
Sesampainya di rumah, Dika segera membersihkan tubuhnya yang serasa lengket.
Setelah selesai ia segera berganti pakaian dan mendapati istrinya yang baru saja datang dari toko perhiasannya yang terletak di mall kota .
Hana yang melihat suaminya tergesa - gesa. ,ia melirik sekilas lalu ia merebahkan tubuhnya karena berasa lelah harus bolak balik ke kota 2x dalam seminggu.
"Sudah datang?" tanya Dika ,lalu ia mendekati istrinya dan memberi kecupan sekilas di bibir sang istri. Dika sudah memperlakukan Hana sebagai istrinya ,meski belum 100% dia mampu menggantikan posisi Ririn .
.
"hmm, kamu mau kemana beb? kok sudah rapi aja?" tanya Hana yang masih posisi berbaring lalu memiringkan tubuhnya.
"mau ke hotel siapin ini itu untuk anniversary besok." jawab Dika sembari menampakkan senyumnya.
"lama ga? pulang nya. malam banget kah?" tanya Hana sembari bergelayut di lengan suaminya.
"Kalo sudah selesai langsung pulang! oh ya ,besok bisa kan ikut ke hotel untuk anniversary?" tanya Dika kepada istrinya ,lalu Dika ikut berbaring di ranjangnya karena ia juga merasa lelah namun harus kembali ke hotel.
" Besok ya? hmmm ikut deh,daripada diam di rumah ! hmmm." jawab Hana bersemangat,ia merasa sudah menjadi istri Dika seutuhnya, karena Dika sudah menerimanya dan sudah memperlakukannya seperti istri pada umumnya. Hana pun menyatukan hidungnya dengan hidung Dika dan menggerakkan nya ke kanan dan ke kiri.
"Oke ,nanti tunggu aku! kita makan malam bareng ya ! sama Ibu dan Ayah juga." lirih Dika yang kini sibuk me Noel Noel pipi istrinya
"Oke Ben, sana pergi! biar cepet selesai urusannya ,so kita bisa bikinin Cici buat Mama papa dan Ibu Ayah hi hi!" Hana tertawa geli mendengar ucapannya sendiri dan Dika pun mengangguk membenarkan ucapan sang istri.
Menuju motor Nin**ja kesayangannya ,lalu ia melakukan motornya menuju hotel. Karena hotel tempatnya bekerja hanya memakan waktu 17menit saja,sehingga ia tak menggunakan mobilnya.
Tiba di hotel dan memarkirkan motornya ,Dika disambut oleh teman - temannya ,karena mereka akan mengerjakan tugas sesuai instruksi dari Dika. Dengan semangat dan penuh tanggung jawab, Dika memberi tugas dan juga memberi arahan kepada temannya sehingga pekerjaan terasa ringan ,karena dikerjakan bersama tentunya dengan semangat dan tekun .
Pukul 20:00 akhirnya semua sudah beres dan tinggal menunggu hari esok. Setelah merapikan semua peralatan dan membersihkan tempat tadi ,mereka saling berpamitan dan kembali ke rumah masing - masing. Dika pun segera pulang kerumahnya ,karena sudah janji akan makan malam bersama.
Tiba di rumahnya, semua sudah menunggu di meja makan. Lalu Dika mencuci tangannya dan bergabung di meja makan. Hana melayani Dika untuk mengambilkan makanan
__ADS_1
dan Ibu melayani Ayah mengambilkan makanan. Setelah makan kini mereka sudah berkumpul di ruang tamu untuk mengistirahatkan perut mereka setelah terisi.
"Hana apakah kamu tidak capek bolak balik ke kota nak?" tanya Ibu Dika yang menatap sang menantu yang tengah membalik lembar majalah yang ada di tangannya,lalu ia menutupnya dan menjawab pertanyaan ini mertuanya.
" Capek sih iya Bu,tetapi harus dijalanin! toh Hana ga mungkin tinggal di kota sedangkan suami Hana masih kerja di hotel itu." jawab Hana memberi penjelasan.
"Dika kapan kamu mau menerima tawaran papanya Hana? kasian juga Hana harus bolak balik ke kota sendirian!" tanya Ayahnya kepada Dika dan yang di tanya masih fokus menonton acara sepak bola.
"Segera Ayah! setelah Dika ajukan pengunduran diri di hotel,untuk saat ini belum bisa ,karena harus menunggu orang uang pas untuk menggantikan posisi Dika disana!" jawab Dika yang langsung berhenti menonton acara bola itu.
"baguslah, sudah istirahat sana! sudah malam kasian Hana sudah ngantuk!" titah sang Ayah menyuruh anak dan menantunya beristirahat.
"Hana pamit ke kamar ya ! good night Ayah Ibu." ucap Hana berpamitan lalu melangkahkan kakinya menuju kamar yang diikuti oleh suaminya.
Keesokan harinya ,setelah sarapan dan suaminya pergi bekerja . Hana menyempatkan waktu untuk pergi ke salon, ia ingin melakukan spa dan menyempurnakan penampilannya. Karena nanti sore ia akan ikut serta menghadiri anniversary hotel tempat suaminya bekerja.
pukul 16:00 Hana sudah melesakkan ritualnya di salon langganan nya, ia segera pulang menemui suaminya. Kini penampilan Hana sudah sempurna bak cinderela. Dika yang sudah berada di kamarnya tengah mengganti pakaian ,ia melihat istrinya dari pantulan cermin. Lalu ia tersenyum dan menyapa istrinya.
Kini Dika sudah berpamitan kepada kedua orang tuanya ,lalu ia mengambil mobil di garasi. Hana duduk di sebelah Dika ,mereka hanya diam tanpa ada obrolan. Sesampainya di hotel Dika menggandeng tangan Hana. Banyak mata memandang pasangan suami istri itu. Ada sepasang mata yang menatap sinis ke arah mereka, " aku bakal deketin kak Dika meski ada istrinya! jangan panggil namaku Gita,jika tidak nekat!" gumam gadis itu dari tempatnya .
Andra yang melihat tatapan Gita ke arah pasangan suami istri itu ,ia mendekati mereka dan berkata.
"Selamat datang Raja dan Tuan putri! Pasangan yang saaaaaangat romantis malam ini!" sapa Andra yang sengaja sedikit meninggikan nada suaranya ,supaya terdengar oleh Gita.
"Kamu Dra ,ada ada aja!" keluh Hana menimpali sapaan Andra.
Acara akan dimulai ,semua orang sudah mendapatkan tempat duduk masing - masing.
Serangkaian acara dimulai dari Sambutan MC, sambutan dari Manager,sambutan dari Pemilik hotel, sambutan dari Dika selaku head supervisor di bagian office, potong tumpeng, makan malam,pembagian hadiah. Menunggu hiburan terakhir Gita beranjak dari duduknya dan mendekati Dika juga Hana.
" hai kak Dika! tadi seru Lo pas kak Dika di atas sana." Gita menyapa Dika tanpa menghiraukan keberadaan istri Dika dan sengaja duduk di antara Dika dan istrinya.
__ADS_1
"Hai Gita ,emm biasa aja kok! kenalin ini istri kakak !" ucap Dika memperkenalkan istrinya.
"Hai ,namaku Hana !" sapa Hana ramah dengan menampakkan senyumnya .
"Aku Gita kak! aku anak trening disini dan kak Dika lah yang sering mengajari aku!" ucap Gita dengan sengaja ingin membuat Hana penasaran akan hubungan Gita dan Dika.
"Bukan kak Dika saja! tetapi ada kak Rio dan Tia juga! yang ngajarin kamu!" terang Dika meluruskan perkataan Gita supaya istrinya tidak salah paham.
"Tapi kan lebih sering bareng kak Dika ketimbang kak Rini dan Tia!" sela Gita uang sengaja memancing emosi Hana dan ia pun bersandar di lengan Dika ,Dika sudah berusaha menghindarinya . Sedangkan Hana ,ia hanya tersenyum hambar melihat tingkah Gita terhadap suaminya.
"Besok akan ku suruh pak Dirga menyelidiki ini!" gumam Hana , yang kini mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Hiburan terakhir pun telah usai dan kini waktunya acara di tutup. Begitu meriahnya acara anniversary hotel A tempat Dika dan Andra bekerja.
"Si*Al ga bisa deketin kak Dika! ada istrinya dan lagian kenapa kak Andra kayak ga suka gitu ya liat aku Deket kak Dika?" tanya nya dalam hati sembari menatap jengah ke arah Andra yang tengah sibuk berjoged meniru dentuman music DJ sembari menyesap minuman yang ia genggam di tangannya.
"Sepertinya gadis uang tadi itu suka sama kamu beb!" ucap Hana memecah keheningan di dalam mobil.
"Ooh, Gita maksudmu? dia emang seperti itu tetapi aku tak pernah menanggapinya !" jawab Dika yang masih fokus mengemudi.
Tiba di rumah ,mereka segera menuju kamar lalu mandi dan setelah itu merebahkan tubuh di ranjang kamarnya. Dika dan Hana meski terbaring di atas ranjang uang sama,kini mereka sibuk dengan pikirannya masing - masing.
"Gita semakin menggoda ku! harus kah aku tanggapi atau aku jauhi? kucing mana yang tak tergoda jika di pancingi ikan?" gimana Dika sembari senyum menyeringai.
"Besok aku harus segera urus itu semua!" gumam Hana yang merasa resah akan perilaku Gita kepada suaminya.
Kini mereka tidur saling berhadapan, Dika memeluk istrinya dan Hana pun membalas pelukan itu. Akhirnya terjadilah adegan ranjang antara kedua suami istri yang sudah sah itu. (Di skip aja ya 😁) . Mereka tidur berpelukan hingga pagi tiba,karena keduanya merasa sangat lelah setelah perg*ulatan panas itu.
Dika juga merasa lelah karena sibuk menyiapkan acara anniversary hotel itu,sehingga akhirnya harus mengambil libur hari ini. dan menikmati kebersamaanya bersama sang istri. Meski belum sepenuhnya bisa mencintai setidaknya dia tidak ingin menyakiti istrinya ,tanpa ia sadari kelakuan Gita sudah membuat istrinya terganggu.
"
__ADS_1