KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
61. Jabatan untuk Dika


__ADS_3

Pagi yang cerah ,semangat Dika setelah 1 Minggu bergabung di perusahaan papa mertuanya. Dika sangat ulet dalam bekerja, hanya dalam waktu 1 Minggu ia sudah menguasai tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Direktur.


Karena kegigihan dan semangatnya, Minggu depan akan diadakan serah terima jabatan Direktur untuk Dika ,menantu kesayangan publik perusahaan That Hans Corp .


.


Tidak begitu sulit bagi Dika untuk bergabung dan terjun di dunia bisnis,karena orang tuanya pun memiliki bisnis mini market di daerah tempat tinggalnya dan beberapa cabang di daerah lain. Ilmu itu sudah menurun dari orang tuanya ,bahkan sekarang papa mertuanya pun sudah memupuk kepercayaan untuk Dika.


Hana sangat tahu bagaimana suaminya itu, maka dari itu ia tidak terkejut akan keputusan papanya yang mempercayai suaminya menjadi Direktur di perusahaan papanya yang masih satu daerah dengan tempat tinggalnya.


Sedangkan perusahaan yang di luar kota ,sudah ada Direktur dan orang kepercayaan papanya di setiap perusahaannya.


SeMinggu sudah berlalu,kini para karyawan uang berada di gedung 10 lantai itu berkumpul di aula gedung . Hari ini adalah hari penyerahan jabatan dimana pokok perusahaan akan mengundurkan diri dan digantikan oleh Dika menantunya sendiri.


"Saya serah terima jabatan sebagai Direktur di perusahaan ini kepada saudara Dika , suami dari putri tunggal saya !" Dengan tegas papa Hana menyebutkan bahwa Dika ,menantunya lah yang akan mengendalikan perusahaan yang ada di daerah ini.


Para karyawan bertepuk tangan menyaksikan penyerahan jabatan tersebut dan mereka pun memberi selamat kepada Dika dan berharap Dika bisa seperti papa mertuanya dalam mengemban tugas dengan baik dan tegas.


Setelah acara serah terima jabatan itu selesai, kini mereka kembali ke ruangan masing - masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka . Dika dan Hana menuju ruangan Direktur yang kini menjadi ruangan pribadinya.


Hana sangat bahagia melihat ketulusan papanya yang tanpa ragu memberikan jabatan itu kepada Dika . "Selamat ya beb!" ucap Hana memberi ucapan kepada suaminya sembari menyodorkan sesuatu yang terbungkus rapi dihiasi oleh pita berwarna biru langit.


"Terimakasih gan! ini berkat kamu juga!cup!" ucap Dika sembari memberi kecupan di kening istrinya dan melirik ke arah tangan istrinya. "Apa ini?" tanya Dika sembari menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Buka saja!" jawab Hana tak lupa menampakkan senyumnya.


Dika membuka bingkisan kecil itu,lalu ia mendapati sebuah pena limited edition yang harganya mencapai 10jutaan itu ,Dika menatap wajah istrinya dan tersenyum bahagia karena istrinya begitu memperhatikan hal - hal kecil untuknya .


Namun pemberian pena ini sangatlah berlebihan karena harganya yang begitu mahal,akan tetapi istrinya sangat ikhlas memberikan hadiah pena itu.


Dika pun mendekat dan memeluk tubuh Hana ,setelah itu mereka duduk berhadapan.


Keesokan harinya Dika kembali ke perusahaan itu untuk bekerja dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Seperti biasa dia bekerja melalui laptopnya , investor - investor asing pun sudah dia ketahui semua tinggal menjalankan langkah - langkah berikutnya.


Para karyawan lainnya pun sibuk mengerjakan tugas mereka masing - masing dengan cekatan. Jam makan siang pun tiba, Hana datang untuk menemui suaminya ,ia langsung menuju ke ruangan suaminya.


"Siang beb! kita makan di cafe sebelah yuk!" ajak Hana kepada suaminya yang masih menatap layar laptopnya.


"Oke,tunggu 5 menit lagi Han!" sahut Dika yang masih fokus di layar laptopnya.


Sembari menunggu pesanan mereka ,Hana memulai obrolan.


"Beb, gimana kalo kita tinggal di apartemen papa? so ga capek lagi bolak balik ke kantor dan ke rumah ayah ibu." ucap Hana memberi solusi supaya mereka tidak lelah dalam perjalanan.


"Benar juga ,toh kantor ku di kota ini, toko perhiasan mu juga di kota ini ! rumah orang tua kita meski masih satu daerah tetapi menempuh waktu -+ 1,5 jam. Tetapi aku ingin kita beli apartemen ,tidak tinggal di apartemen papamu. malu lah !" jawab Dika sembari memberi penjelasan dan perasaan nya kepada istrinya.


"Ga usah beli,kan papa ada apartemennya juga disini! mending yang kita di tabung untuk masa depan kita dan anak - anak kita kelak!" jawab Hana mengajukan pendapatnya.

__ADS_1


Mendengar kata anak,membuat hati Dika tersentuh. Karena selama ini mereka tidak pernah membahas perihal anak, hanya saat orang tua Dika yang menanyakan cucu dan saat ini Hana lah yang membicarakan perihal anak. Dika yakin bahwa Hana kini tidak main - Mai. akan ucapannya bahwa istrinya itu menginginkan kehadiran sosok anak di dalam pernikahan mereka .


" ya kita bicarakan dulu sama orang tua ku dan orang tuamu juga ,bagaimana pun itu restu orang tua kita sangat berperan penting untuk kehidupan anak - anaknya!" saran Dika kepada istrinya ,agar kedepannya baik Dika maupun Hana tidak segan lagi untuk meminta pendapat dan restu kepada orang tua mereka.


"Oke! nanti setelah kamu pulang dari kantor ,jemput aku ke toko perhiasan! kita pulang bereng sampe rumah kita bicarakan lagi!" sahut Hana , kini makanan yang mereka pesan sudah tersaji di meja. Setelah menikmati makan siangnya mereka kembali ke tempat masing - masing setelah berpamitan.


Senja menghiasi indahnya langit, dengan warna indahnya membuat mata sejuk memandanginya. membuat hati tenang merasakan keindahannya. Hingga berganti menjadi malam, malam yang penuh dengan bintang menghiasi pekatnya langit.


Seperti yang mereka bahas tadi siang di cafe, mereka membicarakan rencana mereka yang akan tinggal di apartemen milik papa Hana dan setiap weekend mereka akan datang berkunjung dan menginap di rumah ini .


Ayah dan Ibu Dika memberikan kesempatan untuk mereka untuk menjalani pilihan mereka, dan tidak mempersulit keinginan anak dan juga menantunya. toh itu juga demi keselamatan dan kesehatan mereka.


Setelah selesai berbincang Dika dan Hana pergi ke kamarnya, Hana pun kembali membuka obrolannya.


"Beb ,Minggu depan papa mama Aku dan kamu harus pergi ke negara A untuk menghadiri undangan dari kolega papa." Hana memberi tahu suaminya perihal kepergian mereka Minggu depan .


" negara A? bukannya itu tempat Ririn bekerja?" gumam Dika sembari tersenyum melihat ke arah istrinya.


"Minggu depan? untuk berapa hari?" tanya Dika kepada istrinya.


"Mungkin 1 Minggu atau 10hari ,karena papa mama ingin kita langsung liburan disana ." jawab Hana dengan wajahnya yang berbinar, ia sangat menantikan hari itu dan menikmati liburan bersama suaminya sembari menghadiri undangan kolega papanya yang kelak akan menjadi kolega Dika juga .


"Baiklah ,kita istirahat sekarang! benar juga katamu sangat melelahkan jika setiap hari kita harus bolak balik ke kota ke rumah dan ke kantor!" keluh Dika yang merasa lelah karena tugas kantor dan perjalanan mereka.

__ADS_1


"Hmmm, kita istirahat saja,supaya besok bisa bangun pagi dan kembali ke kota dengan semangat!" sahut Hana yang kini mencoba memejamkan matanya sambil melingkarkan tangannya di perut bidang suaminya.


Malam yang hening ,dingin yang menyeruak masuk ke tulang persendian melalui selah kulit. Sehingga membuat sepasang suami istri itu merapatkan tubuh mereka dan tidur saling memeluk di bawah selimut berwarna navy.


__ADS_2