
Hari ini kami sudah dua minggu melakukan pelatihan perhotelan ,kami di didik dan di latih dengan benar tetapi para senior juga menyempatkan diri untuk menghibur kami supaya kami tidak jenuh . Kami sudah bisa memahami tata cara pelayanan untuk tamu ,karena semangat kami berlatih dan juga ke sediaan para senior mendidik kami .
Di saat jam istirahat ,aku tak keluar dari hotel ,namun aku beristirahat di ruangan khusus untuk staf office mengumpul di luar jam kerja .Aku duduk berdiam diri disana karena saat ini aku lagi malas untuk berjalan kaki,aku pun sudah mendapatkan ijin dari kakak senior untuk istirahat diruangan itu .Saat aku terdiam sembari memikirkan kak Dika ,tiba - tiba ada suara percakapan dua orang pria yang tidak asing bagiku .Perlahan aku keluar dan memastikan orang itu,ternyata mereka adalah kak Dika dan kak Andra .Mereka tengah bercakap dengan nada pelan dan tidak terdengar oleh ku,namun samar - samar aku bisa mendengarnya meski tak pasti .
"Andra,jujur ! aku suka dia ,entah kenapa sejak pertama bertemu aku sudah tertarik padanya ,aku tak tau kapan perasaan itu muncul .Entah saat pertama bertemu atau seiring berjalannya waktu aku dan dia selalu bertemu." kata kak Dika kepada kak Andra
"Kalo suka tembak aja! gitu aja repot,lagian biasanya juga kan kamu gampang dapetin cewek training,ha ha ha !" Andra memberi saran kepada Dika namun Dika segera membungkam mulut Dika dengan tangannya .
"Suaramu kecilin dikin napa? nanti ada yang dengar! memang dulu aku dengan gampangnya mendapatkan cewek training. Namun berbeda dengan dia,dia sangat sulit ku dekati dan jujur aku sangat tertarik dan suka padanya ,ingat ! ini bukan untuk main- main,aku serius!" lirik kak Dika dengan wajah sedikit murung ,karena ia sadar bahwa belakangan ini aku menjauhinya .
"Beneran? serius? sejak kapan seorang Dika yang playboy bisa serius sama cewek,apalagi cewek training,paling juga bertahan 3 bulan saja karena watak playboy yang ga bisa diubah ."kak Andra masih tak percaya akan apa yang diucapkan oleh kak Dika .
"Aku juga ga tau,yang jelas aku suka dia dan berbeda dengan cewek - cewek yang pernah aku dekati !" lirih kak Dika dengan tatapan sendu . Kak Andra yang menyadari keseriusan kak Dika ,ia hanya bisa menghela nafas panjang nya dan membuangnya secara kasar .
"Kalo memang benar ,baiklah aku akan bantu supaya kalian bisa dekat kembali!" seru kak Andra berusaha menenangkan sepupunya yang seorang playboy namun kini terlihat galau hanya gara - gara satu cewek yaitu Ririn.
"Serius ndra?" tanya kak Dika antusias dan penuh harap
"ya! tapi cuma berusaha kembali menyambung kedekatan tepatnya bukan mendekatkan! ha ha ha " sahut kak Andra dengan tawa jahilnya.
Deg deg deg deg ,hatiku kembali berdebar dan jantungku terpompa sangat hebat . "apa benar kak Dika menyukaiku?" gumamku dalam hati ,namun aku tetap tidak akan mudah percaya begitu saja setelah aki dengar sendiri percakapan mereka tentang cewek - cewek yang pernah kak Dika dekati dan seberapa hebat kak Dika menjadi seorang playboy di hotel ini . Aki akui dia memang terlihat manis dengan senyumnya namun tak bisa dipungkiri kak Andra juga tak kalah tampan hanya saja kak Andra terlihat sedikit galak,memang karena raut wajahnya seperti itu .
__ADS_1
Aku kembali masuk dan duduk melanjutkan waktu istirahat ku yang tersisa 30 menit lagi,aku menyandarkan tubuhku di kursi yang ada diruangan itu sembari mencoba memejamkan mataku . Bayangan kak Dika ,senyum manisnya begitu jelas di mataku " ah mungkin hanya kepikiran dia" pikirku . Saat aku hendak memperbaiki posisiku ,tiba - tiba ada tangan yang menggenggam tanganku sontak membuatku terkejut dan membuka mata ,hampir saja aku berteriak .Namun tangan kak Dika sigap menutup mulutku .
"Rin,kamu kok teriak?". tanya kak Sika dengan mengangkat satu alisnya .
"Kak Dika sih ngagetin Ririn aja !"sahut ku ketus .
"Maaf!" kak Dika kini menatap lembut kearahku seakan - akan ia ingin menyampaikan isi hatinya ,namun ia tidak berani karena wajah ku saat ini tengah kesal menatapnya .
"Rin,boleh kakak bicara?" tanyanya pelan dan penuh harap
"Bicara aja selama tidak merugikan!" sahut ku yang masih ketus ,yang membuat kak Dika sedikit terperangah melihat sikapku .
"Ririn kenapa ya?" gumam kak Dika ,dia masih terdiam
"Maksud kak Dika? percaya sama kakak?" tanyaku ber pura - pura tidak paham
"Aku tau kamu menjauhi ku karena gosip dari beberapa staf,memang dulunya aku seorang playboy namun jujur aku tidak pernah berbuat diluar batas!" Penjelasan kak Dika membuat ku tertawa dan langsung menjawabnya .
"ha ha ha, tidak pernah diluar batas? bahkan hampir semua cewek training sempat kakak dekati!" ucapan ku sedikit mengejek,namun aku tak sadar akan ucapan ku sendiri yang sudah membuat kak Dika meneteskan air matanya,entah itu air mata asli atau air mata buayanya .
"Baiklah,jika itu pandanganmu kepada ku!
__ADS_1
"ku pendam cintaku "
"ku pendam perasaan ku untukmu " . itulah kata yang terucap dari mulut manis kak Dika ,entah lah aku masih ragu ,apakah itu dari dalam hatinya atau hanya dari mulut manis palsunya yang selalu ia ucapkan kepada cewek - cewek training sebelumnya .
"Maaf kak Dika ! Ririn ga mengerti akan ucapan kak Dika!" lirihku sembari menundukkan kepalaku ,karena aku tak kuasa menatap mata kak Dika yang masih basah,jujur aku merasa bersalah karna sudah mengejeknya tadi .
"Rin ,waktu istirahat sudah selesai ,kembali lah ke office dan lanjutkan latihan mu ! aku disini dulu mau tenangkan pikiran ,setelah itu aku menyusul!"
"Tapi kak Dika ga papa ditinggal sendiri?" tanya ku yang masih tak tega meninggalkannya sendiri,namun aku tetap akan bersikap cuek supaya kak Dika tidak memanfaatkan rasa khawatirku .
"Tidak, pergilah ke office!" titahnya ,yang kini sudah berbaring di kursi panjang dengan menutup matanya menggunakan satu tangannya .
Tanpa banyak bicara aku pun berlalu menuju office dan melanjutkan pelatihan yang akan diberikan oleh kak Tino ,hari ini kak Tino lah yang mengajari ku ,karena kak Tika sift sore jadi aku tidak bertemu dengannya .
Kegelisahan dan ke khawatiran mulai menghantui pikiranku ,sehingga membuat ku tidak fokus .Aku menarik nafas panjang dan membuangnya kasar,aku kembali pusatkan pikiranku supaya fokus pada pelatihan yang di beri oleh kak Tino .
"Rin,liat Dika ga?"tanya kak Tini padaku
"Tadi sih di ruangan staf office kak,katanya mau nenangin pikiran gitu." sahutku sembari mengangkat kedua bahuku mengisyaratkan tak paham akan keadaan kak Dika .
"Rin ,kamu apain kak Dika? sampe - sampe nenangin pikiran segala, tidak seperti biasanya dia seperti itu ." ucap kak Tino dengan tanpa sengaja sudah menuduhku
__ADS_1
"Maksud kak Tino? emang kak Dika seperti itu gara - gara Ririn? perasaan Ririn ga ngapa - ngapain kak Dika deh!" sahut ku polos tanpa jeda sembari memutar bola mataku .
"Biarlah waktu yang menjawabnya!" sahut kak Tino singkat namun penuh penekanan. Aku pun sedikit mencerna ucapan kak Tino ,namun aku tidak pikirkan itu dan fokus pada pelatihan hari ini .