
Pagi ini keluarga Oka sudah bersiap untuk sarapan sebelum berangkat ke Bandara untuk mengantarkan Ririn. Setelah sarapan ,mereka menutup dan mengunci pintu dan jendela rumah lalu menutup gerbang . Mobil pun melaju perlahan membelah jalanan Kota yang begitu padat, sadar akan kepadatan lalu lintas ,maka Ririn dan keluarga sengaja berangkat lebih awal . Karena paham akan traffic di kota begitu padat dan macet.
Bukan karena sikomo lewat ya 😊😁
Karena macet, Jarak yang biasanya di tempuh 2jam 30menit ,kini justru menjadi 3 jam 20 menit. Mereka tidak perlu khawatir lagi,karena mereka sudah mengatur waktu sebaik mungkin. Mobil terparkir di tempat uang tersedia, lalu Eka membantu Ririn membawa barang - barangnya. Sembari menunggu panggilan ,Ririn mengabadikan momen bersama keluarganya.
Saat berfoto ria, tiba - tiba Ririn tersenyum samar,ia mengingat kenangannya ber sama Bryan saat ia ikut serta mengantar Bryan dan keluarganya ke Bandara. "Aku kirim ke Bryan ah!" gumam Ririn. ia mengirimkan foto ya bersama keluarga saat di Bandara. Namun hanya centang satu ,itu karena waktu Negara yang berbeda. Lalu Ririn memasukkan ponselnya kembali.
Setelah berfoto mereka berpelukan,satu persatu bergantian memeluk Ririn dan akan melepas kepergian Ririn ke Negara A. Setelah ritual perpisahan ,kini Ririn sudah masuk dan duduk di bangku pesawat sesuai yang tertulis di tiketnya. Ririn yang tempat duduknya bersebelahan dengan pria ,namun pria itu masih sibuk melihat sekeliling Bandara dari jendela pesawat. Ririn langsung duduk tanpa menghiraukan pria itu ,karena memang disana lah tempat duduk Ririn juga.
Pramugari memberi arahan panjang lebar kepada para awak kapal, dan menginformasikan bahwa pesawat akan lepas landas . Sesaat Pramugari selesai dengan tugasnya ,pria di sebelah Ririn melirik Ririn sekilas dengan ekor matanya,namun saat tersadar dan ingat akan sesuatu, pria itu kembali melihat ke arah Ririn dan memastikan apakah gadis itu adalah orang yang ia kagumi sejak pertemuan pertamanya.
"yes ,kalau jodoh ga akan kemana!" gumam Pria itu dalam hati yang kini tersenyum sendiri ,karena ia melihat bidadari tak bersayap muncul lagi di hadapannya tanpa syarat. Lalu ia segera merogoh hp nya dan mencari gambar kamera ,tanpa permisi ia mengarahkan kamera ke wajahnya dan terlihat juga kepala Ririn di kamera tersebut,lalu pria itu menyenngol lengan Ririn dan membuat Ririn mengarahkan wajahnya ke arah pria itu dan cklek, cklek,ceklek bidikan kamera sempurna. Lalu pria itu menyimpan kembali hp kedalam sakunya.
"Maaf,kenapa anda mengambil foto saya tanpa permisi?" tanya Ririn heran dengan pria yang duduk disebelahnya.
"Kau lah bidadari tak bersayap yang pernah aku temui dan kini kita di pertemukan kembali!" jawab pria itu yang tak lain adalah Novan teman Eka. ia menampakkan deretan gigi putihnya, tanpa merasa bersalah justru melantunkan nyanyian kehadapan Ririn dan Ririn semakin kesal dibuatnya.
"Aneh!" gumam Ririn,kini Ririn mengarahkannya pandangannya ke depan tanpa menghiraukan pria yang berada di sebelahnya itu.
__ADS_1
"Boleh kenalan ga? " tanya Novan yang kini sudah mengulurkan tangannya ke arah Ririn.
"Maaf, sepertinya kita tidak sedekat ini, kita hanya kebetulan saja duduk di bangku yang bersebelahan!" ketus Ririn uang semakin kesal melihat tingkah pria itu, namun kembali Ririn teringat dengan wajah pria itu ,ia teringat sepertinya ia pernah bertemu dengan pria itu entah dimana. Ririn tak mau ambil pusing,lalu ia hanya menampakkan seutas senyumnya melihat pria itu tanpa menerima uluran tangannya,lalu kembali arahkan pandangannya ke depan dan duduk rilex.
"Jutek amat adiknya Eka!" celetuk Novan,yang terdengar oleh Ririn dan kembali Ririn menatap wajah pria itu.
"Siapa ,Eka?" tanyanya penuh selidik.
"Ya gue temennya Eka ,kakak Lo!" jawab Novan ,lalu ia mengambil tangan Ririn untuk bersalaman dan menyebut namanya "Novan!" ucap Novan. penuh penekanan,supaya Ririn mengingatnya.
"Ririn!" jawab Ririn yang kini menarik kembali tangannya dan ia baru tersadar ,bahwa pria yang bernama Novan itu benar ,ia adalah teman kak Eka yang pernah ia lihat saat acara pernikahan kak Eka.
"emmm baru inget! jadi kak Novan temennya kak Eka yang dulu hadir saat acar pernikahan kak Eka ya, yang bareng kak Dino dan kak Andre." tanya Ririn antusias ,karena ia sekarang ingat betul akan kekonyolan Novan yang menyebutnya bidadari tak bersayap.
"kak Novan mau kemana dan ngapain?" tanya Ririn penasaran.
"Gue ,eh salah ! aku mau ke Negara A lihat Oma ,kebetulan beliau sakit dan rindu dengan kehadiran cucunya yang tampannya maksimal ini !" jawab Novan memberi penjelasan uang diimbuhi tingkat ke pedean nya yang tinggi itu.
"ohhhh!" jawab Ririn singkat
__ADS_1
"Kamu mau kemana dan ngapain?" tanya Novan penuh selidik,karena Eka tak pernah membahas perihal keluarganya di grup chat.
"Kebetulan Ririn diterima kerja di Negara A ,jadi Ririn berangkat hari ini!" jawab Ririn tanpa ada yang ditutupi, toh pria ini juga temen kakaknya jadi tidak ada masalah jika hanya berbincang seperlunya saja.
"Kirain mau ngejar aku dan ikut bareng aku nemuin Oma!" ucap Novan cengengesan yang di balas dengan tawa kecil dari Ririn, sengaja mereka berbincang dengan nada kecil supaya tidak mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.
Pesawat landing dengan selamat ,para penumpang berdiri dari duduknya dan mulai menuruni tangga kapal bergantian. Ririn sudah dijemput oleh transportasi dari perusahaan tempatnya bekerja, Novan yang mengetahui itu lalu ia mendekat dan membaca kertas uang di bawa oleh sopir penjemput Ririn. ia membaca nama perusahaan itu ,lalu tersenyum dan ia sudah mendapatkan ide untuk bertemu lagi dengan Ririn nanti setelah urusannya menengok Oma sudah selesai.
"Kak Novan, Ririn duluan ya ! sudah di jemput bye!" ucap Ririn yang kini hendak duduk di kursi penumpang ,lalu melambaikan tangan ke arah Novan.
"oke hatii - hati take care Rin!" ucap Novan ,lalu Novan mendekati sopir itu dan berpesan supaya mengemudikan mobil dengan pelan supaya Ririn sampai dengan aman dan selamat. Lalu sopir itu pun memulai melakukan mobilnya.
Setelah melihat kepergian mobil yang ditumpangi Ririn sudah jauh dan tak terlihat lagi, lalu ia menuju mobil jemputan yang sudah menunggunya. Dengan menempuh waktu hanya 1 jam ,Novan sudah tiba di mansion Omanya ,disana juga papa dan mamanya tinggal. Berhubung papa Novan putra tunggal dan Novan memiliki 1 adik perempuan uang masih menetap di Negara A.
Ririn pun masih duduk manis di dalam mobil,karena jarak tempuh Bandara dari rumah mes yang sudah disediakan oleh perusahaan itu menempuh waktu 2 jam. Mungkin 30 menit lagi Ririn akan sampai di tempat tujuan, Ririn memandang takjub akan keindahan yang di suguhkan oleh Negara ini, dari jendela mobil ia menikmati keindahan itu.
ia pun mencoba mencari ponselnya untuk mengambil foto di setiap sudut yang serasa indah baginya.
Kini ia sudah sampai di mes perusahaan tempatnya bekerja, ia di sambut hangat oleh manager disana . Setelah menikmati minuman yang di suguhkan ,lalu ia diantar ke mes dan ia meletakkan barang - barang di kamarnya. Setelah itu ia kembali menemui sang Manager untuk mendapatkan informasi apa saja perihal pekerjaannya yang akan dimulai lusa. Karena hari ini dan besok ,Ririn masih bisa mengatur waktu yang berbeda antara Negaranya dan Negara A. yang sekarang ia datangi ini.
__ADS_1
Ririn Novan atau Ririn Bryan????
pada kepo kan??? 😊 yuuuk baca terus kelanjutan Novel ini! jangan lupa ritual jejaknya dan tap tanda favorite 🙏