
Pagi hari sinar mentari mampu membangunkan Ririn dari tidurnya,aku mengerjapkan mataku dan mencoba mengembalikan kesadarannya setelah berkelana di alam mimpinya. Setelah kesadaranku terkumpul ,segera aku berdiri dan melakukan ritual mandi dan bersiap - siap ,karena sebentar lagi Dika akan menjemputku.
Dengan celana panjang jeans hitam ,atasan kaos pres body berwarna peach ,tas Selempang peach dan sepatu kets ku . Aku membiarkan rambutku tergerai dengan sedikit terikat oleh jedai mini sebagai penghias rambutku. Sedikit bedak bayi dan polesan lipgloss membuat penampilanku terlihat segar .Dengan bercermin di depan meja rias untuk memastikan penampilanku ,lalu ia keluar dan menuju gazebo yang ada di depan tempat kos.
Dika sudah tiba 15 menit yang lalu,sengaja dia langsung duduk dan menunggu Ririn di gazebo tanpa memanggilnya .Karena Dika tau ,jika wanita akan menghabiskan waktu untuk berdandan,maka dari iti Dika tak berniat mengganggu Ririn yang tengah sibuk dengan dandanannya .
"Eh,kak Dika sudah lama kak?" tanya Ririn menghampiri Dika
"Sudah 15 menit!" jawab Dika sambil tersenyum melihat penampilan Ririn yang terlihat segar .
"Maaf sudah lama menunggu!" lirihku
"Sudah siap? kota berangkat sekarang,keburu siang nanti panas!" seru kak Dika ,lalu ia menggandeng tanganku . Dan aku hanya mengangguk lalu mengekorinya.
Disepanjang perjalanan,seperti biasa kak Dika menyuruhku berpegangan .Lalu ku lingkarkan kedua tanganku di pinggangnya . Wajah ku letakkan di bahunya untuk mempermudah mendengar ucapan kak Dika,setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Kak Dika menggeng- gam erat tanganku menuju tempat duduk tepat di depan pesisir pantai . Ya, Kami memilih pantai untuk menikmati hari libur kami .
"Kamu suka?" tanya kak Dika padaku dan aku sudah asik bermain pasir lalu aku mengangguk menjawab pertanyaan kak Dika. Ku buka sepatu ku dan ku lipat celana panjang ku supaya aku bisa berlarian mengejar dan menghindari debur ombak .Kak Dika hanya memandang ku dari tempat duduk yang tak jauh dari ku,lalu ia menghampiri ku dan dia menjahili ku dengan mengambil air laut lalu menyiram ke arah ku ,untung saja tidak sampai membasahi bajuku .
Kami berlarian , bercanda dan kejar - kejaran seperti sepasang kekasih pada umumnya .Setelah merasa sedikit lelah, lalu kami kembali ke tempat duduk dan kak Dika memesan dua buah kelapa muda untuk kami .Kami pun menyesap air kelapa muda itu melalui pipet yang sudah menancap di kelapa itu.
__ADS_1
"Rin,kamu lapar?" tanya kak Dika yang sekarang sudah melihat menu yang dia bawa dari tempat tadi yang menjual kelapa muda itu .
"Ga begitu kak,kakak pesan aja kalo lapar ! aku mau pesan pisang coklat aja dan sosis." ucapku menjawab pertanyaan kak Dika, aku sibuk dengan pipet di kelapa muda yang ada di hadapanku,sedangkan kak Dika masih sibuk memilih makanan untuknya .
Sembari menunggu pesanan yang sudah diorder ,kami kembali menatap indahnya pantai dan debur ombak dari tempat duduk kami .Kak Dika duduk disebelah ku dan dia membelai jemariku lalu ia menarik lembut tanganku supaya aku melihatnya bukan melihat indahnya pantai saja .
"Rin,kamu bahagia?" tanya kak Dika dengan tatapan lembutnya .
"Iya! aku bahagia kak,apalagi di pantai ini tempatnya bagus,ada tempat makannya juga .Di dekat hotel juga aku pernah bermain disana bersama Anik dan kak Andre juga Santi ." ucapku kini duduk berhadapan .
"Kak Andre?" Kak Dika mengangkat satu alisnya untuk mendapatkan jawaban dari keraguannya .
" Rin ,aku menyukaimu! menyayangimu .Jujur sejak pertama kita bertemu ,aku sudah tertarik padamu
aku ingin memilikimu sebagai kekasihku namun aku tau ,jika gosip itu masih membuat mu ragu .Aku juga tidak bisa memaksakan keinginanku tanpa mendapatkan persetujuan darimu .".
Kini kak Dika membelai lembut tanganku ku lihat matanya ,namun tidak ada sedikit pun kebohongan di sorot matanya,yang aku lihat hanyalah ketulusan dan kepasrahan .Aku ingin menerimanya sebagai kekasihku , namun apa daya aku hanyalah wanita biasa yang yak mampu menolak rasa cemburuku. Jujur aku pun menyukainya, namun gosip itulah yang masih membuatku bimbang .
"Kak,jika kita berjodoh pasti kita akan bertemu dan di persatukan ! percayalah kekuatan cinta akan menjawab semuanya seiring berjalannya waktu ."
__ADS_1
Kini aku lah yang bersikap dewasa ,entah dari mana datangnya keberanian itu untuk mengucapkannya pada pria yang sudah membuat ku terpesona akan ketampanan dan perhatian lebih yang selalu ia tujukan padaku .
"Kamu berharap kita berjodoh?" tanya kak Dika ,dan di lubuk hatinya dia sangat bahagia karena aku pun mendambakannya untuk menjadi pendamping hidup ku kelak.
"Tentu saja,jika jodoh pasti tidak akan kemana! jujur aku pun menyukai kak Dika !" ucap ku dengan wajah merona menahan malu ,karena keceplosan mengucapkan perasaanku padanya.
"Rin, apakah itu benar? kamu juga menyukai ku?" kak dika bersemangat setelah mendengar apa yang aku ucapkan,karena dia merasa perasaan yang kita miliki sama .Jadi cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Aku hanya mengangguk menjawab ucapan kak Dika.
"Terimakasih tuhan! cintaku tidak bertepuk sebelah tangan!" kak Dika berdoa menyebut tuhannya .
"Tapi maaf kak ! aku belum bisa berkomitmen untuk menjadi kekasih mi saat ini,jujur aki masih risau akan gosip itu."
"Tidak masalah Rin! seiring berjalannya waktu ,pasti kamu bisa percaya dan yakin bahwa aku tidak seburuk itu. Kita jalani saja hubungan ini.meski tanpa setatus jelas,tetapi perasaan yang kita miliki sama . Hubungan tanpa status ini akan mengajarkan kita arti kepercayaan dan arti dari memiliki ." kak Dika mengucapkan kata HTS penuh penekanan yang membuatku jengah dan ingin melihat seberapa besar cinta kak Dika padaku .
"Hubungan tanpa status(hts)?" aku menatap lekat pria yang ada di hadapanku ,mungkin ini lah akhir dari perasaan kami dan harus menjalin hts sementara waktu .
Pesanan kami sudah datang dan di hidangkan di atas meja ,kak Dika menyuapi ku dan aku malu - malu membuka mulutku ,lalu ku suapi juga kak Dika. "inikah yang namanya kekasih" gumamku yang masih asik mengunyah makanan di mulutku . Bahagia rasanya setelah mengetahui orang yang kita cintai juga mencintai kita,namun berbeda dengan ku dan kak Dika .Kami lebih menikmati kedekatan dan saling memberi perhatian saru sama lain .
Setelah menghabiskan makanan,kami pun pergi meninggalkan pantai yang indah itu. Pantai yang menjadi saksi hubungan kami yang tanpa status ini. Dengan hubungan ini saja kami sudah bahagia apalagi hubungan yang sudah sah menjadi kekasih,namun kami sudah berjanji untuk menjalaninya dan biarkan waktu yang akan menjawab semuanya .
__ADS_1