
Tepat pukul 20:00 kedua keluarga berkumpul di ruang VIP hotel,mereka akan menggelar makan malam bersama. Untuk memeriahkan acara pernikahan tadi dan membuat hubungan mereka semakin dekat. Eka dan Fransisca duduk bersebelahan, Papa dan mama Bradero, Ayah dan Ibu Oka, Intan,Ririn,Bryan. Mereka duduk bersebelahan membentuk lingkaran,karena meja makan yang bundar.
Mereka menunggu semua makanan yang sudah di pesan sebelumnya, waiters menghidangkan semua di meja. Setelah serasa sudah lengkap ,mereka segera menikmati makan malam bersama tanpa ada obrolan. Setelah sajian sudah selesai dinikmati, waiters pun membersihkan meja itu,dan menyisihkan minuman nya saja. Mereka membuka obrolan seputar keluarga dan bisnis mereka.
"Pak Oka ,sepertinya Bryan akan saya tinggalkan disini!" ucap Papa Bradero setelah mengganti topik pembicaraan,karena Mr. Bradero merasa Bryan putranya semakin dekat dengan Ririn.
"Oh ya? sekolah disini?" tanya Pak Oka tanpa merasa sedikit curiga akan kedekatan Bryan, tepatnya Bryan lah yang mendekati Ririn.
"Tidak, Bryan akan saya jodohkan dengan putri anda Ririn!" jawab Mr. Bradero sembari ertawa kecil melihat tingkah putranya.
"uhuk ,uhuk!" Ririn tiba - tiba batuk ,saat meminum jus yang ada di hadapannya. Dengan sigap Bryan mengambil air mineral lalu mendekatkannya ke mulut Ririn untuk diminum.
"Pelan - pelan Rin! kamu tidak apa - apa?" tanya Bryan yang tidak menyadari akan kecanggungan Ririn saat dan ucapan Papanya membuat Ririn tersedak.
"itu anda lihat sendiri? betapa respect nya Putra saya !" ucap Mr. Bradero yang mengarahkan tangannya ke arah Ririn dan Bryan, lalu anggota keluarga yang lain pun melihat kearah mereka dan mereka baru menyadari itu.
"Yes ,you are right pa!" ucap Fransisca yang kini tak menyangka melihat adiknya begitu respect dengan gadis yang baru saja menjadi adik iparnya itu.
"Kita tidak seperti yang kalian lihat! kita dekat hanya sebatas keluarga!" ucap Ririn yang kini wajahnya sudah memerah seperti tomat.
"ccieeee yang saling !" seru Eka dan Intan yang bersamaan ,mereka semua tertawa melihat tingkah Ririn dan Bryan yang gugup seperti tertangkap tengah mencuri sesuatu.
"Apaan sih kak Eka, kak Intan! ga lucu deh!" ketus Ririn dengan wajah cemberutnya ,berbeda dengan Bryan ,dia hanya bisa tersenyum dan salting saat pandangan semua orang mengarah padanya.
" Eka dan Fransisca apa kalian sudah membicarakan tentang tempat tinggal kalian?"
__ADS_1
tanya Papanya dan di tambahkan satu pertanyaan lagi oleh mamanya " Honey moon nya dimana?" ucap Mama Fransisca yang kini malah berbalik arah membuat Eka dan Fransisca salting.
"Eka akan tinggal di apartemen Eka yang Deket tempat kerja! sedangkan Fransisca harus di rumah mama papa dulu sembari menyelesaikan urusannya disana. Setelah itu baru kita tinggal bersama di apartemen kita." ucap Eka dengan serius,agar mereka paham akan keadaan keduanya.
"Ga di rumah saja kamu dan Fransisca nanti nak?" tanya sang Ayah kepada Eka,karena beliau hanya memiliki satu putra dan mereka berharap bisa menghabiskan masa tuanya bersama cucu dari putra dan putrinya kelak.
"Future kita akan datang ke rumah Ayah Ibu setiap weekend! we promise!" jawab Fransisca dengan bahasa campurannya ,dia mengerti akan bahasa Indo namun dia masih belum bisa menjawab 100% menggunakan bahasa dengan pasif.
"Baguslah! kalian bicarakan berdua ,karena kalian yang akan ngejalanin!" ucap ke 4 orang tua mereka disana.
"Iya Pa ma ,Ayah Ibu! Fransisca sementara di apartemen dulu,2minghu lagi baru dia ke rumah Papa mama untuk menyelesaikan urusannya." Eka menjelaskan semua rencana bersama sang istri.
Ririn,Intan dan Bryan hanya menyimak perbincangan orang tua mereka dengan pengantin baru itu . Setelah semua jelas ,mereka mengakhiri perbincangan lalu menuju kamar masing - masing.
"Em, om Tante , boleh Bryan pergi ke taman bersama Ririn? kami mau mengobrol sebentar karena kami belum ngantuk!" pinta Bryan kepada orang tua Ririn dan Ririn pun terkejut akan permintaan Bryan ,lalu ia menyenggol lengan Bryan dan berbisik
"Just for a half hour, please!" jawab Bryan berbisik.
"Oh iya silahkan! jangan sampai larut!" jawab Ayah Ririn,sembari menampilkan seutas senyumnya.
Bryan menggandeng tangan Ririn menuju taman,lalu mereka duduk di tepian kolam renang. Kebetulan taman dan kolam renang berdekatan. 10 menit sudah mereka duduk di tepian kolam sembari memainkan air dengan mengayunkan kaki mereka.
"Rin ,can I ask you some thing?" tanya Bryan membuka obrolan.
" hemmm!" jawab Ririn singkat,karena ia masih fokus bermain air.
__ADS_1
"Do you have a boyfriend?" tanya Bryan pelan dan ragu,karena ia takut jika Ririn akan tersinggung dan marah padanya.
"No !" jawab Ririn singkat ,ia tak ingin menanggapi obrolan itu dengan serius.
"Are you sure? tadi saat dansa aku lihat cowok itu melihat kamu terus!" ucap Bryan ,kini ia mengarahkan pandangannya menatap Ririn dan menunggu penjelasan dari wanita yang sudah mampu merebut hatinya secara paksa.
"Him is a my ex boyfriend!" Ririn tetap menjawab,namun matanya masih berbinar memandangi air kolam yang ia kayuh menggunakan kakinya.
" I don't know why ? I have vibrate on my heart
since first time I meet with you !" ucap Bruan
serius ,sembari menggenggam tangan Ririn dan menatap lekat manik mata Ririn. Ririn pun menatap lekat manik mata pria itu, disana tampak ada keseriusan yang tulus.
"emmm, I don't know why? ha ha mungkin karena baru pertama ketemu and now we are family!" sahut Ririn sembari bergurau.
" I am tired Bru ,aku mau ke kamar tidur! ahhmmm!" Ririn ber alasan sembari menguap dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ririn tau maksud Bryan ,namun ia tak mau memberi harapan kepada Bryan ataupun pria lain,karena ia belum bisa membuka hatinya untuk saat ini.
"aaahh, ok ok sorry! let's we go to the room!" ucap Bryan yang mengerti akan permintaan Ririn, ia tak ingin memaksa Ririn untuk mendengar isi hatinya saat ini, biar lah berjalan seperti ini dulu.
Sesampainya di depan kamar Ririn, lalu Meraka saling melambaikan tangan,karena Bryan mengantar Ririn dulu ke kamarnya lalu kembali ke kamar Bryan.
"Bye Bryan good night!" seru Ririn sembari melambaikan tangannya.
"Bye Rin,good night, have a nice dream ,Love you! uuuppps!" ucap Bryan yang keceplosan ,lalu ia menutup mulutnya dan berlari menuju ke arah kamarnya. Dan meninggalkan Ririn yang tengah menganga mendengar ucapan yang di lontarkan secara blak blakan oleh Bryan.
__ADS_1
Kira - kira Ririn bakalan Nerima ga ya????
yuuukkk simak terus kelanjutannya!!! Happy reading, 💐💐💐