KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
15 Curhat kak Dika


__ADS_3

Malam hari aku dan teman lainnya sudah berkumpul di tempat kos,seperti biasa kami berkumpul dan membicarakan kegiatan kami di hotel. Suasana semakin ramai lantaran lelucon yang di buat oleh Ardi dan Pandu. Kami selalu menyempatkan diri untuk bercerita dan bersenda gurau .


Di kediaman kak Dika ,Dika tengah bimbang akan perasaannya sendiri. Sia ingin menceritakan kegelisahannya kepada Andra dan Januarta ,karena disaat seperti ini mereka selalu saling mensupport satu sama lain. Dika pun mengirim chat ke pada Andra dan Januarta di dalam chat grup mereka .


Dika: bro bisa ke rumah sebentar,sekarang penting!


Andra: siap kang


Januarta: wait 5 minutes


Dika: oke ,see you brother!


Selang beberapa waktu mereka sudah berkumpul di rumah Dika tepatnya di kamar Dika. Mereka sudah sering seperti itu selain sahabat baik mereka juga masih saudara . Dika selalu menyediakan cemilan dan aneka soft drink di kamarnya khusus untuk mereka bertiga, hanya Andra dan Janu lah yang boleh masuk di kamar Dika .


"Ada apa bro ,nyuruh kita kesini?" tanya Janu membuka keheningan diantara mereka ,karena sedari tadi Dika hanya menatap ponselnya .


" iya nih,ada apa Ka?" tanya Andra ,kemudian ia duduk di tepi ranjang Dika dan mengayungkan kedua kakinya .


Dika yang ditanya malah fokus pada hp nya,ia tak menghiraukan kedua orang yang sudah melempar beberapa pertanyaan kepadanya. Karena kesal akan kelakuan Dika ,Andra pun terlihat sengit lalu ia melempar bantal ke arah Dika dan membuat Dika kaget,hampir saja Dika melemparkan hp nya namun Janu dengan sigap menangkapnya .


"Dika,sebenarnya mau cerita apa ga? aku mau nongkrong nih sama teman !" ucap Juna yang memang ingin keluar karena kesal akan tingkah Dika yang mendiami mereka .

__ADS_1


"Andra , Janu! Aku bingung akan perasaan ini. Di satu sisi aku sangat menyukai dan menyayangi Ririn,namun aku tidak berani menyatakan semua perasaanku karena Ririn sudah terlanjur mendengar gosip itu dari staf lain .


"Jadi beneran Dik? kamu beneran suka Ririn,wah gimana ya,secara Ririn sudah dengar gosip itu. Kecuali jika kamu bisa memastikan dan menjelaskan kepadanya!" keluh Andra kepada Dika uang memang dia tau bahwa Ririn masih meragukan Dika .


"Benar! aku sudah menyukainya sejak pertama bertemu ,namun karena gosip itu lah yang membuatku tak berani mendekatinya ,karena ia juga sering menyindirku." ucap Dika dengan wajah sendunya dan hampir frustasi akan perasaan yang ia pendam selama ini .


"Jika memang kamu sudah menyukainya,maka berkata jujurlah dan berusaha membuatnya yakin akan semua gosip itu hanya bualan semata. Jika memang kamu menyukainya,lalu bagaiman dengan Hana? kau dan Hana sudah lama menjalin hubungan ." Kini Janu yang memberi Dika wejangan, supaya saudara sepupunya tidak hanya bilang suka tanpa menuruti kata hatinya.


Sebenarnya Dika dan Hana sudah menjalin hubungan selama 4tahun lamanya,namun Dika tidak pernah menanggapinya dengan serius,karena Dika lebih menganggap Hana sebagai teman wanita terdekatnya,namun Hana lah yang menyatakan perasaannya kepada Dika dan sebenarnya Dika tidak pernah menjawabnya .


"Baiklah,aku akan bertindak tegas kepada Hana supaya dia tidak berharap lebih padaku dan aku bisa mengungkapkan perasaanku kepada wanita yang ku cintai tanpa ada gosip murahan menghantuiku." Dika mengepal kan tangannya dan berfikir akan mengakhiri hubungan semu antara dirinya dan Hana .


"Baguslah,jika kamu sadar. Tetapi berhati - hatilah menghadapi Hana,karena Hana wanita yang nekat!"Janu memperingati Dika ,karena setau Janu ,Hana adalah gadis barbar yang sering gonta ganti pasangan tanpa Dika ketahui.


"Nah gitu dong! masa Dika si playboy galau hanya karena wanita ,hahahahaha!" ledek Andra kepada Dika.


"Jangan sebut playboy!" sahut Dika penuh penekanan,karena memang Dika bukan playboy .Namun hanya wanita yang sempat bertemu dengannya lah yang tertarik padanya dan mengatakan dirinya dekat dengan Dika .


"Kita keluar yuk,cari makan!" ajak Janu yang sudah bosan di dalam kamar Dika,sudah seperti gadis pingit yang berdiam diri di kamar .


"Males ah,mending nge game yuk!" ajak Dika uang kini sudah mengeluarkan PS4 nya dan akan bermain bersama .

__ADS_1


"Yuk!" seru Andra menerima tantangan dari Dika


Mereka bertiga bermain bersama ,dan Dika lah yang selalu memenangkan permainan itu. Saking semangatnya bermain mereka lupa akan waktu uang kini sudah menunjukkan pukul 23:45.


"Gila,sudah malam nih! besok harus bangun pagi dan kerja!" ucap Andra menghentikan permainan mereka.


"Sudahlah nginep sini aja!" ajak Dika namun matanya masih fokus di layar LED di hadapannya .


"Aku mau vc sama Anik,jangan ganggu! setelah vc baru aku bisa tidur dengan tenang." ucap Andra yang kini sudah meraih hp di saku celananya .


"Hadeh,yang sudah bucin sama anak training,ha ha ha ha!" ucap Dika dengan tawanya dan di susul oleh tawa Janu


"yaelah,kayak dianya ga aja!" sahut Andra ketus .


Kini Andra sudah melakukan vc dengan Anik ,mereka terbuai akan percakapan melalui layar hp nya masing - masing. Dika dan Janu masih sibuk nge game dan sesekali mereka melirik ke arah Andra yang tengah bahagia bercakap dengan sang pujaan hatinya. Dika tau ,Andra hanya ingin menjalin hubungan selama Anik training disini setelah itu mereka akan putus dengan alasan jarak yang jauh.


Tepat pukul 01:30 dini hari mereka sudah tertidur dengan lelap di ranjang king size milik Dika. Dika tidur di pinggirkanan dan Andra yang ditengah Janu yang di pinggir kiri. Sudah seperti tumpukkan ikan ,kaki mereka saling menindih satu sama lain. Kini mereka sudah sibuk dengan mimpi mereka masing - masing.


Malam pun berlalu begitu cepat , kini sang mentari sudah mulai menyinari dunia dengan senyum bahagianya . Sinar mentari masuk melalui celah - celah gorden sehingga menembus ruangan dan membuat setiap mata akan silau karena percikan sinarnya yang cerah .


Ketiga pria itu sudah mengerjapkan matanya ,Dika mendahului mereka ke kamar mandi dan membersihkan dirinya,karena dia akan pergi bersama Ririn ke suatu tempat Kebetulan hari ini Ririn dan Dika off ,jadi mereka bisa pergi bersama. Berbeda dengan Andra ,ia segera bangun dan mandi lalu merapikan dirinya dan akan mengganti seragam kerjanya di hotel.

__ADS_1


Kini mereka duduk di meja makan


hendak sarapan bersama,karena Ibu Dika dan art sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Ibu Dika selalu memanjakan kedua keponakannya itu ,karena dia sudah menganggap Andra dan Janu sudah seperti putranya sendiri .


__ADS_2