KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
37. Persiapan pernikahan kak Eka


__ADS_3

Pagi ini Ririn sangat gembira, ia bersenandung kecil karena ia di percayai oleh kak Eka untuk mencari cincin kawin. Dengan langkah yang semangat ia melewati meja makan ,saking semangatnya ia tak melihat Ayah ,Ibu dan Kak Eka yang memperhatikan tingkahnya.


"Mau kemana Rin?" tanya sang Ibu yang mampu menghentikan langkah Ririn


"Eh, Bu ini mau cariin kak Eka cincin kawinnya!" sahut Ririn santai, lalu ia memutar langkahnya menuju meja makan.


"Sepagi ini? ga sarapan dulu?" tanya sang Ayah.


"Ga, yah nanti aja di mall cari cafetaria!" masih dalam posisi berdiri dan ia mengarahkan pandangan ke tempat Eka duduk.


"looooh,kak Eka kok masih santai banget? katanya mau cari cincin bareng Ririn!" mata Ririn membelalak melihat Eka yang masih santai sarapan dengan mengenakan kaos dan celana pendek rumahan.


"Masih pagi! lagian Kaka yang mau nikah ,kok kamu yang semangat heeemmm." Goda Eka yang mampu membuat Ririn cemberut


"iiiss kak Eka sudah untung Ririn mau cariin cincin kawinnya . itu yang paling penting loh!" ucap Ririn tak kalah ingin menggoda kakaknya.


"iya bentar ,Kaka gantii pakaian dulu kamu sarapan hi! biar ga keluar uang beliin kamu sarapan nanti disana ." Eka terkekeh melihat raut wajah Ririn yang semakin cemberut.


"Ririn punya uang kok pake bayar sendiri!" sengit Ririn memutar bola matanya.


"ya ya ntar Kaka yang bayarin! kamu mau beli apa lagi buat keberangkatanmu ntar ambil aja kakak yang bayar!" ucap Eka semakin lembut, ia, mengacak rambut Ririn.


"Beneran? yeeeeyyyy makasi kak!" sahut Ririn yang langsung saja memeluk sang kakak. Ayah dan Ibunya hanya bisa melihat tingkah manja putrinya kepada sang kakak.


Tiba di mall ,tempat yang di tuju adalah tempah perhiasan, disana tertulis "Hana jewelry Gold and Silver". Mereka masuk dan melihat lihat cincin yang cocok untuk Eka dan Fransisca calon istrinya. Sedikit menarik nafas, lalu Ririn membaca nama toko perhiasan itu . "Hana" gumam Ririn tanpa berkedip ia menerawang dan menebak nebak "apakah Hana istri Dika?" gumamnya sendiri, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Yang namanya Hana banyak,ga cuman dia saja". kembali berucap sendiri.


"Rin ,sini deh! kayaknya ini bagus ya ,simple ,elegan lihat tuh,bagus ga?" Eka memanggil Ririn yang berada disebelahnya tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Yang mana kak? emang calon istri kakak suka kalo Ririn yang pilih? ntar ga. sesuai lagi sama keinginannya." ucap Ririn yang sedikit ragu akan pilihannya.


"Fransisca gadis yang simple,apa adanya dan dia selalu menyukai apa yang kakak pilih. so dia ga cerewet dan banyak mau seperti kamu Rin ha haha." Eka sedikit bergelak menjahili Ririn dan Ririn pun hanya jengah melihat kekonyolan kakaknya, bagaimana pun kak Eka sangat menyayangi Ririn berbeda dengan Intan.


"Bagus kak,coba lihat ! " Ririn mencoba cincin kawin pilihan Eka ,ia memasang di jari manisnya lalu menempelkan ke dekat wajahnya dan berselfie ria, lalu ia menjadikan story' di aplikasi wa nya. Eka yang melihat tingkah konyol adiknya hanya bisa geleng kepala.


"Bagus sih bagus, ga usah dicoba kali! entar pingin cepet nikah." gerutu Eka melihat cincin pilihannya melingkar dijari manis Ririn.


"Cie yang ga boleh tersentuh sebelum di sentuh istrinya. nih Ririn balikin! mbak t


long di sterilin yah! biar bersih. tanpa ada sidik jari aku di cincin itu hi hi biar kakak ku ga ngamuk." ucap Ririn cekikikan menggoda Eka dan menyuruh pelayan toko membersihkan bekas jarinya. Karena itu adalah pilihan Eka untuk calon istrinya,Ririn pun menghargai itu.


Dari kejauhan berjalanlah seorang wanita mendekati toko perhiasan tersebut. Dari kejauhan ia melihat sosok pria dari belakang dan tak asing baginya, lalu ia mempercepat langkah kakinya karena ia melihatku pria itu sudah melakukan transaksi pembayaran. Segera wanita itu masuk ke toko melalui pintu sebelah samping dan mencoba memastikan siapa sebenarnya pria itu.


Saat pelayan toko hendak menggesekkan kartu customer ,lalu wanita yang tadi mengambil alih. "Biar saya saja!" ucapnya kepada pelayan toko yang tak lain adalah karyawannya. Setelah transaksi di proses lalu wanita itu memberi mesin ke arah customer untuk men dial pin nya, tanpa ragu lagi wanita itu langsung menyapa customer tadi yang tak lain adalah Eka.


"Hey, Hana? temen kuliah gue yang Deket sama Dino kan? makin cantik aja nih." sahut Eka menggombal. Lalu Ririn menyenggol sedikit lengan sang kakak. Karena Ririn tak suka melihat lelaki gombal apalagi itu kakaknya sendiri, lalu Ririn melirik ke arah wanita yang disebut Hana itu..


Deg ,detak jantung Ririn berhenti sepersekian detik lalu ia menatap lekat wanita yang berada di hadapannya.


"Hana?oh dunia ini begitu sempit!" gumam Ririn yang sedari tadi. melihat Pemilik toko perhiasan itu ,lalu ia teringat akan nama toko tersebut. "Pantesan saja ga asing ,ternyata memang dia pemiliknya!" kembali Ririn bergumam dalam hati,lalu melengkungkan bibirnya membentuk senyuman saat Hana menatapnya.


"Sepertinya pernah bertemu ,tapi dimana?" gumam Hana yang sibuk berkelana dalam pikirannya sendiri. Hana memberi sapaan halus lewat seutas senyum di bibirnya,Lalu kembali mengobrol dengan Eka saat transaksi pem ayaran sudah hampir selesai di proses.


"Gila ,Lo mau nikah ga ngundang " gitu?" tanya Hana yang kini semakin serius dalam obrolan tersebut.


"Besok gue Bakkal sembari undangannya di grup alumni SMA dan alumni Kuliah gue! Lo pasti di undang lah ,ingat Lo harus datang bareng Dino ha ha ha!" titah Eka yang tak tau akan hubungan Hana dan Dino karena sudah 3 tahun lost contacts.

__ADS_1


"Gue ga sama Dino, malam itu gue langsung diputusin dia." jawab Hana dengan raut wajah sendunya.


"oh ,sorry ,sorry gue ga tau. Terus sekarang Lo tinggal dimana? masih di Desa x ? tanya Eka penasaran.


"Ya iyalah gue tinggal disana ,gue ortu gue kan rumahnya disana ,trus laki gue juga disana. Ya gue nurut laki gue lah hahaha!" sedikit tertawa sesaat ia mengingat hubungannya dengan Dika sang suami yang masih dingin. Lalu ia menoleh ke arah Ririn.


"btw ini calon istri Lo ka? cantik !" tanya Hana kepada Eka ,memang Hana tak mengingat Ririn mantan kekasih suaminya,karena ia bertemu hanya sekali saat acara ulang tahun Dika. Berbeda dengan Ririn ,,ia hafal betul dengan Hana karena Dika dan Andra sempat memperlihatkan foto Hana.


"Ga lah, dia adik gue namanya Ririn kenalin!" ucap Eka dan menyenggol lengan Ririn supaya mau berkenalan dengan teman semasa kuliahnya.


Deg deg "Ririn? apakah Ririnantan kekasih Dika? dia kan memang tinggal di kota ini, apakah beneran dia?" sibuk berkutat dengan. pikirannya sendiri yang tak menyadari uluran tangan Ririn ,Hana begitu syok mendengar kata Ririn. Lalu kembali ia mengumpulkan ingatannya dan ia pun teringat bahwa benar wanita yang berada didepannya saat ini adalah Ririn mantan kekasih suaminya.


"hmmm" Eka menyadarkan lamunan Hana


"eh,namaku Hana!" ucap Hana sembari menerima uluran tangan Ririn mereka pun bersalaman sebagai simbol perkenalan. Baik Ririn maupun Hana mereka terlihat agak canggung ,namun tak lupa mereka menukar seutas senyum di bibir mereka agar terlihat tak serius.


"oh ,jadi ini adik Lo! kirain calon istri Lo, terus mana calon istri Lo?" tanya Hana mengalihkan kecanggungan ya bersama Ririn


"Calon istri gue masih di Amsterdam, lusa di. sampai disini! makanya gue ajak Ririn buat pilih cincin kawinnya." jawab Eka memberi penjelasan.


"Gila,istri Lo bule gitu ka? keren!" ucap Hana yang tersenyum lebar sembari mengacungkan jempol ke arah Eka.


"Tepatnya semi bule ha ha ha ,Bapaknya Bule ,Ibunya Indo! di tinggal di Amsterdam.


"kak sudah kan belanjanya? Ririn lapar nih ! be be." Ririn ingin mengakhiri obrolan kakaknya dengan beralasan bahwa dirinya lapar,karena ia tak Inging terlihat canggung di depan Hana ,istri dari mantan kekasihnya.


"oh iya ,gua cabut dulu Han! nih tuan putri gue sudah lapar!" Ucap Eka yang secara tak langsung berpamitan kepada Hana dan Hana pun melambaikan tangan kepada Eka dan Ririn. Tentunya Ririn dan Eka membalas lambaian itu.

__ADS_1


"Jangan lupa datang di acara nikahan gue!" teriak Eka dan de sambut senyum oleh Hana sembari mengacungkan jempolnya ke arah Eka.


__ADS_2