
Mereka ber 4 (Hana ,Dika,Ririn,Bryan ) masih bernyanyi mengikuti alunan gitar yang dimainkan oleh Bryan. Hingga akhirnya waktu makan malam tiba, mereka menghentikan kegiatannya ,lalu menikmati makan malam bersama.
Bryan memotong daging lalu kemudian mengarahkan daging itu ke mulut Ririn , Ririn yang menyadari itu,lalu membuka mulutnya dan memakan potongan daging itu.
"less chocolate , more food!" kata Bryan kepada Ririn ,karena selama ini Bryan tau bahwa Ririn lebih banyak memakan cokelat ketimbang makanan pokok.
"HM!" Ririn hanya bisa tersenyum mendapati perhatian dari Bryan sambil mengunyah makanannya. tanpa mereka berdua sadari , Dika tersenyum melihat interaksi Ririn dan Bryan ,kini ia lega karena sudah melihat mantan kekasihnya bersama pria yang tepat.
Hana melirik ke arah suaminya yang tengah memperhatikan Bryan dan Ririn. Setelah tersenyum melihat mereka berdua ,kini Dika melihat ke arah istrinya sembari tersenyum dan mengangguk kan kepala nya . memberi kode untuk segera menghabiskan makanan dan berpamitan dari mereka.
Acara makan malam telah usai, meja pun sudah kembali bersih. Bryan menarik tangan Ririn untuk berdiri dan menatap pasangan suami istri itu untuk ikut berdiri juga.
Hana dan Dika pun berdiri, lalu Bryan menjentikkan jarinya.
Alunan music terdengar ,kini Bryan melingkarkan tangan kirinya ke pinggul Ririn ,sedangkan tangan kanannya ditikam dengan tangan Ririn.
Mereka berdansa mengikuti alunan music, Dika dan Hana pun melakukan hal yang sama. Kemudian Bryan memutar tubuh Ririn dan mengarahkan ke arah Dika, Hana yang mengerti akan maksud Bryan segera ia berputar dan mendekat ke arah Bryan.
Kini mereka bertukar pasangan. Dika dan Ririn sedangkan Bryan dan Hana, mereka. fokus mendengarkan alunan musik.
" please give a time for them! for deep talk on fiew minutes!" bisik Bryan di telinga Hana dan Hana pun mengerti ,kenapa Bryan bertukar pasangan.
Mereka terus berdansa menikmati alunan musik Bryan dan Hana hanyut dalam pikiran masing - masing memikirkan Dika dan Ririn.
Dika dan Ririn terlihat canggung saat berdansa, Dika menatap manik mata Ririn ,lalu Ririn menghindari itu dan melihat ke arah lain.
"Apa kamu bahagia bersama Bryan?" bisik Dika dan memberanikan diri menanyakan hal itu..
"as you see!" jawab Ririn tanpa menatap Dika.
"hmm ,i wish you Will happy with him more than with me!" jawab Dika sedikit serak.
"Aku bahagia melihat mu bahagia bersama Hana! terimakasih karena sudah menjadi lelaki yang bertanggung jawab!" Ririn kembali berucap,kini ia memberanikan diri menatap manik mata pria yang berdansa bersamanya saat ini.
" iya ,itu karena pesan dari mu ! dan aku pun bahagia melihat kamu bersama Bryan, dia lelaki yang tepat untukmu ,aku bisa melihatnya dari perlakuannya kepada mu! semoga kamu bahagia bersama Bryan ! biarkan cerita cinta kita menjadi kenangan dalam diri kita masing - masing. Cinta tak harus memiliki namun bisa di rasakan."
" Sekarang tolong kembalikan aku kepada Bryan dan jemput Hana! aku tak ingin membuat Hana berprasangka buruk terhadap kita!" pinta Ririn dan Dika mengedipkan matanya pertanda menyetujui permintaan Ririn.
Dika pun semakin mendekat,lalu ia memutar tubuh Ririn dan mengembalikan ke pelukan Bryan. Setelah music selesai mereka kembali duduk ke kursi mereka tadi.
__ADS_1
"Sorry ,i want go to toilet'!" ucap Bryan beralasan pergi dan membiarkan mereka bertiga menunggunya.
" Jadi ,kita berteman sekarang?" tanya Hana memecah keheningan diantara mereka bertiga.
"Tentunya,Jak Hana juga kan teman kak Eka!" sahut Ririn sambil tersenyum dan Dika pun tersenyum melihat kedekatan kedua wanita itu yang satu masa lalunya dan yang satu lagi adalah mas depannya.
"oh ya ,kalian kok bisa kompak gitu sama Bryan? kalian saling kenal?* tanya Ririn penasaran.
Hana dan Dika menjawab
flash back
Hana dan Dika ke cafe memesan VIP dan meminta untuk mendekor ruangan itu dengan tema yang sesuai dengan kesukaan Ririn, saat Hana. menyebut nama Ririn n muncullah Bryan.
" emm sorry , apakah anda memesan ini untuk Ririn ?" tanya Bryan dengan bahasanya yang belum pasif
"yes ,why you know?" tanya Hana penasaran ,ia sadar jika pria itu setengah bule dan bahasa nya pun belum begitu pasif.
"yes ,i know from Ririn , bahwa kalian akan bertemu dengan Ririn disini. apakah kalian akan membuatnya bersedih lagi atau sebaliknya?" tanya Bryan mengintimidasi kedua orang tersebut.
"Of course we Will make her happy for her birthday!" jawab Dika ketus ,ia tak terima dengan pertanyaan pria itu.
"Ok ,so? what do you want?" tanya Hana kepada Bryan mencari jawaban dan alasan dari pria itu.
" my name is Bryan , my sister is wife from Ririn brother. so i have planing Will make her birthday so special tonight and i want her Will be my girl friend." Bryan menjelaskan keinginannya.
"i see, Eka wife do you mean?" jawab Hana yang sedikit mengerti akan maksud Bryan.
"yes right!" jawab Bryan semangat.
"ok! kalau begitu kita gabung saja! pertama saya dan suami saya yang akan memberi Ririn kejutan,setelah itu terserah anda!" Hana membuat keputusan dan di setujui oleh Bryan sehingga mereka bisa menjadi satu ruangan.
flash off
"oh jadi seperti itu!" Ririn manggut - manggut mendengar penjelasan dari Hana dan Dika.
Saat asik mengobrol ,mati di ruangan VIP mati . Ririn dan Hana sempat panik dan mencari keberadaan ponsel mereka ,lalu menyalakan senternya.
Terdengar suara gitar yang dimainkan oleh seseorang ,terdengar pula suara Bryan yang bernyanyi lalu mendekat ke arah Ririn.
__ADS_1
Brayan berdiri tepat di hadapan Ririn ,lalu menarik pelan tangan Ririn saat itu lampu kembali menyala.
" may you Will be my girl friend?" Brayan kini berjongkok di hadapan Ririn dan masih menggenggam tangan Ririn menanti jawaban dari bibir Ririn yang akan terucap.
Satu tangan Ririn menutup mulutnya ,kembali ia di buat terkesima akan kelakuan Bryan. ia tak menyangka jika di hari ulang tahunnya akan di tembak oleh pria yang sudah mengobati luka lamanya.
"Yes i Will!" jawab Ririn sembari tersenyum dan kembali meneteskan air matanya karena terharu akan perlakuan Bryan yang begitu romantis .
Dika bahagia melihat senyum Ririn yang terlihat binar kebahagiaan di matanya. Hana pun terharu melihat Bryan memperlakukan Ririn dengan ketulusan dan penuh cinta.
Bryan memeluk erat tubuh Ririn lalu memutar tubuhnya ,ia merasa sangat bahagia karena Ririn mau menerimanya , jadi cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Setelah melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ririn ,kini Dika dan Hana berpamitan karena sudah malam dan mereka akan beristirahat.
Kini tinggallah Ririn dan Bryan di ruangan VIP , Bryan membantu Ririn merapikan hadiah - hadiah nya dan membawanya ke mobil Bryan. Kemudian Bryan melajukan mobilnya membelah jalanan di Negara itu yang memberikan keindahan pada setiap mata yang menikmatinya.
kelap kelip Lou berwarna menghiasi pepohonan . sinar cahaya menerangi gedung yang menjulang tinggi. Ririn sangat bahagia malam ini karena ia sudah berhubungan baik dengan Dika dan istrinya.
Begitu pula dengan kisah asmaranya ,kini ia resmi menjadi kekasih Bryan . Sibuk dengan keindahan yang ia lihat ,ia tak sadar jika Bryan membawanya ke arah yang berbeda hingga mobil berhenti.
"Keman kita Bryan?" tanya Ririn penasaran, karena tempat itu begitu asing baginya.
" this is my apartemen! kita istirahat sebentar disini!" jawab Bryan yang kini sudah menggandeng tangan Ririn dan menuntunnya untuk mengikuti langkahnya.
.
"your parents?" tanya Ririn menyelidiki
.
"Mama papa back to Negara B, don't worries!" sahut Bryan menenangkan kekasihnya itu.
"Hmm , don't do anything ! kita hanya pacaran!" Ririn menjelaskan kepada Bryan supaya Bryan tidak berbuat diluar batasan.
" ok ,we just take a time for deep talk!" jawab Bryan santai.
Setelah sampai di apartemennya ,Bryan membuka pintu dan mereka berdua masuk lalu duduk di sofa.
Apakah yang akan terjadi di apartemen itu?
__ADS_1