KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
66. Janji


__ADS_3

Duduk di sofa sembari menikmati secangkir coklat panas, Ririn menyeruput coklat panas itu setelah dipersilahkan oleh tuan rumah.


"hmmm yummmy!" ucap Ririn yang asik menikmati coklat panas itu.


" I know ,you Will like it!" sahut Bryan yang juga menikmati coklat panas buatannya tadi.


Setelah itu,lama mereka terdiam saling menatap manik mata mereka tanpa ada yang mendahului obrolan.


Bryan menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Ririn sehingga membuat Ririn memutuskan tatapannya. Kini mereka merasa canggung ,karena setelah mengesahkan hubungan mereka sebagai kekasih,kini keduanya tak bersikap seperti biasanya.


" Thank you ! kamu sudah mau jadi my girl friend!" Bryan membuka obrolan untuk mencairkan suasana.


"thank you for everything on my birthday!" jawab Ririn lalu tersenyum menatap lelaki yang ada di hadapannya itu yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.


" what do you feel now? after you and him meet in cafe , i wish you can let him go from your mind and your heart. wish only me now on your mind, because now you are mine!" Bryan mengutarakan keinginannya kepada Ririn ,ia Ririn melupakan mantan kekasihnya itu.


" Don't worry, I am yours! and i was forget him but some Times i still feel him on my heart! i'ts not easy for me to forget my first love, i hope you can understand it!" pinta Ririn kepada Bryan.


"Ok ,i know that not easy ! but you should thing, him was married and you can do it slowly but sure !" Bryan memperingati kekasihnya ,ia tak ingin Ririn bersedih saat mengingat Dika kembali.


"thank you Bryan !" ucap Ririn yang kini berhambur memeluk kekasih barunya.


Ririn sudah membuka hatinya dan menerima Bryan. Meski ia pun memiliki perasaan yang sama dan ia juga mencintai Bryan namun tak bisa di pungkiri. Dika adalah cinta pertamanya ,itu lah yang membuat Ririn susah untuk melupakan Dika. Akan tetapi Ririn selalu ingin membuang rasa yang pernah ada di hatinya namun tetap saja Dika masih berada di ruang hatinya meski sedikit .


"I love you baby!" Bryan memberi kecupan di kening Ririn dan Ririn pun tersenyum dan menjawab ungkapan perasaan Bryan


" I love you too! promise ,you Will make me happy, don't hurt me and don't left me a go !" pinta Ririn kepada kekasihnya


" promise! I Will never left you go and i Will make you happy and never Will hurt you. once again i love you so much baby!" kembali Bryan berkata ,.


Mereka sudah saling mengucapkan janji ,kini mereka akan menjalani hubungan mereka yang baru. Bryan sangat bahagia ,ingin rasanya ia segera melamar Ririn jika Ririn mau .


cup ,,,,Bryan menge*cup sekilas bibir Ririn ,ia hanya tersenyum melihat mata Ririn yang sedikit melotot karena mendapatkan kiss tiba - tiba dari Bryan .


" Antar aku pulang Bryan !" pinta Ririn

__ADS_1


"Bryan? call me honey or baby or darling please!" kini Bryan memohon dan membuat Ririn tersenyum geli melihat kekasihnya yang sedikit alay dan kebutuhannya yang membuat Ririn merasa nyaman .


" Ok baby! my big baby, ha ha." sahut Ririn sembari tertawa setelah menyebut kata baby untuk kekasihnya.


"Stay here! we sleep on different room." kata Bryan mampu membuat Ririn mendelik dan menggelengkan kepalanya.


"what do you think baby? hmmm you thing i want do something? hmmm?". Bryan menggoda kekasihnya ,lalu menempelkan hidungnya ke hidung Ririn sehingga tatapan mereka terkunci.


Sedikit lama hidung mereka menempel , keduanya tersenyum dengan tingkah mereka .


"can i kiss you?" bisik Bryan di telinga Ririn dan kembali menatap manik mata Ririn ,untuk mendapatkan ijin. Ririn pun mengedipkan matanya memberi kode bahwa ia menginginkan Bryan men*ciumnya.


Perlahan Bryan memberi kec*upan di bi*bir Ririn ,lalu mencoba menerobos Mul*ut Ririn ,karena tak ada respon dari Ririn maka Bryan menggi*git kecil bi*bir bawah Ririn sehingga Ririn membuka mulutnya.


Kini lid*ah Bryan sudah mampu menerobos bibir ranum itu, lid*ahnya masuk berkelana di rongga mul*UT Ririn . Semakin dalam semakin lama ia membelikan lid*ahnya di dalam sana membuat nafas Ririn tersengal.


"sorry , I love you baby!" Kini Bryan menuntun Ririn untuk duduk di pangkuannya ,lalu satu tangan Bryan melingkar di perut Ririn ,satu tangannya lagi sedikit menekan tengkuk Ririn.


Sedangkan Ririn ,kedua tangannya melingkar di leher Bryan.


Masih dalam mode kis*sing ,keduanya kembali saling membel*it lid*ah. menyes*ap dan bertukar sal*Iva ,lidah kedua remaja itu masih bertarung di antara kedua rongga mulut mereka. Suasana yang dingin membuat mereka semakin mengeratkan pegangan di posisi tangan mereka. Bryan melepaskan pag*utan itu dan bib*Ir nya hendak menuju ke leh*er jenjang Ririn namun Ririn menolaknya.


"why?" tanya Bryan penasaran sembari mengangkat alisnya.


" i'ts not good ! ok ,i want sleep now ,where is my room?" tanya Ririn yang saat ini mengarahkan pandangan ke arah dua kamar secara bergantian.


Bryan sadar akan kesalahannya ,kini ia paham mengapa Ririn menolaknya tadi ,karena di Negara Ririn ada batasan untuk orang yang hanya memiliki hubungan kekasih itu berbeda dengan yang sudah bersuami istri.


" emm,sorry baby! I am so sorry please forgive me!" Bryan mengatupkan kedua tangannya di depan dada bidangnya , Ririn hanya mengangguk dan memahami kesalahan Bryan.


"hmmm ,don't do again! because we just boy and girl friend not married!" keluh Ririn ,kini ia menatap wajah Bryan yang memucat karena sudah melakukan kesalahan.


"that's room ia your room, you can sleep there!" Bryan menunjukkan kamar sebelah kanan untuk Ririn beristirahat.


"Thank you , I want sleep now!" pamit Ririn tanpa menatap wajah kekasihnya lagi,lalu ia beranjak menuju kamar .

__ADS_1


Bryan termenung meratapi kebodohannya tadi ,hampir saja ia lupa tentang batasan itu. "I wish Ririn not angry more!" gumam Bryan yang menatap tubuh Ririn ,kini Ririn sudah tak terlihat lagi ,karena pintu kamar sudah tertutup rapat.


Keduanya berada dalam satu apartemen,namun mereka tidur di kamar yang berbeda. Bukannya tidur ,mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.


Bryan menyayangkan kelakuannya tadi yang sudah membuat kekasihnya agak marah. Sedangkan Ririn ,ia masih mengingat cara Bryan memperlakukannya tadi saat di cafe dan terakhir saat Bryan hampir saja melewati batasannya.


"Semoga saja Bryan tidak melakukan hal diluar batasan ! dan aku sangat bangga dengannya ,karena ia langsung meminta maaf atas kesalahannya!" gumam Ririn sembari menyembunyikan senyumannya.


Kini Ririn yakin ,bahwa kekasihnya yang sekarang lebih menghargainya ,lebih bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya tanpa menyalahkan orang lain.


Tersenyum sembari membayangkan saat Bryan memetik senar gitar dan mengungkapkan perasaannya kepada Ririn. Sibuk bergulat dengan bayangan itu ,tiba - tiba pintu kamar di ketuk.


tok,tok,tok Ririn menoleh ke arah pintu dan memicingkan matanya tanpa membuka pintu itu.


"Baby, can i come inside?" tanya Bryan dari balik pintu.


Ririn bangkit dari ranjangnya ,lalu membuka sedikit pintu kamarnya.


" No! kamu perlu apa beb?" kembali Ririn memberi pertanyaan dengan raut wajahnya yang terlihat canggung.


"hmm, i just want bring your gift and present from me and from him." Bryan menjelaskan maksud dari kedatangannya yang kini tangannya sudah penuh oleh hadiah ulang tahun Ririn.


"aaah ok, you can out on the table!" Ririn tersenyum dan melebarkan pintu supaya Bryan bisa masuk,karena tangannya sudah penuh dengan hadiah ulang tahun Ririn .


Setelah meletakkan itu semua ,Bryan keluar dari kamar itu dan hendak berpamitan . namun Ririn men jeda ucapannya .


"Thank you beb!" Ririn menampilkan senyumnya ke arah Bryan .


"you are not angry with me? thank you!" Bryan senang melihat Ririn tersenyum lagi setelah kejadian tadi. Itu tandanya Ririn tidak marah lagi padanya.


"Aku ga bisa marah lama - lama sama kamu , yang ada bikin kangen!" gerutu Ririn yang saat ini mengerucutkan bibirnya . Melihat tingkah Ririn, Bryan sontak memberi kecupan kecil di bi*bir Ririn.


"Bryan mau big baby, what are you doing?"


"ha ha. ha you make me crazy beb! aku pikir aku akan seger melamar mu !" Bryan berkata sambil mengedipkan sebelah matanya sembari menggoda kekasihnya.

__ADS_1


"Go go go ! aku mau tidur capek! bicara sama kamu nanti yang ada bi*bir ku di jadiin permen." gerutu Ririn yang mengibaskan tangannya mengusir kadang kekasih.


"ok i will go now! don't forget bring me in your dream baby ! bye ,have a nice dream see you tomorrow, i wish you love my gift!" Bryan pun pergi ke kamarnya dan meninggalkan Ririn yang mematung di depan pintu.


__ADS_2