matanya saat Bryan tiba - tiba mengecup keningnya tanpa persetujuan Ririn.


Ririn memukul pelan lengan Bryan lalu berkata " are you crazy?" mata Ririn mendelik menatap Bryan yang tanpa berdosa malah mengukir senyum menatap balik wajah Ririn, namun yang di tatap malah salting.


"you are mine, love you!" ucap Bryan lalu berjalan meninggalkan Ririn yang mematung ,dan lambaian tangan Bryan menyadarkan Ririn,lalu ia pun melambaikan tangan ke arah Bryan dan papa mamanya.

__ADS_1


"you are mine? love you?" gumam Ririn dalam lamunannya ,ia mencoba mengingat akan arti ucapan Bryan. Namun ia tak menanggapi ucapan itu, baginya Bryan hanya iseng dengan candaan mereka.


" Sudah selesai nih say good bye nya?" goda kak Eka dan sedikit menyenggol lengan Ririn guna menyadarkan Ririn dari lamunannya.


Kata - kata Bryan masih menganggu pikirannya, saat perjalanan pulang ,Ririn hanya diam memandangi pemandangan yang terlintas di jendela mobil. Eka yang melihat adiknya melamun dari spion atas ,lalu membuka obrolan.


"Rin ,kamu mau beli sesuatu untuk keberangkatan mu bulan depan ?" tanya Eka, yang membuat Ririn mendadak gagap karena tidak fokus.


"iya kak? bilang apa tadi?" tanya Ririn yang kini mencondongkan sedikit wajahnya kedepan.


" Are you Miss Bryan? ha ha!" Fransisca tertawa kecil menggoda adik iparnya dan yang di goda hanya tersenyum kecut,karena benar saat ini ia merindukan Bryan yang banyak bicara itu.


"Mumpung kita masih di daerah ini,kita ke mall sebentar ya! mau cariin tuan putri beberapa pakaian untuk keberangkatannya boleh kan honey?" tanya Eka kepada istrinya ,meminta ijin dan Fransisca pun mengangguk antusias ,ia juga ingin membelikan adik iparnya mantel bulu karena kebetulan,bulan depan di Negara A musim dingin .


Sesampainya di mall ,mereka melangkahkan kaki menuju fashion shop yang ada di mall itu. Tentu nya Eka menyerahkan semuanya kepada. Fransisca istrinya, karena Fransisca lebih tau apa saja yang di perlukan Ririn saat berada di Negara A ,karena Fransisca dan keluarganya sudah mengunjungi Negara A untuk bertemu keluarga dan juga bisnis papanya. Eka hanya. duduk menunggu ke dua wanita itu memilah dan memilih.


Eka terus membaca obrolan itu sebelum ikut nyomplong ke obrolan tersebut,setelah selesai lalu ia membalas chat Novan yang menyebut Bidadari tak bersayap.


Eka: ehhhm ,ehmmm.


Kebetulan di grup chat itu ada beberapa teman yang sedang online ,lalu merak kembali membuka obrolan


Dino; heeem heem ,nah Lo Nov 😁


Novan : ampun bang 😁🙏 gue khilaf

__ADS_1


Eka: Santai bro ,gue ga makan teman 😁😜


Aldi: apaan sih ini kok pada ribut?


Dino: tuh Novan yang masih di alam mimpi 😂


Novan: salting gue ,di keroyok gini 😢😁


DINDA: NApa nih? serius kayaknya


Dino: itu abangnya si bidadari muncul 😁


Dinda: siapa?


Dino: Eka yang baru kemarin habis malam pertama 😂😂✌️


Eka: huuus anak kecil dilarang komen! entar giginya rusak 😜


Novan" @Dino ,Lo masih kecil ga usah ikutan nimbrung 😁😜


Dino:@Novan ya nih gue masih kecil, Lo sudah tuaan dari gue ,buruan sana nimbrung 😁😜


Masih banyak chat grup itu, namun Eka mengakhirinya ,karena kedua wanita itu sudah selesai menjalankan Jonny mereka setelah 1 jam 30 menit lamanya. Setelah membayar ,Eka langsung mengendarai mobil menuju rumahnya .


" Honey, we lunch at home! because Ibu was cooking for us !" Eka menghangat tangan istrinya sembari menyetir dengan satu tangan, lalu di angguki oleh Fransisca tanda setuju.

__ADS_1


"Duuuh ,mata aku ternoda !" ucap Ririn dengan tawanya menggoda kakak dan kakak iparnya itu. Sesampainya di rumah ,mereka segera turun dan memasuki rumah. Setelah bersapa ria ,mereka duduk dan menikmati makan siang bersama, kebetulan disana juga ada Andre yang menjemput Intan dan akan mengantar Intan ke rumah kos ,karena besok Intan harus kembali bekerja.


__ADS_2