
Secangkir kopi ,sebatang ro*kok dan sepiring brownis menemani pagi hari. Di kursi yang menghadap ke pemandangan bukit yang terhalang oleh pepohonan besar. Kini di balkon kamarnya ,ia menyeruput nikmatnya kopi sembari menghisap ro*kok . Pria itu tengah memikirkan sesuatu .
"Kenapa Ririn tak membalas chat ku?" gumamnya sambil mengotak Atik layar ponselnya dan ia mencoba menghubungi no ponsel Ririn namun hanya jawaban dari operator yang ia dengar. "Si* al!" lirihnya mendengus kesal.
Kemarin saat ia tidur di dalam mimpinya ia melihat sosok Ririn yang tengah menangis dan meminta pertolongan. Namun ia tak bisa melakukan apapun untuk wanita yang masih ia cintai . Sejenak ia memikirkan cara untuk membantu ,namun itu sudah terlambat. Karena saat ia menemukan ide ,sudah ada dua lelaki yang menolong wanita itu ,akan tetapi ia tidak mengenali kedua lelaki itu .
"Semoga kamu baik baik saja Rin! aku masih mencintaimu dalam diam, walau hanya bisa memendam cintaku ! ku tak ingin berharap lebih,karena aku tau,kamu sangat kecewa. Biarkan cinta kita menjadi kenangan yang melekat di hati masing masing!" lirih Dika dengan bibir yang bergetar sembari melihat foto Ririn dan dirinya saat berada di pantai.
Setelah menikmati kopi lalu ia bergegas mandi dan bersiap akan berangkat kerja ke hotel tempatnya bekerja. Meski mertuanya sudah menawarkan salah satu perusahaan untuk di kelola,namun ia menolak secara halus. Karena sejak menikah dengan Hana dan Ririn semakin menjauh ,kini Dilla kembali menjadi Casanova.
"Beb mau berangkat kerja?" tanya Hana yang kini mendekat ke arah Dika lalu memberi kec*upan di bibir Dika . Dika pun membalas ,ia tak ingin istrinya curiga karena sudah terlalu sering menolak perlakuan manja dan romantis sang istri. Bagaimana pun juga dia adalah seorang suami yang harus menafkahi istrinya lahir dan batin.
" ia ,sudah hampir telat !" jawab Dika yang hendak pergi meninggalkan istrinya.
"Kenapa kamu menolak perusahaan papa? kamu kan bisa kelola itu dan ga usah lagi kerja di hotel?" tanya Hana yang terlihat sedikit kesal karena Dika terburu - buru dan tak membalas kecupan sang istri. Dika yang memahami mood istrinya lalu berbalik mendekati istrinya.
cup , Dika membung*Kam mulut istrinya ,lalu mel*umat nya dan mengg*igit bibir bawah milik sang istri sehingga membuat Hana membuka mul*utnya dan membiarkan Dika mem*Belit dan meni*kmati sal*iva nya. Setelah berasa nafas keduanya sesak,lalu mereka melepas pag*utama itu.
"Kamu tau kan sedari dulu aku sangat ingin bekerja di hotel! nanti akan aku pikirkan tentang tawaran papa soal perusahaan itu." jawab Dika memberi sedikit harapan supaya sang istri membiarkannya pergi ke hotel untuk bekerja.
"Janji ya!" ucap Hana sembari mendekatkan jari kelingkingnya dan menautkan denga jari kelingking milik suaminya.
"Aku kerja dulu! kamu mau ke kota ke toko perhiasanmu?" tanya Dika dengan memperlihatkan sedikit perhatiannya.
"ya ,setengah jam lagi aku berangkat dan mungkin akan pulang telat ,karena ada pesanan yang di ambil sedikit terlambat!" jawab Hana yang kini bergelayut manja di lengan sang suami.
"Hati - hati di jalan! aku mau berangkat sekarang bye!" ucap Dika dan berlalu meninggalkan istrinya .
Setelah dulu ,hampir saja dia telat mengagalkan rencananya untuk menyelidiki Dika dan Ririn. Kini Hana tak pernah menaruh curiga kepada suaminya ,meski ia sering melihat penampilan Dika yang terlalu berlebihan saat akan berangkat kerja. Hana sering menepis rasa curiganya ,karena ia takut jika tindakannya nanti akan membahayakan dia dan suaminya.
__ADS_1
"Aku mandi dulu dan siap siap ke kota untuk mempersiapkan pesanan itu!" gumam Hana yang sudah berdiri hendak menuju kamar mandi.
Di hotel, Dika sudah berada di office di departemen kekuasaannya. Semenjak ia menikah dan mengakhiri hubungannya dengan Ririn. Ririn jarang memberi kabar dan juga jarang membalas chat dari Dika,yang sengaja tak ia baca dan menghapus chat itu .
"hai kak Dika selamat pagi!" ucap Gita anak trening baru di hotel tersebut yang penampilannya mirip dengan Ririn namun sifatnya lebih agre*sif dari anak trening lainnya.
"Pagi Gita ,hari ini kamu kerjakan ini ya! belajar input data untuk guest list besok." titah Dika memberi tugas dan sedikit menghindar dari Gita. Karena kehadiran Gita membuatnya teringat kembali dengan sang mantan kekasih yang pernah trening juga disana.
Dika sibuk dengan pekerjaannya,sedangkan Gita ia fokus dengan tugas yang di beri Dika ,namun sesaat ia memperhatikan Dika dari tempatnya duduk. Gita mencuri - curi pandang dan selalu mencari perhatian dari Dika,meski Gita tau bahwa Dika sudah beristri ,justru itu lah yang membuat Gita tertantang.
Tiba - tiba telepon kantor berdering dan segera Dika menjawabnya .
"Good morning,Dika speaking ! mau I help you?" sapa Dika ramah dari gagang telepon itu,namun saat itu mata Dika terganggu karena melihat Gita yang sengaja membuka kancing bajunya bagian atas dan melirik ke arah Dika. Dika menelan ludahnya sendiri.
"Selamat pagi pak Dika,saya Devika sekretaris pak Gigih pemilik hotel ini. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa besok Pak Gigih akan datang! untuk ikut memeriahkan anniversary hotel yang ke 20tahun. Tolong konfirmasi ke room departemen untuk menyediakan kamar VIP untuk beliau dan istrinya!" jawab Devika memberi perintah dan penjelasan kepada Dika.
Segera Dika menghubungi setiap departemen untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara besok, ia tak ingin mengecewakan pemilik hotel. Dika selalu mendapat kepercayaan untuk even even dari pemilik hotel,karena Dika selalu tegas dan bertanggung jawab untuk pekerjaannya.
Setelah selesai memberi tugas ke masing - masing departemen,Dika kembali mengerjakan tugas di layar komputer. Gita mendekati Dika dan sengaja duduk di hadapan Dika yang hanya terhalang oleh meja, Gita yang masih menampakkan kancing baju atasnya yang terbuka. membuat Dika kembali menelan lu*sahnya sendiri.
"eem kak Dika ini sudah selesai!" ucap Gita sembari menyerahkan kertas yang ia bawa ,lalu ia meng*gigit bibir bawah nya seolah meragukan hasil kerjanya.
"ehkhm ,sudah bagus ! sudah benar." jawab Dika sembari mengalihkan pandangannya ke arah komputer. Kelakuan Gita membuat jiwa Dika back Casanova.
" Besok acara anniversary hotel, semua karyawan dan keluarganya di wajibkan hadir dan para trening juga harus hadir jika tidak berhalangan!" ucap Dika memberi informasi kepada Gita.
"Berati kak Dika datang sama istri dong ya?" tanya Gita penasaran.
"Lihat besok saja! berhubung istri kakak sibuk dengan bisnisnya,mudah + mudahan saja istri kakak bisa ikut." jawab Dika seadanya
__ADS_1
"Tapi harapanku semoga istri kak Dika ga bisa ikut!" ucap Gita sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Maksudnya?" tanya Dika penasaran dengan menaikkan satu alisnya.
"Mmm,biar aku bisa Deket Deket kak Dika hehe !" jawab Gita cengengesan
"hmmm, ingat batasan Kamu anak trening! dan Kaka adalah seniormu dan juga sudah beristri!" ucap Dika penuh penekanan saat menyebut kata istri.
" Pria beristri yang mantan Casanova ha ha
Will back Casanova?" dengan tawa kecilnya Gita mengg*Ida sang senior dan mampu membuat Dika bungkam.
"Darimana kamu tau kakak mantan Casanova? jangan percaya itu!" Dika penasaran darimana Gita tau perihal dirinya yang benar adalah seorang Casanova.
"I know! " jawab Gita singkat.
Obrolan keduanya berakhir karena jam istirahat ,mereka pun keluar dan mencari tempat istirahat untuk makan siang. Dika yang berusaha menghindar namun Gita yang selalu saja ingin dekat dan nempel bareng Dika . Sehingga membuat staf lainnya penasaran akan kedekatan mereka berdua.
"Dik, lagi Deket Gita nih? ingat bini dirumah!" bisik Andra di telinga Dika yang tak terdengar oleh yang lainnya.
"ga, dia aja yang nempel terus! malahan dia bilang lebih tertantang sama suami orang." bisik Dika membalas ucapan Andra.
"Ingat jaga jarak!" kembali Andra memberi peringatan.
"Siip, tapi kalo dianya terus mancing ,kayaknya aku ga yakin deh." balas Dika dengan tawa kecilnya yang membuat Andra pasrah.
Andra menatap sinis ke arah Gita yang terus berusaha mendekati Dika. Andra tak Inging kejadian Dika bersama Hana terulang lagi,karena ia memiliki firasat buruk tentang Gita.
"Aku tak kan tinggal diam! harus hentikan semuanya sebelum terlambat! Dika back Casanova? ga ga boleh itu terjadi!" gumam Andra yang masih menatap sinis ke arah Gita sambil memakan makanan yang ada di piringnya ia geram melihat tingkah laku Gita yang seperti WAN*Ita mal*am.
__ADS_1