KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
34. Pertemuan Dika dan Ririn


__ADS_3

Setibanya di Kota tempat tinggal Ririn, Dika langsung melesat ke rumah Ririn . Dika akan menjelaskan semuanya.


tok tok tok


"Permisi!" Dika mengetuk pintu rumah Ririn. sebelum masuk


"Selamat siang, nak Dika,mari masuk!" ucap Ibu Ririn mempersilahkan tamunya.


"Om dan Ririn ada Tante?" tanya Dika sopan, kini ia sudah duduk di kursi ruang tamu.


"Bentar Tante panggil! diminum dulu minumannya!" titah Bu Ayu ,Ibu Ririn menawari minuman yang ia berikan pada Dika.


Ririn, Ayah dan Ibu nya kini sudah berkumpul diruang tamu. Mereka akan mendengarkan penjelasan Dika. Karena dari raut wajah Dika yang terlihat serius ,maka Ayah Ririn pun bersiap akan mendengarkan apa tujuan Dika.


Dika menceritakan apa yang terjadi malam itu hingga pernikahannya kemarin! semua ia ceritakan tanpa menambahi atau mengurangi sedikitpun dari semua kejadian itu.


"Baiklah, Om bangga sama kamu ! karena kamu sudah berani menjelaskan semua kesalahanmu dan bertanggung jawab akan semua hal itu. Jadilah pria yang tegas dan bertanggung jawab untuk keluarga kecilmu! " terang pak Oka menasehati Dika.


"Terimakasih om! karena om dan keluarga om tidak marah dan sudah menasehati Dika, namun Dika masih tetap mencintai Ririn. Maka dari itu Dika kesini untuk menemui Ririn dan minta ijin sama om dan Tante ,Dika mau mengajak Ririn keluar sebentar,ingin bicara berdua dan menyelesaikan ini dengan baik - baik. Bolehkah ?" pinta Dika ,agar di beri ijin .

__ADS_1


"Boleh,tapi tidak jauh - jauh dan jangan lama! bagaimana pun kamu sudah menikah dan memiliki istri. Om tidak ingin nantinya Ririn di sebut orang ketiga di antara rumah tangga kamu!" jawab Pak Oka memperingati dengan tegas.


"Ayah,Ibu Ririn ijin keluar sebentar! biar semua selesai dengan baik." ijin Ririn kepada kedua orang tuanya..


Setelah berpamitan ,mereka menuju cafe A.


Mereka mengutarakan perasaan mereka masing - masing tentunya dengan berderai air mata di kedua belah pihak . Di hati mereka sangat ingin memiliki satu sama lain,namun disisi lain si pria sudah menikah karena kesalahan yang tak ia perbuat.


"Rin,percayalah ! aku masih sangat mencintaimu,tak ingin terpisah! namun takdir berkata lain. Maaf kan aku yang tak bisa mengungkap kebenaran !" lirih Dika dengan nada bergetar ,karena ia masih terisak dalam tangisnya.


"Aku pun begitu,aku masih sangat mencintaimu! sulit bagiku untuk melupakanmu dalam waktu yang cepat. Berbahagialah bersama istrimu! jangan kecewakan dia,jangan khianati dia! hiks,hiks,hiks. Berat rasanya, dada ini begitu sesak." Isak tangis Ririn terdengar begitu pilu di telinga Dika


" Aku akan berusaha melupakanmu ! 3 bulan lagi aku akan berangkat kerja di Australia ,karena aku mendapat kontrak kerja di sana,jadi tolong jangan hubungi aku lagi! aku akan mencoba mengalihkan rasa sakit ini dengan bekerja di tempat yang baru,yang jauh dari tempat kenangan kita berdua." Masih terisak,namun Ririn mampu menyampaikan kepergiannya kepada kekasih,tepatnya mantan kekasihnya.


"Kamu tidak usah memanggilku sayang lagi! tidak perlu khawatir! aku baik baik saja dan akan selalu baik baik saja disana. Keluarga sudah memberi ijin ,karena ini mimpiku sedari dulu.* jawab Ririn ,ia tersenyum akan tingkah Dika yang masih begitu perhatian padanya,namun dia sedikit kecewa akan takdir cinta mereka.


"Di hatiku masih ada kamu,ya aku akui aku egois! tetapi hati ini tidak bisa membohongiku, jika suatu saat nanti aku menemukan pria yang seperti kamu,maka posisi kamu di hati ini akan tersingkir."


Dika tak menyangka jika Ririn akan mengatakan itu padanya. ya perih,begitu sesak dada Dika mendengarkan lontaran kata yang terucap begitu memilukan. Namun dia tak mampu membantah,menolak ataupun melarang Ririn melakukan itu.

__ADS_1


"Berhati hati lah sayang! jangan sembarangan dekat dengan pria yang belum kamu kenal disana! jaga diri kamu baik baik, kabari aku jika sudah sampai! " pesan Dika begitu tulus kepada Ririn mantan kekasihnya.


"Terimakasih! kita akhiri hubungan ini! aku tak mau nanti istrimu kecewa dan sakit hati. Mulai sekarang Kita berteman! janji ?" Ririn berusaha menampakkan senyumnya, meski hatinya terasa teriris oleh ucapannya sendiri. Namun dia tidak ingin terlihat rapuh dihadapan Dika. Ririn mengarahkan jari kelingkingnya dan menautkan ke jari kelingking Dika sebagai janji mereka ,setelah ini mereka tetap berteman.


"Baiklah ,jika ini yang terbaik menurutmu untuk kita. Ingat kita berteman! jangan sungkan menghubungiku dan jangan melarangku menghubungi mu!" pinta Dika menegaskan keinginannya.


"Oke kita berteman! " sahut Ririn


Mereka tertawa bersama ,mengakhiri kesedihan tadi dengan gelak tawa mereka. Entah itu tawa yang sebenarnya ,atau hanya menutupi kesedihan diantara mereka. Dika dan Ririn saling menatap manik mata mereka ,disana masih tersirat ada kesedihan dan kekecewa. Namun segera Ririn mengalihkan pandangannya keluar agar tidak menatap manik mata Dika yang hanya akan menimbulkan linangan air mata.


"Jika melupakanmu hal yang mudah ,aku tak berjanji akan hal itu! namun kenangan kita bersama akan selalu menghantui pikiranku,meski bibir ku berkata kita berteman. Namun hati ini sangat sakit,sakit sekali." Bergumam dalam diam, Ririn menampakkan seutas senyum dan Dika paham akan senyuman itu. Senyuman kecewa yang tersirat kan pada wajah Ririn.


"Boleh aku memelukmu kali ini?" tanya Dika lembut ,sembari mengelus jemari Ririn. dan Ririn pun mengangguk tanpa menjawab. Karena ia pun ingin memeluk Dika untuk yang terakhir kalinya. Setelah ini entah masihkah ada waktu atau tidak untuk memeluk pria yang ada dihadapannya saat ini, pria yang sudah menikah dengan wanita lain,pria yang dulu menjadi kekasih hati. Kini semua telah usai tinggal kenangan saja.


Setelah berpelukan dan menyalurkan energi juga memberi semangat lewat pelukan itu. Mereka kembali ke rumah Ririn dan Dika akan kembali ke rumahnya sebelum malam hari ,agar keluarganya tidak menghawatirkan ya ,terutama Ibu nya.


Berbeda dengan Ririn,setelah Dika mengantarnya pulang dan berpamitan ,kini wanita itu menuju kamarnya dan mengunci pintunya. Dia ingin menyendiri merenungi kisah cintanya yang berakhir hari ini. Doa tak ingin Ayah dan Ibunya tau ,bahwa dia menangis di dalam kamarnya,ia pun sengaja menyalakan DVD untuk memutar musik ,guna menyingkirkan suara Isak tangisnya.


Akankah Dika dan Ririn mampu menjalani hari tanpa saling memberi kabar seperti biasanya? akankah mereka mampu melewati dilema ini? atau mungkin mereka akan bersatu?

__ADS_1


penasaran??? yuuuk ikuti terus ceritanya! jangan lupa like nd vote ,biar makin semangat nih author ngetiknya 😁🙏❤️ favorite in aja biar ga ketinggalan cerita seru dari aku.


Happy reading ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2